Lupusering tidak bisa diketahui sejak awal, bisa menyerang siapa saja.
soal.
1. Apa yang dimaksud dengan Lupus Discoid ? dan sebutkan ciri-nya
2. Bagaimana cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema?
3. Apa saja cara untuk mencegahnya ?
Mindset, Essay, Blogging Tips, Bisnis Online, Motivasi
jawaban soal lupus.
1). -lupus discoid yaitu merupakan lupus kulit dengan manifestasi kelainan kulit yang merupakan paling banyak menyerang, dan penyakti ini menyerang kulit bisa dilihat dari leher, wajah, dan sekujur tubuh yang biasanya berwarna kemerahan.
- ciri-cirinya yaitu:
a. ruam-ruam merah pada wajah yang berbentuk kupu-kupu.
b. lemas dan kerontokan pada rambut.
c. sakit pada dada bila menarik nafas dalam.
d. sensitif pada sinar matahari.
2). cara mengetahui SLE:
- perasaan lelah, penurunan berat badan, kadang-kadang demam tanpa menggigil yang timbul selama berbulan-bulan.
- gejala pada kulit: kemerahan dipipi kanan/kiri, benjolan kecil yang berwarna coklat ditubuh, radang pembuluh darah, penipisan pada rambut serta mengakibatkan kebotakan.
3. cara mencegahnya yaitu:
- makan mkanan yang sehat dan olahraga yang teratur.
- diet seimbang atau diet bernutrisi.
- istirahat sebanyak mungkin.
- menggunakan poles wajah yang hipoalergeni.
- menerapakn hidup sehat dan menghindarkan stres, serta tidak merokok.
NAMA : M.H.S.BUKHORI.H
KELAS : PBI1c
soal.
1. soal.
1. Apa yang dimaksud dengan Lupus Discoid ? dan sebutkan ciri-nya?
penyakit lupus eritematosus (LE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan gambaran klinik yang karakteristik yang berhubungan dengan produksi autoantibody tertentu yang menyerang sistem konektif dan vaskular. Lupus berasal dari bahasa Yunani yang berarti srigala, karena pada penderita lupus sering terdapat gambaran bercak merah pada wajah terutama di area pipi dan hidung seperti belang warna pada wajah srigala. Secara LE epidemiologi lebih banyak terjadi pada kulit berwarna, onset usia sekitar 30-40 tahun, wanita lebih banyak terserang dibanding pria (8:1).
Lupus eritematosus terdiri atas spectrum ringan sampai berat. Spectrum ringan berupa lupus terlokalisir atau discoid lupus eritematosus (DLE) sedangkan yang berat bahkan mengancam jiwa berupa sistemik lupus eritematosus (SLE). Discoid lupus eritematosus (DLE) bersifat kronis dan tidak berbahaya. Gejala klinis berupa bercak eritem atrofik tanpa ulserasi sedangkan SLE bersifat akut, dan melibatkan multiorgan seperti kulit, otot, sendi, darah, dan ginjal.
Discoid Lupus Eritematosus (DLE)
Manifestasi klinis DLE berupa gangguan kulit terutama terjadi pada area yang terpapar sinar matahari. Distribusi dan presileksi DLE dapat terlokalisir maupun meluas, terutama terjadi pada wajah dan kepala, namun dapat juga muncul pada lengan ,tangan, kaki maupun badan.
Gejala klinis terdapat pada muka terutama hidung dan pipi atau telinga berupa pacth atau plak eritem, berbatas tegas dengan sumbatan keratin pada folikel rambut. Kelainan kulit tersebut pada pipi dan hidung dapat berkonfluen berbentuk kupu-kupu atau dikenal dengan gambaran butterfly rash eritem. Diskoid lupus eritematosus pada kepala menyebabkan alopesia scaring/kebotakan dan sumbatan keratin pada folikel rambut. Penyakit ini dapat meninggalkan sikatrik atrofi maupun hipertrofi.
Penegakkan diagnosis berdasarkan gejala klinis, laboratorium, dan baku emas dengan pemeriksaan histopatologis. Pada kasus DLE 5-10% dapat berkembang menjadi SLE.
Pengobatan penderita DLE selain dengan obat-obatan juga harus dilakukan edukasi pada penderita. Penderita harus menghindari trauma fisik, sinar matahari, stres emosional, dan lingkungan yang sangat dingin. Dengan demikian penderita harus memakai tabir surya baik tabir fisik berupa baju payung topi maupun tabir surya yang dioleskan pada badan.
Pengobatan dapat menggunakan kloroquin 100mg/hari selama 3-6 minggu obat maksimal diberikan selama 3 bulan untuk menghindari kerusakan mata. Kortikosteroid sistemik dapat diberikan pada DLE diseminata. Pengobatan topikal menggunakan steroid topikal poten maupun suntikan triamsinolon asetat.
2. Bagaimana cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema?
Sistematik Lupus Eritematosus (SLE)
Gejala klinis sangat bervariasi karena menyerang multiorgan. Spektrum klinis bervariasi dari penyakit yang akut, fulminan dan sangat berat sampai penyakit yang ringan. Manifestasi klinis dapat dibagi menjadi empat kelompok besar sebagai berikut:
1. Gejala konstitusional berupa perasaan cepat lelah, penurunan berat badan dan demam merupakan gejala yang timbul selama berbulan-bulan sebelum ada gejala lain.
2. Kelainan kulit dan mukosa berupa bercak merah pada kulit yang terutama pada area yang terpapar sinar matahari yang bersifat akut sub akut maupun kronis. Kelainan kulit non spesifik berupa vaskulitis, maupun Ranaud’s fenomen. Kelainan mukosa ditandai dengan ulkus/luka pada mukosa mulut. palatum, buccal dan gusi.
3. Kelainan organ dalam yang menyerang ginjal, jantung dan paru serta hati berupa lupus nefritis yang menyebabkan proteinuria. Selain itu terjadi perikarditis, pleuritis dan maupun kolitis ulseratif dan hepatosplenomegali
4. Kelainan pada sendi, tulang. otot, kelenjar getah bening, dan sistem saraf berupa atralgia, limfadenopati, neuropati, gangguan otak.
Ada banyak pendapat bahwa penyakit ini disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan imunologik, serta faktor hormonal. Penyakit ini dapat juga dinduksi oleh obat tertentu seperti procainamid, hidantoin, fenilbutazon, penisilin, streptomisin, tetrasiklin dan sulfonamid yang dikenal sebagai SLE like sindrom.
Diagnosis SLE ditetapkan berdasarkan kriteria ARA, bila terdapat 4 kriteria dari 11 kriteria maka diagnosis SLE dapat ditegakkan. Kriteria ARA adalah sebagai berikut:
Kriteria Ara
1. Malar rash Discoid rash
2. Photosensitivity
3. Oral ulcers
4. Arthritis
5. Serositis
6. Renal disorder
7. Neurologic disorder
8. Hematologic disorder
9. Immunologic disorder
10. Antinuclear antibody
3. Apa saja cara untuk mencegahnya ?
odipus (orang hidup dengan lupus)akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.
Ciri-ciri Lupus Discoid
Secara umum gejala pada penyakit Lupus sangat beragam, selain berupa bercak-bercak kemerahan pada tubuh – terutama setelah terkena sinar matahari, penderita sering mengeluh lemah,kelelahan yang berlebihan dan beragam gejala lain.
Gejala penyakit Lupus di bagi menjadi dua, yaitu gejala secara umum dan gejala pada organ terserang. Pada orang yang bukan pasien Lupus akan mendapati satu gejala saja. Sedangkan pada Odupus, akan mengalami beberapa gejala yang jenisnya berbeda dengan pasien Lupus lain. Tabel dibawah ini gejala – gejala atau simptom pada orang yang terkena Lupus :
Gejala / Simptom Presentase
• Rasa sakit pada sendi (arthralgia). 95%
• Demam hampir – lebih dari 38 derajat celcius. 90%
• Bengkak pada sendi ( Arthritis) 90%
• Penderita sering merasa lemah, kelelahan 81%
(fatique) berkepanjangan.
• Ruam pada kulit 74%
• Anemia (kekurangan darah) 71%
• Gangguan ginjal . 50%
• Sakit di dada jika menghirup nafas dalam ( pleurisy) 45%
• Ruam berbentuk kupu-kupu melintang pada pipi dan hidung. 42%
• Sensitif terhadap cahaya sinar matahari (photosensitivity). 30%
• Kerontokan rambut. 27%
• Gangguan abnormal clotting darah 20%
• Fenomena Raynaud’s (jari menjadi putih/biru saat dingin) 17%
• Stroke 15%
• Sariawan (ulcers) pada rongga mulut dan hidung. 12 %
• Kehilangan selera makan. >60%
Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun yang melibatkan berbagai organ dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari yang ringan sampai berat. Pada keadaan awal, sering sekali sukar dikenal sebagai LES, karena manifestasinya sering tidak terjadi bersamaan. Sampai saat ini penyebab LES belum diketahui ada dugaan faktor genetik, infeksi dan lingkungan ikut berperan pada patofisiologi LES.
Adakah cara untuk memperlambat perkembangan lupus atau bahkan mencegahnya?
Kalau memang lupus sedang berkembang di tubuh anda, tidak ada cara untuk mencegahnya.
Tetapi anda dapat melakukan hal-hal tersebut di bawah ini:
§ Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
§ Banyak istirahat dan latihan kebugaran
§ Sikap makan yang seimbang
§ Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
§ Berusaha menangani stress secara efektif
§ Mematuhi saran-saran dokter anda
Untuk Lupus Eritematosus Sistemik, gejalanya adalah sebagai berikut (tidak sama pada tiap penderita, ada penderita yang mengalami hanya 1 gejala, ada yang mengalami semua gejala) :
• Perasaan lelah, penurunan berat badan, kadang kadang demam tanpa menggigil, gejala ini timbul selama berbulan bulan sebelum ada gejala lain
• Gejala kulit : Kemerahan di pipi kanan dan kiri, (membentuk gambar kupu kupu di atas wajah) ,benjolan kecil kecil di kulit pipi, rasa sensitif terhadap cahaya sinar matahari di daerah yang tidak tertutup pakaian, benjolan kecil coklat di tubuh, radang pembuluh darah, kebotakan dan penipisan rambut, timbul bercak bercak hitam di kulit, borok di kaki.
• Di selaput lendir mulut, mata, vagina dapat timbul seperti sariawan, radang, bercak merah, bahkan seperti borok.
• Sakit dada, sesak
• Pembesaran kelenjar getah bening
• Kelainan darah
• Depresi, gangguan berpikir, gangguan ingatan
• Dapat terjadi kejang kejang, halusinasi
• Dapat menyebabkan keguguran berulang (saat hamil )
• Apabila sedang kedinginan atau stress, jari kuku tangan dan kaki menjadi pucat atau kebiruan
• Dapat terjadi radang ginjal, kelainan ginjal, radang selaput paru paru, radang selaput jantung, penumpukan cairan pada rongga perut, radang usus, pembesaran hati dan limpa.
• Kelainan di sendi (bengkak, nyeri - radang), tulang, otot, kelenjar getah bening, otak dan sistem saraf.
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus. Pengobatan yang diberikan berguna untuk menangani gejala-gejalanya. Dokter akan melihat gejala yang ada dan mengobati gejala tersebut. Untuk gejala yang lebih berat, digunakan obat kortikosteroid atau terapi sitostatik/ chemotheraphy. Antibiotik, antivirus dan anti jamur juga diberikan apabila juga ada infeksi.
Ciri-ciri Lupus Discoid
Secara umum gejala pada penyakit Lupus sangat beragam, selain berupa bercak-bercak kemerahan pada tubuh – terutama setelah terkena sinar matahari, penderita sering mengeluh lemah,kelelahan yang berlebihan dan beragam gejala lain.
Gejala penyakit Lupus di bagi menjadi dua, yaitu gejala secara umum dan gejala pada organ terserang. Pada orang yang bukan pasien Lupus akan mendapati satu gejala saja. Sedangkan pada Odupus, akan mengalami beberapa gejala yang jenisnya berbeda dengan pasien Lupus lain. Tabel dibawah ini gejala – gejala atau simptom pada orang yang terkena Lupus :
Gejala / Simptom Presentase
• Rasa sakit pada sendi (arthralgia). 95%
• Demam hampir – lebih dari 38 derajat celcius. 90%
• Bengkak pada sendi ( Arthritis) 90%
• Penderita sering merasa lemah, kelelahan 81%
(fatique) berkepanjangan.
• Ruam pada kulit 74%
• Anemia (kekurangan darah) 71%
• Gangguan ginjal . 50%
• Sakit di dada jika menghirup nafas dalam ( pleurisy) 45%
• Ruam berbentuk kupu-kupu melintang pada pipi dan hidung. 42%
• Sensitif terhadap cahaya sinar matahari (photosensitivity). 30%
• Kerontokan rambut. 27%
• Gangguan abnormal clotting darah 20%
• Fenomena Raynaud’s (jari menjadi putih/biru saat dingin) 17%
• Stroke 15%
• Sariawan (ulcers) pada rongga mulut dan hidung. 12 %
• Kehilangan selera makan. >60%
Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun yang melibatkan berbagai organ dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari yang ringan sampai berat. Pada keadaan awal, sering sekali sukar dikenal sebagai LES, karena manifestasinya sering tidak terjadi bersamaan. Sampai saat ini penyebab LES belum diketahui ada dugaan faktor genetik, infeksi dan lingkungan ikut berperan pada patofisiologi LES.
Adakah cara untuk memperlambat perkembangan lupus atau bahkan mencegahnya?
Kalau memang lupus sedang berkembang di tubuh anda, tidak ada cara untuk mencegahnya.
Tetapi anda dapat melakukan hal-hal tersebut di bawah ini:
§ Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
§ Banyak istirahat dan latihan kebugaran
§ Sikap makan yang seimbang
§ Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
§ Berusaha menangani stress secara efektif
§ Mematuhi saran-saran dokter anda
Untuk Lupus Eritematosus Sistemik, gejalanya adalah sebagai berikut (tidak sama pada tiap penderita, ada penderita yang mengalami hanya 1 gejala, ada yang mengalami semua gejala) :
• Perasaan lelah, penurunan berat badan, kadang kadang demam tanpa menggigil, gejala ini timbul selama berbulan bulan sebelum ada gejala lain
• Gejala kulit : Kemerahan di pipi kanan dan kiri, (membentuk gambar kupu kupu di atas wajah) ,benjolan kecil kecil di kulit pipi, rasa sensitif terhadap cahaya sinar matahari di daerah yang tidak tertutup pakaian, benjolan kecil coklat di tubuh, radang pembuluh darah, kebotakan dan penipisan rambut, timbul bercak bercak hitam di kulit, borok di kaki.
• Di selaput lendir mulut, mata, vagina dapat timbul seperti sariawan, radang, bercak merah, bahkan seperti borok.
• Sakit dada, sesak
• Pembesaran kelenjar getah bening
• Kelainan darah
• Depresi, gangguan berpikir, gangguan ingatan
• Dapat terjadi kejang kejang, halusinasi
• Dapat menyebabkan keguguran berulang (saat hamil )
• Apabila sedang kedinginan atau stress, jari kuku tangan dan kaki menjadi pucat atau kebiruan
• Dapat terjadi radang ginjal, kelainan ginjal, radang selaput paru paru, radang selaput jantung, penumpukan cairan pada rongga perut, radang usus, pembesaran hati dan limpa.
• Kelainan di sendi (bengkak, nyeri - radang), tulang, otot, kelenjar getah bening, otak dan sistem saraf.
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus. Pengobatan yang diberikan berguna untuk menangani gejala-gejalanya. Dokter akan melihat gejala yang ada dan mengobati gejala tersebut. Untuk gejala yang lebih berat, digunakan obat kortikosteroid atau terapi sitostatik/ chemotheraphy. Antibiotik, antivirus dan anti jamur juga diberikan apabila juga ada infeksi.
Nama : Suryadi Putra
Kelas : PBI 1D
1. Lupus discoid adalah satu dari 3 macam bentuk penyakit lupus ,dia hanya mempengaruhi kulit saja. Cirinya ;bercak2 merah pada wajah dan lengan. Pada wajah ,bercaknya terdapat pada pipi dan hidung ,membentuk ruam berbentuk kupu2 seperti pada pipi serigala.
2. Kadang para dokter bingung mendiaknosa ,beranggapan SLE hanya kelainan kulit saja. Untuk mengetahuinya ,selain bercak pada wajah dan lengan ,penderita SLE ini juga mengalami panas ,rasa lelah berkepanjangan ,rambut rontok ,persendian kerap bengkak ,dan timbul sariawan.
3. Cara mencegahnya yaitu :
- biasakan hidup sehat
- menghindari stress
- menghindari pemakaian obat2 tertentu
syamsuddin PBId semster 1
1. Ada tiga jenis tipe lupus yakni Cutaneous Lupus, juga dikenal sebagai Discoid Lupus, hanya terbatas pada kulit dan ditampilkan dalam bentuk ruam yang muncul pada muka, leher, atau kulit kepala. Ruam ini dapat menjadi lebih jelas terlihat pada daerah kulit yang terkena sinar ultraviolet (seperti sinar matahari, sinar fluorescent). Meski terdapat beberapa macam tipe ruam pada lupus, tetapi yang umum terdapat adalah ruam yang timbul, bersisik dan merah, tetapi tidak gatal.Radang discoid, bentuknya seperti uang logam atau oval sepertii disket. Terdapat pada bagian kulit yang sering terkena sinar matahari, terutama daerah sekitar leher. ciri-cirix Cenderung berwarna merah, timbul dan bersisik. Bila sembuh, bekasnya tetap terlihat. Radang ini juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit disekitarnya menjadi lebih terang atau gelap. Juga timbul pada kulit kepala.
2. dapat ditemukan pada penyakit-penyakit lain, seperti: Rheumatoid arthritis, Sjorgen’s (show-grens) syndrome, Scleroderma, Penyakit-penyakit menular (mononucleosis, malaria, subacute bacterial endocarditis), Penyakit-penyakit autoimmune(penyakit autoimmune thyroid, penyakit autoimmune liver)
3. Kalau memang lupus sedang berkembang di tubuh anda, tidak ada cara untuk mencegahnya.
Tetapi anda dapat melakukan hal-hal tersebut di bawah ini:
§ Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
§ Banyak istirahat dan latihan kebugaran
§ Sikap makan yang seimbang
§ Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
§ Berusaha menangani stress secara efektif
§ Mematuhi saran-saran dokter anda
Nama : Rusli Lumaby
Jurusan : PBI D
Kelas : 1 D
Email : Roezlylumaby@yahoo.co.id
1. Pengertian lupus discoid
upus Eritematosus Diskoid adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang terjadi pada wajah, telinga, kulit kepala dan kadang pada bagian tubuh lainnya.
Lesi (kelainan) kulit ini tampak sebagai bercak kemerahan yang bersisik dan berkeropeng, yang jika membaik akan meninggalkan jaringan parut berwarna putih. Bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian pinggirnya berwarna lebih gelap dari kulit yang normal.
Jika lesi timbul di daerah yang berambut (misalnya dagu atau kulit kepala), maka bisa terjadi pembentukan jaringan parut yang permanen dan kerontokan rambut.
Ciri – cirinya :
Bercak kemerahan yang khas bisa terus menerus ada atau hilang timbul selama bertahun-tahun.
Bentuk bercak ini berubah-ubah setiap saat, pada awalnya berbentuk bulat dan merah, dengan diameter sekitar 0,5 cm.
Biasanya muncul di pipi, hidung, kulit kepala dan telinga, tetapi dapat juga ditemukan di batang tubuh sebelah atas, lengan bagian belakang dan tulang kering.
Sering ditemukan luka di mulut.
Jika kelainan ini tidak diobati, setiap bercak secara perlahan akan menyebar ke daerah di sekelilingnya. Bagian tengah mengalami degenerasi dan membentuk jaringan parut.
Pada daerah yang bersisik, folikel rambut melebar, meninggalkan lubang yang berbentuk seperti paku karpet. Jaringan parut dapat menyebabkan kerontokan rambut yang meluas.
Bercak kemerahan bisa disertai dengan nyeri pada sendi dan penurunan jumlah sel darah putih.
2. Bagaimana cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema?
Pada tahun 1982, American Rheumatism Association (ARA) menetapkan kriteria baru untuk klasifikasi SLE yang diperbarui pada tahun 1997. Kriteria SLE ini mempunyai selektivitas 96%. Diagnosa SLE dapat ditegakkan jika pada suatu periode pengamatan ditemukan 4 atau lebih kriteria dari 11 kriteria yaitu :
(1) Ruam malar : eritema persisten, datar atau meninggi, pada daerah hidung dan pipi.
(2) Ruam diskoid : bercak eritematosa yang meninggi dengan sisik keratin yang melekat dan sumbatan folikel, dapat terjadi jaringan parut.
(3) Fotosensitivitas : terjadi lesi kulit akibat abnormalitas terhadap cahaya matahari.
(4) Ulserasi mulut : ulserasi di mulut atau nasofaring, umumnya tidak nyeri.
(5) Artritis : artritis nonerosif yang mengenai 2 sendi perifer ditandai oleh nyeri, bengkak, atau efusi.
(6) Serositis
a. Pleuritis : adanya riwayat nyeri pleural atau terdengarnya bunyi gesekan pleura atau adanya efusi pleura.
b.Perikarditis : diperoleh dari gambaran EKG atau terdengarnya bunyi gesekan perikard atau efusi perikard.
(7) Kelainan ginjal
a. Proteinuria yang lebih besar 0,5 g/dL atau lebih dari 3+
b.Ditemukan eritrosit, hemoglobin granular, tubular, atau campuran.
(8) Kelainan neurologis : kejang tanpa sebab atau psikosis tanpa sebab.
(9) Kelainan hematologik : anemia hemolitik atau leukopenia (kurang dari 400/mm3) atau limfopenia (kurang dari 1500/mm3), atau trombositopenia (kurang dari 100.000/mm3) tanpa ada obat penginduksi gejala tersebut.
(10) Kelainan imunologik : anti ds-DNA atau anti-Sm positif atau adanya antibodi antifosfolipid
(11) Antibodi antinukleus : jumlah ANA yang abnormal pada pemeriksaan imunofluoresensi atau pemeriksaan yang ekuivalen pada setiap saat dan tidak ada obat yang menginduksi sindroma lupus (Delafuente, 2002).
2.2.7 Data laboratorium
Anti ds-DNA
Batas normal : 70 – 200 IU/mL
Negatif : 200 IU/mL
Antibodi ini ditemukan pada 65% – 80% penderita dengan SLE aktif dan jarang pada penderita dengan penyakit lain. Jumlah yang tinggi merupakan spesifik untuk SLE sedangkan kadar rendah sampai sedang dapat ditemukan pada penderita dengan penyakit reumatik yang lain, hepatitis kronik, infeksi mononukleosis, dan sirosis bilier. Jumlah antibodi ini dapat turun dengan pengobatan yang tepat dan dapat meningkat pada penyebaran penyakit terutama lupus glomerulonefritis. Jumlahnya mendekati negatif pada penyakit SLE yang tenang (dorman).
Antibodi anti-DNA merupakan subtipe dari Antibodi antinukleus (ANA). Ada dua tipe dari antibodi anti-DNA yaitu yang menyerang double-stranded DNA (anti ds-DNA) dan yang menyerang single-stranded DNA (anti ss-DNA). Anti ss-DNA kurang sensitif dan spesifik untuk SLE tapi positif untuk penyakit autoimun yang lain. Kompleks antibodi-antigen pada penyakit autoimun tidak hanya untuk diagnosis saja tetapi merupakan konstributor yang besar dalam perjalanan penyakit tersebut. Kompleks tersebut akan menginduksi sistem komplemen yang dapat menyebabkan terjadinya inflamasi baik lokal maupun sistemik (Pagana and Pagana, 2002).
.
Antinuclear antibodies (ANA)
Harga normal : nol
ANA digunakan untuk diagnosa SLE dan penyakit autoimun yang lain. ANA adalah sekelompok antibodi protein yang bereaksi menyerang inti dari suatu sel. ANA cukup sensitif untuk mendeteksi adanya SLE, hasil yang positif terjadi pada 95% penderita SLE. Tetapi ANA tidak spesifik untuk SLE saja karena ANA juga berkaitan dengan penyakit reumatik yang lain. Jumlah ANA yang tinggi berkaitan dengan kemunculan penyakit dan keaktifan penyakit tersebut.Setelah pemberian terapi maka penyakit tidak lagi aktif sehingga jumlah ANA diperkirakan menurun. Jika hasil tes negatif maka pasien belum tentu negatif terhadap SLE karena harus dipertimbangkan juga data klinik dan tes laboratorium yang lain, tetapi jika hasil tes positif maka sebaiknya dilakukan tes serologi yang lain untuk menunjang diagnosa bahwa pasien tersebut menderita SLE. ANA dapat meliputi anti-Smith (anti-Sm), anti-RNP (anti-ribonukleoprotein), dan anti-SSA (Ro) atau anti-SSB (La) (Pagana and Pagana, 2002).
Tes Laboratorium lain
Tes laboratorium lainnya yang digunakan untuk menunjang diagnosa serta untuk monitoring terapi pada penyakit SLE antara lain adalah antiribosomal P, antikardiolipin, lupus antikoagulan, Coombs test, anti-histon, marker reaksi inflamasi (Erythrocyte Sedimentation Rate/ESR atau C-Reactive Protein/CRP), kadar komplemen (C3 dan C4), Complete Blood Count (CBC), urinalisis, serum kreatinin, tes fungsi hepar, kreatinin kinase (Pagana and Pagana, 2002).
2.2.8 Manifestasi klinis
Manifestasi klinik secara umum yang sering timbul pada pasien SLE adalah rasa lelah, malaise, demam, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan (Hahn, 2005). Gejala muskuloskeletal berupa artritis, atralgia, dan mialgia umumnya timbul mendahului gejala yang lain. Yang paling sering terkena adalah sendi interfalangeal proksimal diikuti oleh lutut, pergelangan tangan, metakarpofalangeal, siku, dan pergelangan kaki (Delafuente, 2002).
Gejala di kulit dapat berupa timbulnya ruam kulit yang khas dan banyak menolong dalam mengarahkan diagnosa SLE yaitu ruam kulit berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) berupa eritema yang agak edematus pada hidung dan kedua pipi. Dengan pengobatan yang tepat, kelainan ini dapat sembuh tanpa bekas. Pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari dapat timbul ruam kulit yang terjadi karena hipersensitivitas (photohypersensitivity). Lesi cakram terjadi pada 10% – 20% pasien SLE. Gejala lain yang timbul adalah vaskulitis eritema periungual, livido retikularis, alopesia, ulserasi, dan fenomena Raynaud (Delafuente, 2002).
Gejala SLE pada jantung sering ditandai adanya perikarditis, miokarditis, gangguan katup jantung (biasanya aorta atau mitral) termasuk gejala endokarditis Libman-Sachs. Penyakit jantung pada pasien umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti hipertensi, kegemukan, dan hiperlipidemia. Terapi dengan kortikosteroid dan adanya penyakit ginjal juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung pada pasien SLE (Delafuente, 2002).
Gejala lain yang juga sering timbul adalah gejala pada paru yang meliputi
pleuritis dan efusi pleura. Pneumonitis lupus menyebabkan demam, sesak napas, dan batuk. Gejala pada paru ini jarang terjadi namun mempunyai angka mortalitas yang tinggi. Nyeri abdomen terjadi pada 25% kasus SLE. Gejala saluran pencernaan (gastrointestinal) lain yang sering timbul adalah mual, diare, dan dispepsia. Selain itu dapat pula terjadi vaskulitis, perforasi usus, pankreatitis, dan hepatosplenomegali (Delafuente, 2002).
Gejala SLE pada susunan saraf yaitu terjadinya neuropati perifer berupa gangguan sensorik dan motorik yang umumnya bersifat sementara (Albar,2003). Gejala lain yang juga timbul adalah disfungsi kognitif, psikosis, depresi, kejang, dan stroke (Delafuente, 2002).
Gejala hematologik umumnya adalah anemia yang terjadi akibat inflamasi kronik pada sebagian besar pasien saat lupusnya aktif. Pada pasien dengan uji Coombs-nya positif dapat mengalami anemia hemolitik. Leukopenia (biasanya limfopenia) sering ditemukan tetapi tidak memerlukan terapi dan jarang kambuh. Trombositopenia ringan sering terjadi, sedangkan trombositopenia berat disertai perdarahan dan purpura terjadi pada 5% pasien dan harus diterapi dengan glukokortikoid dosis tinggi. Perbaikan jangka pendek dapat dicapai dengan pemberian gamaglobulin intravena. Bila hitung trombosit tidak dapat mencapai kadar yang memuaskan dalam 2 minggu, harus dipertimbangkan tindakan splenektomi (Delafuente, 2002).
Antikoagulan lupus (AL) termasuk dalam golongan antibodi antifosfolipid. Antikoagulan ini diketahui berdasarkan perpanjangan waktu tromboplastin parsial (PTT) dan kegagalan penambahan plasma normal untuk memperbaiki perpanjangan waktu tersebut. Antibodi terhadap kardiolipin (aCL) dideteksi dengan pemeriksaan ELISA. Manifestasi klinis AL dan aCL adalah trombositopenia, pembekuan darah pada vena atau arteri yang berulang, keguguran berulang, dan penyakit katup jantung. Bila AL disertai dengan hipoprotombinemia atau trombositopenia, maka dapat terjadi perdarahan.
Yang lebih jarang timbul adalah antibodi terhadap faktor pembekuan (VIII, IX); adanya antibodi tersebut tidak dapat menyebabkan pembekuan darah sehingga perdarahan terjadi terus-menerus (Hahn, 2005).
Pada wanita dengan SLE yang mengalami kehamilan maka dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran penyakit selama kehamilan dan pada periode awal setelah melahirkan. Selain itu juga dapat terjadi aborsi secara spontan atau kelahiran prematur. Kemungkinan terjadinya preeklamsia atau hipertensi yang disebabkan kehamilan juga dapat memperparah penyakitnya (Delafuente, 2002). Gejala klinik pada kerusakan ginjal dapat dilihat dari tingginya serum kreatinin atau adanya proteinuria. Penyakit ginjal pada pasien SLE sering disebut lupus nefritis. Menurut WHO, lupus nefritis dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan biopsi ginjalnya yaitu kelas I (normal/minimal mesangial), kelas II (mesangial), kelas III (focal proliferative), kelas IV (diffuse proliferative), dan kelas V (membranous glomerulonephritis). Selama perjalanan penyakit pasien dapat mengalami progesivitas dari satu kelas ke kelas yang lain. Pada pasien dengan lupus nefritis terutama ras Afrika – Amerika dapat terjadi peningkatan serum kreatinin, penurunan respon terhadap obat-obat imunosupresan, hipertensi, dan sindrom nefrotik yang persisten (Delafuente, 2002).
3. Apa saja cara untuk mencegahnya ?
Kalau memang lupus sedang berkembang di tubuh anda, tidak ada cara untuk mencegahnya.
Tetapi anda dapat melakukan hal-hal tersebut di bawah ini:
§ Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
§ Banyak istirahat dan latihan kebugaran
§ Sikap makan yang seimbang
§ Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
§ Berusaha menangani stress secara efektif
§ Mematuhi saran-saran dokter anda
1. Lupus Diskoid adalah lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit dan paling banyak menyerang.
2.Umumnya, diagnosis ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan itu. Setelah itu, menganalisis dari hasil pemeriksaan yang berhubungan dengan status kekebalannya. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang menderita lupus atau tidak.
3.Cara mencegah lupus :
- Kontrol berkala ke dokter.
- Minum obat yang diberikan oleh dokter dengan teratur.
- Membiasakan gaya hidup sehat yaitu memperhatikan keadaan fisik dan psikis (berpikiran sehat, jiwa sehat, tubuh sehat, selalu berpikir positif, mengelola stress, dan
nutrisi yang seimbang).
- Olahraga dan istirahat yang cukup.
- Mencegah kelelahan yang berlebihan.
- Menghindari rokok dan sinar matahari
- Menghindari situasi atau keadaan yang membuat stress
Selain itu, dukungan psikososial dari lingkungan dan edukasi yang bersifat positif dan realistis juga merupakan salah satu kunci sukses pengobatan
@ ruslam. Yup. TQ. infonya bagus
Nama : Rabiatul Adawiyah
Jurusan : Pbi c
1. Diskoid lupus: Sebuah kondisi peradangan kronis terbatas pada kulit, yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Penyakit autoimmune terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Pasien dengan lupus memiliki antibodi yang tidak biasa di dalam darah mereka yang ditargetkan terhadap jaringan tubuh mereka sendiri.
2. Untuk mendiagnosis lupus sistemik eritematosus (systemic lupus erythematosus) adalah
• malar (diatas pipi muka) “butterfly” rash
• discoid skin rash: kemerahan yang setengah-setengah yang dapat menyebabkan luka parut (scarring
• photosensitivity: rash kulit sebagai reaksi pada ekspose sinar matahari
3. Karena sinar ultraviolet dapat mempercepat dan memperburuk flares, pasien-pasien dengan lupus sistemik harus menghindari ekspose pada matahari. Pelindung matahari dan baju menutupi tangan dan kaki dapat membantu. Pemberhentian obat-obatan dengan tiba-tiba, terutama corticosteroids, dapat juga menyebabkan flares dan harus dihindari. Pasien-pasien dengan SLE berada pada risiko infeksi-infeksi yang meningkat, terutama jika mereka minum corticosteroids atau obat-obat penekan kekebalan. Oleh karenanya, demam apa saja yang tidak diharapkan harus dilaporkan dan dievaluasi. Kunci menuju keberhasilan memanage SLE adalah kontak dan komunikasi yang reguler, mengizinkan monitor dari gejala-gejala, aktivitas-aktivitas penyakit, dan perawatan efek-efek sampingan.
1. Diskoid lupus adalah suatu penyakit kulit diperantarai kekebalan tubuh yang mungkin berhubungan dengan sistemik lupus erythematosus (SLE) tapi bukannya yang mempengaruhi seluruh tubuh seperti lupus tidak, hal itu terutama mempengaruhi hidung dan wajahnya.
- ciri-ciri lupus diskoid :
a.rasa nyeri yang melanda persendian
b.seluruh organ tubuh terasa sakit
c.terjadi kelainan pada kulit
d.demam di atas 38 derajat Celcius
e.kelelahan berkepanjangan serta sensitif terhadap sinar matahari
2. cara mengetahuinya:
a.Ruam pada kulit
b.Anemia (kurang darah)
c.Gangguan ginjal
d. Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu butterfly rash
e.Sensitif terhadap sinar matahari
3. cara mencegahnya:
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.
1.Lupus Diskoid yaitu penyakit kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.
ciri-cirinya :
a. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
b. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
c. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu.
d. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
2. cara mengetahinya yaitu; badan terasa nyeri , otot persendian terasa capek/pegel (, kejang-kejang,dan mulai rusaknya tulang, sehingga kulit melepuh.
Sementara, pada darah terjadi penurunan jumlah sel darah merah, putih, dan sel pengatur pembekuan darah, dan saluran pencernaan muncul gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau sukar buang air besar.
3.cara mencegahnya:
# Pola hidup yang sehat dan seimbang.
# Pola istirahat yang cukup.
# Latihan pernapasan secara sehat dan benar
# Pengobatan lupus harus menjamin bahwa pasien sudah mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan pengecekan rutin. # Latihan pernapasan dan meditasi dapat dicoba untuk pengobatan lupus agar menenangkan pasien dan mengurangi resiko kulit bercak-bercak.
1. Lupus Diskoid adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang terjadi pada wajah, telinga, kulit kepala dan kadang pada bagian tubuh lainnya.
ciri-cirinya:
-kulit ini tampak sebagai bercak kemerahan yang bersisik dan berkeropeng, yang jika membaik akan meninggalkan jaringan parut berwarna putih.
-Bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian pinggirnya berwarna lebih gelap dari kulit yang normal.
- Jika lesi timbul di daerah yang berambut (misalnya dagu atau kulit kepala), maka bisa terjadi pembentukan jaringan parut yang permanen dan kerontokan rambut.
2. Terdapat 14 kriteria untuk SLE,diagnosa dapat ditegakkan jika mempunyai 4 kriteria atau lebih.Pada tahun 1982, kriteria ini di revisi menjadi hanya 11 item. Tahun 1997 kriteria ini juga mengalami revisi pada kriteria yang ke-10 yaitu adanya sel LE tidak lagi digunakan sebagai salah satu kriteria.
Kriteria SLE dari ARA, tahun 1997:
1. 1. Malar rash.
2. 2. Discoid rashi.
3. Fotosensitivitas
4. Ulkus oral
5. Arthritis .
6. Serositis.
7. Gangguan Renal .
8. Kelainan neorologis.
9. Kelainan hematologis.
10. Kelainan imunologis.
11. Antibodi antinuclear .
Penderita dikatakan mempunyai SLE jika terdapat minimal 4 kriteria terpenuhi, baik secara bersamaan ataupun simultan, selama observasi.
3. Penderita yang sensitif terhadap sinar matahari perlu menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih setiap harinya dan menggunakan topi jika bepergian keluar rumah.
Pemeriksaan rutin sangat penting dan sebaiknya dilakukan 6 bulan-1 tahun/kali guna memastikan bahwa penyakitnya tidak menyebar ke organ dalam dan untuk meminimalkan pembentukan jaringan parut.
1). a.Penyakit Lupus memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
b.~gejala umumnya adalah demam,
~rasa lelah berkepanjangan,
~rambut rontok,
~pegal-pegal otot.
~perubahan pada fisik penderita lupus.
2.Kebanyakan pasien SLE akan mengalami radang sendi (arthtritis) selama perjalanan penyakitnya. Arthritis pada SLE sering terdapat pembengkakan, nyeri, kekakuan, dan bahkan perubahan bentuk sendi2 kecil pada tangan, pergelangan tangan dan kaki. Kadang2 arthritis pada SLE dapat mirip dengan rheumatoid arthtritis (salah satu penyakit autoimun juga)
Organ2 yang lebih serius dapat mengalami peradangan seperti otak, hati dan ginjal. Sel darah putih dan faktor pembekuan darah juga dapat menurun pada SLE, dikenal dengan sebutan berturut2 lekopeni dan trombositopeni. Lekopeni dapat meningkatkan resiko infeksi dan trombositopeni dapat meningkatkan resiko perdarahan.
Peradangan otot (myositis) dapat menyebabkan nyeri otot dan kelemahan. Ini dapat menyebabkan peningkatan kadar enzim otot dalam darah.
Peradangan pembuluh darah (vasculitis) yang mensuplai oksigen ke jaringan dapat menyebabkan perlukaan pada saraf, kulit, atau organ dalam. Pembuluh darah terdiri dari arteri yang dilalui darah yang kaya akan oksigen menuju jaringan tubuh dan vena yang mengembalikan darah yang kehabisan oksigen dari jaringan ke paru-paru. Vasculitis dicirikan oleh peradangan dengan kerusakan dinding berbagai pembuluh darah. Kerusakan tersebut menghalangi sirkulasi darah dan dapat menyebabkan perlukaan pada jaringan yang seharusnya disuplai oksigennya oleh pembuluh darah tersebut.
Peradangan selaput paru-paru (pleuritis) dan selaput jantung (pericarditis) dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam. Nyeri dada tersebut diperburuk oleh batuk, menarik nafas dalam dan perubahan tertentu posisi tubuh. Otot jantung sendiri jarang mengalami peradangan (carditis). Seorang wanita muda dengan SLE mempunyai resiko yang meningkat signifikan terhadap serangan jantung akibat penyakit arteri koroner.
Peradangan ginjal pada SLE dapat menyebabkan kebocoran protein ke dalam urin, retensi cairan, tekanan darah tinggi, dan bahkan gagal ginjal. Ini dapat menyebabkan keletihan berlebihan dan pembengkakan tungkai dan kaki. Dengan terjadinya gagal ginjal, mesin diperlukan untuk membersihkan darah dari racun2 yang prosesnya disebut dialisis.
Terlibatnya otak dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan pikiran (psikosis), seizure, dan bahkan koma. Kerusakan saraf dapat menyebabkan mati rasa, rasa menggelenyar, dan kelemahan bagian tubuh atau ekstremitas yang terlibat. Keterlibatan otak disebut dengan lupus celebritis.
3.CARA ANG DAPAT DI LAKUKAN UNTUK MENCEGAH LUPUS
§ Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
§ Banyak istirahat dan latihan kebugaran
§ Sikap makan yang seimbang
§ Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
§ Berusaha menangani stress secara efektif
§ Mematuhi saran-saran dokter anda
1. A).Lupus adalah penyakit autoimun yang ditandai oleh peradangan kronis akut dan berbagai jaringan tubuh. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.Sistem kekebalan adalah sistem yang kompleks dalam tubuh yang dirancang untuk melawan agen menular, seperti bakteri dan mikroba asing lainnya.Salah satu cara bahwa sistem kekebalan tubuh melawan infeksi adalah dengan memproduksi antibodi yang berikatan dengan mikroba.Pasien dengan lupus memproduksi antibodi abnormal di dalam darah mereka yang menargetkan jaringan dalam tubuh mereka sendiri, bukan agen infeksi asing. Karena antibodi dan sel-sel yang menyertai peradangan dapat mempengaruhi jaringan di mana saja di tubuh, lupus memiliki potensi untuk mempengaruhi berbagai bidang. Kadang-kadang lupus dapat menyebabkan penyakit kulit, jantung, paru-paru, ginjal, sendi, dan / atau sistem saraf. Ketika hanya kulit yang terlibat, kondisi ini disebut lupus dermatitis atau cutaneous lupus erythematosus. Suatu bentuk dermatitis lupus yang dapat diisolasi ke kulit, tanpa penyakit internal, disebut lupus diskoid.
B).Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.
2.Banyak pasien SLE mengalami kerontokan rambut (alopesia). Sering, ini terjadi bersama2 dengan peningkatan aktifitas penyakitnya. Kerontokan rambut dapat sebagian atau menyebar dan tampak lebih seperti penipisan rambut.
Beberapa pasien SLE mengalami Raynaud’s phenomenon. Pada pasien2 ini, suplai darah pada jari2 dan jempol kaki menjadi terganggu pada paparan dingin, menjadi memucat, memutih dan atau membiru, dan terasa sakit serta mati rasa pada jari2 dan jempol kaki yang terkena.Systemic Lupus (SLE)yang menyerang organ tubuh seperti: kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak dan syaraf.
3. Pencegahan
Pada umumnya diet yang sehat harus meliputi vitamin penting dan mineral merupakan yang paling efektif mencegah dan memerangi lupus. Pengobatan lupus harus menjamin bahwa pasien sudah mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan pengecekan rutin. Latihan pernapasan dan meditasi dapat dicoba untuk pengobatan lupus agar menenangkan pasien dan mengurangi resiko kulit bercak-bercak.
Sampai sekarang, penyakit ini belum bisa disembuhkan atau dicegah. Yang bisa baru sebatas menghilangkan gejalanya. Caranya dengan mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup, menjalani pola hidup tertentu, dan menghindari stres.
1. dampak lain dari penggunaan MSG yang berlebihan pada jangka panjang diantaranya adalah :
* Mempercepat detak jantung, mengakibatkan sakit pada bagian dada, menghambat pernafasan
* Sakit kepala
* Cepat mengantuk dan lelah
* Timbul rasa kaku dan nyeri pada bagian leher
2]. Dengan melihat sebegitu banyaknya dampak negatif MSG bagi kesehatan, lebih bijaksana kalau mengurangi jumlah konsumsi MSG Anda. Apakah hanya dengan mengurangi MSG saat masak? Tentu tidak, Anda juga perlu mengurangi konsumsi produk-produk makanan olahan yang sebagian besar dilengkapi dengan MSG. Cermatlah dalam membeli makanan dengan terlebih dahulu membaca label pada kemasan.
Jika tidak bisa bebas dari perasa makanan, ada baiknya menggunakan perasa makanan alami. MSG terbuat dari asam glutamat yang secara alami terdapat pada daging, tulang serta ceker ayam. Jadi, bisa membuat perasa alami sendiri dengan mengolah daging atau tulang ayam menjadi kaldu dan menggunakannya sebagai penambah rasa makanan Selain rasanya yang tetap enak, sekaligus juga tidak mengganggu kesehatan.
- Rasa terbakar di bagian belakang leher, lengan depan dan dada
- Rasa kaku pada bagian belakang leher, yang akan menjalar ke lengan dan punggung
1.DAMPAK NEGATIF MSG
- Rasa nyeri, hangat dan lemah pada wajah, pusat, punggung atas, leher dan lengan
- Wajah terasa tegang
- Sakit di dada
- Sakit kepala
- Mempercepat detak jantung
- Kesulitan bernapas
- Mengantuk
- Lemah dan lelah
2. bagi individu dengan berat badan 50 kg, asupan yang dianjurkan kurang lebih 6 gram, kira-kira 2 sendok teh. Sementara untuk anak- anak dianjurkan maksimal 2 gram sehari. WHO tidak menyarankan pemberian MSG pada bayi usia di bawah 12 minggu,” tuturnya. Ada yang berpendapat bahwa penambahan vetsin pada makanan dapat menurunkan kandungan zat gizi makanan tersebut. Hal ini perlu diluruskan. Menurut Miranti, yang dimaksud adalah pengurangan berat bahan pembuatnya, sehingga nilai gizinya pun menurun.
1.Lupus discoid yaitu lupus yang mempengaruhi kulit
Ciri-cirinya adalah jenis ini menyerang kulit bisa dilihat dengan adanya ruam yang muncul di wajah ,leher , kullit kepala dan sekujur tubuh biasanya berwarna merah .
2.Cara mengetahui SLE :
- bengkak dan sakit persendian
- sakit pada otot dan lemah
- sensitive terhadap sinaar matahaari
- rambut rontok
- bercak merah berbentuk kupu-kupu
3.a. Banyak istirahat dan latihan kebugaran
b. Sikap makan yang seimbang
c. Menghindari sinar matahari yang berlebihan
d. Berusaha menngani stress secara efektif
e. Mematuhi saran-saran dari dokter
1. a. Lupus DISCOID adalah lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. maksudnya adalah Lupus adalah suatu kondisi yang dikarakteristikkan oleh peradangan kronis dari jaringan-jaringan tubuh yang disebabkan oleh penyakit autoimun.Kadangkala lupus dapat menyebabkan penyakit kulit, jantung, paru-paru, ginjal, persendian-persendian, dan/atau sistim syaraf. Ketika hanya kulit yang terlibat, kondisi ini disebut lupus diskoid (discoid lupus).
b. ciri-ciri lupus diskoid:
Gejala umum : lemah, kelelahan berlebihan, demam, dan pegal-pegal
Gejala ini muncul ketika lupus sedang aktif dan menghilang ketika tidak aktif
Gejala pada organ tertentu : Pada kulit gejalanya berupa ruam merah berbentuk mirip kupu-kupu di kedua pipi yang sering disebut sebagai butterfly rush, kerontokan rambut dan sariawan.
Pada dada timbul rasa sakit yang menimbulkan gangguan pernapasan. Bila jantung atau paru-paru terserang, penderita akan merasakan jantung berdebar atau sesak napas. Bila jantung mengalami kelainan lanjutan, maka kaki menjadi bengkak.
Pada sistem otot gejala yang dirasakan penderita adalah rasa lemah atau sakit di otot.
Pada pesendian akan dirasakan sakit, baik dengan ataupun tanpa pembengkakan dan kemerahan.
Pada darah terjadi penurunan jumlah sel darah merah, putih, dan sel pengatur pembekuan darah.
Pada saluran pencernaan muncul gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau sukar buang air besar.
Pada ginjal terjadi gangguan fungsi yang mengakibatkan tidak dapat dikeluarkannya racun hasil metabolisme dan banyaknya kandungan protein dalam urine.
Pada sistem saraf timbul gangguan pada otak, saraf sumsum tulang belakang dan saraf tepi, yang mengakibatkan pusing atau kejang. Bahkan, bisa sampai menimbulkan stroke dan gangguan jiwa, meskipun ini jarang terjadi.
Menurut American College Of Rheumatology 1997, diagnosis SLE harus memenuhi 4 dari 11 kriteria yang ditetapkan. Adapun penjelasan singkat dari 11 gejala tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Ruam kemerahan pada kedua pipi melalui hidung sehingga seperti ada bentukan kupu-kupu, istilah kedokterannya Malar Rash/Butterfly Rash.
2. Bercak kemerahan berbentuk bulat pada bagian kulit yang ditandai adanya jaringan parut yang lebih tinggi dari permukaan kulit sekitarnya.
3. Fotosensitive, yaitu timbulnya ruam pada kulit oleh karena sengatan sinar matahari
4. Luka di mulut dan lidah seperti sariawan (oral ulcers).
5. Nyeri pada sendi-sendi. Sendi berwarna kemerahan dan bengkak. Gejala ini dijumpai pada 90 % odapus.
6. Gejala pada paru-paru dan jantung berupa selaput pembungkusnya terisi cairan.
7. Gangguan pada ginjal yaitu terdapatnya protein di dalam urine.
8. Gangguan pada otak/sistem saraf mulai dari depresi, kejang, stroke, dan lain-lain.
9. Kelainan pada sistem darah di mana jumlah sel darah putih dan trombosit berkurang. Dan biasanya terjadi juga anemia
10. Tes ANA (antinuclear Antibody) positif
11. Gangguan sistem kekebalan tubuh.
Penyakit Lupus biasanya menyerang wanita produktif usia 15 - 45 tahun dengan perbandingan mengenai perempuan antara 10 – 15 kali lebih sering dari pria.
Gejala klinis penyakit lupus ini, sangat luas dan tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Mulai dari yang ringan berupa bintik-bintik merah di kulit dan nyeri sendi sampai yang berat karena menyerang organ tubuh yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal.
Pada awal perjalanannya, penyakit ini ditandai dengan gejala klinis yang tak spesifik, antara lain lemah, lesu, panas, mual, nafsu makan menurun, dan berat badan turun.
2. Cara mengetahui SLE:
Pasien dengan SLE dapat mengalami kombinasi yang berbeda dari gejala2 dan organ2 yang terkena. Keluhan dan gejala tersering meliputi keletihan, demam ringan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, radang sendi, ulkus pada mulut dan hidung, rash di wajah (”butterfly rash”), sensitifitas yang berlebihan thd sinar matahari (photosensitivity), peradangan selaput paru-paru (pleuritis) dan selaput jantung (pericarditis), dan sirkulasi darah yang buruk pada jari2 dan jempol kaki jika terpapar dingin (fenomena Raynaud). Komplikasi dari organ2 yang terkena dapat menyebabkan gejala2 lanjut yang tergantung pada organ2 yang terkena dan beratnya penyakit.
Lebih dari separuh pasien dengan SLE mengalami rash khas yang datar dan berwarna merah pada wajah melewati hidung. Karena bentuknya maka disebut “butterfly rash”. Rash tersebut tidak sakit dan tidak gatal. Rash wajah, bersama dengan peradangan organ2 lain, dapat ditimbulkan dan diperburuk oleh paparan cahaya matahari, yang dikenal dengan photosensitivity. Photosensitivity ini dapat bersama2 dengan pemburukan peradangan di sekujur tubuh, yang disebut dengan “nyala api (flare)”
Kebanyakan pasien SLE akan mengalami radang sendi (arthtritis) selama perjalanan penyakitnya. Arthritis pada SLE sering terdapat pembengkakan, nyeri, kekakuan, dan bahkan perubahan bentuk sendi2 kecil pada tangan, pergelangan tangan dan kaki. Kadang2 arthritis pada SLE dapat mirip dengan rheumatoid arthtritis (salah satu penyakit autoimun juga).
Banyak pasien SLE mengalami kerontokan rambut (alopesia). Sering, ini terjadi bersama2 dengan peningkatan aktifitas penyakitnya. Kerontokan rambut dapat sebagian atau menyebar dan tampak lebih seperti penipisan rambut.
Banyak pasien SLE mengalami kerontokan rambut (alopesia). Sering, ini terjadi bersama2 dengan peningkatan aktifitas penyakitnya. Kerontokan rambut dapat sebagian atau menyebar dan tampak lebih seperti penipisan rambut.
Beberapa pasien SLE mengalami Raynaud’s phenomenon. Pada pasien2 ini, suplai darah pada jari2 dan jempol kaki menjadi terganggu pada paparan dingin, menjadi memucat, memutih dan atau membiru, dan terasa sakit serta mati rasa pada jari2 dan jempol kaki yang terkena.
3. cara untuk mencegah penyakit lupuS:
sangat penting dilakukan oleh setiap orang. Sebaiknya, kegiatan ini diterapkan sejak dini atau saat tubuh masih sehat sehingga penyakit enggan menjangkiti tubuh kita, kesehatan tubuh pun terjaga.Dengan tubuh sehat dan prima, kita dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Jangan lupa, kenalkan juga pencegahan penyakit kepada putra-putri kita sejak kecil (balita) agar mereka terbiasa dan dapat menjadi bekal berharga bagi kehidupan mereka pada masa mendatang.
Enam pola untuk mencegah penyakit:
Jika dilakukan dengan rutin dan bersungguh-sungguh, beberapa tips di bawah ini (sedikit banyak)dapat membantu agar tubuh tidak mudah diserang penyakit.Tips-tipsnya sangat sederhana danmudah dilakukan, yaitu dengan menerapkan:
Pola makan yang seimbang kandungan gizinya. Pola food combaining sangat efektif untuk mencegah berbagai macam penyakit.
1. Pola olah raga yang teratur sesuai berat badan dan jenjang usia. Yoga sangat disarankan bagi orang-orang yang berusia di atas 30 tahun.
2. Pola pikiran positif (manejemen pikiran) agar terhindar dari stress.
3. Pola hidup yang sehat dan seimbang.
4. Pola istirahat yang cukup.
5. Pola bernapas dalam yang benar dan teratur.
Membangun sikap mental yang positif, berolahraga, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan kontrol ke dokter secara reguler adalah langkah–langkah yang baik untuk tetap sehat walau lupus bersemayam dalam tubuh.
yang jelas kalau menurut saya entah penyakit apapun itu, jika mengalami gejala-gejala segera periksakan ke dokter atau paling tidak segera tanggap terhadap keluhan yang di hadapi.
karena kita takkan pernah tahu apakah gejala-gejala yang kita alami berbahaya atau tidak?
terima kasih.
Nama : Suwanri
Jurusan/Semester : PBI/1 D
Mata Kuliah : IAD.IBD
Tugas ,
1. Apa yang dimaksud dengan Lupus Discoid ? dan sebutkan ciri-nya.
Jawab.
Lupus discoid adalah suatu penyakit yang termasuk dalam kelompok jaringan penyangga,
Yang berdasarkan pada respon AUTOIMUN , di mana dapat mengenai sistem organ multipeldengan manispestasi klinis dan prognosis yang bervariasi.
Ciri-cirinya :
muka merah berbentuk kupu kupu ( sekitar pipi saja )
Badan membengkang seperti terkena benda tumpul.
di sertai dengan demam yang turun naik.
Sering mengalami selesema
? Demam yang berlarutan
? Ulser mulut
? Keguguran rambut
2. Bagaimana cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema?
Jawab.
-Dengan cara Diagnosa
- dan Terapi agar bisa di ketahui secara pasti,,karna penyakit lupus hampir sama cirinya dengan
Penyakit kulit biasa’
3. Apa saja cara untuk mencegahnya ?
Jawab.
- Jaga kebersihan dan hidup sehat
- Hindari terlalu banyak kontak dengan sinar matahari karena sinar matahari bisa menimbulkan penyakit tersebut
- Piola makan yang Sehat serta olah raga yang teratur
- Hindari pemakaian kosmetik yang berlebihan, di pastikan apkah produknya resmi dan tidak menganduk zat kimia yang berbahaya , khususnya kaum WANITA.
1. Lupus discoid adalah lupus yang menyerang pada kulit berupa ruam.
Ciri-cirinya ,ruam ini bisa terdapat dimanapun ,terutama dimuka ,leher ,kulit kepala.Ruam ini bisa berwarna merah ,bersisik dan kadang kala gatal.
2. Cara mengetahui SLE adlah bengkak dan sakit persendian .sakit pada otot dan lemah ,capek , sensitive terhadap sinaar matahaari ,rambut rontok ,bercak merah berbentuk kupu-kupu
3. Lupus tidak bisa di sembuhkan tetapi bisa dilakukan hal sbb:
a. Banyak istirahat dan latihan kebugaran
b. Sikap makan yang seimbang
c. Menghindari sinar matahari yang berlebihan
1. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit.
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala, ruam di sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada Lupus jenis ini dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada discoid lupus hasil biopsi akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini pada umumnya tidak melibatkan organ-organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu, tes ANA (pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengetahui keberadaan sistemik lupus - hasilnya bisa saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid lupus. Akan tetapi pada sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil pemeriksaan ANA-nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang rendah. 10% pasien Discoid dapat menjadi SLE.
GEJALA YANG BISA TERJADI
Gejala awal yang dialami saat lupus mulai bersemayam dalam tubuh :
• Sakit pada sendi / tulang
• Demam berkepanjangan / panas tinggi bukan karena infeksi
• Sering merasa cepat lelah, kelemahan berkepanjangan
• Ruam pada kulit
• Anemia (kurang darah)
• Gangguan ginjal (kebocoran ginjal, protein banyak terbuang melalui urin)
• Sakit di dada bila menghirup nafas dalam
• Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu butterfly rash)
• Sensitif terhadap sinar matahari
• Rambut rontok
• Ujung jari berwarna kebiruan/pucat
• Stroke
• Penurunan berat badan
• Sakit kepala
• Kejang
• Sariawan yang hilang timbul
• Keguguran
Apabila 4 dari gejala tersebut terdapat pada Anda, maka periksalah segera, mungkin Anda menderita Penyakit Lupus.
2. Dari informasi berbagai sumber, seperti sejarah pengobatan masa lalu, hasil tes laboratorium dan gejala-gejala yang timbul saat ini, ada 11 (sebelas) kriteria untuk mendiagnosa SLE. Umumnya seseorang memenuhi paling sedikit 4 (empat) kriteria sebelum diagnosa dilakukan.
11 (sebelas) kriteria itu, yaitu:
1. Malar rash (merah pada pipi).
2. Discoid rash (bercak merah pada kulit).
3. Photosensitivity (peka terhadap cahaya).
4. Oral Ulcers (luka sekitar mulut).
5. Arthritis (radang sendi).
6. Serositis (radang pada selaput sereus).
7. Renal disorder (kelainan pada ginjal).
8. Neurologic disorder (kelainan fungsi saraf).
9. Hematologic disorder (kelainan darah).
10. Immunologic disorder (kelainan pada sistem kekebalan tubuh).
11. Antinuclear antibody (ANA).
3. Pada umumnya diet yang sehat harus meliputi vitamin penting dan mineral merupakan yang paling efektif mencegah dan memerangi lupus. Pengobatan lupus harus menjamin bahwa pasien sudah mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan pengecekan rutin. Latihan pernapasan dan meditasi dapat dicoba untuk pengobatan lupus agar menenangkan pasien dan mengurangi resiko kulit bercak-bercak.
Nama : Ria setiyaningsih
No : 30
Kelas : PBI 1C
Jawaban :
1. . Discoid Lupus, yang juga dikenal sebagai Cutaneous Lupus.Adalah penyakit Lupus yang menyerang kulit.
ciri-cirinya :
. Kemerahan pada bagian pipi kanan dan pipi kiri termasuk hidung
membentuk seperti kupu-kupu (Butterfly rash).
. Ruam berwarna kemerahan yang terus meningkat jumlahnya (Discoid rash).
Tidak tahan terhadap sengatan sinar matahari (Sun Sensitivity)
. Sariawan tanpa rasa nyeri yang sering hilang dan muncul secara berulang-ulang- terjadi di bagian dalam hidung atau mulut (Oral ulcerations)
2. Cara mengetahui SLE
- Gejala yang paling sering muncul adalah arthritit simetris atau atralgia, yang muncul pada 90% dari waktu perjalanan penyakit, seringkali sebagai manifestasi awal. Sendi-sendi yang paling sring terserang adalah sendi proksimal tangan, pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, dan pergelangan kaki.
- Gejala-gejala konstitusional adalah demam, rasa lelah, lemah, dan berkurangnya berat badan yang biasanya timbul pada awal penyakit dan dapat berulang dalam perjalanan penyakit ini. Keletihan dan rasa lemah dapat timbul sebagai gejala sekunder dari anemia ringan yang ditimbulkan oleh SLE.
3. Untuk saat ini masih belum ada cara pencegahan untuk penyakit ini, tetapi riset sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menemukan cara pengobatan yang baru dan penyebab pasti dari pasti penyakit ini. Mudah-mudahan ada harapan untuk masa depan. Bagaimanapun penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan.
Norsanti Dewi, PBIC, IAD
1. Lupus Discoit adalah lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit, termasuk paling banyak menyerang. termasuk paling banyak menyerang dan.Diskoid Lupus tidak serius dan jarang sekali menjalar ke organ-organ lain.
Ciri – cirinya adalah Ruam kemerahan di muka, kepala dan anggota-anggota tubuh lainnya. Diskoid Lupus kelihatan merah dan timbul di pinggiran ruam. Biasanya tidak sakit atau gatal.Ruam ini pulih dengan meninggalkan parut (bekas luka).Diskoid Lupus tidak serius dan jarang sekali menjalar ke organ-organ lain.
2. Cara mengetahui Sistemik Lupus Erythematosus ( SLE / LUPUS ) :
Kemerahan di muka terutama di pipi dan batang hidung, yang berbentuk kupu-kupu.Luka di dalam mulut, rambut rontok, demam berkepanjangan.Sensitif terhadap sinar matahari. Penderita mudah mengalami kemerahan atau ruam di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari seperti muka dan tangan.Radang (inflamasi) organ dalam akan menimbulkan bermacam-macam tanda tergantung pada organ yang terkena. Contohnya, inflamasi otak dapat menyebabkan penderita merasa sakit kepala, pusing, atau berkelakuan aneh seperti penderita sakit jiwa.Apabila ginjal yang terkena dapat menyebabkan bengkak pada kaki dan pengeluaran protien yang berlebihan dalam air seni. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa dirawat, Sistemik Lupus Erythematosus dapat mengakibatkan kegagalan ginjal.
Gejala-gejala di atas tidak mesti sama pada semua penderita Sistemik Lupus Erythematosus (SLE) pada satu waktu tertentu. Oleh sebab itu penampilan penyakit ini dapat berbeda antara satu penderita dengan penderita lain, tergantung pada gabungan (kombinasi) organ dan gejala-gejala yang terlibat.Olehnya itu jika terdapat beberapa tanda-tanda diatas maka sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter. sebab penyakit ini merupakan salah satu penyakit autoimun yang sangat mematikan.
3. Menghindari paparan sinar matahari langsung. Ini dapat dilakukan dengan memakai baju berlengan panjang, berpayung, bertopi, dan juga memakai sunscreen. Jangan putus minum obat - terutama steroid - tanpa perintah dokter yang merawat. Perlu mengikuti perawatan lanjutan di klinik-klinik yang mengobati penderita Lupus.
1. lupus discoid adl penyakit yg menyerang organ tubuh yg terkena hanya bagian kulit!
ciri”nya=> Dapat dikenali dr ruam yg muncul dimuka, leher n kulit kepala, ruam di sekujur tubuh, brwarna kemerahan, bersisik, kdng gatal
2. dg melihat gejala spt: keletihan, demam ringan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, radang sendi, ulkus pd mulut n hidung, rash diwajah (”butterfly rash”),
3.melindungi organ tubuh n mengurangi aktifitas tubuh
Materi lupus
1.CDLE (Chronic Discoid Lupus Erythematosus)
adalah salah satu bentuk LE dengan manifestasi klinik
hanya berupa lesi di kulit tanpa kelainan s i ~ t e m i k . ~ ? ~ , ~
Namun dikatakan ada 5-10% penderita CDLE dapat
berkembang menjadi SLE dengan manifestasi klinik
pada multipel organ dan dengan prognosis yang
kurang baik.ly79l Walaupun jarang dilaporkan bahwa
ada keganasan yang bisa berkembang dari lesi CDLE
yaitu basal sel karsinoma, skuamus sel karsinoma dan
atipikal fibr
Ciri-ciri yang mencolok, adalah perubahan pada fisik penderita lupus. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, benjolan kecil kecil di kulit pipi, rasa sensitif terhadap cahaya sinar matahari di daerah yang tidak tertutup pakaian, benjolan kecil coklat di tubuh, radang pembuluh darah, kebotakan dan penipisan rambut, timbul bercak bercak hitam di kulit, borok di kaki.
2.kita dapat melihatnya dengan cara gejala-gejala yang timbul pada diri seseorang misalnya:
Karena pasien SLE dapat mempunyai gejala yang bermacam2 dan mempunyai kombinasi yang berbeda dalam hal organ2 yang terlibat, maka tidak ada satu tes yang dapat menegakkan diagnosa systemic lupus. Untuk membantu dokter memperbaiki akurasi diagnosa SLE, 11 kriteria telah ditetapkan oleh American Rheumatism Association. 11 kriteria itu sangat erat hubungannya dengan gejala2 yang telah didiskusikan diatas. Beberapa pasien yang disangka SLE mungkin tidak pernah mengalami kriteria untuk diagnosis pasti. Pasien yang lain mempunyai cukup banyak kriteria hanya setelah beberapa bulan atau tahun pengamatan. Jika seseorang mempunyai 4 atau lebih kriteria tersebut, diagnosa SLE bisa ditetapkan. Meskipun demikian, diagnosis SLE mungkin saja dibuat pada beberapa keadaan dimana pasien tsb hanya mempunyai sedikit kriteria klasik ini dan pengobatannya dapat ditetapkan pada tahap ini. Pada pasien dengan kriteria minimal, beberapa kemudian mengalami kriteria lain, tetapi banyak yang tidak mengalaminya.
11 kriteria yang digunakan untuk mendiagnosa systemic lupus erythematosus adalah
1. rash “butterfly” malar (di wajah di atas pipi)
2. rash kulit discoid (bercak kemerahan dg hiperpigmentasi dan hipopigmentasi yg dpt menyebabkan parut.
3. Fotosensitifitas (rash kulit karena reaksi thd paparan cahaya matahari (sinar uv)
4. Ulkus selaput lendir (ulkus pada selaput mulut, hidung dan tenggorokan)
5. Radang sendi /arthritis (dua atau lebih pembengkakan, nyeri sendi ekstremitas)
6. Pleuritis atau pericarditis (peradangan selaput yang meliputi paru2 atau jantung)
7. Ginjal abnormal (jumlah protein urin yang abnormal atau adanya sekumpulan elemen seluler abnormal yang terdeteksi pada pemeriksaan air kencing)
8. Inisiasi otak (manifestasinya kejang dan atau psikosis)
9. Hitung jumlah darah yang abnormal (penurunan jumlah sel darah putih dan sel darah merah, atau trombosit pada pemeriksaan darah rutin)
10. Gangguan imunologi (tes imun yang abnormal meliputi antibodi anti-DNA atau antibodi anti-Sm (Smith), positif palsu sifilis, antibodi antikardiolipin, lupus anticoagulant, atau tes LE prep positif)
11. Antibodi antinuklear (tes antibodi ANA positif [antibodi antinuklear dalam darah])
Di samping 11 kriteria tersebut, tes2 lain dapat sangat membantu dalam mengevaluasi pasien SLE untuk menilai beratnya keterlibatan organ. Tes ini meliputi tes darah rutin untuk mendeteksi adanya peradangan (misalnya, tes yang disebut angka pengendapan/ sedimentation rate dan protein C-reaktif), test kimia darah, analisis langsung cairan tubuh dan biopsi jaringan. Cairan tubuh dan sampel jaringan yang abnormal (biopsi ginjal, kulit dan saraf) dapat menunjang diagnosis SLE. Prosedur tes yang sesuai dipilih untuk pasien secara individual oleh dokter
3. Minyak ikan bisa mencegah Lupus, suatu penyakit inflamasi imun. Bahkan minyak ikan menghasilkan penyembuhan dramatis pada penderita asma.
Asap rokok adalah tahu pemicu. Don’t smoke. Tidak merokok.
Sunlight is a trigger for some folks. Sinar matahari adalah pemicu bagi sebagian orang. Avoid exposure. Hindari paparan.
Stress is a huge trigger. Stres merupakan pemicu besar. Learn to fall stress in your life and manage the stress you can’t trim down. Belajarlah untuk jatuh stres dalam hidup Anda dan mengelola stres Anda tidak dapat memangkas bawah.
Adopt a healthy lifestyle-balanced diet, regular execise, enough sleep. Mengadopsi gaya hidup sehat diet seimbang, execise teratur, cukup tidur.
1.Discoid Lupus adalah penyakit yang paling sering menyerang kulit. Namun, systemic lupus selalu lebih berat dibandingkan dengan discoid Lupus, dan dapat menyerang organ atau sistem tubuh. Pada beberapa orang, Cuma kulit dan persendian yang diserang. Meskipun begitu, pada orang lain bisa merusak persendian, paru-paru, ginjal, darah, organ atau jaringan lain. Ciri-cirinya adalah perubahan pada fisik penderita lupus. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.
2. Systemic lupus erytematosus (SLE) atau lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit radang atau inflamasi multisistem yang penyebabnya diduga karena adanya perubahan sistem imun (Albar, 2003). SLE termasuk penyakit collagen-vascular yaitu suatu kelompok penyakit yang melibatkan sistem muskuloskeletal, kulit, dan pembuluh darah yang mempunyai banyak manifestasi klinik sehingga diperlukan pengobatan yang kompleks. Etiologi dari beberapa penyakit collagen-vascular sering tidak diketahui tetapi sistem imun terlibat sebagai mediator terjadinya penyakit tersebut (Delafuente, 2002). Berbeda dengan HIV/AIDS, SLE adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi yang seharusnya ditujukan untuk melawan bakteri maupun virus yang masuk ke dalam tubuh berbalik merusak organ tubuh itu sendiri seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit. Karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda antara penderita satu dengan lainnya, maka gejala yang tampak sering berbeda, misalnya akibat kerusakan di ginjal terjadi bengkak pada kaki dan perut, anemia berat, dan jumlah trombosit yang sangat rendah.
3. Cara mencegahnyayaitu dengan: a.Menghindari stress,
b.Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
c.mengurangi beban kerja yang berlebihan
d.dan menghindari pemakaian obat tertentu
Nama:SARINAH PBI/1D
1.Discoid Lupus adalah penyakit yang paling sering menyerang kulit. Namun, systemic lupus selalu lebih berat dibandingkan dengan discoid Lupus, dan dapat menyerang organ atau sistem tubuh. Pada beberapa orang, Cuma kulit dan persendian yang diserang. Meskipun begitu, pada orang lain bisa merusak persendian, paru-paru, ginjal, darah, organ atau jaringan lain. Ciri-cirinya adalah perubahan pada fisik penderita lupus. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.
2. Systemic lupus erytematosus (SLE) atau lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit radang atau inflamasi multisistem yang penyebabnya diduga karena adanya perubahan sistem imun (Albar, 2003). SLE termasuk penyakit collagen-vascular yaitu suatu kelompok penyakit yang melibatkan sistem muskuloskeletal, kulit, dan pembuluh darah yang mempunyai banyak manifestasi klinik sehingga diperlukan pengobatan yang kompleks. Etiologi dari beberapa penyakit collagen-vascular sering tidak diketahui tetapi sistem imun terlibat sebagai mediator terjadinya penyakit tersebut (Delafuente, 2002). Berbeda dengan HIV/AIDS, SLE adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi yang seharusnya ditujukan untuk melawan bakteri maupun virus yang masuk ke dalam tubuh berbalik merusak organ tubuh itu sendiri seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit. Karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda antara penderita satu dengan lainnya, maka gejala yang tampak sering berbeda, misalnya akibat kerusakan di ginjal terjadi bengkak pada kaki dan perut, anemia berat, dan jumlah trombosit yang sangat rendah.
3. Cara mencegahnyayaitu dengan: a.Menghindari stress,
b.Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
c.mengurangi beban kerja yang berlebihan
d.dan menghindari pemakaian obat tertentu
1. Lupus adalah penyakit kronik / menahun, merupakan penyakit daya tahan tubuh atau disebut penyakit “autoimun” artinya kekebalan / perlindungan (immune) terhadap jaringan tubuh sendiri ( auto ). Pada manusia normal, sistim kekebalan tubuh akan membuat antibodi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus, kuman, atau bakteri dan benda – benda asing lainnya.Benda – benda asing ini disebut antigen. Pada penyakit autoimune seperti Lupus, sisitim kekebalan kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada Lupus produksi antibodi ini terlalu berlebihan. Sayangnya saking berlebihan antibodi ini tidak “menyerang” pada “kuman atau musuhnya” tetapi justru “menyerang” sistim kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Antibodi seperti ini disebut “auto-antibodi” bereaksi dengan antigen “sendiri” membentuk kompleks imun .Kompleks imun yang terdapat dalam jaringan dapat menyebabkan peradangan, luka pada jaringanan rasa sakit. Sistim kekebalan ini tidak mengenal mana teman mana lawan,.
Lupus dikatakan “great imitator”(peniru yang ulung) / “mimikri” (menyerupai penyakit lain), bukan satu jenis penyakit, amat heterogen. Gejala Lupus dapat terjadi dari ringan sampai berat. Gejala pada sebagian Odapus cukup ringan. Sedangkan bagi yang lainnya, lupus bisa menjadi masalah serius dan dapat berakibat fatal bahkan mengancam kelangsungan hidupnya
Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit!
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala, ruam di sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada Lupus jenis ini dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada discoid lupus hasil biopsi akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini pada umumnya tidak melibatkan organ-organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu, tes ANA (pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengetahui keberadaan sistemik lupus - hasilnya bisa saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid lupus. Akan tetapi pada sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil pemeriksaan ANA-nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang rendah.
10% pasien Discoid dapat menjadi SLE.
ciri ciri gejala penyakit ini :
muka merah berbentuk kupu kupu ( sekitar pipi saja )
Badan membengkang seperti terkena benda tumpul.
di sertai dengan demam yang turun naik
Penyakit lupus (Lupus erythrmatosus) itu merupakan penyakit autoimune, maksudnya daya imunitas (kekebalan tubuh terhadap zat asing) yang menyerang (sel - sel dan jaringan - jaringan) tubuh itu sendiri sehingga menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jaringan.
Gejala otoimunitas ini bisa menyerang bagian tubuh manapun. Adapun organ/bagian tubuh yang umum diserang adalah jantung, paru - paru, sistem syaraf, sendi, kulit, pembuluh darah, hati, dan ginjal.
Gejalanya bisa muncul secara tiba - tiba, dapat menyerang berbagai usia (dominan meyerang wanita keturunan non-Eropa). Penyakit ini dapat dirawat (untuk memulihkan kondisi) sedangkan metode penyembuhannya belum ditemukan sampai saat ini.
Gejala yang paling sering dikeluhkan penderita Lupus adalah nyeri persendian pada pangkal jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku, lutut, bahu, dan pergelangan kaki yang simetris, nyeri bertambah pada keadaan dingin.
Kelainan kulit yang sering timbul adalah ruam kemerahan di kedua pipi, leger yang berbentuk seperti gambaran kupu-kupu, yang dapat diperberat oleh paparan sinar matahari. Rambut sering rontok bisa sampai botak dan penderitapun sering mengeluh sariawan.
Demikian pula dengan penyebabnya, walau telah dilakukan berbagai riset mengenai penyakit ini. Beberapa spekulasi penyebabnya antara lain: genetik, pengaruh lingkungan, obat - obatan, dll.
2) Sistemic Lupus Erythematosus.
Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus – karena gejalanya
menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien Lupus. Pada sebagian orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena , akan tetapi pada sebagian pasien lupus lainnya menyerang organ vital organ: Jantung – Paru, Ginjal, Syaraf, Otak.
Namun perlu dicatat : Umumnya tidak ditemukan adanya dua orang odapus terkena Sistemik lupus dengan gejala yang persis sama.
Lupus sistemik bisa masuk periode dimana, jika ada, gejalanya membaik (remisi), dan dilain waktu penyakit dapat menjadi lebih aktif ( flare up ).Gejala dari yang paling ringan sampai yang paling berat.
GEJALA KLINIK/SYMPTOM
? Kulit.
Sebesar 2 sampai 3% lupus discoid terjadi pada usia dibawah 15 tahun. Sekitar 7% Lupus diskoid akan menjadi LES dalam waktu 5 tahun, sehingga? perlu dimonitor secara rutin Hasil pemeriksan laboratorium menunjukkan adanya antibodi antinuclear (ANA) yang disertai peningkatan kadar IgG yang tinggi dan lekopeni ringan.
? Serositis (pleuritis dan perikarditis).
Gejala klinisnya berupa nyeri waktu inspirasi dan pemeriksaan fisik dan radiologis menunjukkan efusi pleura atau efusi parikardial.
? Ginjal
Pada sekitar 2/3 dari anak dan remaja LES akan timbul gejala lupus nefritis. Lupus nefritis akan diderita sekitar 90% anak dalam tahun pertama terdiagnosanya LES. Berdasarkan klasifikasi WHO, urutan jenis lupus nefritis yang terjadi pada anak berdasarkan prevalensinya adalah : (1) Klas IV, diffuse proliferative glomerulonephritis (DPGN) sebesar 40%-50%; (2) Klas II, mesangial nephritis (MN) sebesar 15%-20%; (3) Klas III, focal proliferative (FP) sebesar? 10%-15%; dan (4) Klas V, membranous pada > 20%.
? Hematologi
Kelainan hematologi yang sering terjadi adalah limfopenia, anemia, trombositopenia, dan lekopenia.
? Pneumonitis interstitialis
Merupakan hasil infiltrasi limfosit. Kelainan ini sulit dikenali dan sering tidak dapat diidentifikasi. Biasanya terdiagnosa setelah mencapai tahap lanjut.
? Susunan Saraf Pusat (SSP)
Gejala SSP bervariasi mulai dari disfungsi serebral global dengan kelumpuhan dan kejang sampai gejala fokal seperti nyeri kepala dan kehilangan memori. Diagnosa lupus SSP ini membutuhkan evaluasi untuk mengeksklusi ganguan psikososial reaktif, infeksi, dan metabolik.? Trombosis vena serebralis bisanya terkait dengan antibodi antifosfolipid. Bila diagnosa lupus serebralis sudah diduga, konfirmasi dengan CT Scan perlu dilakukan.
? Arthritis
Dapat terjadi pada lebih dari 90% anak dengan LES. Umumnya simetris, terjadi pada beberapa sendi besar maupun kecil. Biasanya sangat responsif terhadap terapi dibandingkan dengan kelainan organ yang lain pada LES. Berbeda dengan JRA, arthritis LES umumnya sangat nyeri, dan nyeri ini tak proporsional dengan hasil pemeriksaan fisik sendi. Pemeriksaan radiologis menunjukkan osteopeni tanpa adanya perubahan pada tulang sendi. Anak dengan JRA polyarticular yang beberapa tahun kemudian dapat menjadi LES.
? Fenomena Raynaud
Ditandai oleh keadaan pucat, disusul oleh sianosis, eritema dan kembali hangat. Terjadi karena disposisi kompleks imun di endotelium pembuluh darah dan aktivasi komplemen lokal.
CARA PEMERIKSAAN/DIAGNOSIS
Tidak ada gejala atau tanda-tanda tunggal yang cukup untuk menegakkan diagnosa. Bila seorang anak diduga LES, pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah: darah lengkap dan hitung jenis, trombosit, LED, ANA, urinalisis, serta pemeriksaan laboratorium tambahan lainnya seperti sel LE, antibodi anti-ds DNA, dan sebagainya. Mendiagnosa LES pada anak bisa memakai kriteria ARA, seperti berikut :
Dari informasi berbagai sumber, seperti sejarah pengobatan masa lalu, hasil tes laboratorium dan gejala-gejala yang timbul saat ini, ada 11 (sebelas) kriteria untuk mendiagnosa SLE. Umumnya seseorang memenuhi paling sedikit 4 (empat) kriteria sebelum diagnosa dilakukan.
11 (sebelas) kriteria itu, yaitu:
1. Malar rash (merah pada pipi).
2. Discoid rash (bercak merah pada kulit).
3. Photosensitivity (peka terhadap cahaya).
4. Oral Ulcers (luka sekitar mulut).
5. Arthritis (radang sendi).
6. Serositis (radang pada selaput sereus).
7. Renal disorder (kelainan pada ginjal).
8. Neurologic disorder (kelainan fungsi saraf).
9. Hematologic disorder (kelainan darah).
10. Immunologic disorder (kelainan pada sistem kekebalan tubuh).
11. Antinuclear antibody (ANA).
*GEJALA YANG BISA TERJADI
Gejala awal yang dialami saat lupus mulai bersemayam dalam tubuh :
Ø Sakit pada sendi / tulang
Ø Demam berkepanjangan / panas tinggi bukan karena infeksi
Ø Sering merasa cepat lelah, kelemahan berkepanjangan
Ø Ruam pada kulit
Ø Anemia (kurang darah)
Ø Gangguan ginjal (kebocoran ginjal, protein banyak terbuang melalui urin)
Ø Sakit di dada bila menghirup nafas dalam
Ø Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu butterfly rash)
Ø Sensitif terhadap sinar matahari
Ø Rambut rontok
Ø Ujung jari berwarna kebiruan/pucat
Ø Stroke
Ø Penurunan berat badan
Ø Sakit kepala
Ø Kejang
Ø Sariawan yang hilang timbul
Ø Keguguran
3) -Terapi standar adalah fotoproteksi, anti-malaria dan steroid topikal. Krim luocinonid 5% lebih efektif dibadingkan krim hidrokrortison 1%. Terapi dengan hidroksiklorokuin efektif pada 48% pasien dan acitrenin efektif terhadap 50% pasien.
- Kebanyakan gejala penyakit Lupus adalah peradangan. Jadi pengobatan lebih banyak ditujukan untuk mengurangi peradangan tersebut. Ada 4 (empat) kelompok obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit ini yaitu: Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), Corticosteroids, antimalarials, dan obat-obat cytotoxic.
1) - Lupus Discoid adalah Cutaneus Lupus (Discoid) lupus yang mempengaruhi kulit.
- Ciri ciri :
Darah pada waktu buang air besar atau pada muntah.
§ Sakit perut yang parah
§ Sakit dada
§ Serangan mendadak
§ Timbul demam atau bila suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya
§ Lecet atau perdarahan pada tubuh anda
§ Perubahan mood
§ Gejala kombinasi seperti sakit kepala dengan leher kaku dan demam.
2) cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema
- kelainan pada ginjal
- kelainan darah
- kelainan fungsi saraf
- merah pada pipi
- bercak merah pada wajah
3) Cara mencegahnya :
1. Diet
Sebaiknya pasien lupus mengikuti diet kadar lemak rendah, kadar garam rendah dan sedikit gula halus. Jenis makanan tertentu yang mengakibatkan kambuhnya gejala lupus pasien harus dihindari.
2. Olah raga
Pasien lupus dianjurkan untuk berolahraga jika mereka sedang merasa fit dan sehat. Jalan kaki, bersepeda, berenang, dan olah raga aerobik lainnya. Namun harus tetap berhati-hati dan menghindari rasa lelah yang berlebihan.
1) - Cutaneus Lupus (Discoid) yaitu lupus yang mempengaruhi kulit
- Ciri - ciri lupus (Discoid)
• Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu butterfly rash)
• Sensitif terhadap sinar matahari
• Rambut rontok
• Ujung jari berwarna kebiruan/pucat
• Stroke
• Penurunan berat badan
• Sakit kepala
• Kejang
• Sariawan yang hilang timbul
• Keguguran
2) cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema
- Oral Ulcers (luka sekitar mulut).
- Arthritis (radang sendi).
- erositis (radang pada selaput sereus).
- Renal disorder (kelainan pada ginjal).
- Neurologic disorder (kelainan fungsi saraf).
3) cara untuk mencegahnya
a) Lelah
Jika lupus sedang aktif, pasien akan sering merasa lelah sehingga pasien harus mengetahui ketika tubuhnya membutuhkan istirahat. Karena istirahat yang cukup sangat penting pada keadaan seperti itu. Latihan aerobik secara teratur dapat membantu daya tahan tubuh pasien terutama jika pasien sedang mangalami kelelahan. Hindari olahraga berlebihan jika pasien merasa demam atau tanda-tanda penyakit yang cukup aktif lainnya.
b). Vitamin
Umumnya multivitamin tambahan sudah cukup, tetapi konsumsi vitamin yang berlebihan dapat membahayakan dan harus dihindari. Calsium supplement untuk mencegah penipisan tulang (osteoporosis) sangat membantu.
1.Diskoid lupus eritematosus (DLE) adalah kondisi kulit kronis luka dengan peradangan dan jaringan parut menyukai wajah, telinga, dan kulit kepala dan kadang-kadang pada daerah tubuh yang lain.
ciri2nya:Daerah pusat mungkin muncul dalam warna lebih terang dengan bibir lebih gelap daripada kulit normal. . Ketika lesi terjadi di daerah yang berbulu seperti janggut atau kepala, bekas luka permanen dan rambut rontok dapat terjadi.
2.cara mengetahuinya yaitu sering muncul Gejala penyakit seperti
kupu-kupu khas ruam kulit, artritis, rambut rontok, kelelahan, nefritis, dan masalah serius lainnya.
3. -Menjaga sistem kekebalan tubuh
-Berkonsultasi dgn dokter apabila menemukan hal2
yg mrip dgn gjala lupus.
-menjaga kesehatan tubuh(self care)
Nama:Muliati
Kelas:PBIC
1.Lupus discoid adalah sebuah kondisi peradangan terbatas pada kulit,disebapkan oleh penyakit autoimun.Penyakit autoimun terjadi karena jaringan tubuh diserang oleh kekebalan tubuh sendiri.Pasien dengan lupus memiliki antibody yang tidak biasa didalam darah mereka yang di targetkan terhadap jaringan tubuh mereka sendiri.
Ciri-cirinya adalah:
berupa kemerahan disekitar hidung dan pipi,bercak-bercak merah dibagian wajah dan lengan,panas dan rasa lelah berkepanjangan,rambutnya rontok persendian kerap bengkak dan timbul sariawan.Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit,tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
2.Sampai saat ini belum ada cara untuk pencegahan penyakit ini,tetapi riset sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menemukan cara pengobatan yang baru dan penyebab pasti dari penyakit ini.Bagaimana pun juga,penyakit ini juga dapat di kendalikan dengan pengobatan.
3.Migrain,pusing,badan terasa panas,rasa mual hingga muntah.Dan penggunaan dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan kanker.
1.sebuah kondisi peradangan kronis terbatas pada kulit,yang disebabkan oleh penyakit autoimun.Penyakit autoimun terjadi karena jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.Pasien dengan lupus memiliki antibodi yang tidak biasa didalam darah mereka yang ditargetkan terhadap jaringan tubuh mereka sendiri.
Ciri-cirinya adalah :
Berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi,bercak-bercak merah dibagian wajah dan lengan,panas dan rasa leleah berkepanjangan,rambut rontok,persendian kerap bengkak dan timbul sariawan.Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit saja,tetapi jua dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
3.untuk saat ini,belum ada cara untuk pencegahan penyakit ini,tetapi riset sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menemukan cara pengobatan yang baru dan penyebab pasti dari penyakit ini.Bagaimanapun juga,penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan.
2.Dengan cara memeriksakan darah pasien ke laboratorium,melalui pemeriksaan dokter/diagnosa atau secara klinis.
1.Diskoid lupus eritematosus (DLE) adalah kronis, jaringan parut, atrofi memproduksi, fotosensitif dermatosis
Ciri-ciri nya :
- gejala-gejala radang selaput dada
- perikarditis
- keterlibatan ginjal.
2.cara mengetahui SLE /Systemic Lupus Erythema yaitu Demam,pegal-pegal,dan selalu cepat merasa leleh,apa bila terkena sengatan mataharikulit cepat gosong.
3.Cara nya mencegah Nya yaitu dengan cara melakukan pengubahan gaya hidup.
1.lupus discoid adl pnyakit yg hanya menyerang kulit tdk mnjalar keorgan tubuh yang lain,lupus kulit dgn manifestasi beberapa jenis kelainan kulit.
Ciri2nya:
-perubahan pada fisik
-ruam2 merah pd wajah yg menyerupai bntuk kupu2
-memar
-kerontokan rambut
2.-kulit mdah gsong krne sinar matahari
-sering merasa lelah
-muncul ruam2 merah yg membentang ke2 pipi
3.mengenali lupus senanyak mungkin sehingga bila gjala mulai bertmbah bnyak,anda dpt mngenalinnya dan memeriksakannya kedokter.bnyak istreahat dan ltihan kebugaran.
gimana cara nya tau, e-mail sdh terkirim atau belum pak?
terima kasih b4
SAMSIDAR PBI I C
1.> Lupus discoid merupakan lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelamin kulit termasuk paling banyak menyerang.
> Ciri-ciri yang mencolok, adalah perubahan pada fisik penderita lupus. Ruam-ruam merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut.
2. Banyak pasien SLE mengalami kerontokan rambut (alopesia). Sering, ini terjadi bersama-bersama dengan peningkatan aktifitas penyakitnya. Kerontokan rambut dapat sebagian atau menyebar dan tampak lebih seperti penipisan rambut. Beberapa pasien SLE mengalami Raynaud’s phenomenon. Pada pasien-pasien ini, suplai darah pada jari-jari dan jempol kaki menjadi terganggu pada paparan dingin, menjadi memucat, memutih dan atau membiru, dan terasa sakit serta mati rasa pada jari2 dan jempol kaki yang terkena.
Ada 11 kriteria yang digunakan untuk mendiagnosa systemic lupus erythematosus adalah
1. rash “butterfly” malar (di wajah di atas pipi)
2. rash kulit discoid (bercak kemerahan dg hiperpigmentasi dan hipopigmentasi yg dpt menyebabkan parut.
3. Fotosensitifitas (rash kulit karena reaksi thd paparan cahaya matahari (sinar uv)
4. Ulkus selaput lendir (ulkus pada selaput mulut, hidung dan tenggorokan)
5. Radang sendi /arthritis (dua atau lebih pembengkakan, nyeri sendi ekstremitas)
6. Pleuritis atau pericarditis (peradangan selaput yang meliputi paru2 atau jantung)
7. Ginjal abnormal (jumlah protein urin yang abnormal atau adanya sekumpulan elemen seluler abnormal yang terdeteksi pada pemeriksaan air kencing)
8. Inisiasi otak (manifestasinya kejang dan atau psikosis)
9. Hitung jumlah darah yang abnormal (penurunan jumlah sel darah putih dan sel darah merah, atau trombosit pada pemeriksaan darah rutin)
10.Gangguan imunologi (tes imun yang abnormal meliputi antibodi anti-DNA atau antibodi anti-Sm (Smith), positif palsu sifilis, antibodi antikardiolipin, lupus anticoagulant, atau tes LE prep positif)
11.Antibodi antinuklear (tes antibodi ANA positif [antibodi antinuklear dalam darah])
3. Kunci pengelolaan yang sukses untuk SLE adalah kontak dan komunikasi teratur dengan dokter, melakukan monitoring gejala, aktifitas penyakit dan pengobatan terhadap efek samping.
> Pencegahan lain :
Pada umumnya diet yang sehat harus meliputi vitamin penting dan mineral merupakan yang paling efektif mencegah dan memerangi lupus. Pengobatan lupus harus menjamin bahwa pasien sudah mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan pengecekan rutin. Latihan pernapasan dan meditasi dapat dicoba untuk pengobatan lupus agar menenangkan pasien dan mengurangi resiko kulit bercak-bercak.
1.*Lupus adalah penyakit yang terjadi karena kelainan dalam sistem pertahanan tubuh (sistem imun) kita. Sistem imun normal akan melindungi kita dari serangan penyakit yang diakibatkan kuman, virus, dll dari luar tubuh kita. Tetapi pada lupus, sistem imun kita menjadi berlebihan, sehingga malahan menyerang tubuh kita sendiri ( oleh karena itu disebut penyakit autoimun).
Penyakit ini akan menyebabkan keradangan di berbagai organ tubuh kita, misalnya: kulit (yang akan berwarna kemerahan = erythema), lalu juga sendi, paru, ginjal, otak, darah, dll. Oleh karena itu dinamakan penyakit ini dinamakan SISTEMIK karena mengenai hampir seluruh bagian tubuh kita! Jika Lupus hanya mengenai kulit saja, sedangkan organ lain tidak terkena, maka disebut LUPUS KULIT (lupus kutaneus) yang tidak terlalu berbahaya dibandingka Lupus yang sistemik (Sistemik Lupus = SLE). Untuk selanjutnya, yang saya tulis Lupus disini, saya maksudkan sebagai SLE dan bukan Lupus kulit.
*1.muka merah berbentuk kupu kupu ( sekitar pipi saja )
2.Badan membengkang seperti terkena benda tumpul.
3.di sertai dengan demam yang turun naik
Jika terkena penyakit tersebut harus menjaga badan, karna penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi sampai pada kematiaan…
2.Satu hal yang merisaukan dari penyakit Lupus ini, dilihat dari gejalanya serupa dengan penyakit umum, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis dari kalangan dokter, maka tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi karena kondisinya semakin parah.
“Gejala ini biasa-biasa saja, sehingga banyak dokter yang tidak mengetahui jika itu adalah gejala Lupus, sehingga banyak penderita Lupus yang meninggal karena tidak terdeteksi secara benar,” ujarnya.
3.Sampai sekarang, penyakit ini belum bisa disembuhkan
atau dicegah. Yang bisa
baru sebatas menghilangkan gejalanya. caranya Dengan :
1. mengkonsumsi obat-obatan
seumur hidup,
2.menjalani pola hidup tertentu,
3.menghindari stres.
1.Lupus Cutaneus(Discoid) adalah tipe lupus yang hanya bisa menyerang pada kulit berupa ruam.Ruam ini bisa terdapat di manapun,terutama di muka,leher dan kulit kepala.Ruam ini bisa berwarna merah,bersisik,dan kadang kala gatal.
2.SLE Saat ini belum di ketahui dengan jelas penyebab dan mekanismenya namun,diduga mekanisme terjadinya penyakit ini melibatkan banyak faktor seperti genetik,lingkungan,dan sistem kekebalan humoral.
3.Beberapa cara pencegahan lupus:
- Hati hati di bawah sinar matahari. Gunakan tabir
surya dengan SPF paling tidak 15, gunakan baju yang tertutup, dan jauhi matahari dari pukul 10:00 - 16:00.
- Makan sehat dan seimbang
- Olahraga
- Jangan merokok
- Mengatasi kelelahan
- Atasi demam atau infeksi segera.
@ yani, jawabn dah masuk . terima kasih
nUUR aZIZAH… siP. JAWABNNYA DAH DITERIMA. terima kasih