<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: SOAL PBI, HIV - AIDS makin miris, tak sekedar masalah medis!</title>
	<atom:link href="http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis</link>
	<description>Mindset, Essay, Blogging Tips, Bisnis Online, Motivasi</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:30:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: FAHMI AZHARI</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1942</link>
		<dc:creator>FAHMI AZHARI</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 12:46:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1942</guid>
		<description>NAMA : FAHMI AZHARI
KELAS : PBI B / SEMESTER 1

JAWABAN NO 1 :
3 gejaja HIV / AIDS ialah : 
a.berat badan menurun secara mencolok 10% dalam   
janka waktu 1 bulan. 
b.hilangnya selerah makan,tubuh terasa lemas dan keringat yang berlebihan. 
c.diare kronis lebih dari 1 bulan. 

JAWABAN NO 2; 

- Kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anaknya 
- kurangnya pendidikan pada anak usia dini dari orang tua tentang penyakit HIV / AIDS
- Kurangnya sosialisasi pemerintah dalam mengatasi HIV / AIDS

JAWABAN NO 3 :

Kurang begitu baik untuk di gunakan dalam berhubungan dengan lawan jenis, karena masyarakat tidak mengetahui dari kandomisasi tersebut dan dampaknya.

JAWABAN NO 4 :

solusi saya ialah Sebaiknya masyarakat harus bisa menghindari lingkungan pergaulan bebas terutama bagi anak-anak remajanya dan harus ada pengawasan dari orang tua atau lembaga tertentu yang bersangkutan dengan kasus HIV / AIDS

Islam mempunyai solusi yaitu agar umat manusia khususnya muslim agar dapat memahami perintah dan ajaran agama islam agar umat muslim tidak terjerumus ke jalan yang salah.


saya minta maaf sebuelumnya kepada dosen yang bersangkutan(pa Yusuf arie ) baru bisa mengirim tugas saya tentang HIV / AIDS di karenakan saya sedang ada halangan yang mendesak agar pa yusuf arie dapat memakluminya. wassalam

                   "sekian dan terima kasih"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA : FAHMI AZHARI<br />
KELAS : PBI B / SEMESTER 1</p>
<p>JAWABAN NO 1 :<br />
3 gejaja HIV / AIDS ialah :<br />
a.berat badan menurun secara mencolok 10% dalam<br />
janka waktu 1 bulan.<br />
b.hilangnya selerah makan,tubuh terasa lemas dan keringat yang berlebihan.<br />
c.diare kronis lebih dari 1 bulan. </p>
<p>JAWABAN NO 2; </p>
<p>- Kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anaknya<br />
- kurangnya pendidikan pada anak usia dini dari orang tua tentang penyakit HIV / AIDS<br />
- Kurangnya sosialisasi pemerintah dalam mengatasi HIV / AIDS</p>
<p>JAWABAN NO 3 :</p>
<p>Kurang begitu baik untuk di gunakan dalam berhubungan dengan lawan jenis, karena masyarakat tidak mengetahui dari kandomisasi tersebut dan dampaknya.</p>
<p>JAWABAN NO 4 :</p>
<p>solusi saya ialah Sebaiknya masyarakat harus bisa menghindari lingkungan pergaulan bebas terutama bagi anak-anak remajanya dan harus ada pengawasan dari orang tua atau lembaga tertentu yang bersangkutan dengan kasus HIV / AIDS</p>
<p>Islam mempunyai solusi yaitu agar umat manusia khususnya muslim agar dapat memahami perintah dan ajaran agama islam agar umat muslim tidak terjerumus ke jalan yang salah.</p>
<p>saya minta maaf sebuelumnya kepada dosen yang bersangkutan(pa Yusuf arie ) baru bisa mengirim tugas saya tentang HIV / AIDS di karenakan saya sedang ada halangan yang mendesak agar pa yusuf arie dapat memakluminya. wassalam</p>
<p>                   &#8220;sekian dan terima kasih&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syamsuddin</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1934</link>
		<dc:creator>Syamsuddin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 10:07:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1934</guid>
		<description>nama : Syamsuddin
kelas : PBI.D

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

2.gejalanya adalah kurangnya biaya untuk vaksinasi.belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3.Saya sangat tidak setuju dan mengecam tindakan kondomisasi. Hal itu tidak lain membiarkan orang berperilaku seks bebas.oleh karena itulah masyarakat tergiring oleh program kondomisasi.dan pemerintah bermaksud untuk mencegah meluasnya virus HIV-AIDS
4.satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS adaiah dengan membuang demokrasi yang memang memberikan jaminan atas kebebasan berperilaku, termasuk seks bebas.
solusi islam:
1. mewajibkan laki-laki dan wanita untuk menutup aurat. Sungguh Allah memberikan hukum untuk melakukan penjagaan kehormatan pada diri manusia, hingga ia laksana mutiara yang senantiasa terpancar keindahannya.
2. mengharamkan perzinaan dan segala bentuk kemaksiatan yang mengantarkan pada prilaku seks bebas. Allah SWT telah berfirman "Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan" (QS al-isra: 32)
3. Adanya kewajiban amar makruf nahi munkar yang harus ditegakkan di tengah-tengah masyarakat.
4. hendaknya negara sebgai institusi yang mempunyai kekuasaan secara tegas menindak pelaku zina dengan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nama : Syamsuddin<br />
kelas : PBI.D</p>
<p>Gejala Mayor:<br />
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan<br />
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan<br />
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan<br />
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis<br />
- Demensia/ HIV ensefalopati</p>
<p>2.gejalanya adalah kurangnya biaya untuk vaksinasi.belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.<br />
3.Saya sangat tidak setuju dan mengecam tindakan kondomisasi. Hal itu tidak lain membiarkan orang berperilaku seks bebas.oleh karena itulah masyarakat tergiring oleh program kondomisasi.dan pemerintah bermaksud untuk mencegah meluasnya virus HIV-AIDS<br />
4.satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS adaiah dengan membuang demokrasi yang memang memberikan jaminan atas kebebasan berperilaku, termasuk seks bebas.<br />
solusi islam:<br />
1. mewajibkan laki-laki dan wanita untuk menutup aurat. Sungguh Allah memberikan hukum untuk melakukan penjagaan kehormatan pada diri manusia, hingga ia laksana mutiara yang senantiasa terpancar keindahannya.<br />
2. mengharamkan perzinaan dan segala bentuk kemaksiatan yang mengantarkan pada prilaku seks bebas. Allah SWT telah berfirman &#8220;Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan&#8221; (QS al-isra: 32)<br />
3. Adanya kewajiban amar makruf nahi munkar yang harus ditegakkan di tengah-tengah masyarakat.<br />
4. hendaknya negara sebgai institusi yang mempunyai kekuasaan secara tegas menindak pelaku zina dengan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusuf</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1559</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 18:18:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1559</guid>
		<description>Sri Agustini. Pls Check ur answer. U should be answer related question. BTW, UR email address ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sri Agustini. Pls Check ur answer. U should be answer related question. BTW, UR email address ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusuf</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1518</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 18:39:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1518</guid>
		<description>@ Sri Agustini. COba cek soal dan jawaban. rasanya kok nggak nyambung ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sri Agustini. COba cek soal dan jawaban. rasanya kok nggak nyambung ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sieti hardianti PBI D1</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1482</link>
		<dc:creator>Sieti hardianti PBI D1</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 05:08:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1482</guid>
		<description>1. Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu fase ini antara 5 - 7 tahun.Tahap selanjutnya , akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat berlebihan pada malam hari.
Fase selanjutnya akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak kunjung sembuh pada fase ini antara 6 bulan sampai 2 tahun.
Tahap terakhir fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang.Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya fase ini selama 3-6 bulan.

PERKEMBANGAN HIV/AIDS DI DUNIA : 

Kasus pertama ditemukan di San Fransisco pada seorang gay tahun 1981. 

Menurut UNAIDS(Badan PBB untuk penanggulangan AIDS) s/d akhir 1995, jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immuno-deficiency Virus) di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2,4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak. Setiap hari terjadi infeksi baru sebanyak 8500 orang, sekitar 1000 diantaranya bayi dan anak. 

Sejumlah 5,8 juta orang telah meninggal akibat AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), 1,3 juta diantaranya adalah bayi dan anak. -AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat, Afrika Sub-sahara dan Thailand. Di Zambia, epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun, di Zimbabwe akan menurun dari 70 tahun menjadi 4o tahun dan di Uganda akan turun dari 59 tahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010. 

POLA PENULARAN VIRUS AIDS : 

Virus AIDS ditemukan dalam cairan tubuh manusia, dan paling banyak ditemukan pada darah, cairan sperma dan cairan vagina. Pada cairan tubuh lain juga bisa ditemukan (seperti misalnya cairan ASI) tetapi jumlahnya sangat sedikit. 

Sejumlah 75-85% penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10% diantaranya melalui hubungan homoseksual), 5-10% akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik), 3-5% melalui transfusi darah yang tercemar. 

Infeksi HIV sebagian besar (lebih dari 80%) diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita wanita cenderung meningkat. 

Infeksi pada bayi dan anak, 90% terjadi dari ibu yang mengidap HIV. Sekitar 25-35% bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV, melalui infeksi yang terjadi selama dalam kandungan, selama proses persalinan dan melalui pemberian ASI. Dengan pengobatan antiretroviral pada ibu hamil trimester terakhir, risiko penularan dapat dikurangi menjadi hanya 8%. 

SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ? : 

Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh perilaku seksual berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu yang paling berisiko untuk tertular AIDS adalah siapa saja yang mempunyai perilaku tersebut. Harus diingat bahwa perilaku seperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti misalnya remaja, mahasiswa, eksekutif muda dsb. Jadi yang menjadi masalah disini bukan pada "kelompok" mana tetapi pada "perilaku" yang berganti-ganti pasangan. 

PERJALANAN INFEKSI HIV/AIDS : 

Pada saat seseorang terkena infeksi virus AIDS maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS. Setelah virus masuk kedalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut sebagai periode jendela. Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang tersebut dinamai HIV positif karena dalam darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini maka keadaan fisik ybs tidak mempunyai kelainan khas ataupun keluhan apapun, dan bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa. Dari segi penularan, maka dalam kondisi ini ybs sudah aktif menularkan virusnya ke orang lain jika dia mengadakan hubungan seks atau menjadi donor darah. 

Sejak masuknya virus dalam tubuh manusia maka virus ini akan menggerogoti sel darah putih (yang berperan dalam sistim kekebalan tubuh) dan setelah 5-10 tahun maka kekebalan tubuh akan hancur dan penderita masuk dalam tahap AIDS dimana terjadi berbagai infeksi seperti misalnya infeksi jamur, virus-virus lain, kanker dsb. Penderita akan meninggal dalam waktu 1-2 tahun kemudian karena infeksi tersebut. 

Di negara industri, seorang dewasa yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS dalam kurun waktu 12 tahun, sedangkan di negara berkembang kurun waktunya lebih pendek yaitu 7 tahun. 

Setelah menjadi AIDS, survival rate di negara industri telah bisa diperpanjang menjadi 3 tahun, sedangkan di negara berkembang masih kurang dari 1 tahun. Survival rate ini berhubungan erat dengan penggunaan obat antiretroviral, pengobatan terhadap infeksi oportunistik dan kwalitas pelayanan yang lebih baik. 

Pola infeksi secara global, sekitar 90% kasus HIV/AIDS ada di negara berkembang. 
Saat ini penyebarannya adalah : 

Afrika Sub-sahara : 14 juta 
Asia Selatan-Tenggara : 4,8 juta 
Asia Timur-Pasifik : 35.000 
Timur Tengah : 200.000 
Karibia : 270.000 
Amerika Latin : 1,3 juta 
Eropa Timur - Asia Tengah : 30.000 
Australia : 13.000 
Eropa Barat : 470.000 
Amerika Utara : 780.000 

Dengan globalisasi, pergerakan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, episentrum infeksi HIV/AIDS saat ini bergeser ke Asia. 

PENCEGAHAN AIDS : 

Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seksual maka penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah. 

Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom. 

PREDIKSI YANG AKAN DATANG : 

Tahun 2000, diperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS akan meningkat menjadi 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara. 

Di negara industri telah terlihat penurunan jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru/tahun menjadi 40.000 kasus baru/tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara, Australia dan Selandia Baru. 

Penurunan kasus baru berkait dengan tingkat pemakaian kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk remaja. 

Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekwat untuk penyakit menular seksual (PMS). Di Tanzania, daerah yang pelayanan PMSnya berjalan baik mempunyai insidens HIV yang 40% lebih rendah. Penelitian di Pantai Gading, Afrika memperlihatkan bahwa pengobatan PMS juga mengurangi viral load sehingga mengurangi infectivity. 

TAHAPAN PANDEMI AIDS : 

Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay). Karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual, maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan. 

Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelanggannya. 

Pada tahap ketiga, berkembang penularan pada isteri dari pelanggan pelacur. 

Pada tahap ke empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV. 

KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV : 

Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender. 

Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi "menampung", dan alat reproduksi wanita sifatnya "masuk kedalam" dibandingkan pria yang sifatnya "menonjol keluar". Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV. 

Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV. 

Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, ketrampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelcehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival. 

Kasus di Ghana dalam pembangunan Bendung Sungai Volta, menyebabkan ribuan penduduk tergusur dari kampung halamannya. Kaum pria bisa memperoleh kesempatan kerja sebagai buruh dan kemudian menjadi nelayan. Kaum wanita yang hanya terbiasa dengan pekerjaan pertanian akhirnya tersingkir ke kota dan terjerumus pada pekerjaan hiburan dan penyediaan jasa seksual. Akibatnya banyak yang menderita penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan meninggal akibat AIDS. 

Di Thailand Utara, akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV. 

SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA : 

Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang, dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau. 

Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilance perangkat kesehatan kita. 

Permasalahan HIV/AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya. 

Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih banyak ditujukan kepada kelompok-kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum, seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif. 

Proyeksi perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005, dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global). 

PENGOBATAN DAN VAKSINASI : 

Pertemuan Konperensi Internasional AIDS ke XI di Vancouver bulan Juli 1996 yl melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang mampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan. 

Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi. 

Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna. 

Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainyaoun ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang. 

Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi baru yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin tetap akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin tidak akan mampu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu fase ini antara 5 - 7 tahun.Tahap selanjutnya , akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat berlebihan pada malam hari.<br />
Fase selanjutnya akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak kunjung sembuh pada fase ini antara 6 bulan sampai 2 tahun.<br />
Tahap terakhir fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang.Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya fase ini selama 3-6 bulan.</p>
<p>PERKEMBANGAN HIV/AIDS DI DUNIA : </p>
<p>Kasus pertama ditemukan di San Fransisco pada seorang gay tahun 1981. </p>
<p>Menurut UNAIDS(Badan PBB untuk penanggulangan AIDS) s/d akhir 1995, jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immuno-deficiency Virus) di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2,4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak. Setiap hari terjadi infeksi baru sebanyak 8500 orang, sekitar 1000 diantaranya bayi dan anak. </p>
<p>Sejumlah 5,8 juta orang telah meninggal akibat AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), 1,3 juta diantaranya adalah bayi dan anak. -AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat, Afrika Sub-sahara dan Thailand. Di Zambia, epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun, di Zimbabwe akan menurun dari 70 tahun menjadi 4o tahun dan di Uganda akan turun dari 59 tahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010. </p>
<p>POLA PENULARAN VIRUS AIDS : </p>
<p>Virus AIDS ditemukan dalam cairan tubuh manusia, dan paling banyak ditemukan pada darah, cairan sperma dan cairan vagina. Pada cairan tubuh lain juga bisa ditemukan (seperti misalnya cairan ASI) tetapi jumlahnya sangat sedikit. </p>
<p>Sejumlah 75-85% penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10% diantaranya melalui hubungan homoseksual), 5-10% akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik), 3-5% melalui transfusi darah yang tercemar. </p>
<p>Infeksi HIV sebagian besar (lebih dari 80%) diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita wanita cenderung meningkat. </p>
<p>Infeksi pada bayi dan anak, 90% terjadi dari ibu yang mengidap HIV. Sekitar 25-35% bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV, melalui infeksi yang terjadi selama dalam kandungan, selama proses persalinan dan melalui pemberian ASI. Dengan pengobatan antiretroviral pada ibu hamil trimester terakhir, risiko penularan dapat dikurangi menjadi hanya 8%. </p>
<p>SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ? : </p>
<p>Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh perilaku seksual berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu yang paling berisiko untuk tertular AIDS adalah siapa saja yang mempunyai perilaku tersebut. Harus diingat bahwa perilaku seperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti misalnya remaja, mahasiswa, eksekutif muda dsb. Jadi yang menjadi masalah disini bukan pada &#8220;kelompok&#8221; mana tetapi pada &#8220;perilaku&#8221; yang berganti-ganti pasangan. </p>
<p>PERJALANAN INFEKSI HIV/AIDS : </p>
<p>Pada saat seseorang terkena infeksi virus AIDS maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS. Setelah virus masuk kedalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut sebagai periode jendela. Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang tersebut dinamai HIV positif karena dalam darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini maka keadaan fisik ybs tidak mempunyai kelainan khas ataupun keluhan apapun, dan bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa. Dari segi penularan, maka dalam kondisi ini ybs sudah aktif menularkan virusnya ke orang lain jika dia mengadakan hubungan seks atau menjadi donor darah. </p>
<p>Sejak masuknya virus dalam tubuh manusia maka virus ini akan menggerogoti sel darah putih (yang berperan dalam sistim kekebalan tubuh) dan setelah 5-10 tahun maka kekebalan tubuh akan hancur dan penderita masuk dalam tahap AIDS dimana terjadi berbagai infeksi seperti misalnya infeksi jamur, virus-virus lain, kanker dsb. Penderita akan meninggal dalam waktu 1-2 tahun kemudian karena infeksi tersebut. </p>
<p>Di negara industri, seorang dewasa yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS dalam kurun waktu 12 tahun, sedangkan di negara berkembang kurun waktunya lebih pendek yaitu 7 tahun. </p>
<p>Setelah menjadi AIDS, survival rate di negara industri telah bisa diperpanjang menjadi 3 tahun, sedangkan di negara berkembang masih kurang dari 1 tahun. Survival rate ini berhubungan erat dengan penggunaan obat antiretroviral, pengobatan terhadap infeksi oportunistik dan kwalitas pelayanan yang lebih baik. </p>
<p>Pola infeksi secara global, sekitar 90% kasus HIV/AIDS ada di negara berkembang.<br />
Saat ini penyebarannya adalah : </p>
<p>Afrika Sub-sahara : 14 juta<br />
Asia Selatan-Tenggara : 4,8 juta<br />
Asia Timur-Pasifik : 35.000<br />
Timur Tengah : 200.000<br />
Karibia : 270.000<br />
Amerika Latin : 1,3 juta<br />
Eropa Timur - Asia Tengah : 30.000<br />
Australia : 13.000<br />
Eropa Barat : 470.000<br />
Amerika Utara : 780.000 </p>
<p>Dengan globalisasi, pergerakan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, episentrum infeksi HIV/AIDS saat ini bergeser ke Asia. </p>
<p>PENCEGAHAN AIDS : </p>
<p>Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seksual maka penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah. </p>
<p>Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom. </p>
<p>PREDIKSI YANG AKAN DATANG : </p>
<p>Tahun 2000, diperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS akan meningkat menjadi 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara. </p>
<p>Di negara industri telah terlihat penurunan jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru/tahun menjadi 40.000 kasus baru/tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara, Australia dan Selandia Baru. </p>
<p>Penurunan kasus baru berkait dengan tingkat pemakaian kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk remaja. </p>
<p>Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekwat untuk penyakit menular seksual (PMS). Di Tanzania, daerah yang pelayanan PMSnya berjalan baik mempunyai insidens HIV yang 40% lebih rendah. Penelitian di Pantai Gading, Afrika memperlihatkan bahwa pengobatan PMS juga mengurangi viral load sehingga mengurangi infectivity. </p>
<p>TAHAPAN PANDEMI AIDS : </p>
<p>Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay). Karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual, maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan. </p>
<p>Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelanggannya. </p>
<p>Pada tahap ketiga, berkembang penularan pada isteri dari pelanggan pelacur. </p>
<p>Pada tahap ke empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV. </p>
<p>KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV : </p>
<p>Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender. </p>
<p>Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi &#8220;menampung&#8221;, dan alat reproduksi wanita sifatnya &#8220;masuk kedalam&#8221; dibandingkan pria yang sifatnya &#8220;menonjol keluar&#8221;. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV. </p>
<p>Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV. </p>
<p>Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, ketrampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelcehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival. </p>
<p>Kasus di Ghana dalam pembangunan Bendung Sungai Volta, menyebabkan ribuan penduduk tergusur dari kampung halamannya. Kaum pria bisa memperoleh kesempatan kerja sebagai buruh dan kemudian menjadi nelayan. Kaum wanita yang hanya terbiasa dengan pekerjaan pertanian akhirnya tersingkir ke kota dan terjerumus pada pekerjaan hiburan dan penyediaan jasa seksual. Akibatnya banyak yang menderita penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan meninggal akibat AIDS. </p>
<p>Di Thailand Utara, akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV. </p>
<p>SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA : </p>
<p>Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang, dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau. </p>
<p>Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilance perangkat kesehatan kita. </p>
<p>Permasalahan HIV/AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya. </p>
<p>Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih banyak ditujukan kepada kelompok-kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum, seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif. </p>
<p>Proyeksi perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005, dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global). </p>
<p>PENGOBATAN DAN VAKSINASI : </p>
<p>Pertemuan Konperensi Internasional AIDS ke XI di Vancouver bulan Juli 1996 yl melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang mampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan. </p>
<p>Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi. </p>
<p>Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna. </p>
<p>Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainyaoun ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang. </p>
<p>Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi baru yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin tetap akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin tidak akan mampu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syuaibah</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1406</link>
		<dc:creator>syuaibah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 14:07:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1406</guid>
		<description>1. Gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;
• Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS;
• yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
• Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
• Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular.

3. Komenyar saya ;
- soal kondomisasi memang hanya untuk memacuh masyarakat untuk melakukan seks bebas, pemikiran mereka,dengan penggunaan kondomisasi dapat mencegah kehamilan.
Padahal mereka tidak tau kalau ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket.

4. Solusi untuk mengatasi AIDS saya kurang tau, tapi unuk mencegahnya kita harus.;
• mendidik anaknya dengan pendidikan agama merupakan hal yang menjadi sangat penting
• menciptakan lingkungan yang harmonis bagi perkembangan generasi muda menjadi faktor yang juga tidak kalah pentinya dalam menunjang perbaikan etika dan moral yang baik pula.
• sebagai aparat yang menciptakan keamanan dan ketertiban juga memainkan andil yang sangat besar,karena tempat-tempat seks bebas adalah tempat penyebaran AIDS yang sangat cepat.

Solusi Islam untuk mengatasi HIV AIDS yaitu Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu, masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:
Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya.
Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong praktik perzinaan pun berhasil ditutup.
Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat (berduaan/pacaran).
Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya
Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan berlangsung di tengah-tengah masyarakat
Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam, sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk 100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras. Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir yang tegas kepada para pelakunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !<br />
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;<br />
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;<br />
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;<br />
• Rasa lelah berkepanjangan;<br />
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;<br />
• Gatal-gatal;<br />
• Herpes kulit; serta<br />
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.</p>
<p>2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS;<br />
• yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.<br />
• Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.<br />
• Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular.</p>
<p>3. Komenyar saya ;<br />
- soal kondomisasi memang hanya untuk memacuh masyarakat untuk melakukan seks bebas, pemikiran mereka,dengan penggunaan kondomisasi dapat mencegah kehamilan.<br />
Padahal mereka tidak tau kalau ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket.</p>
<p>4. Solusi untuk mengatasi AIDS saya kurang tau, tapi unuk mencegahnya kita harus.;<br />
• mendidik anaknya dengan pendidikan agama merupakan hal yang menjadi sangat penting<br />
• menciptakan lingkungan yang harmonis bagi perkembangan generasi muda menjadi faktor yang juga tidak kalah pentinya dalam menunjang perbaikan etika dan moral yang baik pula.<br />
• sebagai aparat yang menciptakan keamanan dan ketertiban juga memainkan andil yang sangat besar,karena tempat-tempat seks bebas adalah tempat penyebaran AIDS yang sangat cepat.</p>
<p>Solusi Islam untuk mengatasi HIV AIDS yaitu Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu, masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:<br />
Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya.<br />
Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.<br />
Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong praktik perzinaan pun berhasil ditutup.<br />
Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat (berduaan/pacaran).<br />
Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya<br />
Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan berlangsung di tengah-tengah masyarakat<br />
Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam, sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk 100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras. Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir yang tegas kepada para pelakunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: siti khadijah PBI 1d</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1389</link>
		<dc:creator>siti khadijah PBI 1d</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 15:43:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1389</guid>
		<description>1.@Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan; 
   @Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
   @Diare kronis lebih dari 1 bulan;
   @Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya. 
2.a.kurangnya sumber daya manusia seperti tenaga medis dalam menangani masyarakat yang mengidap HIV/AIDS. 
   b.keterbatasan sarana dan prasarana perawatan seperti obat-obatan dan laboratorium dan sarana pencegahan penularan seperti kondom dan alat suntik,
   c.kurangnya faktor dana untuk pelayanan kesehatan
3.menurut saya penggunaan kondom sudah sangat bisa membantu pencegahan terhadap HIV disamping tentunya lebih baik jika masyarakat tidak membudayakan seks bebas.karena kebanyakan orang cenderung menggunakan kondom apabila ingin melakukan seks bebas.masyarakat seolah digiring menerima kondomisasi karena mereka cukup yakin bahwa program ini dapat mengatasi pencegahan terhadap HIV.
4.seperti pada umumnya solusi yg dapat diberikan demi pencegahan HIV AIDS tentunya antara lain:
-jangan seks bebas
-jangan menggunakan narkoba
-jangan menggunakan jarum suntik bekas atau yg tidak steril.
-tingkatkan iman dan takwa kepada  Allah SWT.
islam sangat dapat memberikan solusi untuk penanganan HIV diantaranya islam melarang orang berzinah/seks bebas.islam mengajarkan untuk mencintai kebersihan dan hanya dengan meningkatkan keimanan kita dapat terhindar dri segala kemudharatan dunia...insya Allah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.@Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;<br />
   @Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;<br />
   @Diare kronis lebih dari 1 bulan;<br />
   @Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.<br />
2.a.kurangnya sumber daya manusia seperti tenaga medis dalam menangani masyarakat yang mengidap HIV/AIDS.<br />
   b.keterbatasan sarana dan prasarana perawatan seperti obat-obatan dan laboratorium dan sarana pencegahan penularan seperti kondom dan alat suntik,<br />
   c.kurangnya faktor dana untuk pelayanan kesehatan<br />
3.menurut saya penggunaan kondom sudah sangat bisa membantu pencegahan terhadap HIV disamping tentunya lebih baik jika masyarakat tidak membudayakan seks bebas.karena kebanyakan orang cenderung menggunakan kondom apabila ingin melakukan seks bebas.masyarakat seolah digiring menerima kondomisasi karena mereka cukup yakin bahwa program ini dapat mengatasi pencegahan terhadap HIV.<br />
4.seperti pada umumnya solusi yg dapat diberikan demi pencegahan HIV AIDS tentunya antara lain:<br />
-jangan seks bebas<br />
-jangan menggunakan narkoba<br />
-jangan menggunakan jarum suntik bekas atau yg tidak steril.<br />
-tingkatkan iman dan takwa kepada  Allah SWT.<br />
islam sangat dapat memberikan solusi untuk penanganan HIV diantaranya islam melarang orang berzinah/seks bebas.islam mengajarkan untuk mencintai kebersihan dan hanya dengan meningkatkan keimanan kita dapat terhindar dri segala kemudharatan dunia&#8230;insya Allah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sardini PBI ID</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1386</link>
		<dc:creator>sardini PBI ID</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 14:14:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1386</guid>
		<description>1. a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
    B. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam har.
    C. Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
    d. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha.
2. a. perlakuan tidak baik terhadap penderita;Salah satunya adalah masih seringnya dijumpai perlakuan yang kurang bersahabat, bahkan cenderung mengucilkan terhadap Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA). Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS in
    b.kurangnya duhungan orang tua dan lingkungan yang buruk;yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak
    c. faktor ekonomi;misalnya akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV. 

3. menurut saya itu boleh saja jikan digunakan untuk mencegah karena Upaya pencegahan tetap lebih baik dan cost-effective dibandingkan dengan upaya pengobatan. Untuk itu perlu dimasyarakatkan upaya pencegahan AIDS bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk untuk kelompok remaja-mahasiswa.

4. -menurur saya solusinya adalah jauhi sex bebas dan jauhi narkoba.
    -Solusi Islam;Diakui atau tidak, akar masalah berkembangnya penyakit HIV/Aids adalah perilaku yang menyimpang dari ketentuan Allah Swt. Seperti diketahui, sejarah ditemukannya virus mematikan itu bermula dari kaum homoseksual. Padahal dalam Islam, hubungan seks sesama jenis melanggar syariat alias diharamkan. Adapun penularan HIV/Aids yang kebanyakan melalui jarum suntik pecandu narkoba, adalah juga melanggar larangan Allah Swt. Karena itu, upaya preventif penularan HIV/Aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.<br />
    B. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam har.<br />
    C. Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.<br />
    d. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha.<br />
2. a. perlakuan tidak baik terhadap penderita;Salah satunya adalah masih seringnya dijumpai perlakuan yang kurang bersahabat, bahkan cenderung mengucilkan terhadap Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA). Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS in<br />
    b.kurangnya duhungan orang tua dan lingkungan yang buruk;yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak<br />
    c. faktor ekonomi;misalnya akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV. </p>
<p>3. menurut saya itu boleh saja jikan digunakan untuk mencegah karena Upaya pencegahan tetap lebih baik dan cost-effective dibandingkan dengan upaya pengobatan. Untuk itu perlu dimasyarakatkan upaya pencegahan AIDS bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk untuk kelompok remaja-mahasiswa.</p>
<p>4. -menurur saya solusinya adalah jauhi sex bebas dan jauhi narkoba.<br />
    -Solusi Islam;Diakui atau tidak, akar masalah berkembangnya penyakit HIV/Aids adalah perilaku yang menyimpang dari ketentuan Allah Swt. Seperti diketahui, sejarah ditemukannya virus mematikan itu bermula dari kaum homoseksual. Padahal dalam Islam, hubungan seks sesama jenis melanggar syariat alias diharamkan. Adapun penularan HIV/Aids yang kebanyakan melalui jarum suntik pecandu narkoba, adalah juga melanggar larangan Allah Swt. Karena itu, upaya preventif penularan HIV/Aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: YANI SADRIAH/PBI-1D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1383</link>
		<dc:creator>YANI SADRIAH/PBI-1D</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 12:31:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1383</guid>
		<description>Nama : YANI SADRIAH
Kelas : PBI-1D
SOAL PBI, Global Warming Ancaman Serius?

1.	Efek gas rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk keatmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan  bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, diantaranya CO2, Metana (CH4), Nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada diatmosfer sehingga bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat bagi mahkluk hidup. Mekanisme inilah yang disebut yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata didunia bisa menjadi -180C. Namun karena terlalu banyak gas rumah kaca, akibatnya bumi menjadi semakin panas (global warming).
2.	Dampak negatif pemanasan global adalah:
?	Pemanasan Global telah mengakibatkan pergeseran musim di Indonesia. Musim kemarau menjadi panjang, mengakibatkan kekeringan dan hilangnya sumber daya air di beberapa wilayah Indonesia.
?	Mengakibatkan perubahan musim yaitu merubah siklus alamiah yang berakibat pada singkatnya musim hujan dan turunnya hujan berintensitas tinggi, yang mengakibatkan rusaknya sistem persawahan
?	Penyebaran penyakit
?	Perubahan iklim akibat pemanasan global juga membuat kegoncangan bagi sektor pertanian, yaitu turunnya hasil produksi beras, rusaknya varietas-varietas tanaman, rusaknya sistem hidrologi, dan terjadinya goncangan-goncangan iklim secara drastis, sebagai contoh terjadinya badai El-Nino tahun 2004.
?	Pencairan es kutub
3.	Yang menjadi masalah dalam pencegahan pemanasan global, bahkan datang dari negara-nagara maju. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas. Bahan bakar yang saat ini menjadi kebutuhan utama alat transportasi yang dianggap sebagai biang keladi global warming karena pembakarannya yang menghasilkan gas CO2. dan Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyrakat akan efek global warming.
	Menurut saya solusi terbaik dalam mencegah dan mengurangi pemanasan global adalah:
?	Mulailah menanam pohon dan memeliharanya
?	Mulailah penghematan bahan bakar minyak
?	Mulailah gaya hidup hemat energi
?	Stop perusakan hutan dan pembalakan liar
?	Menutup panci ketika memasak
?	Gunakanlah BBM atau sumber energi lain secara efisien
?	Jangan melakukan pembersihan kebun/pekarangan dengan cara membakar sampahnya
?	Jika dapat, gunakanlah produk dengan kemasan isi ulang
?	Mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang
?	Jika ingin membeli kendaraan atau mesin lain, pilihlah yang penggunaan energinya lebih efisien



SOAL PBI, HIV - AIDS makin miris, tak sekedar masalah medis!
1.	Gejala terkena HIV/AIDS:
?	Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
?	Demam lebih dari 380C, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari
?	Diare kronis lebih dari 1 bulan
?	Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

2.	Kendala pemberantasan HIV
?	Karena adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan diluar rumah
?	Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV/AIDS dilokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi
?	Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom yang sebenarnya hanya sia-sia dalam penggunaannya. Karena ukuran pori-porinya yang sangat besar dibanding dengan ukuran virusnya. (lihat jawaban nomor 3)

3.	Ukuran pori-pori kondom adalah 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang dan 1/6 mikron dalam keadaan merenggang, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron. Nah... dari data ini bisa dilihat betapa sia-sianya pencegahan virus HIV/AIDS itu dengan kondom. Karena virus tersebut akan dengan mudahnya masuk menembus pori-pori kondom.
	Masyarakat yang tidak mempunyai ilmu lebih dan iman yang kuat menganggap 	kondomisasi memang benar-benar dapat mencegah HIV/AIDS. Dan menurut saya mereka 	yang menggirng dalam kondomisasi adalah orang-orang yang ingin merusak umat terutama 	Islam.

4.	Solusinya:
?	Pemberantasan  narkoba secara intensif 
?	Melarang dan menindak tegas prilaku seks bebas
?	Mengkarantina dan memberikan penyuluhan kepada ODHA
?	Penanaman moralitas dan iman
?	Peningkatan kepedulian oleh orang tua

(?HR. IBNU MAJAH?)
?Tidaklah kekejian (perzinahan) muncul pada suatu kaum dan mereka melakukannya secara terang-terangan kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka?.

Dalam islam satu-satunya solusi bagi kaum muslim dan negeri ini adalah kembali kepada tatanan Islam yang berasal dari Allah, yaitu Al-Qur?an dan Hadist.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama : YANI SADRIAH<br />
Kelas : PBI-1D<br />
SOAL PBI, Global Warming Ancaman Serius?</p>
<p>1.	Efek gas rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk keatmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan  bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, diantaranya CO2, Metana (CH4), Nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada diatmosfer sehingga bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat bagi mahkluk hidup. Mekanisme inilah yang disebut yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata didunia bisa menjadi -180C. Namun karena terlalu banyak gas rumah kaca, akibatnya bumi menjadi semakin panas (global warming).<br />
2.	Dampak negatif pemanasan global adalah:<br />
?	Pemanasan Global telah mengakibatkan pergeseran musim di Indonesia. Musim kemarau menjadi panjang, mengakibatkan kekeringan dan hilangnya sumber daya air di beberapa wilayah Indonesia.<br />
?	Mengakibatkan perubahan musim yaitu merubah siklus alamiah yang berakibat pada singkatnya musim hujan dan turunnya hujan berintensitas tinggi, yang mengakibatkan rusaknya sistem persawahan<br />
?	Penyebaran penyakit<br />
?	Perubahan iklim akibat pemanasan global juga membuat kegoncangan bagi sektor pertanian, yaitu turunnya hasil produksi beras, rusaknya varietas-varietas tanaman, rusaknya sistem hidrologi, dan terjadinya goncangan-goncangan iklim secara drastis, sebagai contoh terjadinya badai El-Nino tahun 2004.<br />
?	Pencairan es kutub<br />
3.	Yang menjadi masalah dalam pencegahan pemanasan global, bahkan datang dari negara-nagara maju. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas. Bahan bakar yang saat ini menjadi kebutuhan utama alat transportasi yang dianggap sebagai biang keladi global warming karena pembakarannya yang menghasilkan gas CO2. dan Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyrakat akan efek global warming.<br />
	Menurut saya solusi terbaik dalam mencegah dan mengurangi pemanasan global adalah:<br />
?	Mulailah menanam pohon dan memeliharanya<br />
?	Mulailah penghematan bahan bakar minyak<br />
?	Mulailah gaya hidup hemat energi<br />
?	Stop perusakan hutan dan pembalakan liar<br />
?	Menutup panci ketika memasak<br />
?	Gunakanlah BBM atau sumber energi lain secara efisien<br />
?	Jangan melakukan pembersihan kebun/pekarangan dengan cara membakar sampahnya<br />
?	Jika dapat, gunakanlah produk dengan kemasan isi ulang<br />
?	Mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang<br />
?	Jika ingin membeli kendaraan atau mesin lain, pilihlah yang penggunaan energinya lebih efisien</p>
<p>SOAL PBI, HIV - AIDS makin miris, tak sekedar masalah medis!<br />
1.	Gejala terkena HIV/AIDS:<br />
?	Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.<br />
?	Demam lebih dari 380C, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari<br />
?	Diare kronis lebih dari 1 bulan<br />
?	Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis</p>
<p>2.	Kendala pemberantasan HIV<br />
?	Karena adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan diluar rumah<br />
?	Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV/AIDS dilokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi<br />
?	Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom yang sebenarnya hanya sia-sia dalam penggunaannya. Karena ukuran pori-porinya yang sangat besar dibanding dengan ukuran virusnya. (lihat jawaban nomor 3)</p>
<p>3.	Ukuran pori-pori kondom adalah 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang dan 1/6 mikron dalam keadaan merenggang, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron. Nah&#8230; dari data ini bisa dilihat betapa sia-sianya pencegahan virus HIV/AIDS itu dengan kondom. Karena virus tersebut akan dengan mudahnya masuk menembus pori-pori kondom.<br />
	Masyarakat yang tidak mempunyai ilmu lebih dan iman yang kuat menganggap 	kondomisasi memang benar-benar dapat mencegah HIV/AIDS. Dan menurut saya mereka 	yang menggirng dalam kondomisasi adalah orang-orang yang ingin merusak umat terutama 	Islam.</p>
<p>4.	Solusinya:<br />
?	Pemberantasan  narkoba secara intensif<br />
?	Melarang dan menindak tegas prilaku seks bebas<br />
?	Mengkarantina dan memberikan penyuluhan kepada ODHA<br />
?	Penanaman moralitas dan iman<br />
?	Peningkatan kepedulian oleh orang tua</p>
<p>(?HR. IBNU MAJAH?)<br />
?Tidaklah kekejian (perzinahan) muncul pada suatu kaum dan mereka melakukannya secara terang-terangan kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka?.</p>
<p>Dalam islam satu-satunya solusi bagi kaum muslim dan negeri ini adalah kembali kepada tatanan Islam yang berasal dari Allah, yaitu Al-Qur?an dan Hadist.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurtia arumsari</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-hiv-aids-makin-miris-tak-sekedar-masalah-medis/comment-page-1#comment-1382</link>
		<dc:creator>nurtia arumsari</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 12:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=213#comment-1382</guid>
		<description>1. gejala-gejala umum pengidap HIV/AIDS: 
 a)Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan; 
 b)Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
  c)Diare kronis lebih dari 1 bulan;
  d)Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha; 

2. kendala dalam pemberantasan HIV/AIDS :
   a. Semakin marak dan merajalelanya pengguna narkoba dan penjaja sex (free sex).Hal tersebut bisa terjadi mungkin dikarenakan pergaulan yang salah. Jarum suntik yang digunakan para pecandu narkoba  secara bergantian merupakan salah satu faktor tertularnya virus HIV. Selain itu Free Sex atau sex bebas merupakan cara yang sangat efektif menularkan virus HIV tersebut.
   b. Iklan dari pemerintah yang salah kaprah. Iklan yang sering didengung-dengungkan bukan menjadi solusi atau pertolongan yang berupa pencegahan malah menjadi lahan segar bagi virus HIV  untuk menyebar dengan mudah.
   c. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya viris HIV. Bahwa virus HIV bisa menyebar melalaui apa saja. Serta kurangnya pendidikan yang di berikan oleh pemerintah juga menjadi faktor yang penting. di samping itu sikap masyarakat yang mendiskriminasi penderita HIV, yang mengakibatkan penderita menjadi terkucil dan mencari pelampiasan di lingkungan luar.

3. Kondomisasi sama sekali tidak membantu dalam pencegahan penyebaran virus HIV bahkan menjadi jalan yang mulus bagi penyebarannya. Kondom tidak dapat mencegah penularan virus HIV karena, pori-pori kondom tersebut jauh lebih besar di bandingkan virus itu sendiri. Jadi penggunaan kondom itu sama juga bohong donk? pakai atau tidak sama saja.
  Masyarakat yang tidak tahu-menahu soal HIV/AIDS hanya menerima begitu saja himbauan dari pemerintah. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat tersebut. Sehingga di sini masyarakat seolah digiring untuk melakukan hal yang jelas-jelas salah. Sebenarnya yang tidak tahu bukan hanya masyarakat saja karena yang mereka tahu hanya bagaimana cara mencegahnya agar tidak menjadi penderita HIV/AIDS, namun pada kenyataanya pemerintah yang sangat dipercaya oleh masyarakat tersebut memberi solusi yang salah untuk masyarakat. Sebenarnya masyarakat juga perlu menyaring semua iklan yang mereka lihat. Tidak hanya menelan bulat-bulat iklan-iklan tersebut yang bukan membantu mereka tetapi malah menjerumuskan.

4. Mungkin solusi yang dapat saya berikan adalah,
    - Hindari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kita kedalam sex bebas(free sex) dan narkoba;
    - Tentunya jangan "jajan sembarangan". Jangan hanya tergiur oleh kenikmatan sesaat padahal itu jalan sesat.;
    - Hindari pemakaian jarum suntik;
    - Perdalam agama. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Jika kita benar-benar percaya akan adanya Tuhan tentu kita tidak akan terjerumus ke hal-hal yang negatif dan menyesatkan.
     - Masyarakat ikut serta berperan dalam pencegahan penyebaran virus HIV tersebut.
     - Menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab maraknya free sex. Seperti video porno, minuman keras, klub malam dan tempat-tempat prostitusi, dan lain sebagainya.

Solusi masalah AIDS dalam Islam:
  Islam tentunya mempunyai aturan yang sudah tertulis dengan tegas baik dalam Al-Quran maupun Al Hadist bahwa zina adalah haram. Karena melanggar larangan Allah tsb maka timbullah permasalahan yang merugikan manusia itu sendiri.
   Sebagai umat Islam yang baik tentunya kita perlu memperdalam dan mempelajari lagi ajaran agama kita sendiri sehingga jauh dari hal-hal yang berbau maksiat dan dosa. Islam sendiri tentu mempunya peran serta yang besar dalam solusi pencegahan AIDS, seperti memberikan pengajian-pengajian yang di dalamnya membahas tentang AIDS,apakah itu AIDS?, bagaimana cara pencegahan yang benar? dan sebagainya. 
     Karena itu siapun yang melanggar aturan-aturan tersebut akan diberikan sanksinya secara tegas dalam Islam. Bagi pezina ghoiru muhshan (yang belum menikah), sangsinya dicambuk 100 kali disamping itu Khalifah boleh (jaiz) menambah sanksi hukuman dengan cara mengasingkannya (taghrib) selama satu tahun. Sementara bagi pezina muhshan (yang sudah menikah) dirajam sampai mati. Sementara bagi pelakuk homoseksual sanksinya adalah dibunuh baik sudah menikah ataupun belum. Untuk pelaku bisnis haram atau menyebarluaskan pornograpi akan dikenakan sanksi ta’zir, yang hukumannya diserahkan kepada peradilan. Demikianlah aturan Islam mengatur kehidupan seksual antara pria dan wanita yang membawa pada masyarakat yang tentram, suci dan terhindar dari berbagai penyakit seksual.
 Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. gejala-gejala umum pengidap HIV/AIDS:<br />
 a)Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;<br />
 b)Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;<br />
  c)Diare kronis lebih dari 1 bulan;<br />
  d)Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha; </p>
<p>2. kendala dalam pemberantasan HIV/AIDS :<br />
   a. Semakin marak dan merajalelanya pengguna narkoba dan penjaja sex (free sex).Hal tersebut bisa terjadi mungkin dikarenakan pergaulan yang salah. Jarum suntik yang digunakan para pecandu narkoba  secara bergantian merupakan salah satu faktor tertularnya virus HIV. Selain itu Free Sex atau sex bebas merupakan cara yang sangat efektif menularkan virus HIV tersebut.<br />
   b. Iklan dari pemerintah yang salah kaprah. Iklan yang sering didengung-dengungkan bukan menjadi solusi atau pertolongan yang berupa pencegahan malah menjadi lahan segar bagi virus HIV  untuk menyebar dengan mudah.<br />
   c. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya viris HIV. Bahwa virus HIV bisa menyebar melalaui apa saja. Serta kurangnya pendidikan yang di berikan oleh pemerintah juga menjadi faktor yang penting. di samping itu sikap masyarakat yang mendiskriminasi penderita HIV, yang mengakibatkan penderita menjadi terkucil dan mencari pelampiasan di lingkungan luar.</p>
<p>3. Kondomisasi sama sekali tidak membantu dalam pencegahan penyebaran virus HIV bahkan menjadi jalan yang mulus bagi penyebarannya. Kondom tidak dapat mencegah penularan virus HIV karena, pori-pori kondom tersebut jauh lebih besar di bandingkan virus itu sendiri. Jadi penggunaan kondom itu sama juga bohong donk? pakai atau tidak sama saja.<br />
  Masyarakat yang tidak tahu-menahu soal HIV/AIDS hanya menerima begitu saja himbauan dari pemerintah. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat tersebut. Sehingga di sini masyarakat seolah digiring untuk melakukan hal yang jelas-jelas salah. Sebenarnya yang tidak tahu bukan hanya masyarakat saja karena yang mereka tahu hanya bagaimana cara mencegahnya agar tidak menjadi penderita HIV/AIDS, namun pada kenyataanya pemerintah yang sangat dipercaya oleh masyarakat tersebut memberi solusi yang salah untuk masyarakat. Sebenarnya masyarakat juga perlu menyaring semua iklan yang mereka lihat. Tidak hanya menelan bulat-bulat iklan-iklan tersebut yang bukan membantu mereka tetapi malah menjerumuskan.</p>
<p>4. Mungkin solusi yang dapat saya berikan adalah,<br />
    - Hindari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kita kedalam sex bebas(free sex) dan narkoba;<br />
    - Tentunya jangan &#8220;jajan sembarangan&#8221;. Jangan hanya tergiur oleh kenikmatan sesaat padahal itu jalan sesat.;<br />
    - Hindari pemakaian jarum suntik;<br />
    - Perdalam agama. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Jika kita benar-benar percaya akan adanya Tuhan tentu kita tidak akan terjerumus ke hal-hal yang negatif dan menyesatkan.<br />
     - Masyarakat ikut serta berperan dalam pencegahan penyebaran virus HIV tersebut.<br />
     - Menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab maraknya free sex. Seperti video porno, minuman keras, klub malam dan tempat-tempat prostitusi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Solusi masalah AIDS dalam Islam:<br />
  Islam tentunya mempunyai aturan yang sudah tertulis dengan tegas baik dalam Al-Quran maupun Al Hadist bahwa zina adalah haram. Karena melanggar larangan Allah tsb maka timbullah permasalahan yang merugikan manusia itu sendiri.<br />
   Sebagai umat Islam yang baik tentunya kita perlu memperdalam dan mempelajari lagi ajaran agama kita sendiri sehingga jauh dari hal-hal yang berbau maksiat dan dosa. Islam sendiri tentu mempunya peran serta yang besar dalam solusi pencegahan AIDS, seperti memberikan pengajian-pengajian yang di dalamnya membahas tentang AIDS,apakah itu AIDS?, bagaimana cara pencegahan yang benar? dan sebagainya.<br />
     Karena itu siapun yang melanggar aturan-aturan tersebut akan diberikan sanksinya secara tegas dalam Islam. Bagi pezina ghoiru muhshan (yang belum menikah), sangsinya dicambuk 100 kali disamping itu Khalifah boleh (jaiz) menambah sanksi hukuman dengan cara mengasingkannya (taghrib) selama satu tahun. Sementara bagi pezina muhshan (yang sudah menikah) dirajam sampai mati. Sementara bagi pelakuk homoseksual sanksinya adalah dibunuh baik sudah menikah ataupun belum. Untuk pelaku bisnis haram atau menyebarluaskan pornograpi akan dikenakan sanksi ta’zir, yang hukumannya diserahkan kepada peradilan. Demikianlah aturan Islam mengatur kehidupan seksual antara pria dan wanita yang membawa pada masyarakat yang tentram, suci dan terhindar dari berbagai penyakit seksual.<br />
 Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
