Premium WordPress Themes

116 Comments Already

commenter
Rosalina ( PBI 1B ) Said,
January 6th, 2010 @11:00 am  

Nama : Rosalina
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)

1. gejala umum orang yang terjangkit HIV-AIDS antara lain:
- berat badan turun drastis
- diare kronis lebid dari 1 bulan dan deman lebih ari 38 derajat celcius, disertai keringat dingin tanpa sebab yang jelas pada malam hari
- pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha
- kelainan pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dll.

2. Kendala memberantas HIV-AIDS antara lain:
- Masih maraknya penyuluhan tentang HIV-AIDS yang awalnya ingin mengatasi, malah membuat semakin maraknya penyebaran HIV-AIDS ini, misalnya saja penyuluhan mengenai kondomisasi atau mengajarkan seks (berzina) yang aman. dimana semua hal tersebut bukanlah sebuah solusi.
- Rusaknya moral, akhlak dan kehidupan sosial masyarakat yang juga memicu maraknya penyebaran HIV-AIDS ini.
- Kurangnya ketegasan pemerintah dalam mengatasi kasus HIV-AIDS, misalnya saja dalam penetapan UU anti pornografi, pemerintah masih pikir panjang dalam penetapannya.

3. Penyuluhan kondomisasi HIV-AIDS tidak ada gunyanya sama sekali, karena penyuluhan tersebut malah mengajarkan kepada masyarakan untuk berbuat zina yang dalam bahasa mereka “berzina yang aman”, apalagi penyuluhan tersebut sering ditujukan pada masyarakat awam yang tidak benar-benar tah8u bahwa penggunaan kondom pun tidak membuat mereka benar-benar aman. karena pengetahuan yang minim itulah yang membuat masyarakat tergiring untuk menerima kondomisasi yang mereka yakini dengan menggunakannya meraka akan aman.

4. Sebaiknya pemerintah bersikap tegas dalam pemberantasan HIV-AIDS ini antara lain dengan menetapkan UU anti pornografi, menghentikan semua tayangan seks dan sejenisnya di semua stasiun TV dan media, baik cetak maupun elektronik, mencabut semua izin lokalisasi baik formal maupun nonformal, menghentikan penyuluhan-penyuluhan tentang HIV-AIDS yang tidak ada gunanya serta menutup semua jalur produksi dan distribusi yang berkenaan dengan senua hal yang memicu maraknya penyebaran HIV-AIDS.
Dalam Islam, solusi terbaik tentu saja dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Jika kita benar-benar beriman maka segala sesuatu pasti akan mudah untuk diatasi.

commenter
mely pebriani (PBI 1B) Said,
January 6th, 2010 @11:17 am  

Nama :Mely pebriani
Jurusan:PBI
kelas:B
Semester:1(satu)

1 .Gejala umum terkena HIV-AIDS:
a.Hilangnya sistem kekebalan tubuh
b.Mudah terserang penyakit
c.Penyakit yang menyerang tidak kunjung sembuh
d.Stamina tubuh menurun
2 .Kendala pemberantasan HIV -AIDS:
a.Kurangnya kesadaran
Terkadang orang yang terinfeksi HIV-AIDS menyebarkan penyakit ini pada orang lain secara diam-diam sehingga sulit untuk diidentifikasi .
b.Terbatasnya Informasi
Banyak sekali masyarakat yang jauh dari jangkauan informasi belum mengerti akan HIV ,sehingga jika diantara mereka ada yang terkena HIV mereka tidak begitu tanggap .
c.Obatnya Belum Ditemukan
pada saat ini obat yang di berikan pada orang yang terkena HIV hanya untuk mengurangi rasa sakit saja dan untuk menghilangkan tidak ada .
3 .Kondomisasi untuk HIV -AIDS hanya merupakan kesia-siaan ,karena tidak menjamin keamanan agar tidak terkena HIV - AIDS .Masyarakat memang secara tidak langsung mulai menerima adanya kondomisasi dengan alasan telah banyak memiliki keturunan dan memberikan keuntungan pada perusahaan yang memproduksinya .
4 .Solusi untuk Mengatasi AIDS:
a.Tidak melakukan pergaulan bebas
b.Tumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup yang sehat .
c.Bentengillah diri dengan nilai-nilai agama.
islam mempunyai banyak solusi untuk masalah HIV-AIDS, karena dalam islam telah dijelaskan bagimana cara hidup yang baik dan apa saja keburukan yang harus dijauhi dalam menjalani kehidupan.

commenter
Reskyirfandy Said,
January 6th, 2010 @11:19 am  

Jawaban :

1. 4 Gejala Umumnya, yaitu :
• Berat Badan menurun secara drastis lebih dari 10% , sehingga merasa
Kelelahan yang berkelanjutan.
• Demam dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
• Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
• Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan dan munculnya bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasanya.

2. 3 Kendala Dalam Pemberantasan HIV-AIDS, yaitu :
1) Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS
Dalam hal ini, pengidap merasa terkucilkan dan cenderung melampiaskan marahnya diluar rumah . Semua keluarga dan teman-teman sekitar menjauh dari dirinya, karena takut akan tertular penyakit ini, oleh karena itu, mereka tidak bias mengambil resiko tersebut.
2) Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah social
Dalam hal ini, pemerintah memegang peranan penting dalam pelaksanaan lokalisasi bagi para pengidap. Pemerintah sebaiknya mencari tempat yang khusus bagi para pengidap untuk agar jauh dari orang-orang yang tidak terjangkit penyakit ini.
3) Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual
Dalam hal ini, pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi wanita PSK untuk menggunakan alat kontrasepsi sehingga tidak menularkan ke pelanggan, salah satu contohnya yaitu AKDR ( alat kontrasepsi dalam rahim ). Tapi semua itu, sangat ditentang oleh para ulama karena sama saja memberikan kebebasan bagi para PSK untuk berbuat maksiat.

3. Komentar saya , yaitu dalam hal ini sebenarnya tidak semua masrakat untuk menerima kondomiasasi, tapi dikhususkan bagi para pria / wanita yang sering melakukan hubungan seksual baik yang dalam hal resmi maupun bebas. Disini kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang secara klinis mampu mencegah penularan penyakit ini akibat hubungan seksual. Selain itu, kondom juga digunakan sebagai satu terapi ( condom therapy ) bagi pasangan infertilitas yang disebabkan oleh antibody antisperma , yang diduga menjadi salah satu factor penyebab kegagalan potensi membuahi sel telur ( ovum ) dalam tubuh perempuan. tapi di satu sisi upaya kondomisasi dinilai gagal dalam menekan HIV-AIDS, justru sebaliknya menyuburkan pergaulan bebas yang senapas dengan meningkatnya angka HIV-AIDS. Apalagi, ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket !

4. Solusinya , yaitu :
- hendaknya untuk menghindari pergaulan bebas dan kembali ke jalan islam, yakni adanya larangan keras untuk berzina, selain itu hindari menggunakan obat-obat terlarang, karena obat-obat tersebut awal dari adanya pengaruh negatif terhadap pergaulan bebas. Apabila sudah terjangkit , hendaknya menggunakan alat kontrasepsi dalam melakukan hubungan seksual agar tidak menularkan dengan orang lain.
- Solusi daRi ISLAM , yaitu ; bagi penderita hendaknya perbanyak do’a dan dzikir untuk kesabaran dan pasrah , karena ISLAM menawarkan konsep-konsep psikologis yang berasal dari teks suci agama tersebut , seperti sabar, taqwa, tobat , do’a dan dzikir sebagai pelengkap terapi medis. Bagi yang belum terjangkit, hendaknya untuk menghindari semua obat-obat yang diharamkan dalam ISLAM, serta pergaulan bebas yang sangat diharamkan bagi umat ISLAM.

FROM
RESKY IRFANDY ( PBIC )

commenter
Andang Kurniawati PBI 1 A Said,
January 6th, 2010 @12:09 pm  

Nama: Andang Kurniawati
Jurusan: Pendidikan Bahasa Inggris
Ruang: A
Semester: 1

1.a. pertumbuhan yang jelek , penurunan berat badan, demam yang berlangsung lama atau berulang, diare yang menetap/berulang, pembengkakan pada kelejar getah bening, pembesaran hati dan limpa, pembengkakan dan peradangan kelenjar liur dipipi.

b. infeksi jamur yang menetap / berulang(thrush) di mulut/ daerah yang tertutup. seperti popok.

c. infeksi bakteri berulang ( misalnya infeksi tengah, pheumonia dan menigitis)

d. infeksioportunistik virus, jamur dan parasit.

e. keterlambatan/ kemunduran perkembangan sistem saraf.

2. a. belum adanya peduli masyarakat dan pemerintah

b. belum menunjukkan komitmennya untuk membahas pencegahan dan penularannya.

c. masih banyaknya penderita hiv/aids yang belum mau melaporkan diriya terkena penyakit hiv karena takut mendapat perlakuan jelek / negatif dari masyarakat sekitarnya

3. karena kondomisasi adalah pencegah terjadinya penular hiv/aids, sehingga masih bayaknya masyarakat yang menggunakannya. dan adanya kekurang mengertinya dan perhatian masayarakat atas penggunaan kondom tersebut. sehingga dengan ketidak tahuannya masyarakat dengan senang hati menggunakan kondom itu.

4. solusinya yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat. solusi dalam islam ada, yaitu dengan 2 cara , preventip dan kuratit. contonya seperti : sebagian upaya preventif karena transmisi utama hiv/aids adalah free sex dan penggunaan narkoba suntik . langkah yang harus dilakukan adalah menghilangkan segala bentuk praktek yang mendukung free sex seprti industri porno, media perangsang dan klab-klab malam.

commenter
Peni Suparman PBI-C Said,
January 6th, 2010 @12:34 pm  

1. 4 Gejala umum (mayor) orang yang terkena HIV-AIDS :
• Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
• Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
• Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
• Penurunan kesadaran dan gangguan neurologist

2. Kendala pemberantasan AIDS :
• Dana
Keterbatasan dana merupakan salah satu factor kendala pemberantasan AIDS, bagaimana tidak pendanaan yang dapat dikeluarkan pemerintah masih kurang sehingga lebih banyak pendanaan yang diberikan oleh pihak asing
• Budaya dan Agama
Faktor latar belakang kebudayaan yang sangat beragam sehingga membuat kominikasi serta distribusi sumber daya jadi sulit, serta adanya factor dalam agama. misalnya rendahnya tingkat pemahaman seorang terhadap ajaran agama sehingga membuat mereka tersesat dan terjerumus dalam seks bebas ( free sex). Contoh penularan HIV-AIDS melalui seks bebas yang dilakukan oleh sesama jenis (homo seksual dan lesbian).
• Terbatasnya tenaga kesehatan
Di Indonesia tenaga kesehatan yang benar-benar ahli dalam menangani AIDS sangatlah terbatas, bahkan bisa dikatakan sangat sedikit. Sehingga pemberantasan AIDS belum terealisasi dengan baik dan menjadi kendala bagi pemberantsan virus itu sendiri.

3. Kondomisasi
Menurut saya kondomisasi tidak akan menyelesaikan akar masalah, justru dengan adanya kondomisasi akan menjadi kampanye yang membiarkan seks bebas terjadi di Indonesia. Cara ini tidak lah efektif di terapkan di dalam bangsa, karena dengan adanya usaha pembangunan ATM kondom di kota-kota besar sama saja pemerintah melegalkan adanya perzinaan, padahal kita ketahui mayoritas di Indonesia adalah masyarakat spiritualis. Seharusnya pemerintah sadar bahwa kondomisasi tidak akan menghentikan penularan HIV-AIDS, karena cara itu telah di gunakan oleh Negara-negara maju seperti Amerika dan hasilnya adalah NIHIL. AIDS bukan sekedar penyakit biologis, tetapi juga penyakit prilaku (life style). Sehingga perilaku (life style) lah yang seharusnya dirubah. Sebuah laporan dari AIDS Asia Pasific di Chiang May, Thiland (1995) penggunaan kondom tidaklah aman, dimana disebutkan pori-pori kondom berdiameter 1/6 mikron sedangkan virus HIV sendiri besarnya 1/250 mikro maka virus HIV-AIDS masih leluasa menembusnya.

4. Solusi yang dapat saya tawarkan adalah bagi setiap individu yang terbebas dan terhindar dari penularan virus HIV hanya ada satu cara yang ampuh, yaitu hindari hubungan seks bebs (free sex) atau hubungan seks di luar nikah. Atau jika seorang individu telah positif terjangkit HIV-AIDS maka hendaknya hentikan seks bebas dengan lawan jenis karena itu akan menambah kebal virus yang berada dalam tubuh serta resiko lawan jenis terjangkit viruspun sangat besar.
Solusi Islam untuk masalah HIV ini adalah perbaikan ahlak bagi setiap individu, serta adanya peningkatan pemahaman ajaran agama terlepas agama apapun itu merupakan modal yang terkuat yang harus dibangun karena hal itu akan menjadi benteng bagi individu agar tidak berbuat zinah serta meninggalkan seks bebas (free sex) yang marak di dalam bangsa. Jika iman seorang individu kuat maa sebesar apapun cobaan itu mereka tidak akan tegoda dan tidak akan terjerumus dalam pergaulan bebas.

commenter
RIZAL AFRILIANTO PBI 1C Said,
January 6th, 2010 @1:27 pm  

NAMA : RIZAL AFRILIANTO
KELAS : PBI
SEMESTER : SATU
1. Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
GEJALA PADA PEREMPUAN
? Biasanya tanpa gejala yang jelas atau tanpa gejala sama sekali
? Keluar cairan yang tidak biasa keluar dari vagina. Bisa berwarna kekuning-kuningan dan berbau
? Keluar darah pada masa bukan menstruasi
? Rasa sakit muncul di vagina saat melakukan hubungan seksual
? Muncul rasa sakit di perut bagian bawah
GEJALA PADA LAKI-LAKI
? Rasa sakit muncul saat kencing
? Keluar cairan di penis yang berwarna kekuning-kuningan dan berbau
? Buah pelir bisa menjadi bengkak dan terasa sakit atau panas
2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskan
1. kebanyakan orang tidak berfikir dulu sebelum melakukan sesuatu dan mereka hanya memikirkan kesenangan sesaat.
2. pemerintah tidak memberi aturan keras terhadap pelaku HIV-AIDS, contohnya memberi sanksi bagi siapa aja yang melakukan HIV akan DIHUKUM MATI
3. kebanyakan orang bukan memberi solusi untuk mencegahnya tetapi malah menjerumuskan, contohnya seperti produksi kondom, dengan jarum suntik yang di sterilkan dan semacam obat.
3. Apa komentar ANda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !
> Menurut saya penggunaan kondomisasi bukanlah merupakan solusi yang terbaik tetapi alah menjerumuskan pada si pemakai.karena dengan menggunakan kondom tidak menjamin penyakit HIV tidak bisa tertular. Dan dengan diproduksikanya kondom berarti mereka sama halnya dengan menanamkan dosa bagi setiap pemakainya.
4. Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan !
> pemerintah memeberikan sanksi yang keras yaitu dihukum mati.
>Menurut saya yang namanya solusi akan tetap ada, TETAPI yang namanya AIDS tidak akan bisa dihentikan sebelum setiap orang menyadari apa itu aids.
Dalam islam sudah jelas dikatakn bahwa zina adalah perbuatan hina.seperti Sabda RASUL ; “janganlah kamu mendekati zina”
Aturan itu sudah sangat jelas tetapi mengapa manusia didunia ini masih melakukanya??? Apakah karena didunia ini bukan hanya umat muslim aja yang menghuninya,tetapi masih banyak agama lainya. Tetapi apakah itu bisa menjamin umat non muslim terbebas dari HIV??gak kan??
Jadi kesimpulanya tidak ada aturan atau solusi yang bisa menghentikan atau mencegah penyakit ini, tetapi hanya bisa dicegah pada diri manusia itu sendiri.

commenter
nurhayani,pbic Said,
January 6th, 2010 @1:59 pm  

1.a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c. Diare kronis lebih dari 1 bulan;
d.Rasa lelah berkepanjangan;
2.a.Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan memiliki penduduk lebih dari 220 juta jiwa, serta latar belakang budaya yang beragam membuat komunikasi dan distribusi sumber daya jadi sulit.
b.Kendala lain, terbatasnya jangkaun akses ke penduduk dengan perilaku beresiko tinggi kelompok seperti pengguna napza suntik, pria yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks.
c.rendahnya tingkat penggunaan kondom dan perlawanan dari laki-laki karena terbentur dengan masalah agama.
3.komentar saya:
“kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya kondomisasi bagi masyarakat luas”
4.solusi saya
” menjauhi pergaulan bebas, memperbanyak sosialisasi dilingkungan masyarakat”
solusi islam
“memperbanyak beribadah, dan menjauhi seks bebas”

commenter
nurwahidhappynacth,pbic Said,
January 6th, 2010 @2:06 pm  

1.a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c. Diare kronis lebih dari 1 bulan;
d.Rasa lelah berkepanjangan;
2.a.Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan memiliki penduduk lebih dari 220 juta jiwa, serta latar belakang budaya yang beragam membuat komunikasi dan distribusi sumber daya jadi sulit.
b.Kendala lain, terbatasnya jangkaun akses ke penduduk dengan perilaku beresiko tinggi kelompok seperti pengguna napza suntik, pria yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks.
c.rendahnya tingkat penggunaan kondom dan perlawanan dari laki-laki karena terbentur dengan masalah agama.
3.komentar saya:
“kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya kondomisasi bagi masyarakat luas”
4.solusi saya
” menjauhi pergaulan bebas, memperbanyak sosialisasi dilingkungan masyarakat”
solusi islam
“memperbanyak beribadah, dan menjauhi seks bebas”

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @3:35 pm  

@ Johansyah

JAwaban johansyah kok tidak ada ya ?
yang ada hanya “nama: johansyah”

tlg dikrm ulang
Terima kasih
admin
Yusu

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @3:39 pm  

@ Rizal,
cukup 1 x saja kirim jawabannya. ada 3 kali masuk jawaban yang sama.
Semangat banget !!!

terima kasih

admin
Yusuf

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @3:45 pm  

@ Nurwahidah
@ Nur Hayani

STATUS NILAI= T (alias TUNDA)

Mohon dicek dan kirim jawaban masing-masing ya.

Terima kasih

Admin
Yusuf

commenter
RAHMADHANI PBI-C Said,
January 6th, 2010 @4:08 pm  

1. Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari
• Diare kronis lebih dari 1 bulan
• Rasa lelah berkepanjangan
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha
• Gatal-gatal
• Herpes kulit
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. Kendala – kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS
• Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Seks Bebas
Aktivitas seks bebas tetap akan terjadi di negeri ini, selama negara juga tetap memfasilitasi terjadinya aktivitas seks bebas. Ada kontradiksi dalam hal ini, di satu sisi negara ingin penularan HIV/AIDS tidak terus meningkat tetapi di sisi lain negara malah memberikan izin beroperasinya tempat-tempat yang jelas-jelas menumbuh suburkan aktivitas seks bebas. Hendaknya Pemerintah bertindak dengan tegas, bukannya plin-plan karena ini menyangkut generasi bangsa di masa yan akan datang.
• Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba dan segala jenisnya sangat berbahaya, karena selain dapat menghilangkan akal manusia juga dapat menularkan HIV/AIDS melaui jarum suntik yang tidak streril. Untuk memberantasnya harus dilakukan peningkatan ketakwaan individu dan menghabisi mafia narkoba hingga ke akar-akarnya. Penyalahgunaan narkoba diberikan sanksi 40 kali cambuk dan bagi pengedar dapat dikenai hukuman mati.
• Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA
Untuk menghambat penularan HIV/AIDS melalui “efek spiral”, maka yang harus dilakukan Pemerintah bagi ODHA yang terbukti terinfeksi karena zina dan sudah menikah akan dirajam. Sedangkan ODHA yang terinfeksi karena aktifitas homoseks haruslah dibunuh untuk menekan jumlah yang tertular akibat “efek spiral”. Langkah ini harus ditempuh oleh negara dengan menindak secara tegas bagi para pelaku. Adanya sanksi yang berat dapat semakin menurunkan jumlah penularan HIV/AIDS.

3. Kampanye kondom atau istilah lainnya penulis sebut sebagai upaya kondominasi adalah sebuah langkah konyol yang secara tidak langsung telah mengajarkan masyarakat yang seharusnya menjadi manusia yang beradab, tetapi justru sebaliknya mengajarkan manusia untuk menjadi biadab karena seolah-olah ada “penghalalan” untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berbeda. walau pun dikatakan sebagai penyelamat bagi pengguna HIV\ AIDS malah sebaliknya , membantu Yaitu masih minimnya reagent yang digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang telah terinfeksi virus HIV ini.
Khususnya yang harus kita tingkatkan pelayanan untuk HIV/AIDS ini adalah di puskesmas-puskesmas dan lembaga pemasyarakatan (lapas). Karena ditempat-tempat itulah biasanya yang menjadi titik sentral penyebaran kasus HIV/AIDS ini.

4. Solusi islam dalam mengatasi AIDS
• Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:
???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
• Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
• mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan,

commenter
fadil pbi.b Said,
January 6th, 2010 @6:42 pm  

NAMA : FADIL
KELAS : PBi.B

1.- nerat badan turun secara drastis, biasnya lelah 10%
dalam waktu 1 bulan
- demam lebih dari 38%disertai keringat tanpa sebab, yg jelas pada malam hari

- diare kronis pada1 bulan
-rasa lelah berkepanjangan
- pembesaran kelenjar getih bening
-herpes kulit
- kelainan pada kulit

2. - PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang
- sosialisasi bagi masyarakat terutama pada pedalaman seperti Papua

- HIV aiDS sudah menjamur
- belum adanya obat untuk memberantas aidS.
-sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3. saya kurang setuju karena kondom kurang menjamin kita untuk mencegah virus HIV. masyarakat digirng untuk menerima kondom karena pengaruh produsen untuk menggunakan kondom, memang berguna tapi masih kurang berumutu

4. mempercepat upaya nyata dalam penanggulangan AiDS dengan memperhatikan semua aspek.

selajnutnya mengupayakan peraturan perundangan dan pengajaran untuk pelaksanaan penanggulangannya.

jangan hanya berdiam diri melaihat (menyaksikan) mereka yg sudah terkena HIV AIDS .

commenter
Mamat Septiansyah PBI.B Said,
January 6th, 2010 @6:47 pm  

NAma : Mamat Septiansyah
PBI.B
Semester 1

1.- nerat badan turun secara drastis, biasnya lelah 10%
dalam waktu 1 bulan
- demam lebih dari 38%disertai keringat tanpa sebab, yg jelas pada malam hari

- diare kronis pada1 bulan
-rasa lelah berkepanjangan
- pembesaran kelenjar getih bening
-herpes kulit
- kelainan pada kulit

2. - PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang
- sosialisasi bagi masyarakat terutama pada pedalaman seperti Papua

- HIV aiDS sudah menjamur
- belum adanya obat untuk memberantas aidS.
-sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3. saya kurang setuju karena kondom kurang menjamin kita untuk mencegah virus HIV. masyarakat digirng untuk menerima kondom karena pengaruh produsen untuk menggunakan kondom, memang berguna tapi masih kurang berumutu

4. mempercepat upaya nyata dalam penanggulangan AiDS dengan memperhatikan semua aspek.

selajnutnya mengupayakan peraturan perundangan dan pengajaran untuk pelaksanaan penanggulangannya.

jangan hanya berdiam diri melaihat (menyaksikan) mereka yg sudah terkena HIV AIDS .

commenter
Mamat Septiansyah PBI.B Said,
January 6th, 2010 @6:48 pm  

Nama : Mamat Septiansyah
Jur : PBI.B
Semester : 1

1.- nerat badan turun secara drastis, biasnya lelah 10%
dalam waktu 1 bulan
- demam lebih dari 38%disertai keringat tanpa sebab, yg jelas pada malam hari

- diare kronis pada1 bulan
-rasa lelah berkepanjangan
- pembesaran kelenjar getih bening
-herpes kulit
- kelainan pada kulit

2. - PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang
- sosialisasi bagi masyarakat terutama pada pedalaman seperti Papua

- HIV aiDS sudah menjamur
- belum adanya obat untuk memberantas aidS.
-sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3. saya kurang setuju karena kondom kurang menjamin kita untuk mencegah virus HIV. masyarakat digirng untuk menerima kondom karena pengaruh produsen untuk menggunakan kondom, memang berguna tapi masih kurang berumutu

4. mempercepat upaya nyata dalam penanggulangan AiDS dengan memperhatikan semua aspek.

selajnutnya mengupayakan peraturan perundangan dan pengajaran untuk pelaksanaan penanggulangannya.

jangan hanya berdiam diri melaihat (menyaksikan) mereka yg sudah terkena HIV AIDS .

commenter
Angga Tri Prasetyo PBI IA Said,
January 6th, 2010 @7:31 pm  

HIV AIDS merupakan wabah penyakit yang terjadi dikalangan masyarakat yang sering melakukan seks bebas dan penggunaan obat - obatan terlarang

Upaya agar terhindar dari penyakit AIDS :
1. Mengikuti sekolah seks
2. Mengikuti pendekatan agama
3. Menjauhkan diri dari pergaulan bebas dan obat - obatan terlarang.

Anjuran untuk memperkecil peluang terjadinya penularan AIDS dengan memakai alat kontrasepsi pada saat melakukan persetubuhan.

commenter
heri nurdiyatno PBI B Said,
January 6th, 2010 @8:05 pm  

assalamulaikum wr. wrb
1. 4 gejala orang terkena aids, yaitu :
@ daya tahan tubuhnya menurun
@ mudah terserang depresi
@muntah dan diare
2. kendala mengatasi aids
@ kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi
seks bebas majunya teknologi sekarang ini,dengan
handphone banyak video mesum yang dapat membuat penontonnya seperti anak smp untuk mencobanya..karena mereka ingin mencari tahu
@ belum ditemukan obatnya
3. mengenai kondomisasi kurang setuju kareba akan membuat cenderung untuk melakukan hubungan sejs bebas. karena masyarakat telah didoktrin agar menggunakan kondom, karena dengan menggunakan mereka seperti di lindungi, sebenarna tidak alah mempermudah masuknya virus tersebut…..
4. solusi menurut saya adalah jauhi narkoba dam seks dilluar nikah, untuk mencegahnya…
solusi yang ada didalam islam
@ tutuplah aurat kita,
@ jauhi pacaran dan zina baik zina mata maupun indera kita yang lain…..

terima kasih

wassalamualikum wr.wrb

commenter
Hery Gunawan PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @9:29 pm  

1).Gangguan syaraf kejiwaan ,resiko menderita kanker,infeksi sistematik,infeksi oppurtunistik.
*Gejala awal tertularnya:
1.Demam,
2.Pembesaran kelenjar getah bening,
3.Seringnya keluar keringat pada malam hari di sekitar ruam kulit
4.Sakit kepala,disertai batuk.
2).-kurangnya dukungan pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan AIDS di masyarakat.
-banyaknya yang melakukan seks bebas tanpa alat pengaman sehingga penularan dapat terjadi secara langsung,hal ini banyak dialami oleh sebagian remaja(ABG).
*komentar saya tentang kondomisasi dapat dipergunakan dikalangan masyarakat ,seperti orang-orang yang telah berumah tangga untuk menghindari kehamilan dan mengurangi jumlah angka kelahiran,dan sebagai program KB ,akan tetapi jangan terlalu di pergunakan karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain karena mengandung bahan-bahan yang bersifat keras.
*karena masyarakat Indonesia tidak mau ada masyarakatnya yang berzinah atau berhubungan intim tanpa hubungan pernikahan atau telah berkeluarga(hamil di luar nikah).
4).Mengubah prilaku hidup di kalangan masyarakat,meminta bimbingan kepada dokter,psikolog / panti rehabilitas,selalu menggunakian pengobatan alternatif,terapi anti virus agar dapat mengurangi masuknya virus-virus lain,konsultasi kepada dokter atau yang mengerti mengenai penyakait AIDS.

commenter
Aisyah Binti Ridwan Said,
January 6th, 2010 @9:43 pm  

Nama : Aisyah binti Ridwan
Kelas ; PBI.1A
Smester : 1 (satu )

1. Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS ? Jawab ; Gejala infeksi HIV pada awalnya sulit dikenali, karena seringkali mirip penyakit ringan sehari-hari seperti flu dan diare sehingga penderita tampak sehat. Kadang-kadang dalam enam minggu pertama setelah kontak penularan timbul gejala tidak khas berupa demam, rasa letih, sakit sendi, skait menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, ketiak dan selangkangan. Gejala ini biasanya sembuh sendiri dan sampai 4-5 tahun mungkin tidak muncul gejala. Pada tahun ke-5 atau ke-6, tergantung masing-masing penderita, mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Kemudian tahap lebih lanjut akan terjadi penurunan berat badan secara cepat (> 10 persen), diare terus-menerus lebih dari satu bulan disertai panas badan yang hilang timbul atau terus menerus.

2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskanTiga hal yang menyebabkan hubungan seksual menjadi faktor resiko tertinggi, yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak. Hal terakhir adalah budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

3. Apa komentar ANda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !Kondom di buat untuk mencegah terjadinya kehmilan, bukan untuk mencegah menularnya HIV/AIDS krena ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudah menembus pori-pori kondom yang berukuran 1/60 mikron sehingga penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV tidak tepat.
kebnyakan dari masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang jelas mengenai kondom sehingga mereka tidak tahu bahwa kondom ternnyata memiliki pori2 yang besar dai pada HIV.

4. Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan !
a. Mengupayakan pengobatan HIV/AIDS termasuk penggunaan ARV kepada minimun 5,000 Odha pada tahun 2004.
b. Mengupayakan pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap Odha.
c. Membentuk dan memfungsikan KPAD Propinsi/Kabupaten/Kota.
d. Mengupayakan dukungan peraturan perundangan dan penganggaran untuk pelaksanaan penanggulangan HIV/AIDS tersebut.
e. Mempercepat upaya nyata dalam penanggulangan HIV/AIDS dengan memperhatikan semua aspek (seperti: pendidikan, pencegahan, KIE, pendidikan agama dan dakwah) yang nyata yang diketahui berpengaruh dalam keberhasilan upaya tersebut.

commenter
Risda Angriani Said,
January 6th, 2010 @10:21 pm  

1) 4 Gejala umum terkena HIV:
a. Berat badan turun secara mencolok biasanya lebih dari 10 % dalam waktu 1 bulan.
b. Demam lebih dari 38 c, di sertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari.
c. Diare kronis lebih dari 1 bulan.
d. Rasa lelah berkepanjangan.

2) Kendala dalam pemberantasan HIV:
a. Hubungan seksual menjadi faktor resiko tertinggi, yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Di samping itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung sehingga perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
b. Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
c. Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual.

3) Kondomisasi jelas tidak terbukti mampu mencegah penyebaran HIV/AIDS di saat budaya seks bebas semakin tumbuh subur. Sehingga banyak saja penyalahgunaan terhadap alat tersebut, Kehadiran kondom justru membuat sebagian masyarakat semakin berani melakukan perzinahan, apalagi dengan adanya rasa aman semua yang ditanamkan dengan penggunaan alat tersebut.

4) Solusi yang di tawarkan untuk mengatasi AIDS
- Mewajibkam bagi kaum wanita serta perempuan untuk menutup aurat, agar penjagaan terhadap kehormatan dapat terjaga dengan baik, serta adanya kekuasaan negara secara tegas untuk dapat menindak pelaku zina.
- Solusi Islam untuk masalah HIV yaitu Adanya kewajiban dimana amar ma’ruf nahi mingkar harus ditegakkan ditengah-tengah lingkungan masyarakat.

commenter
samsidar Said,
January 6th, 2010 @10:54 pm  

1. a. Rasa lelah berkepanjangan
b. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap,
biasanya di sekitar leher dan lipatan paha
c. Diare kronis lebih dari 1 bulan
d. Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
2. a. resistensi masyarakat terhadap sosialisasi kondom, tetapi ruwatan matadon dan beberapa program lainnya yang dinilai bertentangan dengan nilai kultur ketimuran.
b. adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
c. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3. Dari pengalaman Amerika, seharusnya kita sadar bahwa kondomisasi tidak dapat menghentikan penyebaran virus HIV. AIDS bukan sekedar penyakit biologis tetapi juga penyakit perilaku ( life style ). Maka penyakit perilaku inilah yang seharusnya dicegah. Kondomisasi tidak akan menyelesaikan akar masalahnya. Negara-negara barat melakukan kondomisasi karena mereka terbentur oleh dalih free sex dan HAM, padahal ada jalan yang lebih efektif untuk mencegahnya. Seorang pakar AIDS Dr Richard Smith mengatakan bahwa ” menggunakan kondom sama saja dengan mengundang kematian. Selanjutnya ia mengenengahkan pendapat bahwa resiko HIV/ AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan sex diluar nikah”. Jadi jelaslah bahwa kondomisasi itu tidak akan menyelesaikan suatu masalah tetapi hanya menambah masalah.
4. Menurut saya, kita harus bisa menjaga diri dan kita harus selalu ingat bahwa apapun yang kita lakukan akan ada suatu resikonya dan ada yang mengawasinya yakni Allah SWT. Dengan begitu kita akan takut untuk melakukan perbuatan yang selain dari ketentuan Allah termasuk perbuatan suatu hubungan sex bebas. Selain itu kita harus mempertebal iman kita agar kita bisa terhindar dari pengaruh sex bebas dan masalah HIV/ AIDS tidak akan terjadi.
Solusi islam : pertama, dengan menerapkan aturan sang pencipta, Allah SWT, yang melarang sex bebas (perzinahan), kemaksiatan dan penggunaan Khamr (termasuk narkoba). Allah SWT berfirman dalam surah al-Isra’ [17]: 32 yang artinya ” janganlah kalian mendekati zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk”. Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk.
Kedua, Semua jenis industri sex bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan
yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
Ketiga, mengubur akan persoalannya, yakni sekulerisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya dapat diringkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

commenter
RUSLAN PBI 1D Said,
January 6th, 2010 @10:58 pm  

Nama : Ruslan
Kelas : PBI 1D
Email : Arlandstitm@yahoo.co.id

Jawaban Soal
1. 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS :
- Pengidap AIDS akan terlihat lesu, tak bersemangat dan lemah
- entan terhadap segala macam penyakit.
- Pada fase berat, penderita AIDS akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar.
- tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.

2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS :
A. PENGOBATAN DAN VAKSINASI
Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.

B. KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV
Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender. Dan Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi “menampung”, dan alat reproduksi wanita sifatnya “masuk kedalam” dibandingkan pria yang sifatnya “menonjol keluar”. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV.

C. PENGGUNAAN KONDOMISASI
Sebenarnya kondomisasi tidak dapat mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, karena pori-pori kondomisasi jauh lebih besar dari pori-pori virus.
Disamping tu adanya pengiklanan untuk pemakaian kondomisasi.

3. Komentar saya tentang kondomisasi untuk HIV-AIDS adalah tidak setuju, karena sebenarnya kondomisasi tidak dapat mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, dan sebagian masyrakat t

commenter
Aminatun zahriah Said,
January 6th, 2010 @11:06 pm  

1. Empat gejala umum orang terkena HIV:
Tahap 1 Penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
Tahap 2 Meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernapasan bagian atas yang tidak sembuh-sembuh
Tahap 3 Meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, TBC, paru-paru.
Tahap 4 Meliputi toksoplasmosis pada otak, kandidiasi pada saluran tenggorokan dan saluran pernapasan

2. Kendala pemberantasan HIV
1. masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV - AIDS
2. Adanya segala yang memfasilitasi penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat akan besarnya bahaya HIV

3. Menurut saya, saya tidak setuju dengan kondomisasi karena bukan solusi yang efektif mencegah HIV. kenapa masyarakat digiring untuk menerima kondomisasi. Karena adanya faktor-faktor tertentu seperti income bagi perusahaan tertentu kemudian untuk menghancurkan generasi penerus bangsa seperti para pemuda dan pemudi.

4. Solusi pemberantasan HIV / AIDS
Solusi saya, untuk mengatasi AIDS memberantas faktor utama seks bebas atau menghilangkan media penyebaran yaitu seks bebas. dari menjaga pandangan dari sesuatu yang membuat kita berfikir dan terarah ke seks bebas. Berteman dengan orang-orang yang bisa mengarahkan kita menjadi orang yang bersifat positif, dilingkungan yang baik. hingga tidak ada pengaruh dari luar atau akibat pergaulan. Mendekatkan diri kita pada sang pencipta alam semesta ini serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.

Solusi islam bersifat preventif dan kuratif:
1 Upaya preventif
Allah SWT mengharamkan segala aktifitas yang mendekati zina. Adapun larangan perbuatan zina, Allah SWT sampaikan pada surah Al-Isra ayat 32″ Dan jangan lah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Pencegahannya harus dengan menghilangkan segala bentuk praktek seks bebas dan segala hal yang memfasilitasinya yang meliputi media- media yang merangsang (pornografi-pornoaksi) tempat- tempat prostitusi, club-club malam, tempat maksiat dan pelaku maksiat. Sangsi bagi pelakunya menurut islam yaitu hukuman rajam bagi penjinah mushan (sudah menikah) dan penjinah ghoiru mushan dicambuk 100 kali. Semua fasilitas seks bebas semuanya diberi sangsi tegas dan dibubarkan
2 Upaya kuratif
Orang yang terkena HIV / AIDS maka tugas negara adalah memberikan sangsi hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku misalnya hukuman cambuk, hukuman mati dan di karantina.

commenter
Nova arianti PBI 1 C Said,
January 6th, 2010 @11:18 pm  

1.gejala hiv-aids
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo1
Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
2) 1. Pengaruh terhadap memproduksi kondom semaksimal mungkin, sehingga pergaulan sex sangatlah bebas, karna mereka menggap alat kontrasepsi tersebut sangat aman dari virus HIV/AIDS.
2. Kendala terbesar dalam pemberantasan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
3. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat dan alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian.

3). Dalam linkungan masyarakat, keluarga, dan diri saya pribadi tetang kondomisasi itu sebenarnya tidak seolah-olah menerima kondomisasi tersebut, dari pengamatan saya hanya kurang ditindak lanjutin saja, misalnya melalui penyuluhan, sosialisasi.

4) Menurut saya dalam mengatasi AIDS itu dengan cara dakwa, sosialisasi, dan penyuluhan. penyakit AIDS itu dibasmi dengan ahlak dan moral bukan dengan kondom.

commenter
Muswandi,PBIc Said,
January 6th, 2010 @11:20 pm  

jawaban:

1. Hilang selera makan, tubuh lemah, keringat berlebihan di malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus menerus, flu tidak sembuh-sembuh.

2. - hubungan seksual menjadi faktor resiko tertinggi, yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar.
- Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak.
- diskriminasi dengan para penderita Hiv Aids.

3. - kondom tidak akan berpengaruh pada pengurangan penyebaran virus HIV/AIDS sebab ukuran pori-pori kondom lebih besar daripada ukuran virus HIV.

Data menunjukkan, ukuran pori kondom dalam keadaan tidak merenggang sebesar 1/60 mikron. Sedangkan ukuran virus HIV/AIDS hanya sebesar 1/240 mikron.

“Ukuran pori-pori kondom empat kali lebih besar daripada virus HIV. Hasil penelitian ini sebenarnya telah tersebar luas. Namun, hal ini seakan tidak menjadi perhatian para aktivis penanggulangan Aids, atau sengaja diabaikan.

- Karena mungkin sebagian orang belum mengetahui pengetahuan tentang kondom atau sebagian orang menggunakannya untuk sex bebas semata.

4. a. jangan memakai narkoba.
b. stop sex bebas.
c. Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA.

solusi islam :
- jalankan perintah ALLAH SWT.
- hindari berzina.
- jangan berpacaran.
- hindari hukum liberal.
- jauhi larangan ALLAH SWT

commenter
RUSLAN PBI 1D Said,
January 6th, 2010 @11:24 pm  

Nama : Ruslan
Kelas : PBI 1D
Email : Arlandstitm@yahoo.co.id

Jawaban Soal
1. 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS :
- Pengidap AIDS akan terlihat lesu, tak bersemangat dan lemah
- entan terhadap segala macam penyakit.
- Pada fase berat, penderita AIDS akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar.
- tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.

2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS :
A. PENGOBATAN DAN VAKSINASI
Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.

B. KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV
Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender. Dan Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi “menampung”, dan alat reproduksi wanita sifatnya “masuk kedalam” dibandingkan pria yang sifatnya “menonjol keluar”. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV.

C. PENGGUNAAN KONDOMISASI
Sebenarnya kondomisasi tidak dapat mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, karena pori-pori kondomisasi jauh lebih besar dari pori-pori virus.
Disamping tu adanya pengiklanan untuk pemakaian kondomisasi.

3. Komentar saya tentang kondomisasi untuk HIV-AIDS adalah tidak setuju, karena sebenarnya kondomisasi tidak dapat mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, dan sebagian masyrakat tidak mengetahui hal itu, dan menurut saya sebagian masyarakat beranggapan bahwa pemakaian kondomisasi dapat mencegah penyebaran virus HIV-AIDS dan untuk mencegah terjadinya kehamilan diluar nikah.

4. Menurut saya solusinya adalah :
- Jangan melakukan sex bebas
karena sex bebas dapat menularkan HIV yang membuat seseorang pelaku sex bebas dapat tejadinya penularan virus HIV-AIDS.
- Hindari pemakaian narkoba
Pemakaian narkoba selain dapat penyebabkan keusakan sel-sel dalam tubuh dan membuat kesadaran seseorang hilang juga dapat menybabkan penyebaran virus HIV melalui jurum suntik yang tidak histeril.
Dan didalam ajaran agama islam telah ditegaskan bahwa mendekati zina atau sex bebas adalah haram hukumnya apa lagi melakukannya.

SELESAI…

commenter
maria yosephi ( PBI- B ) Said,
January 6th, 2010 @11:35 pm  

1.Gejala umum org terkena HIV/AIDS adalah,tubuh semakin kurus dan di tandai dg penurunan daya tahan tubuh shg mudah terinfeksi penyakit apapun,selanjutnya diare yang berkepanjangan dan tidak sembuh sembuh,sariawan di mulut yang juga tak kunjung sembuh serta timbul bintik bintik merah pada tubuh dan tidak sembuh.
2. Kendala yang sering di hadapi adalah:
A.pada usaha pencegahan HIV/AIDS kita tdk di izinkan utk melakukan tes virus HIV pd pemeriksaan
Berkala ( medical check up )padahal skring ini ad.langkah awal utk penanggulangan HIV/AIDS dan alasannya karena privasi seseorang dan harga diri bila ketahuan positif hiv.
B. Adanya motivasi dari pemerintah yg menganjurkan hidup sehat bersama ODHA lewat pesan media massa yg sgt gencar,shg mengabaikan sikap kehati hatian dlm hal berinteraksi dg penderita HIV positif dan alasanya bahwa org yg positif HIV jg punya hak yg sama dg org yg sehat ( HAM ).
C.masy yg heterogen dan budaya berbeda dan ditambah dg dasar agama yg lemah membuat masyarakat semakin larut dg arus globalisasi.
3. Pendapat sy ttg kondomisasi adalah sgt tdk setuju dg gerakan ini,krn ini bukan mencegah tetapi malah menjerumuskan masyarakat tuk semakin tdk ada kontrol thdp prilaku yg baik seperti contoh prilaku bebas seks dan perzinahan semakin luas,krn masyarakat ditipu dg rasa aman yg semu dlm penggunaan kondom,padahal kondom adalah berbahan dasar latek dan bersenyawa hidrokarbon dg polimerisasi dan mempunyai serat dan berpori dg ukuran 70 mikron yaitu 700 kali llebih besar dari ukuran virus HIV yg berdiameter 0.1 mikron pangkat 23 shg dg cara ini mempercepat penyebaran HIV dan ini adalah kebohongan publik yg harus di sadari.
4.solusi yg bisa ditawarkan ad.krn media utama penyebarannya ad seks bebas,maka segala bentuk praktek seks bebas,yg memfasilitasi tempat prostitusi,club mlm semua izinkan tdk di berikan,dan di liat dari islam itu sdh ada yaitu cara syariah dan khilafah artinya krn jln hidup hanya berasal dari allah SWT,maka dlm alquran dijelaskan jgn sekali kali lelaki dan perempuan menyepi,sesungguhnyansyaitan ada sebagai pihak ke tiga ( HR Baihaqi ) artinya larangan tuk perbuatan zina dan islam jg mengharamkan seluruh benda yg memabukkan termasuk narkoba dan hukuman rajam,serta hukuman mati bagi homokseksual jadi sejak dulu islan sdh ada solusinya tuk HIV/AIDS

commenter
fajar hadiyanto Said,
January 6th, 2010 @11:46 pm  

jawaban HIV - AIDS :

NO 1 : Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
jawab :
a. akan terliahat lesu
b. tak bersemangat dan lemah
c. rentan terhadap segala macam penyakit
d. akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar, tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.

NO 2 : Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskan !
jawab :
1.kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS
2.semakin maraknya film-film porno beredar dikalangan masyarakat luas
3.kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak nya
NO 4 : pa komentar ANda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !
JAWAB : tidak baik karena kondom bukan alat pencegah hiv aids yang benar karena kondom mempunyai pori2 yang dimana sperma bisa keluar melalui pori2 itu.
NO 4 : Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan ! :
jawab : saya tidak mempunyai solusi tapi hanya mempunyai saran untuk orang tua agar menjaga anak2nya dalam berteman agar tidak memasuki dunia yang bebas.

commenter
Humar Dani PBI.1B Said,
January 7th, 2010 @12:08 am  

1.Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan

Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)

Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

sedangkan gejalanya yaitu:
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala MInor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
- Ketika seseorang terinfeksi HIV, virus memasuki tubuh dan terutama hidup dan berkembang biak di sel-sel darah putih. Ini adalah sel imun yang biasanya melindungi kita dari penyakit. Ciri khas infeksi HIV adalah hilangnya progresif jenis tertentu sel kekebalan yang disebut T-penolong, atau CD4, sel-sel. Ketika virus ini tumbuh, ia merusak atau membunuh sel-sel ini dan lainnya, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meninggalkan orang rentan terhadap infeksi oportunistik dan berbagai penyakit lainnya mulai dari radang paru-paru dengan kanker.

2. Di Indonesia penyebaran virus HIV memang mengalami peningkatan sebanyak 18.442 kasus AIDS ditemukan sampai 30 September 2009. Hal ini disebabkan dalam mengatasi penanggulangan epidemic AIDS di Indonesia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengalami kendala.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar (17.000 pulau) dan memiliki penduduk lebih dari 220 juta jiwa, serta latar belakang budaya yang beragam membuat komunikasi dan distribusi sumber daya jadi sulit.

Kendala lain, terbatasnya jangkaun akses ke penduduk dengan perilaku beresiko tinggi kelompok seperti pengguna napza suntik, pria yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks. Selain itu juga, rendahnya tingkat penggunaan kondom dan perlawanan dari laki-laki karena terbentur dengan masalah agama.

Kemudian, masih luasnya stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA). Tingginya tingkat interaksi berbagi jarum di antara pengguna narkoba. Dibarengi juga dengan terbatasnya ketersediaan pengujian dan konseling yang berkaitan dengan HIV.

Begitu juga dengan tenaga kesehatan saat ini masih sangat terbatas, belum lagi masalah pendanaan dari pemerintah yang dinilai masih kurang sehingga lebih banyak pendanaan diberikan oleh pihak asing.

Sosialisasi penggunaan kondom pun, tidak pernah bisa maksimal dilakukan karena terbentur dengan nilai agama. Pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat masih kurang terhadap manfaat kondom bagi kesehatan pribadi maupun pasangan untuk mencegah HIV dan AIDS atau kehamilan yang tidak direncanakan.

Jika ada yang berpendapat bahwa budaya dan agama merupakan kendala bagi penanggulangan AIDS, apakah pendapat tersebut sudah benar? Bukankah Budaya dan Agama yang benar selalu memberikan nasehat kebaikan bagi umatnya agar tidak terperosok ke dalam jurang kenistaan? Agama bahkan melarang setiap manusia agar tidak melakukan hubungan sex di luar nikah. Apalagi melakukan hubungan intim sesama jenis (homoseksual). Di jaman Nabi Lut pun pernah melarang umatnya untuk tidak melakukan hubungan intim sesama jenis. (Peristiwa Sodom dan Gomorah). Jadi, agama bukanlah kendala pencegahan AIDS melainkan manusianya sendiri yang tidak mau mematuhi ajaran agamanya dengan baik dan benar.

Mengenai himbauan pemakaian kondom sebelum melakukan hubungan intim juga tergolong bias. himbauan ini merupakan proses sosialisasi agar membudaya pada setiap orang. tapi, proses pembudayaan dengan kondom pun tidak melarang adanya hubungan intim sebelum nikah. Pertanyaannya, apakah ada agama di dunia yang menyuruh umatnya melakukan hubungan sex sebelum nikah? atau menyuruh wanita menjadi PSK? Atau menyuruh kaum laki berhubungan dengan laki? Kalau memang ada berarti agama itu yang salah. Masalahnya, tidak ada satu pun agama langit (samawi) yang menyuruh umatnya melakukan hubungan sex secara serampangan. Negara-negara Barat umumnya tidak melarang hubungan sex di luar nikah. Bahkan, lewat undang-undang yang sengaja diciptakan, Amerika membolehkan warganya melakukan pernikahan sesama jenis, seperti kaum guy dan juga kaum lesbian. Jadi, manusialah yang menciptakan budayanya sendiri yang pada akhirnya membawa malapetaka buat mereka sendiri.
- PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang
- sosialisasi bagi masyarakat terutama pada pedalaman seperti Papua

- HIV aiDS sudah menjamur
- belum adanya obat untuk memberantas aidS.
-sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3. Mungkin, dikarenakan alat kontrasepsi tersebut mudah di dapat,, dan harganya murah. seLain itu,,

4. - Relawan dengan organisasi layanan AIDS setempat.
- Bicara dengan orang-orang muda yang Anda tahu tentang HIV / AIDS.
- Sponsor pendidikan AIDS peristiwa atau penggalangan dana dengan sekolah setempat, kelompok masyarakat, atau organisasi keagamaan.
- Bicaralah menentang diskriminasi terkait AIDS.
- Desak pejabat pemerintah untuk menyediakan dana yang memadai untuk penelitian AIDS, pendidikan pencegahan, perawatan medis, dan layanan dukungan.
- Dukungan melanjutkan penelitian untuk mengembangkan pengobatan yang lebih baik, yang aman dan efektif vaksin AIDS
- SEKRETARIS Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut Drs Amien Lasena mengatakan, Islam sangat tegas memberi batasan tentang HIV/AIDS. “Tidak ada musibah yang tak membawa hikmah didalamnya, termasuk penyakit AIDS,” kata Lasena yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut ini, kemarin.

AIDS menurutnya, adalah cobaan bagi manusia. Sehingga penyakit ini dapat dijadikan salah satu cara Allah untuk memberikan pejaran. “Karena itu AIDS ini bisa menimpa siapa saja termasuk orang tak bersalah,” ungkapnya sambil mengutip; “Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya”(Al-Anfal :25).

Dia menilai, salah satu cara perpindahan virus HIV ini karena sering berbuat zinah atau hubungan seks di luar nikah sah. ”Termasuk mereka melakukan dengan pasangan berbeda-beda,” tambahnya. Diingatkan lagi zinah dalam Islam termasuk dosa besar yang harus dijauhi oleh semua individu yang mengklaim dirinya muslim. Sebab itu ajaran Islam menganjurkan pengikutnya untuk tidak menikah dengan orang yang suka berzinah.

Lebih lanjut dikatannya lagi AIDS itu bukan tidak ada obatnya tetapi obat yang utama adalah mengubah prilaku termasuk prilaku seksual. Ia mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk harus terlibat. ”Sebab ini menyangkut penyakit melibatkan prilaku manusia dan bukan hanya melibatkan kalangan dokter saja. Melainkan disinyalir dengan Firman Allah,” ulasnya. Karena itu Lasena pun menentang jika kelompok Orang Dengan AIDS (ODA) dibicarakan begitu saja. “Mereka harus dapat perhatian khusus dan jangan sampai dikucilkan.

commenter
Masran (PBI.B) Said,
January 7th, 2010 @12:29 am  

Nama : Masran
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)
Mata Kuliah : IAD (Ilmu Alamiah Dasar)

Jawaban Midtest HIV- AIDS

1. 4 (empat) Gejala umum orang yang terkena HIV-AIDS :
a. Rasa lelah berkepanjangan, tak bersemangat, lemah dan rentan terhadap segala macam penyakit.
b. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
c. Demam lebih dari 38 0C, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari.
d. Diare kronis lebih dari 1 bulan.

2. Kendala-kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS :
a. Adanya stigma dan deskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
b. Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi. Khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
c. Belum adanya larangan pembelian jarum suntik tanpa surat dan alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensip.

3. Untuk masalah kondomisasi untuk HIV/AIDS sebenarnya bukanlah solusi yang tepat untuk mencegah menyebar luasnya penyakit ini, malahan menambah keruh masalah yang ada. Seperti yang dibahas pada mata kuliah IAD tentang ukuran virus HIV yang notabene lebih kecil (1/250 mikron) daripada pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, bukanlah cara yang efektif mencegah terjangkitnya Virus HIV. Dengan adanya program kondomisasi secara tidak langsung menfasilitasi terjadinya seks bebas, sehingga dengan meningkatnya seks bebas maka akan berpengaruh pada tingkat kenaikan penyebaran virus HIV.
Dan mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi hal ini disebabkan karena adanya maksud dari oknum-oknum tertentu (pengusaha kondom) yang ingin mengambil keuntungan dari masalah ini, sebagaimana kita ketahui masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang masalah virus HIV/AIDS sehingga dengan gampangnya masyarakat (yang minim pengetahuan tentang virus HIV ini) percaya bahwa dengan memakai kondom maka tidak akan terjangkit dari virus HIV ini.

4. Solusi yang bisa saya tawarkan ia mungkin kita harus lebih bisa mengendalikan diri dari perilaku-perilaku yang menyimpang karena kita tahu bahwa penyakit ini lahirnya/penyebarannya sebagian besar diakibatkan karena perilaku yang menyimpang itu tadi. Perilaku yang menyimpang yang dimaksud seperti hindari seks bebas (setia pada pasangan), tidak mengkonsumsi narkoba, lebih berhati-hati dalam melakukan tranfusi darah, pembuatan tattoo dan lain-lain. Selain itu kita juga harus bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus HIV ini karena sangatlah tidak mungkin kalau kita hanya mengharapkan dari kebijakan-kebijakan pemerintah akan dapat mencegah penyebaran virus HIV ini. Kita sebagai masyarakat merupakan komponen terpenting dalam pencegahan virus HIV ini sebaiknya menjalin “team work” yang solid dengan pemerintah, karena kita lah sebagai aktor, informan sekaligus ujung tombak dalam menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam upaya pemberantasan/pencegahan lebih luasnya penyebaran dari virus HIV ini.

Adapun solusi yang ditawarkan dalam agama Islam tentang masalah mengatasi AIDS lebih menekankan pada pencegahan daripada pengobatan. Seperti yang saya pelajari di mata kuliah Metode Studi Islam, dikatakan Islam dalam bidang kesehatan lebih menekankan pada pencegahan itu sendiri seperti menjaga kebersihan. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan kebersihan itu ada 2 yaitu kebersihan bathin dan kebersihan lahir. Kebersihan bathin yang dimaksudkan adalah berusaha mengendalikan diri dari perbuatan –perbuatan dosa yang dapat merusak tubuh kita seperti tidak melakukan hubungan seks selain pada “pasangan halal” kita, tidak mengkonsumsi narkoba dan lain-lain. Sedangkan kebersihan lahir yang dimaksud seperti menjaga kebersihan fisik/badan, dan lingkungan di sekitar kita. Jadi kesimpulan agama islam dalam member solusi mengatasi masalah AIDS adalah tentang kebersihan, seperti pada hadis Rasullullah Muhammad SAW yang mengatakan “KEBERSIHAN ITU SEBAGIAN DARI IMAN”.

commenter
Maria Yosephi ( PBI - B ) Said,
January 7th, 2010 @5:42 am  

1. Gejala umum org terkena HIV/AIDS adalah :
a. Tubuh semakin lama semakin kurus dan diiringi dg turunnya daya tahan tubuh yg di tandai dg mudahnya terserang penyakit apapun.
b. Diare yg berkepanjangan
c. Sariawan di mulut yang tidak kunjung sembuh
d. Timbulnya bintik - bintik merah pada tubuh yg tidak
sembuh - sembuh.
2. Kendala yang di hadapi adalah :
1. Pada tindakan pencegahab HIV/AIDS sering tidak
di izinkan utk melakukan tes virus HIV pada
pemeriksaaan berkala ( medical check Up ) karena
menyangkut harga diri dan privacy bila positif HIV
2. Adanya motivasi dari pemerintah yang
menganjurkan ” hidup sehat bersama ODHA ”
dimana hal ini mengabaikan sikap kehati - hatian
dlm hal berinteraksi dg penderita HIV,alasannya
karena org yg HIV/AIDS punya hak yang sama
dg org yang sehat
3. Masyarakat yang heterogen dan budaya yg
berbeda ,membuat sosialisai agak terhambat
3. Tentang gerakan Kondomisasi saya sgt tdk setuju krn
ini bukannya mencegah tetapi malah menjerumuskan masy.tuk semakin tdk ada kontrol terhadap prilaku yang baik,free seks dan perzinahan akan semakin meluas,masyarakat di tipu dg rasa aman yang semu dalam penggunaan kondom,padahal kondom adalah bahan latek yang mempunyai serat dan pori dg ukuran 70 mikron atau 700 kali lebih besar dari ukuran virus HIV yaitu 0.1 mikron,sehingga ini mempercepat penyebaran virus HIV,ini adalah kebohongan publik yang harus di sadari masyarakat.
4.Solusinya adalah :
1. Segala bentuk praktek seks bebas,club malam
hal - hal yang memfasilitasi pornografi harus
di tiadakan ( Izin tdk di keluarkan )
2. Buat hukuman tuk penderita HIV yaitu di karantina
tanpa mengabaikan HAM dan kebutuhannya
Islam sejak dulu sdh ada solusinya dimana dianjurkan cara syariah dan khilafah yg artinya islam adalah jalan hidup yg berasal dari alllah SWT shg dalam al-quran di jelaskan ” janganlah sekali kali lelaki dan perempuan menyepi karena sesungguhnya syaitan ada sebagai pihak ketiga ” ( HR.Baihaqi ) artinya larangan perbuatan zina

commenter
eka fittri wardhana PBI I A Said,
January 7th, 2010 @6:41 am  

EKA FITTRI WARDHANA
PBI I A

1. sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena Hiv/Aids kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum muncul pada orang yang tertular Hiv/Aids biasanya yaitu :Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan, Demam lebih dari 38 C disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari, Diare kronis lebih dari 1 bulan, Rasa lelah berkepanjangan dan Gatal-gatal.

2. a. Kurangnya informasi dari orang tua kepada anak mengenai seks dengan kaidah yang benar, sehingga anak dapat mencari informasi dari teman atau internet dan terkadang anak mencobanya.
b. Kurangnya kesadaran pemerintah dalam pembuatan kebijakan mengenai pengendalian HIV yaitu dengan menutup tempat hiburan malam dan usaha pembuatan tattoo, sehingga untuk pengendalian HIV sangat sulit karena Dua masalah pelik ini tidak dapat diselesaikan pemerintah
c. Gaya hidup Liberalis yang membuat seorang anak melakukan hal-hal yang dilarang agama sehingga membuat semua remaja mengikuti gaya hidup remaja yang urak-urakan dengan mengikuti budaya barat, sehingga perlunya kesadaran orang tua dalam hal ini.

3. Tergantung dari manusianya sendiri apabila ia takut pada kemurkaan Allah SWT dan insyaallah ia akan menjauhi zina . Alasannya karena pemerintah membuat aturan yang salah mengenai penggunaan kondom seharusnya kondom digunakan untuk orang yang sudah menikah dan bukan untuk digunakan masyarakat banyak khususnya remaja karena mereka belum menikah, ini membuat banyak apotik yang menyediakan kondom seperti halnya menjual “permen” sehingga semua orang dapat membelinya walupun anak-anak.

4. Solusi dari saya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengikuti kegiatan keislaman serta menjauhi zina karma zina sangat dibenci oleh Allah SWT.

Solusi islam

Jelas dengan memerangi penyebaran Hiv/Aids yang mematikan ini bukanlah dengan cara liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat melainkan dengan cara islam.

Pertama

Dengan menerapkan aturan sang pencipta Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan) kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina. Allah SWT berfirman : (Qs. Al-Isra’ (17) : 32). Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina yakni hukuman cambuk(lihat : Qs. An-Nur (24) : 2) Nabi SAW bahkan memberlakukan hukum rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan Hiv/Aids. Tanpa penerapan aturan hukum-hukum Allah ini terbukti akibatnya sangat fatal.

Kedua

Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.

Ketiga

Mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem islam. Dalam hal ini, penerapan syariah islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan sudah saatnya pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah SWT (syariah islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan dalam institusi khilafah ala minhaj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya akan dapat direngkuh dan ridho Allah pun dapat diraih. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

commenter
January 7th, 2010 @10:10 am  

1. - Gangguan saluran pernafasan
- Gangguan saluran pencernaan
- Wasting Syndrome
- Gangguan system persyarafan central

2. - Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak. Hal terakhir adalah budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

- Kurangnya informasi, sehingga membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.

- Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.

3. KONDOM TIDAK 100% EFEKTIFE MENCEGAH HIV/AIDS. Menurut saya kondomisasi hanya mesesatkan saja ,kerena mengakibatkan frekuensi perzinaan bertambah. Mengapa masayarakat digiring untuk menerima kondomisasi ,karena ada oknum yang berpendapat bahwa cuma kondom lah altrnative paling jitu untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS ,walaupun kondom tidak 100% aman.

4. Solusinya ,dengan tidak melakukan perzinaan ( seks bebas, perselingkuhan, pelacuran, dsb ) kemudian dalam melakukan transfusi darah dan jarum suntik yang tidak terinfeksi virus HIV/AIDS.

commenter
IRAWATI (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @10:45 am  

1 . Gejala Umum orang yang terkena HIV / AIDS antara lain gejala infeksi sistemik :

Demam
Berkeringat terutama pada malam hari
Pembengkakan kelenjar
Kedinginan
Merasa badan lemah
Penurunan timbangan berat badan

2 . Adapun Kendala dalam pemberantasan HIV / AIDS antara lain :

? Kurangnya dana , disebagian daerah kekurangan dana karena tidak adanya dukungan dari pemerintah dalam pembangunan VCT atau lembaga yang menangani virus yang mematikan ini . sedangkan dana dari pihak asing lebih banyak tersalur dari pada dari pemerintah yang seharusnya mempunyai tugas itu .
? Jauhnya jangkauan alokasi pusat pelayan kesehatan sehingga kekurangan alat kesehatan seperti jarum suntik yang mengakibatkan berganti –gantian jarum suntik dan pelaku hubungan seksual yang tidak mengerti akan penggunaan kondom.

3 .Kondomisasi untuk HIV / AIDS , koment saya kondom itu sebenarnya tidak memastikan dalam pengurangn penularan virus HIV /AIDS karena penggunaan kondom tetapi berhubungan dengan seseorang yang terserang virus itu sama saja penggunaan kondom itu tidak berarti tetapi penggunaan kondom dalam berhubunagn dengan seseorang yang bersih itu akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kehamilan yang tidak direncanakan.
Masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi karena semakin banyaknya sosialisasi pengunaan kondom dalam berhubungan seksual yang mengurangi resiko terserang virus HIV / AIDS .

4 Solusinya adalah mengurangi atau bahkan menghilang kan pergaulan seks bebas yang semakin marak mejalela.

Solusi dari islam untuk masalah HIV / AIDS antara lain :
• Pertama, Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya.
• kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
• Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong praktik perzinaan pun berhasil ditutup.
• Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat (berduaan/pacaran).
• Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya.
• Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Allah SWT mengingatkan bahwa bencana yang menimpa masyarakat akibat perbuatan maksiat tidak hanya menimpa pelakunya.
• sKetujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam, sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk 100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras. Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir yang tegas kepada para pelakunya.

commenter
emilia fitri Said,
January 7th, 2010 @10:53 am  

NAMA:EMILIA FITRI
KELAS:PBI B
Tanda dan Gejala Penyakit AIDS Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak A.memberikan tanda dan gejala yang khas,berikut 4 gejala orang yang terkena HIV AIDS *
1. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan; *
2.Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
3 Gatal-gatal;
4.Herpes kulit; serta
B.kendala dalam pemberantasan aids yaitu:
1.kurangnya pencegahan orang tua terhadap anaknya sehingga banyak para remaja yang terkena aids.
2.semakin banyaknya para remja yang melakukan pergaulan bebas sehingga sulit untuk di cegah.
3. faktor ekonomi yang semakin menyusut dalam masyarakat sehihgga masih memaksa sebagian masyarakat melakukan pekerjaan yang terlarang yang akhirnya menyebarkan virus aids.
C. menurut saya kondomisasi memiliki dampak baik apabila jatuh ke tangan yang benar,dan bukan para remaja yang sering melakukan hubungan bebas ,karna akan mempermudah untuk melakukan free sex.
D. islam jelas mempunyai solusi untuk mencegah dan mengatasi aids yaitu dgn adanya larangan untuk berpacaran dan bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya sehingga dapat tercegah dari aids dan emndekatkan diri lah pada ALLAH .

commenter
Johansyah, PBI 1 B Said,
January 7th, 2010 @10:59 am  

Nama : Johansyah, PBI 1 B
Email : johansyah136@gmail.com

Jawab :
1. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan, pembesaran getah bening dan demam lebih dari 38 derajat C disertai keringat tanpa sebab di malam hari,
2. kurangnya pengetahuan masyarakat akan virus tersebut, tidak terdatanya orang yang terkena virus tersebut, karena malu untuk berbicara terbuka, sehingga virus tersebut menyebar, dan kurangnya sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat terutama daerah pedalaman.
3 saya kurang setuju dengan adanya kondom, karena kondom kurang efektif untuk mencegah virus tersebut diakibatkan ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron
4. Solusi dari saya :
Upaya nyata dalam penanggulangan HIV AIDS dengan memperhatikan semua aspek,mengupayakan dukungan peraturan perundangan pemerintah dan pengajaran untuk penanggulangan HIV AIDS
solusi dari Islam :
meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam, Semua cela bagi hadirnya perilaku homoseks (laki-laki dengan laki-laki) dan lesbian (perempuan dengan perempuan) wajib ditutup, dan menghilangkan segala bentuk praktek yang mendukung free seks seperti industri porno, media perangsang, klub-klub malam, prostitusi, penggunaan narkoba dan tempat maksiat lainnya

commenter
ELISA NINDIA (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @11:49 am  

1. Gejala awal tertular Virus HIV/AIDS antara lain sebagai berikut ::

• Keringat malam
• Pembesaran kelenjar Getah Bening dn pupil mata membesar
• Penurunan berat badan
• Tak bersemangat, lemah dan Rentan terhadap segala macam penyakit.

2. Kendala yang dihadapi didalam pemberantasan HIV – AIDS adalah kurangnya kesadaran bagi penderita HIV-AIDS untuk mendaftarkan diri dan kurangnya Alat pendeteksi/regent untuk membantu mengetahui jumlah penderita HIV-AIDS guna pengendalian jumlah penderitanya
Dan Kendala yang paling utama dalam pemberantasan HIV-AIDS adalah kurangya iman dan kesadaran agama bagi setiap individu sehingga mereka melakukkan hal hal atau perbuatan yang dilarang oleh agama tersebut.

3. Saya secara pribadi menolak kondomisasi, Cara Kondomisasi ini hukumnya sama dengan memfasilitasi orang berbuat zina. Dan seolah olah masyarakat me LEGALkan Zinah asalkan menggunakan kondom. Para kalangan Menyatakan bahwa Penyebaran Virus HIV/AIDS sudah sangat massif. Oleh karena itu, pembagian kondom secara gratis merupakan solusi terakhir dan cara paling aman untuk mencegah menjalarnya penyakit mematikan ini. Namun, apakah betul demikian? Pembagian ribuan kondom gratis atau kondomisasi dapat mencegah penyebaran HIV/AIDS? alih-alih mencegah, malah menyuburkan free sex.
Masyarakat setidaknya digiring untuk membolehkan seks bebas asal pakai kondom.
Cara berfikir seperti itulah ditolak mentah-mentah oleh kalangan ahli Fikih karena pembagian kondom sama halnya menyuruh orang berzina. Menurutnya, pembagi kondom tersebut sama artinya menfasilitasi orang untuk berzina.
Pandangan seperti ini merupakan stategi Liberal yang sangat bertentangan dengan ideologi Negara kita yang sesuai dengan ketuhanan yang maha esa

4. Untuk mengatasi HIV/AIDS ada 2 solusi yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut :

a. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Seks Bebas
Aktivitas seks bebas tetap akan terjadi di negeri ini, selama negara juga tetap memfasilitasi terjadinya aktivitas seks bebas. Ada kontradiksi dalam hal ini, di satu sisi negara ingin penularan HIV/AIDS tidak terus meningkat tetapi di sisi lain negara malah memberikan izin beroperasinya tempat-tempat yang jelas-jelas menumbuh suburkan aktivitas seks bebas. Hendaknya Pemerintah bertindak dengan tegas, bukannya plin-plan karena ini menyangkut generasi bangsa di masa yan akan datang.

b. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba dan segala jenisnya sangat berbahaya, karena selain dapat menghilangkan akal manusia juga dapat menularkan HIV/AIDS melaui jarum suntik yang tidak streril. Untuk memberantasnya harus dilakukan peningkatan ketakwaan individu dan menghabisi mafia narkoba hingga ke akar-akarnya. Penyalahgunaan narkoba diberikan sanksi 40 kali cambuk dan bagi pengedar dapat dikenai hukuman mati.
Islam mempunyai solusi untuk masalah HIV/AIDS .
Jelas, memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:
???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk. Bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.Mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya.

commenter
desy rianti Said,
January 7th, 2010 @12:05 pm  

4 Gejala umum orang terkena HIV:
1.Penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak di kategorikan sebagai AIDS.
2.Meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh-sembuh.
3.Meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari 1 bulan,TBC,paru-paru.
4.Meliputi toksoplasmosis pada otak,kandidiasi pada saluran tenggorokan,dan saluran pernafasan.

2. Kendala pemberantasan HIV:
1.Masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV-AIDS
2.Banyaknya masyarakat yang melupakan bahwa agama merupakan hal yang sangat mutlak di dalam membentengi kehidupan manusia
3.Adanya segala yang memfasilitasi penyalahgunaan narkoba dan seks bebas

3. Komentar soal kondomisasi:
Saya tidak setuju alasannya karena kondomisasi bukan sebuah solusi untuk mengurangi maraknya HIV ,dan adanya sebagian masyarakat yang tidak menggunakan agama sebagai jalan keluar. Agama hanya sebagai identitas dan ini semua akibat dari pemikiran barat yang liberal yang mempengaruhi pemikiran masyarakat kita

4. Solusi yang di tawarkan dan solusi menurut islam untuk mengatasi masalah AIDS:
1.Solusi preventif yaitu dengan menghilangkan segala bentuk praktek seks brbas dan segala hal yang memfasilitasinya yang meliputi media-media yang merangsang (pornografi-pornoaksi), tempat-tempat prostitusi, club-club malam, tempat maksiat dan pelaku maksiat
2.Solusi kuratif yaitu orang yang terkena HIV-AIDS maka tugas negara adalah memberikan sangsi hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku misalnya hukuman hukuman cambuk,hukuman mati,dan di karantina. Dan telah kita ketahui bahwa Allah SWT mengharamkan segala aktifitas yang mendekati zina karena zina adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

commenter
edi PBI A Said,
January 7th, 2010 @12:33 pm  

1. panas tinggi, gatal2, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa
2. a. putus obat. Untuk mencegah putus obat yang sering berakibat fatal, dan perlu aktif memantau apakah teratur minum obat dan juga memotivasinya agar tidak lupa minum ARV
b. masalah resisten, pada sejumlah ODHA, khususnya yang putus obat atau sering lupa minum obat ARV, virus HIV menjadi resisten, tidak mempan lagi terhadap obat-obat ARV yang pernah diminum. Sehingga, ODHA tersebut harus minum ARV yang lain,
c. efek samping obat. Nevirapin dapat menyebabkan alergi, ringan sampai berat. Karena itu, pada awal minum nevirapin, harus mulai dengan dosis rendah, sehari satu, dilanjutkan dengan dua kali satu tablet
3. karena masyarakat beranggapn bahwa dng menggunakan kondom, virus HIV dapat ditangkal dengan penggunaan kondom dan banyak orang yang beranggapan hal tersbut merupakan hal yang terbaik untuk dapat menghindarkan diri dari Virustersebut. namun, mereka tidak memikirkan akibat dari kondomisasi tersebut yakni akan bertambahnya seks bebas yang terutama banyak para pamuda yang mengkonsumsinya ( konsumen seks bebas )
4. solusi yang saya berikan adalah yang paling utama adalah pengawasan terhadap putra / i mereka dan juga ketika kita sudah mengtahui akibat dari HIV - AIDS maka tak sepantasnyalah kita melakukan seks bebas walaupun sudah ada cara untuk menanganinya tetapi apakah itu menjamin kita tak terjangkit penyakit tersebut. menurut agama ada solusi dan sudah di tetapkan didalam Al - Qur’an pada surah Al - Isra’ : 32

commenter
desy rianti Said,
January 7th, 2010 @12:36 pm  

1.Perbedaan Abortus medicinalis/theraupeticus dan Abortus spontaneus:
Abortus medicinalis/theraupeticus adalah pengguguran kandungan yang di lakukan denga alasan medis
Abortus spontaneus adalah aborsi yang tidak di sengaja karena kandungan lemah atau hal lain

2.Status hukum aborsi menurut islam:
Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi boleh dilakukan oleh umat islam. Sebaliknya banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Dan banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang yang-orang yang membunuh sesama manusia adalah sangat mengerikan dalam ayat Al-Quran yang berbunyi “membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang,menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Firman Allah:barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qhisas atau bukan karena kerusuhan dimuka bumi , maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya

3.Pendapat tentang pelegalan aborsi:
Menurut saya aborsi jangan di legalkan karena di lihat dari sudut pandang apapun aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali karena aborsi hanya membuahkan masalah baru yang bahkan lebih besar bagi anda di dunia dan diakhirat.
Solusinya:
-Pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks terhadap putra-putrinya
-Kesadaran akan diri sendiri dengan ilmu pengetahuan dan agama
-Tidak bergaul dengan teman yang salah dan tidak mudah terpengaruh

commenter
# HERLINAWATI : PBI 1 B Said,
January 7th, 2010 @12:54 pm  

NAMA : HERLINA WATI
JURUSAN : PBI 1 B

1. Tanda dan Gejala Penyakit AID
1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
2. Kendala pemberantasan HIV/AIDS adalah :
1. Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
2. Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
3. Kurangnya sosialisasi dan pendidikan sex, serta bahayanya penyakita HIV/AIDS.
3. Kondomisasi, berarti memberikan jalan untuk melakukan sex bebas di kalangan remaja, selain itu juga tidak mengurangi penyakit atau virus HIV/AIDS.
4. Solusinya adalah : Memahami betapa berbahaya penyakit HIV / AIDS, selalu menjaga hubungan baik antara keluarga, teman dan masyarakat.
Solusi dalam Islam : Banyak-banyak mendekatkan diri kepada Allah, serta berdzikir dan berdo’a.

commenter
asmaul khusnah Said,
January 7th, 2010 @1:15 pm  

1. ~daya tahan tubuh lemah
~ mudah terserang penyakit
~ tidak mempunyai semangat hidup
~ mudah putus asa.
2.~masih maraknya sexs bebas,masih maraknya tempat-tempat malam, sehingga mempermudah orang-orang untuk melakukan kemaksiatan.
~jarum suntik yang bergantian yaitu:penggunaan narkoba yang menggunakan jarum suntik dipakai secara bergantian yang di suntikkan ke tubuhnya.
~faktor keterunan yaitu:virus yg di tularkan penderita kepada kettunanannya melalui hubungan sexsual yg kemudian membuahkan seorang keturunan.
3. karena masyarakat kurang mengetahui & memahami sepenuhnya tentang kondomisasi yang mana virus HIV dapat tertular walu menggunakan kondom karena virus HIV lebih kecil dari pori-pori kondom.
4. menurut saya, yaitu harus menghindari hubungan sexs bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Karena itu semua dapat memungkinakan penularan virus HIV & islam pun berpendapat sama & sangat melarang karena sangat dosa besar.

commenter
Noor Hamsiah PBI-C Said,
January 7th, 2010 @1:29 pm  

1. Kendala terjangkit HIV-AIDS
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;
• Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. Kendala memberantas HIV-AIDS
• Stigma dan diskriminasi
Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.

• Dana
Biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lainadalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 – 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna.

• Informasi
Kurangnya sosialisasi mengenai bahaya HIV-AIDS di setiap daerah yang melibatkan pelajar dan ibu-ibu, agar senantiasa mengawasi anaknya dari perilaku seks bebas atau pecandu obat-obatan terlarang.

3. Kondomisasi
Kondomisasi jelas tidak terbukti mampu mencegah penyebaran HIV/AIDS di saat budaya seks bebas semakin tumbuh subur. Kampanye kondom tidak menyebutkan dengan tegas bahwa hubungan seksual mutlak hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Justru yang ditonjolkan adalah anjuran memakai kondom untuk seks yang aman,
Kehadiran kondom justru membuat sebagian masyarakat semakin berani melakukan perzinahan, apalagi dengan adanya rasa aman semu yang ditanamkan dengan penggunaan kondom ini. Rasa aman semua ini disebabkan karena selain seks bebas bertentangan dengan ajaran agama dan norma kesusilaan, ternyata kondom terbukti tidak mampu mencegah transmisi HIV. Hal ini karena kondom terbuat dari bahan dasar karet atau lateks, yakni senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Dengan menggunakan mikroskop elektron, terlihat tiap pori berukuran 70 mikron, yaitu 700 kali lebih besar dari ukuran HIV, yang hanya berdiameter 0,1 mikron. Selain itu para pemakai kondom semakin mudah terinfeksi atau menularkan karena selama proses pembuatan kondom terbentuk lubang-lubang. Terlebih lagi kondom sensitif terhadap suhu panas dan dingin, sehingga 36-38 persen sebenarnya tidak dapat digunakan.
4. Solusi menurut saya dan Islam mangatasi HIV-AIDS
Solusi menurut saya adalah bagi kaum Muslim dan negeri ini harus kembali kepada tatanan sistem Islam yang berasal dari Tuhan Pencipta Manusia dan Alam Raya ini yaitu Allah SWT. Sistem inilah yang akan diterapkan oleh Khilafah untuk menyelamatkan generasi dari ancaman kerusakkan. Islam telah memberikan panduan jelas dalam tananan sistem sosial dan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Lalu, masihkah diantara kita percaya pada solusi-solusi palsu liberalisme. Tentu, tidak! Hanya orang yang gemar bermaksiyat saja yang mengingkan kerusakan itu.
Solusi menurut Islam
Melarang perzinahan termasuk berduaan tanpa ada kepentingan yang dibolehkan syara’ dan dijatuhkan sangsi bagi pelanggarnya. Yang demikian karena Islam mengharamkan perbuatan ini, sebagaimana hadist Rasulullah saw yang artinya “Jangan sekali-kali seorang lelaki dengan perempuan menyepi (bukan muhrim) karena sesungguhnya syaithan ada sebagai pihak ketiga“. (HR Baihaqi). Adapun larangan perbuatan zina, Allah SWT sampaikan pada QS 17:32, yang artinya “Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan“.
Segala cela bagi hadirnya perilaku homoseks (laki-laki dengan laki-laki) dan lesbian (perempuan dengan perempuan) wajib ditutup. Karena Allah swt mengutuk kedua perbuatan ini, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS 7:80-81, yang artinya “Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan kotor itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun manusia (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka ), bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.
Dan selama masa perawatan pengidap penyakit diisolasi dari orang yang sehat, sedemikian rupa sehingga penularan dapat dicegah. Hal ini karena Rasulullah saw bersabda, yang artinya: “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menularkan kepada yang sehat” (HR Bukhari). Demikian pula sabda beliau, yang artinya “Apabila kamu mendengar ada wabah di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya dan apabila wabah itu berjangkit sedangkan kamu berada dalam negeri itu , janganlah kamu keluar melarikan diri” (HR. Ahmad, Bukhori, Muslim dan Nasa’i dari Abdurrahman bin ‘Auf).

commenter
rosmayanti nasution Said,
January 7th, 2010 @1:35 pm  

Gejala umum orang yang terserang HIV AIDS
1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan
4 Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
Kendala dalam pemberantasan HIV AIDS :Kebudayaan Liberalisme yang diadopsi oleh generasi-generasi muda pada umumnya yang membuat merka tidak canggung dalam melakukan seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang yang dianggap sebagai tren. 2. Minimnya sosialisasi dan pengetahuan tentang bahaya HIV AIDS kepada masyarakat tertinggal sehingga mereka mudah terpengaruh oleh hal-hal yang belum mereka ketahui. 3. Moral manusia yang semakin minim sehingga kemaksiatan semakin merajalela.
3. Mengenai kondomisasi masyarakat seolah terselamatkan dari virus mematikan HIV AIDS padahal informasi ini jelas- jelas salah & menyesatkan. Kondom tidak berhasil memutus mata rantai penularan HIV AIDS mengingat kondom terbuat dari bahan latex / karet yakni senyawa hidrokarbon dengan polemirisasi yang berarti memiliki serat dan pori-pori. Dengan mikroskop elektron terlihat tiap pori berukuran 70 mikron?700 kjali lebih besar daei ukuran HIV-1 yang hanya berdiameter 0,1 mikron.
4. Solusinya menurut saya adalah pertebal iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sibukkan diri kita dengan hal-hal yang positiv agar kita tidak pernah berfikir untuk berbuat negativ. Carilah sahabat yang dapat membuatmu jadi orang yang lebuh baik, jika memiliki teman yang agak menyimpang usahakan jangan terlalu dekat karena dikhawatirkan akan memberikan pengaruh yang buruk. Masuklah dalam organisasi positiv yang bisa membuatmu lebih mandiri dan bisa mengekspreskan diri dalam hal-lak yang baik.
Solusi islam : Menghentikan peredaran narkoba, menutup lokalisasi pelacuran, memberikan sistem pendidikan Islam yang membantu membentuk individu berkepribadian Islam. Mencegah perzinahan dengan mencegah peredaran poster, VCD,DVD, buku,majalah porno. Memberikan sangsi yang berat bagi pelaku zinah dan pemakai narkoba.

commenter
anita barus Said,
January 7th, 2010 @1:35 pm  

1.a.daya tahan tubuh lemah.
b. mudah terserang penyakit.
c. tidak mempunyai semangat hidup.
d. mudah putus asa.
2. a. maraknya sexs bebas yaitu: dengan adanya tempat- tempat malam, yang dibuka sehingga mempermudah setiap orang untuk melakukan kemaksiatan.
b. jarum suntik yang dipakai secara bergantian yaitu: penggunaan obat-obat terlarang yg menggunakan jarum suntik yg di suntik ke tubuhnya.
c. faktor keturunan yaitu penularan yg terjadi melalui hubungan sexs yg menghasil kan keturunan.
3. karena masyarakat belum mngetahui & memahami spenuhnya tentang kondomisasi yg mana virus HIV dapat tertular walau menggunakan karena virus HIV lebih kecil dari pori-pori kondom.
4. menurut saya yaitu harus menghindari hubungan sexsual secara bebas yg sekarang ini semakin marak dan penggunaan jarum suntik yg di pakai sacara bergantian oleh orang-orang tanpa memperdulikan akibatnya & islam sangat melarang keras akan hal tersebut.

commenter
aminah fitri diaz Said,
January 7th, 2010 @1:41 pm  

1.Empat gejala umum orang terkena AIDS:
1.Pada gejala awal diserang penyakit AIDS tidak menunjukkan gejala apapun
2.Manifestasi mucacitaneous minor dan infeksi saluran pernafasan bagian atas tidak sembuh-sembuh
3.Diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan infeksi bakteri yang parah dan TBC paru-paru
4.Toksoplasmosis pada otak,kandidiasi pada saluran tenggorokan batang saluran paru-paru atau paru-oaru sarkoma kaposit

2.Kendala pemberantasan HIV:
Tidak ada pengetahuan dalam masyarakat sehingga pemberantasan HIV sangat sukar dilakukan

3.Komentar saya pemakaian kondomisasi untuk AIDS seharusnya tidak usah dilakukan karena kondom hanya dapat mencegah kehamilan tetapi tidak dapat mencegah virus HIV
Pendapat saya: tentang merebaknya kondomisasi di masyarakat yaitu karena kurangnya informasi sehingga masyarakat dengan mudah terprovokasi dengan kondomisasi

4.Solusi dalam islam mengenai AIDS;
1.Upaya preventif yaitu: Harus menutup tempat-tempat club malam dan tempat-tempat yang memungkinkan dilakukan seks bebas
2.Solusi kuratif yaitu: Orang yang terkena HIV karena berzina maka hukumnya rajam dan dicambuk 100 kali, orang yang tertular HIV karena homoseksual maka di hukum mati, orang yang tertular AIDS karena narkoba di gambuk dan di karantina, orang yang tertular AIDS karena efek spiral maka orang tersebut di karantina
Solusi yang saya tawarkan: Kita memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV melalui media elektronik dan media cetak

commenter
Dina Elviana Said,
January 7th, 2010 @1:49 pm  

1. Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS
Sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38 derajat Celcius, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;

Diare kronis lebih dari 1 bulan;

• Rasa lelah berkepanjangan.

2. 1. Perlakuan diskriminatif di lingkungan masyarakat yang membuahkan benih
frustrasi di kalangan ODHA. Hak-hak mereka sebagai warga sipil telah terenggut
dengan adanya penolakan dari masyarakat lain. Banyak orang yang terkena
HIV/AIDS dilarang bekerja di kantor, dilarang masuk ke ruang ibadah, dilarang
bergaul, harus dikucilkan, tidak boleh berbicara dengan siapa pun, dan
sebagainya.
2. Informasi setengah-setengah yang diterima masyarakat tentang HIV/AIDS,
salah satu faktor gagalnya Indonesia menekan laju penyebaran HIV di masyarakat.
3. Persoalan lain yang dianggap sebagai kendala pemberantasan dalam HIV/AIDS adalah lemahnya koordinasi antara
lembaga pemerintah dan nonpemerintah terkait penanganan AIDS.

”Kita semua bertanggung jawab dalam masalah penanggulangan HIV/AIDS. Saat ini
kami di KPA tengah mengupayakan perbaikan pola koordinasi dan penanggulangan
masalah AIDS di Indonesia”.

3. Kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV/AIDS. Dapat diumpamakan bahwa besarnya sperma seperti ukuran jeruk Garut, sedangkan kecilnya virus HIV/AIDS seperti ukuran titik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegagalan kondom untuk program KB saja mencapai 20 persen, apalagi untuk program HIV/AIDS akan lebih besar lagi tingkat kegagalannya. Kepercayaan para remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom adalah sangat keliru. Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan.
Masyarakat di giring untuk menerima kondomisasi semata-mata hanya untuk kepentingan bisnis oleh pihak-pihak tertentu.

4. Solusi menurut saya yaitu tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, Setia terhadap pasangan.
Islam juga memiliki solusi tuntas dalam penyelesaian HIV/AIDS ini.

1. Solusi Preventif Islam:

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun
memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu,
masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:

Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan
terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria
dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya. Dengan tegas Allah
berfirman:

]???? ??????????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ???????????[

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya ". (QS an-Nur [24]: 30).

]?????? ??????????????? ?????????? ???? ?????????????? ????????????
???????????? ????? ????????? ???????????? ?????? ??? ?????? ???????
?????????????? ????????????? ????? ????????????[

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya. ". (QS an-Nur [24]:
31).

Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Rasulullah saw. bersabda:

«??????? ??? ???????? ???? ????????? ????? ?????????? ???? ??????????»

Sesungguhnya (aurat laki-laki) dari bawah pusar sampai kedua lututnya merupakan
auratnya. (HR Ahmad).

Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ????????????? ?????? ??? ?????? ???????[

Janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa
tampak pada dirinya (muka dan telapak tangan). (QS an-Nur [24: 31).

Karena itu, Islam wanita diwajibkan mengenakan jilbab dan kerudung (khimar)
dalam kehidupan umum. Untuk bagian atas (kepala, leher, hingga dada), Islam
mewajibkan wanita mengenakan khimar (kerudung). (Lihat: QS an-Nur [24]: 31).
Sedangkan untuk bagian bawah, diwajibkan mengenakan jilbab, yaitu pakaian
longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan wanita dalam kehidupan
sehari-hari di rumah. (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 59).

Dengan tertutupnya aurat pria dan wanita bagi masing-masing lawan jenisnya,
seseorang tidak akan terangsang, yang pada akhirnya menjadi pemicu dorongan
seksual. Jika ketentuan ini berlaku, maka pornografi dan pornoaksi tidak akan
ada di tengah masyarakat.

Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi
dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti
pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong
praktik perzinaan pun berhasil ditutup.

Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat
yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat
(berduaan/pacaran). Rasulullah menyatakan:

«????? ??? ??????????? ?????? ??????????? ??????? ???????????? ????????????»

Ingat, tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita, kecuali pihak
ketiganya adalah syaitan. (HR al-Baihaqi).

Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya.
Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ?????????[

Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan
keji dan seburuk-buruknya jalan. (QS al-Isra’ [17]: 32).

Jika zina telah diharamkan, dan semua pintu yang mengarah ke sana telah
ditutup, maka potensi perzinaan sangat kecil sekali. Namun, jika praktik itu
masih terjadi, Islam memberikan solusi berikutnya:

Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar
makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib
menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan
berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Allah SWT mengingatkan bahwa bencana
yang menimpa masyarakat akibat perbuatan maksiat tidak hanya menimpa pelakunya:

«??????????? ???????? ??? ??????????? ?????????? ???????? ???????? ????????»

Takutlah kalian terhadap fitnah (azab) yang tidak hanya menimpa orang-orang
zalim di antara kalian saja. (QS al-Anfal [8]: 25).

Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas
negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam,
sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk
100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang
mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras.
Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang
bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir
yang tegas kepada para pelakunya.

Di samping itu, karena penularan HIV/AIDS juga banyak melalui penyalahgunaan
jarum suntik-narkoba, maka negara harus menindak tegas para penggunanya
sekaligus menjatuhkan sanksi berat kepada pemilik pabrik dan pengedarnya.
Apalagi Islam telah secara terang-terangan mengharamkan segala benda yang dapat
menghilangkan akal (kesadaran). Rasulullah saw. bersabda:

«????? ???????? ???????»

Setiap yang menghilangkan akal/kesadaran adalah haram. (HR al-Bukhari dan
Muslim).

Melalui beberapa cara pencegahan seperti itu, akar penularan HIV dapat
dihentikan. Penyakit AIDS pun dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cepat.

2. Solusi Kuratif Islam:

Pada saat sekarang, sudah banyak orang yang terkena penyakit HIV/AIDS.
Rasulullah saw. mencontohkan bahwa orang yang mengidap penyakit menular tidak
boleh dibiarkan dapat menulari orang lain. Begitu juga masyarakat, mereka tidak
boleh masuk ke daerah yang sedang terkena wabah penyakit. Rasulullah saw.
bersabda:

«????? ?????? ???????? ???????? ????? ????? ???????? ??????? ??????? ????????
??????? ???????? ????? ???????????»

Jika engkau ada di suatu daerah, lalu daerah itu dilanda wabah penyakit, maka
janganlah engkau keluar darinya. Jika sampai kabar kepadamu bahwa di suatu
daerah sedang dilanda wabah penyakit, maka janganlah engkau memasukinya. (HR
Muslim).

Artinya, ada dua kemungkinan: (1) tegakkan hukum perzinaan dan liwâth. Mereka
yang sudah pernah menikah dikenai rajam, sementara yang belum pernah menikah
dicambuk 100 kali. Demikian pula hukum syariah terhadap pelaku liwâth. Hal ini
diberlakukan baik ia terkena HIV/AIDS ataupun tidak. (2) Orang yang terkena
HIV/AIDS bukan karena perzinaan/liwâth, bukan pula karena penyalahgunaan
narkoba, tetapi karena memang tertular, perlu dikarantina dan direhabilitasi
sedemikian rupa sehingga media dan aktivitas yang menjadi penularan HIV/AIDS
jauh dari masyarakat. Caranya: bisa diobati di tempat khusus dan jauh dari
publik (dikarantina); bisa juga orang dengan HIV (ODHIV) bergaul secara bebas
di tengah-tengah masyarakat tanpa ada diskriminasi apapun, tetapi hal-hal yang
dapat menyebabkan penularan tidak boleh dibiarkan.

Lalu terkait dengan pasangan suami-istri, jika salah satunya terkena HIV/AIDS,
sementara pasangannya khawatir tertular, cerai bisa saja dilakukan. Alasannya,
karena kekhawatiran akan penyakit menular seperti HIV/AIDS sudah termasuk uzur
syar‘i. Jika aturan-aturan tersebut dilakukan, maka penularan HIV/ADS insya
Allah akan dapat diselesaikan. Bukan hanya itu, negara wajib menyediakan
layanan kesehatan, khususnya untuk penderita AIDS ini dengan gratis.

commenter
Dina Elviana Said,
January 7th, 2010 @1:51 pm  

1. Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS
Sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38 derajat Celcius, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;

Diare kronis lebih dari 1 bulan;

• Rasa lelah berkepanjangan.

2. 1. Perlakuan diskriminatif di lingkungan masyarakat yang membuahkan benih
frustrasi di kalangan ODHA. Hak-hak mereka sebagai warga sipil telah terenggut
dengan adanya penolakan dari masyarakat lain. Banyak orang yang terkena
HIV/AIDS dilarang bekerja di kantor, dilarang masuk ke ruang ibadah, dilarang
bergaul, harus dikucilkan, tidak boleh berbicara dengan siapa pun, dan
sebagainya.
2. Informasi setengah-setengah yang diterima masyarakat tentang HIV/AIDS,
salah satu faktor gagalnya Indonesia menekan laju penyebaran HIV di masyarakat.
3. Persoalan lain yang dianggap sebagai kendala pemberantasan dalam HIV/AIDS adalah lemahnya koordinasi antara
lembaga pemerintah dan nonpemerintah terkait penanganan AIDS.

”Kita semua bertanggung jawab dalam masalah penanggulangan HIV/AIDS. Saat ini
kami di KPA tengah mengupayakan perbaikan pola koordinasi dan penanggulangan
masalah AIDS di Indonesia”.

3. Kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV/AIDS. Dapat diumpamakan bahwa besarnya sperma seperti ukuran jeruk Garut, sedangkan kecilnya virus HIV/AIDS seperti ukuran titik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegagalan kondom untuk program KB saja mencapai 20 persen, apalagi untuk program HIV/AIDS akan lebih besar lagi tingkat kegagalannya. Kepercayaan para remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom adalah sangat keliru. Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan.
Masyarakat di giring untuk menerima kondomisasi semata-mata hanya untuk kepentingan bisnis oleh pihak-pihak tertentu.

4. Solusi menurut saya yaitu tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, Setia terhadap pasangan.
Islam juga memiliki solusi tuntas dalam penyelesaian HIV/AIDS ini.

1. Solusi Preventif Islam:

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun
memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu,
masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:

Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan
terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria
dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya. Dengan tegas Allah
berfirman:

]???? ??????????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ???????????[

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya ". (QS an-Nur [24]: 30).

]?????? ??????????????? ?????????? ???? ?????????????? ????????????
???????????? ????? ????????? ???????????? ?????? ??? ?????? ???????
?????????????? ????????????? ????? ????????????[

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya. ". (QS an-Nur [24]:
31).

Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Rasulullah saw. bersabda:

«??????? ??? ???????? ???? ????????? ????? ?????????? ???? ??????????»

Sesungguhnya (aurat laki-laki) dari bawah pusar sampai kedua lututnya merupakan
auratnya. (HR Ahmad).

Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ????????????? ?????? ??? ?????? ???????[

Janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa
tampak pada dirinya (muka dan telapak tangan). (QS an-Nur [24: 31).

Karena itu, Islam wanita diwajibkan mengenakan jilbab dan kerudung (khimar)
dalam kehidupan umum. Untuk bagian atas (kepala, leher, hingga dada), Islam
mewajibkan wanita mengenakan khimar (kerudung). (Lihat: QS an-Nur [24]: 31).
Sedangkan untuk bagian bawah, diwajibkan mengenakan jilbab, yaitu pakaian
longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan wanita dalam kehidupan
sehari-hari di rumah. (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 59).

Dengan tertutupnya aurat pria dan wanita bagi masing-masing lawan jenisnya,
seseorang tidak akan terangsang, yang pada akhirnya menjadi pemicu dorongan
seksual. Jika ketentuan ini berlaku, maka pornografi dan pornoaksi tidak akan
ada di tengah masyarakat.

Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi
dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti
pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong
praktik perzinaan pun berhasil ditutup.

Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat
yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat
(berduaan/pacaran). Rasulullah menyatakan:

«????? ??? ??????????? ?????? ??????????? ??????? ???????????? ????????????»

Ingat, tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita, kecuali pihak
ketiganya adalah syaitan. (HR al-Baihaqi).

Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya.
Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ?????????[

Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan
keji dan seburuk-buruknya jalan. (QS al-Isra’ [17]: 32).

Jika zina telah diharamkan, dan semua pintu yang mengarah ke sana telah
ditutup, maka potensi perzinaan sangat kecil sekali. Namun, jika praktik itu
masih terjadi, Islam memberikan solusi berikutnya:

Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar
makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib
menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan
berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Allah SWT mengingatkan bahwa bencana
yang menimpa masyarakat akibat perbuatan maksiat tidak hanya menimpa pelakunya:

«??????????? ???????? ??? ??????????? ?????????? ???????? ???????? ????????»

Takutlah kalian terhadap fitnah (azab) yang tidak hanya menimpa orang-orang
zalim di antara kalian saja. (QS al-Anfal [8]: 25).

Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas
negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam,
sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk
100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang
mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras.
Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang
bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir
yang tegas kepada para pelakunya.

Di samping itu, karena penularan HIV/AIDS juga banyak melalui penyalahgunaan
jarum suntik-narkoba, maka negara harus menindak tegas para penggunanya
sekaligus menjatuhkan sanksi berat kepada pemilik pabrik dan pengedarnya.
Apalagi Islam telah secara terang-terangan mengharamkan segala benda yang dapat
menghilangkan akal (kesadaran). Rasulullah saw. bersabda:

«????? ???????? ???????»

Setiap yang menghilangkan akal/kesadaran adalah haram. (HR al-Bukhari dan
Muslim).

Melalui beberapa cara pencegahan seperti itu, akar penularan HIV dapat
dihentikan. Penyakit AIDS pun dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cepat.

2. Solusi Kuratif Islam:

Pada saat sekarang, sudah banyak orang yang terkena penyakit HIV/AIDS.
Rasulullah saw. mencontohkan bahwa orang yang mengidap penyakit menular tidak
boleh dibiarkan dapat menulari orang lain. Begitu juga masyarakat, mereka tidak
boleh masuk ke daerah yang sedang terkena wabah penyakit. Rasulullah saw.
bersabda:

«????? ?????? ???????? ???????? ????? ????? ???????? ??????? ??????? ????????
??????? ???????? ????? ???????????»

Jika engkau ada di suatu daerah, lalu daerah itu dilanda wabah penyakit, maka
janganlah engkau keluar darinya. Jika sampai kabar kepadamu bahwa di suatu
daerah sedang dilanda wabah penyakit, maka janganlah engkau memasukinya. (HR
Muslim).

Artinya, ada dua kemungkinan: (1) tegakkan hukum perzinaan dan liwâth. Mereka
yang sudah pernah menikah dikenai rajam, sementara yang belum pernah menikah
dicambuk 100 kali. Demikian pula hukum syariah terhadap pelaku liwâth. Hal ini
diberlakukan baik ia terkena HIV/AIDS ataupun tidak. (2) Orang yang terkena
HIV/AIDS bukan karena perzinaan/liwâth, bukan pula karena penyalahgunaan
narkoba, tetapi karena memang tertular, perlu dikarantina dan direhabilitasi
sedemikian rupa sehingga media dan aktivitas yang menjadi penularan HIV/AIDS
jauh dari masyarakat. Caranya: bisa diobati di tempat khusus dan jauh dari
publik (dikarantina); bisa juga orang dengan HIV (ODHIV) bergaul secara bebas
di tengah-tengah masyarakat tanpa ada diskriminasi apapun, tetapi hal-hal yang
dapat menyebabkan penularan tidak boleh dibiarkan.

Lalu terkait dengan pasangan suami-istri, jika salah satunya terkena HIV/AIDS,
sementara pasangannya khawatir tertular, cerai bisa saja dilakukan. Alasannya,
karena kekhawatiran akan penyakit menular seperti HIV/AIDS sudah termasuk uzur
syar‘i. Jika aturan-aturan tersebut dilakukan, maka penularan HIV/ADS insya
Allah akan dapat diselesaikan. Bukan hanya itu, negara wajib menyediakan
layanan kesehatan, khususnya untuk penderita AIDS ini dengan gratis.

commenter
HENDRIK Said,
January 7th, 2010 @2:09 pm  

NAMA : HENDRIK
KELAS : PBI, 1B

1. - Demam
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Keringat malam
- Sakit kepala

2. - Kurangnya pemberitahuan terhadap masyarakat tentang penularan dan bahaya dari penyakit HIV AIDS yang sangat mematikan.
- Susahnya pemberantasan PSK dimana penyakit HIV AIDS banyak kita temukan.
- Akibat dari pergaulan bebas, karena banyaknya masyarakat yang belum mengetahui akibat dari pergaulan bebas tersebut.

3. - kondomosasi bukanlah cara yang tepat untuh pencegahan penyakit HIV AIDS, Karena pori - pori pada kondom lebih besar dari pada virus yang ada pada penyakit HIV AIDS.
- Karena banyaknya penyuluhan terhadap kondom yang dapat mengurangi atau bahkan mencegah penularaan penyakit HIV AIDS dimana para masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa pori - pori pada kondom lebih besar dari virus ada pada panyakit HIV AIDS.

4. - Dengan cara melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya penyakit HIV AIDS dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah penyebaraan penyakit HIV AIDS.
- Dengan cara meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan cara itu kita dapat menjagah diri kita dari pergaulan bebas.

commenter
Dahlia.D Said,
January 7th, 2010 @2:11 pm  

Desi yuliana aqni
PBI 1 A
1. Gejala umum orang terkena HIV
-Pemborosan kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha
-Gatal-gatal
-Herpes kulit
-Kelainan pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin, dll
2. Kendala dalam pemberantasan HIV
-Di butuhkannya cakupan vaksinasi yang tinggi (80%)
-Di butuhkannya biaya yang cukup mahal
-Mahalbya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi yang menyebabkan isu diskriminasi
3.Alasan saya soal kondomisasi untuk HIV AIDS karena kebanyakan orang mempunyai hasrat ingin coba-coba saja.
4. Solusi dari saya adalah jangan melakukan hubungan seks bebas karena itu akan mengakibatkan banyak orang yang tertular HIV/AIDS dengan mudah.

commenter
febriani. PBI.B Said,
January 7th, 2010 @2:11 pm  

HIV - AIDS
1.4 GEJALA UMUM HIV AIDS
A. saluran pernapasan.
Penerita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demamseperti terserang infeksi Virus lainya (pneumonia). Tidak jarang diaknosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS Diduga sbg TBC.

B.Saluran Pencernaan
Penderita penyakit AIDS menampakan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik

C. Berat Badan Tubuh.
Penderita mengalami hal yang di sebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan bert badan tubuh hingga 10% di bawah normal karena gangguan pada system protein dan enrgi di dalam tubuh,seperti yang di kenal sbg MaLnutrisi termasuk juga kerna gangguan aborsi/ penyerapan makanan pada system pencernaan yang mengakibatkan kondisi letiih dan kurang bertenaga.

D. Sistem persyarafan
Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi,sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persrafan ujung (peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalau mengalami tensi darah rendah dan impotent..

2. Kendala dalam pemberantasan HIV AIDS

A. terbatasnya jangkaun akses ke penduduk dengan perilaku beresiko tinggi kelompok seperti pengguna napza suntik, pria yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks. Selain itu juga, rendahnya tingkat penggunaan kondom dan perlawanan dari laki-laki karena terbentur dengan masalah agama.

B. masih luasnya stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA). Tingginya tingkat interaksi berbagi jarum di antara pengguna narkoba. Dibarengi juga dengan terbatasnya ketersediaan pengujian dan konseling yang berkaitan dengan HIV
.
C. Begitu juga dengan tenaga kesehatan saat ini masih sangat terbatas, belum lagi masalah pendanaan dari pemerintah yang dinilai masih kurang sehingga lebih banyak pendanaan diberikan oleh pihak asing.

3. Komentar : kondomisasi tidak akan berhasil memutus mata rantai penularan HIV AIDS , menengingat kemampuan kondom untuk mencegah penularan Virus tersebut ternyata mengandung kebohongandan bahaya besar. Hal ini di tunjukkan bahwa kondom terbuat dari bahan dasr latex atau karet, yaitu senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti memilki serat dan berpori-pori.menakibatkan Virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. sehingga kondomisasi tidak terbukti mampu mencegah penyebaran HIV AIDS.

Mengapa masyarakat di giring untuk menerima kondomisasi karena Kondomisasi juga merupakan pintu masuk perilaku seks bebas di kalangan masyarakat , mengingat pada kampanye penggunaan kondom itu tidak di sebutkan hubungan seks mutlak dilakukan dalm ikatan pernikahan akan tetapi yang di serukan adalah anjuran menggunakan kondom dalam melakukan seks biar aman , namun itu hanya solusi semantara yang belum tentu dapat mencegah HIV AIDS secara MutLak..

4. menurut saya, penanggulangan dalam mengatasi HIV AIDS adalah menjaga pergaulan bebas di masa sekarang ini, hindari tempat-tempat yang bisa mempengaruhi terjadinya hubungan seks bebas,dan menghindari NARKOBA. Selain itu kita bisa mencanangkan penyuluhan dengan maksud memperkenalkan Bahaya HIV AIDS dan memberitahukan cara penanggulangannya serta dampak HIV AIDS terhadap pribadi khususnya, dan masyarakat pada umumnya.
Dengan demikian dalam mengatasi HIV AIDS itu tidak mudah, namun kita perlu untuk mencegahnya dari kesadaran diri kita sendiri .

Solusi islam dalam mengatasi HIV AIDS ada dua,yaitu :

Solusi Preventif Islam:

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun
memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu,
masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:

Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat
yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat
(berduaan/pacaran). Rasulullah menyatakan:

«????? ??? ??????????? ?????? ??????????? ??????? ???????????? ????????????»

Ingat, tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita, kecuali pihak
ketiganya adalah syaitan. (HR al-Baihaqi).

Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya.
Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ?????????[

Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan
keji dan seburuk-buruknya jalan. (QS al-Isra’ [17]: 32).

2. Solusi Kuratif Islam:

Pada saat sekarang, sudah banyak orang yang terkena penyakit HIV/AIDS.
Rasulullah saw. mencontohkan bahwa orang yang mengidap penyakit menular tidak
boleh dibiarkan dapat menulari orang lain. Begitu juga masyarakat, mereka tidak
boleh masuk ke daerah yang sedang terkena wabah penyakit. Rasulullah saw.
bersabda:

«????? ?????? ???????? ???????? ????? ????? ???????? ??????? ??????? ????????
??????? ???????? ????? ???????????»

Jika engkau ada di suatu daerah, lalu daerah itu dilanda wabah penyakit, maka
janganlah engkau keluar darinya. Jika sampai kabar kepadamu bahwa di suatu
daerah sedang dilanda wabah penyakit, maka janganlah engkau memasukinya. (HR
Muslim).

Artinya, ada dua kemungkinan: (1) tegakkan hukum perzinaan dan liwâth. Mereka
yang sudah pernah menikah dikenai rajam, sementara yang belum pernah menikah
dicambuk 100 kali. Demikian pula hukum syariah terhadap pelaku liwâth. Hal ini
diberlakukan baik ia terkena HIV/AIDS ataupun tidak. (2) Orang yang terkena
HIV/AIDS bukan karena perzinaan/liwâth, bukan pula karena penyalahgunaan
narkoba, tetapi karena memang tertular, perlu dikarantina dan direhabilitasi
sedemikian rupa sehingga media dan aktivitas yang menjadi penularan HIV/AIDS
jauh dari masyarakat. Caranya: bisa diobati di tempat khusus dan jauh dari
publik (dikarantina); bisa juga orang dengan HIV (ODHIV) bergaul secara bebas
di tengah-tengah masyarakat tanpa ada diskriminasi apapun, tetapi hal-hal yang
dapat menyebabkan penularan tidak boleh dibiarkan.

Lalu terkait dengan pasangan suami-istri, jika salah satunya terkena HIV/AIDS,
sementara pasangannya khawatir tertular, cerai bisa saja dilakukan. Alasannya,
karena kekhawatiran akan penyakit menular seperti HIV/AIDS sudah termasuk uzur
syar‘i. Jika aturan-aturan tersebut dilakukan, maka penularan HIV/ADS insya
Allah akan dapat diselesaikan. Bukan hanya itu, negara wajib menyediakan
layanan kesehatan, khususnya untuk penderita AIDS ini dengan gratis.

Pendek kata, inilah solusi Islam yang benar-benar menyelesaikan masalah hingga
ke akarnya dengan tuntas, maka belum tibakah saatnya kita untuk segera
bertaubat dan kembali kepada hukum Allah SWT.

commenter
Desi Yuliana Aqni Said,
January 7th, 2010 @2:17 pm  

Desi yuliana aqni
PBI 1 A
1. Gejala umum orang terkena HIV
-Pemborosan kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha
-Gatal-gatal
-Herpes kulit
-Kelainan pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin, dll
2. Kendala dalam pemberantasan HIV
-Di butuhkannya cakupan vaksinasi yang tinggi (80%)
-Di butuhkannya biaya yang cukup mahal
-Mahalbya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi yang menyebabkan isu diskriminasi
3. Karena kondomisasi menurut masyarakat sangat aman untuk melakukan seks,padahal menggunakan kondom belun tentu aman. Dangan adanya kondomisasi ini menimbulkan masyarakat melakukan seks secara bebas.
4. Solusi untuk mengatasi HIV menurut saya,jangan sampai melakukan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan. Karena hal ini yang menyebabkan penularan HIV. Menurut pandangan Islam,hal ini sama saja dengan melakukan zina,karena seks bebas itu merupakan dosa terbesar

commenter
Heri Febriani-PBI-B Said,
January 7th, 2010 @2:21 pm  

sudah masuk belum jawaban saya pak..?

commenter
dewi furwantina Said,
January 7th, 2010 @2:24 pm  

1.~ daya tahan tubuh lemah
~ mudah terserang penyakit
~ tidak mempunyai semangat hidup
~ mudah putus asa
2.~maraknya sexs bebas yaitu tempat malam yang masih sering dibuka.
~jarum suntik dipakai bergantian yaitu penggunaan obat-obatan terlarang yang menggunakan jarum suntik
~faktor keturunan,yaitu yg di tularkan oleh ayah atau ibu pada anaknya.
3. karena masyarakat belum mengetahui & memahami sepenuhnya tentang kondomisasi. yang mana kondom hanya membatasi penyebaran virus HIV sedangkan virus HIV lebih kecil dari pori-pori kondom.
4. menurut saya dengan menghindari hubungan sexs bebas penggunaan jarum suntik yg bergantian yg memungkinkan virus HIV tersebar & islam pun melarang itu semua.

commenter
January 7th, 2010 @3:02 pm  

1. Gejala umum orang yang teinfeksi HIV - AIDS
1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam sebulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
4. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
2. kendala dalam pemberantasan HIV - AIDS
1. biaya yang mahal untuk penyediaan obat HIV - AIDS ini.
2. Biaya pemantauan laboratorium yang juga mahal hampir mencapai US$ 25.000/tahun
3. Keputusan penderita HIV - AIDS untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu 1,5 - 3 tahun.
Dengan mahalnya biaya pengobatan penyakit ini maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu mengobati dengan menggunakan triple drugs ini.jika masalah biaya ini tidak dapat diatasi maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV - AIDS secara bermakna.

3. menurut saya HIV - AIDS juga dapat dicegah dengan cara kondomisasi asalkan digunakan dengan benar selain itu juga dengan kondomisasi tidak memerlukan biaya yang besar.

4. solusi yang saya berikan adalah ;
1. stop seks bebas karna itu juga dilarang keras oleh agama islam yang sering disebut dengan Zina.
2. stop menggunakan Narkoba dalam artian penyalah gunaannya karena selain merugikan kesehatan juga hanya menambah dosa jika dipikir secara logika hanya merugikan diri sendiri

commenter
wijayanti prasanty Said,
January 7th, 2010 @3:17 pm  

Nama : Wijayanti prasanty
Jurusan : PBI 1D
Mata Kuliah : Imu Alamiah Dasar

TUGAS MATERI GLOBAL WARNING

1. A. Yang dimaksud Efek Gas Rumah Kaca
Adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas.Rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan dibeberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, dibelahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
B. Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global
Karena Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi
Panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh
Permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehngga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (600F/160C) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -180C. Sayangnya, karena ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.
2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan
Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara langsung atau tidak langsung pada manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemanasan global memang tidak bisa dicegah, tapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.

3 Jelaskan kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? Berilahlah solusi apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!

1. Memperbanyak tanaman untuk menyerap gas rumah kaca yang berlebih
1. Menjaga dan mengelola hutan sesuai syariah
2. Menjaga keseimbangan antara tingkat polusi dan RTH (Ruang
Terbuka Hijau) di setiap wilayah
3. Mewajibkan rakyat menjaga lingkungan masing-masing
4. Menghidupkan tanah-tanah mati.
5. Mengambil alih tanah-tanah yang tidak dikelola selama tiga
tahun dan memberikan kepada orang lain untuk mengelolanya.
2. Mengurangi emisi gas karbon dari industri, transportasi dan
eksplorasi sumber daya alam
1. Mengadopsi sains dan tehnologi yang bisa menjaga kelestarian
lingkungan
2. Menciptakan mesin-mesin industri dan transportasi yang ramah
lingkungan, termasuk menyediakan sistem transportasi yang baik
3. Memberi subsidi untuk konversi bahan bakar industri yang
ramah lingkungan
4. Mendorong penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif
yang ramah lingkungan
5. Menetapkan metode yang ramah lingkungan untuk eksplorasi,
misalnya metode carbon sequestration
3. Menyiapkan SDM peduli lingkungan dan undang-undangnya
1. Memberi pendidikan kelestarian lingkungan lewat jalur formal
dan non formal
2. Menyiapkan dan menyebar para qodli hisbah dan polisi
3. Membuat Undang-undang kelestarian lingkungan hidup
4. Melakukan dakwah dan jihad
Dakwah dan jihad merupakan sarana agar Khilafah memimpin dunia dengan Islam, sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam, yang akibatnya keseimbangan alam bisa terjaga secara menyeluruh (global)

TUGAS MATERI HIV/AIDS

1. Empat gejala umum orang yang terkena HIV/AIDS

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV/AIDS, sebutkan 3 dan jelaskan !

1. Tiga hal yang menyebabkan hubungan seksual menjadi faktor resiko tertinggi, yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak. Hal terakhir adalah budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

2. Kendala terbesar dalam pemberantasan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat Samarinda yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual.

3. “Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru,” ucap Kepala Sekretariat KPA Samarinda M Basuki.

3.Apa komentar anda soal kondomisasi untuk HIV/AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerina kondomisasi? Berilah alasan !

Karena masyarakat belum mengetahui sepenuhnya tentang kondomisasi yang mana virus HIV/AIDS akan mungkin tertular walau menggunakan kondom,karena virus HIV/AIDS lebih kecil dari pori-pori kondom. Mereka hanya mengetahui bahwa kondom dapat mencegah virus HIV/AIDS. Sebenarnya kondom juga hanya membatasi penyebarannya.

4.Islam memberikan solusi tuntas atas masalah penyebaran HIV/AIDS. Tidak sekadar mengobati, namun lebih pada usaha pencegahan. Bahwa media utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas, maka pencegahannya harus dengan praktik seks bebas maupun yang menfasilitasinya, seperti :
a. Melarang pergaulan bebas dengan aturan tegas
b. Memberantas tempar-tempat maksiat (klub dan tempat pelacuran)
c. Memberantas produsen, distributor makanan, minuman dan obat-obatan terlarang (haram)
d. Memberikan sanksi bagi pelaku maksiat (pelaku seks bebas, pengguna narkoba) dan pihak-pihak yang mendukung (produsen, penyalur)
e. Menerapkan islam secara kaffah dibidang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan politik

commenter
WIWIEN EKO WIRASWATININGSIEH Said,
January 7th, 2010 @3:18 pm  

Nama : Wiwien Eko WirasWatiNingsieh
Jurusan : PBI 1D
Mata Kuliah : Imu Alamiah Dasar

TUGAS MATERI GLOBAL WARNING

1. A. Yang dimaksud Efek Gas Rumah Kaca
Adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas.Rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan dibeberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, dibelahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
B. Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global
Karena Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi
Panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh
Permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehngga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (600F/160C) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -180C. Sayangnya, karena ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.
2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan
Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara langsung atau tidak langsung pada manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemanasan global memang tidak bisa dicegah, tapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.

3 Jelaskan kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? Berilahlah solusi apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!

1. Memperbanyak tanaman untuk menyerap gas rumah kaca yang berlebih
1. Menjaga dan mengelola hutan sesuai syariah
2. Menjaga keseimbangan antara tingkat polusi dan RTH (Ruang
Terbuka Hijau) di setiap wilayah
3. Mewajibkan rakyat menjaga lingkungan masing-masing
4. Menghidupkan tanah-tanah mati.
5. Mengambil alih tanah-tanah yang tidak dikelola selama tiga
tahun dan memberikan kepada orang lain untuk mengelolanya.
2. Mengurangi emisi gas karbon dari industri, transportasi dan
eksplorasi sumber daya alam
1. Mengadopsi sains dan tehnologi yang bisa menjaga kelestarian
lingkungan
2. Menciptakan mesin-mesin industri dan transportasi yang ramah
lingkungan, termasuk menyediakan sistem transportasi yang baik
3. Memberi subsidi untuk konversi bahan bakar industri yang
ramah lingkungan
4. Mendorong penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif
yang ramah lingkungan
5. Menetapkan metode yang ramah lingkungan untuk eksplorasi,
misalnya metode carbon sequestration
3. Menyiapkan SDM peduli lingkungan dan undang-undangnya
1. Memberi pendidikan kelestarian lingkungan lewat jalur formal
dan non formal
2. Menyiapkan dan menyebar para qodli hisbah dan polisi
3. Membuat Undang-undang kelestarian lingkungan hidup
4. Melakukan dakwah dan jihad
Dakwah dan jihad merupakan sarana agar Khilafah memimpin dunia dengan Islam, sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam, yang akibatnya keseimbangan alam bisa terjaga secara menyeluruh (global)

TUGAS MATERI HIV/AIDS

1. Empat gejala umum orang yang terkena HIV/AIDS

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV/AIDS, sebutkan 3 dan jelaskan !

1. Tiga hal yang menyebabkan hubungan seksual menjadi faktor resiko tertinggi, yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak. Hal terakhir adalah budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

2. Kendala terbesar dalam pemberantasan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat Samarinda yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual.

3. “Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru,” ucap Kepala Sekretariat KPA Samarinda M Basuki.

3.Apa komentar anda soal kondomisasi untuk HIV/AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerina kondomisasi? Berilah alasan !

Karena masyarakat belum mengetahui sepenuhnya tentang kondomisasi yang mana virus HIV/AIDS akan mungkin tertular walau menggunakan kondom,karena virus HIV/AIDS lebih kecil dari pori-pori kondom. Mereka hanya mengetahui bahwa kondom dapat mencegah virus HIV/AIDS. Sebenarnya kondom juga hanya membatasi penyebarannya.

4.Islam memberikan solusi tuntas atas masalah penyebaran HIV/AIDS. Tidak sekadar mengobati, namun lebih pada usaha pencegahan. Bahwa media utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas, maka pencegahannya harus dengan praktik seks bebas maupun yang menfasilitasinya, seperti :
a. Melarang pergaulan bebas dengan aturan tegas
b. Memberantas tempar-tempat maksiat (klub dan tempat pelacuran)
c. Memberantas produsen, distributor makanan, minuman dan obat-obatan terlarang (haram)
d. Memberikan sanksi bagi pelaku maksiat (pelaku seks bebas, pengguna narkoba) dan pihak-pihak yang mendukung (produsen, penyalur)
e. Menerapkan islam secara kaffah dibidang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan politik

commenter
abdul rachim PBI IA Said,
January 7th, 2010 @3:24 pm  

abdul rachim
PBI IA

1. Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS
Sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;

• Diare kronis lebih dari 1 bulan;

• Rasa lelah berkepanjangan;

• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. Masalah-masalah psikologis dan kultural seperti rasa malu untuk berbicara terbuka, kebiasaan yang melarang berbicara soal seks, dan hukuman sosial yang dijatuhkan kepada penderita AIDS masih menjadi kendala pendidikan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia.
Padahal, pendidikan pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan sejak dini secara terintegrasi.

3. tidak setuju ,
Karena upaya kondomisasi dinilai gagal dalam menekan HIV-AIDS, justru sebaliknya menyuburkan pergaulan bebas yang senapas dengan meningkatnya angka HIV-AIDS. Apalagi, ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket

4. Untuk menghambat penyebaran HIV/AIDS agar tidak semakin menjalar di negeri ini, haruslah kita mengetahui apa yang menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV diantaranya: Pertama, Perilaku Seks Bebas Sebagai Transmisi Utama HIV/AIDS (Survey CDC, Des 2002 dan KPAN 2003). Di Indonesia virus HIV/AIDS pertama kali masuk dibawa oleh turis yang berada di Bali. Kedua, Penyalahgunaan Narkoba Beresiko Terinfeksi HIV Karena Seks Bebas. Umumnya penderita tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bersama dan aktif melakukan seks bebas akibat “loss control” sehingga resiko tertular virus HIV semakin tinggi. Ketiga, Penularan HIV/AIDS Sebagai Akibat “Efek Spiral” Perilaku Seks Bebas yaitu melalui transfusi darah, ASI, alat-alat kedokteran, hubungan suami isteri yang sudah tertular karena seks bebas. Sehingga tidaklah heran, apabila banyak ditemukan 3000 bayi lahir dengan mengidap HIV positif. Keempat, Mewaspadai Penularan Virus HIV Melalui ODHA. Penularan virus HIV ternyata dapat terjadi apabila ada kontak antara cairan tubuh ODHA (terutama darah, semen, sekresi vagina dan ASI) dengan luka terbuka pada seseorang yang sehat walaupun berupa luka kecil. Sedangkan caira tubuh lain seperti urine, air mata, air ludah, keringat dan feses tergolong penularan HIV berisiko rendah selama tidak terkontaminasi oleh darah ODHA.

commenter
Elya Agustina PBI. 1B Said,
January 7th, 2010 @3:29 pm  

Nama : Elya Agustina
Kelas : PBI-1B
Semester :I

Jawab :
1) a. Diare tak kunjung sembuh
b. Berat Badan turun Drastis
c. Mudah Terinfeksi berbagai kuman penyakit
d. Batuk yang tak kunjung sembuh

2) a. beLum adanya di temukan obat untuk meLawan HIV/AIDS.
b.seks bebas sudah menjadi gaya hidup. karena kurangnya pengetahuan masyarakat, dan pengaruh budaya Luar yg teLah masuk ke indonesia.
c. Narkoba yang sudah sangat meluas, karena kurangnya perhatian dari orang tua, dan pergaulan / Lingkungan yg bebas.
d. degradasi moral dan iman yang sudah mengkhawatirkan. yaitu,, karena kurangnya pendidikan agama yg di berikan kepada si anak. sehingga si anak dengan bebasnya memilih jalan hidup yg gag baek.

3) Menurut Saya, Kondomisasi adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan dan Mencegah terjadinya penularan penyakit seksual. selain itu, aLat kontrasepsi tersebut sangat mudah di dapatkan, dan tidak adanya Larangan dan pengawasan dari pemerintah,, sehingga masyarakat dengan mudah menggunakannya..

4) a. Memberikam pengarahan tentang HIV/AIDs
b. Mendekatkan diri kepada ALLAH.
c. Memberikan dukungan pendididkan kepada
Masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS
pandangan IsLam mengenai HIV/AIDS, yaitu Kehidupan manusia sangat dihargai dalam Islam; itu dianggap sebagai karunia dari Allah. Dalam pandangan Islam, Muslim tidak seharusnya berpikir bahwa hidup mereka dengan mana mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, individu telah dipercayakan dengan hidup oleh Allah. Kita seharusnya menjaga kehidupan dan tidak menyalahgunakannya. Tubuh yang sehat adalah karunia dari Allah, kami adalah wali, dan karena itu kita tidak punya hak untuk penyalahgunaan dan pelecehan itu.

Nabi kita Muhammad, (saw), telah menekankan pentingnya kesehatan di banyak kali. Dia pernah berkata kepada salah seorang temannya, “Wahai ‘Abbas meminta Allah untuk kesehatan di dunia ini dan di akhirat.” (Al-Nasa `i). Dan, “Tidak ada permohonan yang lebih menyenangkan bagi Allah daripada permintaan untuk kesehatan yang baik.” (Tirmidzi). Nabi Dawud (as) berkata, “Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi.” Tubuh kita percaya dari Allah yang harus dikembalikan pada suatu hari dan kita akan bertanya bagaimana tampak setelah mereka. Oleh karena itu kita harus menghindari setiap tindakan yang akan membahayakan fisik kita atau kesehatan rohani.
Islam selalu mendorong diskusi mengenai hal-hal yang akan membantu kita melindungi kesehatan kita dan hidup. Kesopanan dalam Islam tidak berarti bahwa kita tidak boleh membicarakan hal-hal seksual. Muslim laki-laki dan perempuan tidak pernah merasa malu untuk bertanya kepada Nabi (saw) tentang hal-hal seksual intim. Al-Qur’an telah dibahas reproduksi, penciptaan, kehidupan keluarga, menstruasi dan ejakulasi.

Nabi (saw) mengatakan, “Berbahagialah orang perempuan Ansar (penduduk Madinah): rasa malu tidak menghalangi mereka untuk mencari pengetahuan tentang agama mereka.” (HR Bukhari & Muslim). Al-Quran dan hadits (kata-kata dan ucapan yang dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw) telah berulang kali menekankan pentingnya memperoleh pengetahuan: “Apakah sama orang-orang yang mereka lakukan, dan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS 39:9) . Ini adalah melalui pengetahuan yang kita dapat mencapai kedekatan kepada Allah, mengagumi karya kreatif-nya, dan menghargai aturan perilaku Ilahi yang diberikan dalam Kitab Suci dan dipraktekkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Kita tidak perlu merasa malu atau malu ketika mendiskusikan atau membaca tentang HIV / AIDS.

Namun, Islam tidak membutuhkan orang untuk menjadi sederhana dan karena itu tidak begitu banyak pembahasan tentang seks dan hal-hal seksual yang merupakan masalah, tapi bagaimana hal ini dilakukan. Sebagai contoh, dalam pendidikan seks atau AIDS, sejauh mungkin, publikasi yang secara eksplisit mengandung ilustrasi grafis dari organ-organ seksual tidak boleh digunakan.

commenter
RIA SETIYANINGSIH Said,
January 7th, 2010 @3:32 pm  

FROM

NAMA : Ria Setyaningsih
PBIC

Jawaban :

1. Gejala Umumnya , yaitu :
Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Gejalanya , yaitu ;
1. Demam,
2. berkeringat (terutama pada malam hari),
3. Pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta
3. Penurunan berat badan.[8][9] Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

2. Kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS , yaitu ;
1. Pengetahuan masyarakat terhadap AIDS/HIV
Ini merupakan hasil penyuluhan pemerintah dengan bantuan masyarakat itu sendiri. Data menunjukkan bahwa 82% wanita Uganda mengenal AIDS/HIV. Kunci keberhasilan yang kedua adalah pengetahuan masyarakat tentang siapa yang tengah mengidap AIDS/HIV. Diketahuinya seseorang mengidap AIDS bukan berarti orang tersebut akan didiskriminasikan. Namun tidak lebih dari peringatan terhadap orang-orang di sekitarnya. Hal ini tentunya menuntut jiwa membuka diri dari ODHA sendiri, serta jaringan komunitas masyarakat yang akan melindungi ODHA dari diskriminasi lingkungannya.

2) Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah social
Dalam hal ini, pemerintah memegang peranan penting dalam pelaksanaan lokalisasi bagi para pengidap. Pemerintah sebaiknya mencari tempat yang khusus bagi para pengidap untuk agar jauh dari orang-orang yang tidak terjangkit penyakit ini.
3) Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual
Dalam hal ini, pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi wanita PSK untuk menggunakan alat kontrasepsi sehingga tidak menularkan ke pelanggan, salah satu contohnya yaitu AKDR ( alat kontrasepsi dalam rahim ). Tapi semua itu, sangat ditentang oleh para ulama karena sama saja memberikan kebebasan bagi para PSK untuk berbuat maksiat.

3. Komentar saya , yaitu :
Jika sudah jelas penggunaan kondom tetap mengundang bahaya, lalu mengapa orang masih terus mengkampanyekan kondom? Tidak lain karena di balik kampanye kondom ada semacam pesan tersembunyi: “Bolehlah Anda melakukan hubungan seks bebas dengan siapa saja, asal memakai kondom.” Kira-kira begitulah pesan dari kampanye penggunaan kondom.
Akibatnya, kampanye kondom bakal semakin meningkatkan pergaulan seks bebas. Hal ini pernah diungkapkan oleh Mark Schuster dari Rand, sebuah lembaga penelitian nirlaba, dan seorang pediatri di University of California. Berdasarkan penelitian mereka, setelah kampanye kondomisasi, aktivitas seks bebas di kalangan pelajar pria meningkat dari 37% menjadi 50% dan di kalangan pelajar wanita meningkat dari 27% menjadi 32% (USA Today, 14/4/1998).
Itulah sebabnya, masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi, tapi ternyata bukti akan manfaat kondomisasi ini belum terbukti. Tapi, masyarakat tetap lebih diinformasikan untuk tetap menggunakan alat kontrasepsi dalam melakukan hubungan seks.

4. Solusi dari saya , yaitu :
Untuk menghambat penyebaran HIV/AIDS agar tidak semakin menjalar di negeri ini, haruslah kita mengetahui apa yang menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV diantaranya: Pertama, Perilaku Seks Bebas Sebagai Transmisi Utama HIV/AIDS (Survey CDC, Des 2002 dan KPAN 2003). Di Indonesia virus HIV/AIDS pertama kali masuk dibawa oleh turis yang berada di Bali. Kedua, Penyalahgunaan Narkoba Beresiko Terinfeksi HIV Karena Seks Bebas. Umumnya penderita tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bersama dan aktif melakukan seks bebas akibat “loss control” sehingga resiko tertular virus HIV semakin tinggi. Ketiga, Penularan HIV/AIDS Sebagai Akibat “Efek Spiral” Perilaku Seks Bebas yaitu melalui transfusi darah, ASI, alat-alat kedokteran, hubungan suami isteri yang sudah tertular karena seks bebas. Sehingga tidaklah heran, apabila banyak ditemukan 3000 bayi lahir dengan mengidap HIV positif. Keempat, Mewaspadai Penularan Virus HIV Melalui ODHA. Penularan virus HIV ternyata dapat terjadi apabila ada kontak antara cairan tubuh ODHA (terutama darah, semen, sekresi vagina dan ASI) dengan luka terbuka pada seseorang yang sehat walaupun berupa luka kecil. Sedangkan caira tubuh lain seperti urine, air mata, air ludah, keringat dan feses tergolong penularan HIV berisiko rendah selama tidak terkontaminasi oleh darah ODHA.

Solusi Tuntas dari Islam

,Islam telah mensyariatkan hukum tertentu yang bisa mencegah penularan viruf HIV/AID. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun
memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu,
masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:

Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan
terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria
dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya. Dengan tegas Allah
berfirman:

]???? ??????????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ???????????

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya “. (QS an-Nur [24]: 30).

?????? ??????????????? ?????????? ???? ?????????????? ????????????
???????????? ????? ????????? ???????????? ?????? ??? ?????? ???????
?????????????? ????????????? ????? ????????????

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya. “. (QS an-Nur [24]:
31).

Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Rasulullah saw. bersabda:

«??????? ??? ???????? ???? ????????? ????? ?????????? ???? ??????????»

Sesungguhnya (aurat laki-laki) dari bawah pusar sampai kedua lututnya merupakan
auratnya. (HR Ahmad).

Karena itu, Islam wanita diwajibkan mengenakan jilbab dan kerudung (khimar)
dalam kehidupan umum. Untuk bagian atas (kepala, leher, hingga dada), Islam
mewajibkan wanita mengenakan khimar (kerudung). (Lihat: QS an-Nur [24]: 31).
Sedangkan untuk bagian bawah, diwajibkan mengenakan jilbab, yaitu pakaian
longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan wanita dalam kehidupan
sehari-hari di rumah. (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 59).

Dengan tertutupnya aurat pria dan wanita bagi masing-masing lawan jenisnya,
seseorang tidak akan terangsang, yang pada akhirnya menjadi pemicu dorongan
seksual. Jika ketentuan ini berlaku, maka pornografi dan pornoaksi tidak akan
ada di tengah masyarakat.

Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi
dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti
pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong
praktik perzinaan pun berhasil ditutup.

Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat
yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat
(berduaan/pacaran). Rasulullah menyatakan:

«????? ??? ??????????? ?????? ??????????? ??????? ???????????? ????????????»

Ingat, tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita, kecuali pihak
ketiganya adalah syaitan. (HR al-Baihaqi).

Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya.
Allah SWT berfirman:

]????? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ?????????[

Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan
keji dan seburuk-buruknya jalan. (QS al-Isra’ [17]: 32).

Jika zina telah diharamkan, dan semua pintu yang mengarah ke sana telah
ditutup, maka potensi perzinaan sangat kecil sekali.

commenter
nitalati sabela ekapaksi pbi ic Said,
January 7th, 2010 @3:50 pm  

1.1.- nerat badan turun secara drastis, biasnya lelah 10%
dalam waktu 1 bulan
- demam lebih dari 38%disertai keringat tanpa sebab, yg jelas pada malam hari

- diare kronis pada1 bulan
-rasa lelah berkepanjangan
- pembesaran kelenjar getih bening
-herpes kulit
- kelainan pada kulit

2.
- sosialisasi bagi masyarakat sulit karena kurangnya pengetahuan

- HIV aiDS sudah menjamur. karena budaya luar sudah masuk secara bebas
- belum adanya obat untuk memberantas aidS dan juga sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3. saya kurang setuju karena kondom kurang menjamin kita untuk mencegah virus HIV. hiv aids itu bsa menyebar dimana saja. kondom itu hanya ingin pemasaran laris saja

4. mempercepat upaya nyata dalam penanggulangan AiDS dengan memperhatikan semua aspek.

selajnutnya mengupayakan peraturan perundangan dan pengajaran untuk pelaksanaan penanggulangannya.

agama telah di ajarkan bagaimana cara kita bergaul dan bagaimana ki8ta berhubunhgan

commenter
nur elpi pbi c Said,
January 7th, 2010 @3:56 pm  

1.a}Merasa kelelahan yang berkepanjangan
b}Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
c}Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
d}Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan
2. - PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang

- HIV aiDS sudah menyebar kemana-mana
- belum adanya obat untuk menyembuhkan hiv

3. tidak setuju.karena kondom belum tentu bisa mengatasi aids.

4. kurangi pergaulan bebas dan jangan berganti-ganti pasangan. kita sebagai orang islam mempunyai cara untuk bergaul

commenter
Iswanti (PBI 1B) Said,
January 7th, 2010 @4:05 pm  

1. Gejala umum orang yg terkena HIV-AIDS adalah sebagai berikut :

? Sakit Kepala
? Kedinginan
? Batuk
? Demam
2. Kendala – Kendala Pemberantasan HIV – AIDS adalah :
? salah satunya adalah masih seringnya dijumpai perlakuan yang kurang bersahabat, bahkan cenderung mengucilkan terhadap Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA). Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS ini
? Kurangnya Kesadaran Dari diri Sendiri Untuk Tidak Melakukan Hubungan seks Bebas Yang Mengakibatkan HIV-AIDS susah Terkendali Lagi, yg ada hanya Semakin Marak
? adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan

3 .Menurut Saya Mengenai Kondomisasi untuk HIV/AIDS adalah selama hubungan Seksual , hanya kondom pria atau kondom wanita yang dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV dan penyakit Seksual lainnya serta kemungkinan hamil. Bukti terbaik saat ini menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang lazim mengurangi resiko penularan HIV sampai kira-kira 80% dalam jangka panjang , walaupun manfaat ini lebih besar jika kondom digunakan dengan benar dalam setiap kesempatan

4. Menurut Saya Solusi Untuk Mengatasi AIDS Adalah ; Mengurangi hubungan seks bebas yg mengakibatkan HIV-AIDS ..

? Perama: islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya
? Kedua ; Islam Mempunyai Pandangan tersendiri Untuk peraturan Tentang Para laki-Laki dan Perempuan Agar bias terhindar dari Seks Bebas Tsb
? Ketiga ; Hendaknya Kesadaran diri Sendiri Dijujnjung Tinggi karena agar Tidak Merusak dirinya SEndiri , dan Negara Harus Bertindak Keras Untuk Pencegahan HIV-AIDS Karena Ini semua demi Bangsa agar Terciptanya Keadaan Yg Sehat Agar Tidak Semakin Maraknya HIV di Indonesia & dinegara-negara lainya .

commenter
Iswanti (PBI 1B) Said,
January 7th, 2010 @4:10 pm  

1. Gejala umum orang yg terkena HIV-AIDS adalah sebagai berikut :

? Sakit Kepala
? Kedinginan
? Batuk
? Demam
2. Kendala – Kendala Pemberantasan HIV – AIDS adalah :
? salah satunya adalah masih seringnya dijumpai perlakuan yang kurang bersahabat, bahkan cenderung mengucilkan terhadap Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA). Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS ini
? Kurangnya Kesadaran Dari diri Sendiri Untuk Tidak Melakukan Hubungan seks Bebas Yang Mengakibatkan HIV-AIDS susah Terkendali Lagi, yg ada hanya Semakin Marak
? adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan

3 .Menurut Saya Mengenai Kondomisasi untuk HIV/AIDS adalah selama hubungan Seksual , hanya kondom pria atau kondom wanita yang dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV dan penyakit Seksual lainnya serta kemungkinan hamil. Bukti terbaik saat ini menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang lazim mengurangi resiko penularan HIV sampai kira-kira 80% dalam jangka panjang , walaupun manfaat ini lebih besar jika kondom digunakan dengan benar dalam setiap kesempatan

4. Menurut Saya Solusi Untuk Mengatasi AIDS Adalah ; Mengurangi hubungan seks bebas yg mengakibatkan HIV-AIDS ..

? Perama: islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya
? Kedua ; Islam Mempunyai Pandangan tersendiri Untuk peraturan Tentang Para laki-Laki dan Perempuan Agar bias terhindar dari Seks Bebas Tsb
? Ketiga ; Hendaknya Kesadaran diri Sendiri Dijujnjung Tinggi karena agar Tidak Merusak dirinya SEndiri , dan Negara Harus Bertindak Keras Untuk Pencegahan HIV-AIDS Karena Ini semua demi Bangsa agar Terciptanya Keadaan Yg Sehat Agar Tidak Semakin Maraknya HIV di Indonesia & dinegara-negara lainya .

commenter
Mamat Septiansyah PBI.A Said,
January 7th, 2010 @4:17 pm  

Mamat Septiansyah
PBI.B
Semester 1

1. Gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :
a). Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
b). Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
c). Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
d). System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

2.- PENGETAHuan masyarakat tentang H.I.V aids masih kurang
- sosialisasi bagi masyarakat terutama pada pedalaman seperti Papua

- HIV aiDS sudah menjamur
- belum adanya obat untuk memberantas aidS.
-sulitnya untuk mencegah penyebaran HIV AiDS terus berlanjut

3.kondom tidaklah aman sebagai alat proteksi. Pemakaian kondom yang
tidak menjamin aman sebagai alat proteksi tsb, bahkan akan menambah
kuantitas penularan HIV/AIDS. Mengapa? Karena para ABG yang dalam masa
panca-roba itu, yang masih belum mengidap HIV/AIDS, akan mudah mendapatkan
kondom, sehingga berani berseks-ria karena merasa aman, ketularanlah mereka,
maka bertambah lagi pengidap HIV/AIDS. Bangsa ini sudah babak belur dengan
citra negara terkorup no 2. Dan itu semua di alamatkan kepada ummat Islam,
karena ummat Islam yang mayoritas di negara ini. Lalu apa jadinya bangsa ini
jika kemudian menjadi negara seks bebas no 2 juga di dunia? Tidak!
Pertumbuhan populasi peseks bebas harus diredam. Sekurang-kurangnya grafik
pertumbuhan yang menanjak harus dipatahkan dengan filosofi: kejahatan
terjadi karena bertemunya niat dan kesempatan, bertemu ruas dengan buku.
Jadi solusinya ialah: memperbaiki niat dan membuat mekanisme penghalang
kesempatan.

4.Penanganan eksperimental dan saran
Telah terdapat pendapat bahwa hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan epidemik global (pandemik) karena biaya vaksin lebih murah dari biaya pengobatan lainnya, sehingga negara-negara berkembang mampu mengadakannya dan pasien tidak membutuhkan perawatan harian.Namun setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin.
Beragam penelitian untuk meningkatkan perawatan termasuk usaha mengurangi efek samping obat, penyederhanaan kombinasi obat-obatan untuk memudahkan pemakaian, dan penentuan urutan kombinasi pengobatan terbaik untuk menghadapi adanya resistensi obat. Beberapa penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah pencegahan infeksi oportunistik dapat menjadi bermanfaat ketika menangani pasien dengan infeksi HIV atau AIDS. Vaksinasi atas hepatitis A dan B disarankan untuk pasien yang belum terinfeksi virus ini dan dalam berisiko terinfeksi.Pasien yang mengalami penekanan daya tahan tubuh yang besar juga disarankan mendapatkan terapi pencegahan (propilaktik) untuk pneumonia pneumosistis, demikian juga pasien toksoplasmosis dan kriptokokus meningitis yang akan banyak pula mendapatkan manfaat dari terapi propilaktik tersebut.
Menurut Islam, siapa saja yang melakukan seks bebas akan diganjar sanksi hukum segera setelah persyaratan sanksi tersebut terpenuhi. Seperti pelaku perzinahan, mereka akan dirajam untuk yang sudah (pernah) berkeluarga, dan akan dijilid (cambuk) bagi yang masih lajang. Dengan demikian, Daulah Khilafah (negara Islam) akan menertibkan, lebih tepatnya memberangus tanpa ampun segala bentuk pergaulan bebas, perzinahan, dan prostitusi. Kemudian menghukum kaum homoseks dan lesbi. Karena semua itu adalah ‘pintu gerbang’ penyebaran AIDS secara efektif. Bagaimana dengan yang sudah kena AIDS seperti sekarang? Mereka harus dikarantina, jangan sampai deh mereka menularkan ‘benih’ virus HIV yang ada di tubuhnya ke orang lain.

commenter
yulianti Said,
January 7th, 2010 @4:29 pm  

1. - Batuk menetap lebih dari 1 bulan Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
1. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
2. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
3. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Lilis Nirayuhana Said,
January 7th, 2010 @4:33 pm  

Nama : Lilis Nirayuhana, PBI 1 B
Email : nirayuhana@gmail.com
Jawab :
1. Pembekakan kelenjar getah bening, rentan terhadap penyakit, flu yang tidak sembuh-sembuh, dan berat badan yang terus menurun
2. Banyaknya pandangan masyarakat bahwa penyalit ini merupakan kutukan Tuhan bagi umat manusia yang berperilaku menyimpang, kurang perhatian orang tua terhadap anak-anak, sehingga cenderung mencari perhatian di luar rumah sangat besar yang sulit dicegah, adanya budaya kebaratan yang menganggap seks sangat tabu/dibicarakan hingga kurang info tentang bahaya seks bebas.
3. Menurut saya kebijakan itu kurang tepat, karena bukan menjadi solusi tetapi justru menyebar luaskan virus tersebut. Masyarakat seolah digiring menerima kondomisasi yang di sangka akan meminimalisasikan penyebaran virus padahal terbukti menambah jumlah korban terkena virus HIV AIDS.
4. Pemerintah sebaiknya : melakukan kampanye akan bahayanya seks bebas dan narkoba. Negara wajib menghentikan peredaran narkoba, para pelaku yang tertlibat dalam jaringannya harus dihukum berat dan para pelacur/PSK harus diberi sangsi tegas.

commenter
FANY PRABOWO/PBI 1B Said,
January 7th, 2010 @4:43 pm  

Nama : Fany Prabowo
Kelas : PBI 1B

1. 4 (empat) Gejala umum orang yang terkena HIV-AIDS :
a. Rasa lelah berkepanjangan, tak bersemangat, lemah dan rentan terhadap segala macam penyakit.
b. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
c. Demam lebih dari 38 0C, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari.
d. Sakit kepala serta Pembesaran kelenjar getah bening.

2. Kendala-kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS :
a. Kurang nya sosialisasi atau penyampaian terhadap masyarakat tentang penularan dan bahaya penyakit HIV/AIDS.
b. Masih marak nya Pekerja Seks Komersial yang ada.
c. Belum adanya larangan pembelian jarum suntik tanpa surat dan alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensip.

3. Anggapan saya bahwa kondom bukan lah alat untuk mencegah terserang nya HIV/AIDS. Tetapi kondom alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kesimpulannya yaitu Kondom bukan lah suatu alternatif mencegah terserangnya virus HIV/AIDS. Karena pihak produsen kondom ingin memperoleh keuntungan dari penjualan kondom tersebut.

4. Solusi saya yaitu Sering - sering nya di adakan sosialisasi tentang bahaya nya VIRUS HIV/AIDS yang mematikan ini di lapisan masyarakat.

ISLAM punya solusi yaitu dengan cara meningkatkan iman dan taqwa kita terhadap oleh ALLAH SWT, di mana dengan meningkatkan iman dan taqwa kita dapat menjaga diri kita masing-masing dari pergaulan bebas yg berpengaruh besar bisa menularkan penyebaran terjangkitnya virus HIV/AIDS

commenter
sadariah Said,
January 7th, 2010 @5:02 pm  

NAMA:SADARIAH
KELAS:PBI 1D
Jawaban global Warning
1.Efek rumah kaca adalah Peristiwa terperangkapnya panas oleh atmosfir sehingga bumi hangat.Karna pemanasan global atau global warning adalah suatu peristiwa yang di sebabkan meningkatnya efek rumah kaca (green house effect).sebenarnya efek rumah kaca bukanlah suatu hal yang buruk justru dengan adanya efek rumah kaca bumi kita bisa tetap hangat bahkan memungkinkan kita bias survive dan pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang di sebut dengan efek rumah kaca
2.Dampaknya : wabah penyakit,kekeringan,kenaikan permukaan air laut,abrasi dan sebagainya ,pencemaran lingkungan baik dari alam maupun dari kegiatan autroposentis (manusia).Meningkatkan emisi GRK ke atmosfer,akibatnya semakin banyak pantulan sinar matahari yang tertahan di atmosfer sehingga suhu bumi semakin meningkat
3.Adanya penebangan hutan sembarangan

Jawaban HIV/AIDS
1.Berat badan menurun secara mencolok yang di sebabkan terinfeksi berbagai macam kuman sebagai akibat kelelahan, demam ,berkeringat,sering pusing,sakit-sakitan,dan penyakitnya tidak di ketahui
2.kendalanya adalah
• Banyaknya penggunaan jarum suntik yang tidak steril
• Kurangnya menghindari tato
• Maraknya sex bebas
3. Menurut saya istilah kondomisasi bagi masyarakat sama halnya menyuruh masyarakat atau mempopulerkan kepada masyaraka bahwa melakukan hubungan dengan berganti ganti pasangan itu di perbolehkan,karna umumnya para pengguna kondom adalah orang yang suka melakukan sex bebas,dan jarang sekali hubungan suami istri di dalam sebuah kehidupan rumah tangga menggunakan kondom,jadi saya tidak setuju dengan kondomisasi,

kenapa masyarakat digiring kepada kondomisasi .karna para produsen kondom,atau yang melakukan kondomisasi bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan saja,melainkan untuk merusak generasi muda Indonesia dengan memberikan solusi yang tidak benar atau tidak terbukti tapi dengan alasan yang logis bahwa menggunakan kondom dapat mencegah penularan HIV / AIDS,sehingga para generasi muda kita mengagap bahwa sex bebas tidak akan mengakibatkan timbulnya virus HIV/AIDS selama mereka menggunakan kondom. padahal kalau kita memang orang yang baik-baik atau bukan pelaku sex bebas kita tidak perlu takut akan virus ini
4. solusi yang saya tawarkan sama dengan solusi dari ajaran agama islam yaitu
a. Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
b. :Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis
Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut

c. mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam
Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

commenter
muliati Said,
January 7th, 2010 @5:08 pm  

Nama:Muliati
Jurusan:PBIC
1.1.Merasa kelelahan yang berkepanjangan. 2.Demam dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.3.Diare/mencret-mencret ters menerus selama 1 bulan.4.Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa.
2.Kendalanya adalah keterbatasan dalam masalah dana.Dan ada pihak tertentu yang memanfaatkan keuntungan dalam menangani masalah tersebut.
3.Komentar saya adalah hanya menjerumuskan masyarkat.Karena,makin bertambahnya jumlah kondom yang diproduksi,maka semakin banyak pula masyarakat yang akan menggunakannya.
4.Solusi saya adalah menghindari adanya pergaulan bebas dan mempertebal iman.solusi dalam islam yaitu lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt,karena dengan adanya iman kita akan terhindar dari perbuatan yang tercela.

commenter
Rabiatul Adawiyah Said,
January 7th, 2010 @5:15 pm  

Nama : Rabiatul Adawiyah
Jurusan : PBIC

1) 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS
- Merasa kelelahan yang berkepanjangan
- Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
- Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan

2) Kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS
- adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
- belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
- rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3) Kondomisasi hanya mengalihkan masalah, bukan solusi. Karena dengan adanya kondom kegiatan seks bebas akan semakin marak dan mempercepat penularan virus HIV.
4) Menurut saya untuk mengatasi AIDS adalah Dengan mengadakan penyuluhan - penyuluhan tentang Virus HIV AIDS kepada seluruh masyarakat sehingga masyarakat tahu bagaimana penyebaran virus HIV AIDS dan dapat menghindarinya, Sehingga dapat memperkecil tangkat penderita AIDS.

SOLUSI ISLAM MENGATASI AIDS :
1) Memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:

???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????

Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).

Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2).

2) Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.

3) Mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

commenter
Rabiatul Adawiyah Said,
January 7th, 2010 @5:16 pm  

Nama : Rabiatul Adawiyah
Jurusan : PBIC

1) 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS
- Merasa kelelahan yang berkepanjangan
- Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
- Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan

2) Kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS
- adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
- belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
- rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3) Kondomisasi hanya mengalihkan masalah, bukan solusi. Karena dengan adanya kondom kegiatan seks bebas akan semakin marak dan mempercepat penularan virus HIV.
4) Menurut saya untuk mengatasi AIDS adalah Dengan mengadakan penyuluhan - penyuluhan tentang Virus HIV AIDS kepada seluruh masyarakat sehingga masyarakat tahu bagaimana penyebaran virus HIV AIDS dan dapat menghindarinya, Sehingga dapat memperkecil tangkat penderita AIDS.

SOLUSI ISLAM MENGATASI AIDS :
1) Memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:

???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????

Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).

Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2).

2) Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.

3) Mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

commenter
Leni Murdiana Said,
January 7th, 2010 @5:18 pm  

Nama : Leni Murdiana, PBI 1 B
Email : lenimurdiana@gmail.com

Jawab :
1. Terdapat kelainan pada kulit, adanya kelenjar getah bening yang membesar dan demam
2. Penyebaran virus yang terus bertambah, kurang adanya penyediaan layanan untuk virus tersebut, masalah psikologis dan kultural seperti rasa malu untuk berbicara terbuka, kebiasaan yang melarang berbicara soal seks, dan hukuman sosial yang dijatuhkan kepada penderita AIDS
3. Saya kurang setuju dengan kondom, karena kondom bukan solusi yang tepat tetapi menambah perluasan virus HIV AIDS dan dianggap melegalkan atau mengajari seks bebas. Mengapa masyarakat digiring untuk menerima kondom, itu karena tipu daya dai para produsen untuk mencari keuntungan ditengah ributnya HIV AIDS.
4. Solusi dari saya : Program penanggulangan HIV/AIDS bagi buruh migran diperlukan untuk mendukung komunitas buruh migran dan hak-hak mereka, Program rumah singgah akan menjadi hal yang diperlukan untuk mengatasi isu-isu dan sosialisasi informasi mengenai HIV/AIDS
Solusi dari Islam: Stop, tempat-temapt prostitusi yang menyebabkan virus menyebar, memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam, meningkatkan ketaqwaan para remaja dengan mengadakan pengajian di kampung-kampung. “Para remaja tidak hanya mencari ilmu dunia, tapi juga bagaimana lebih meningkatkan ilmu agama, baik di sekolah maupun di kampung-kampung

commenter
Ashar Said,
January 7th, 2010 @5:44 pm  

1.Demam.sakit kepala dan tenggorokan.gampang sakit kekebalan tubuh menurun.
2.a.maraknya peredaran narkoba.
b.seks bebas
c.kurangnya pengetahuan masyarakat tetang aids.
3.menurut saya kondom tidak baik karena membawa orang untuk gampang berzina.
4.Solusi hindari narkoba dan pergaulan bebas.
Menurut hukum islam haram karena peroses penularannya termasuk haram baik itu zina dan narkoba.

commenter
nama: yeni susanti kelas: PBI 1d Said,
January 7th, 2010 @6:19 pm  

1. - Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
1. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
2. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
3. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Masdiana (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @6:22 pm  

Nama :Masdiana
Kelas : PBI-1B
Semester :I

Jawab :
1) Sebenarnya pada Stadium Awal, Orang yang terinfeksi HIV jarang sekali merasakan gejala apa apa. Bila ada maka gejala yang timbul lebih merupakan gejala flu biasa seperti demam, nyeri tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening dan bercak bercak kemerahan pada kulit. Gejala lainnya yakni nyeri otot dan persendian, diare, sakit kepala, mual, muntah, penurunan berat badan dan sariawan.
Saat penderita memasuki stadium khronis baru akan muncul gejala yang lebih khas dan parah seperti sariawan yang banyak, bercak keputihan pada mulut, herpes zoster, ketombe yang parah, dan keputihan yang parah. Gejala lainnya seperti lemah, demam, keringat malam, diare, tidak bisa makan, sesak, pembesaran kelenjar getah bening, penurunan berat badan dan gangguan psikis.

2) a. Kurangnya Pengetahuan mengenai HIV/AIDS. Jadi orang-orang yang melakukan hubungan seksual secara bebas tidak membertimbangkan akibat-akibat yang akan di alaminya nanti dan menganggap remeh hal tersebut.
b. Banyaknya Orang yang Terbawa Hawa Nafsu Sehingga sehingga dapat dengan mudah melakukan seks bebas dan kurang tegasnya pemerintah dalam mengatasi hal tersebut.
c. Kurangnya Pengetahuan Agama tentang Hukum hukum Dalam melakukan perzinahan.

3) Menurut Saya, Penerapan Kondomisasi tidak Membawa pengaruh Positif dan tidak Efesien, Karena Kondom tidak dapat menghalangi virus HIV masuk Ke dalam Tubuh Manusia dan Kondom Hanya berfungsi untuk mencegah sperma masuk kedalam sel telur dan tidak menjamin sesuatu itu tidak akan terjadi. Lagi Pula Penerapan Kondomisasi Hanya mendorong banyaknya terjadi Seks Bebas.

4) Menurut Saya sebaiknya Pemerintah dan Masyarakat itu sendiri Mengadakan :
a. Sosialisasi mengenai bahaya HIV dan cara penularannya.
b. Mengajak para Pemuda Lebih Aktif dalam Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti berkarya seni maupun di bidang lain.
c. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME Agar Mengerti Benar akibat apa yang akan di tanggung baik di dunia maupun di akhirat.

commenter
yuyun imah wati PBI 1D Said,
January 7th, 2010 @7:54 pm  

1.A. Pada awalnya hanya flu & diare biasa,5-6 thn
timbul diare berulang2,
B. Penurunan berat badan secara menda2k,
C. Sering sariawan di mulut,
D. Terjadi pembengkakan di kelenjar getah kuning.
2.1. Adanya stigma & diskriminasidlm keluarga &
ingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS
sehingga pengidap menjadi terkucil,
2. Belum ada tindak lanjut terhadap pengidap
khususnya yang berkaitan dengan mslh sosial &
ekonomi,
3. Rendahnya kesadaran menggunakan alat
kontrasepsi di tempat transaksi seksual.
3. Menurut saya sangat ampuh menghindari virus
HGIV?AIDS saat melakukan hubungan bagi suami-
istri,tdk utk seks bebas & karena masyarakat
mengetahui bahwa kondomisasi terbukti ampuh
mencegah kehamilan & alat kesehatan utk
menghindari penularan berbagai virus.
4. * Solusi saya *
- Jgn berhubungan di luar nikah,
- Jgn memakai jarum suntik narkoba,
- Sebaiknya berhubungan seks dengan pasanngan
yg tetap.
Ya ada yaitu:
- Mengembangkan IPTEK Agama Islam lebih luas,
- Memperdalam Agama Islam.

commenter
ida mustika pbi b Said,
January 7th, 2010 @8:42 pm  

1.a.Merasa kelelahan yang berkepanjangan b.Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.c.Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.d.Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan.
2.a.Makin semaraknya pergaulan bebas sehingga seks bebas semakin meluas.b.Kurang tahunya masyarakat khususnya yang sering melakukan seks bebas akan bahayanya hiv aids.c.Pengaruh pergaulan dari luar yang begitu sangat mempengaruhi seks bebas di negara kita.
3.Saya kurang setuju dengan kondomisasi karena itu bukan cara yang paling efektif untuk mengatasi hiv aids,akan tetapi malah memperburuk keadaan karena menyebabkan pergaulan bebas yang mengarah ke seks bebas.Karena pengaruh dari ketakutan dari masyarakat akan virus hiv aids sehingga mereka menggunakan kondomisasi yang mereka anggap pelindung dari virus akan tetapi malah memperburuk keadaan.
4.Solusi yang bisa saya tawarkan yaitu hindari pengaruh budaya luar yang menjurus ke pergaulan bebas,hindari hubungan seks diluar nikah.Islam punya solusi untuk mengatasi hiv aids misalnya selalu mendekatkan diri kepada Allah sehingga selalu ada benteng pertahanan seseorang untuk tidak melakukan hal tersebut .

commenter
Rusli Lumaby, Kelas PBI 1 D Said,
January 7th, 2010 @9:25 pm  

Nama : Rusli Lumaby
Kelas : PBI 1 D
Semester : 1
Jurusan : PBI
Email : Roezlylumaby@yahoo.co.id

Jawaban

1. Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
Jawab
Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS
Sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/ AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Diare kronis lebih dari 1 bulan
• Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskan?
Jawab

1.kurangnya perhatian orangtua terhadap anak
kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak. Hal terakhir adalah budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

“Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru,”

2. adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS
pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan,” ujar Muran.

Tak hanya melalui hubungan seksual, jumlah pengidap HIV/AIDS terbesar kedua di Kota Tepian disebabkan pengguna narkoba suntik. Data KPA Samarinda menunjukkan sebanyak 32 orang atau 22 persen dari jumlah temuan positif HIV/AIDS disebabkan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

3.Lemahnya iman

Jelas, memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:
???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
Tanpa penerapan aturan hukum-hukum Allah ini, terbukti akibatnya sangat fatal. Pada April lalu Bkkbn online melansir hasil temuan penelitian mengenai seks bebas di kalangan remaja di 5 kota besar Indonesia yang cukup mengejutkan. Pada penelitian tersebut Jawa Barat diwakili kota Tasikmalaya dan Cirebon. Hasilnya, 17% remaja Tasik mengaku sudah melakukan seks pra nikah, dan 6,7 % remaja Cirebon mengaku penganut seks bebas. Sebelumnya, pada Juli-Desember 2006, Annisa Foundation juga pernah melakukan penelitian kepada 412 orang siswa SMP dan SMA di Cianjur. Hasilnya, lebih dari 42,3 persen pelajar perempuan di kota santri itu telah melakukan hubungan seks pra-nikah yang dilakukan atas dasar suka sama suka dan sebagian dilakukan dengan lebih dari satu pasangan. Di Bandung temuan penelitian BKKBN menyebutkan, sekitar 21-30% remaja melakukan seks pra nikah, menyamai DKI Jakarta dan Jogjakarta.
Angka-angka fantastis terkait HIV/AIDS dan seks pra nikah ini tentu akan sebanding dengan angka penyebaran penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS), penyalahgunaan narkoba (khususnya penggunaan melalui jarum suntik yang menjadi jalan penyebaran HIV/AIDS) dan tingginya kasus aborsi. Hingga September 2008, tercatat sekitar 4,56% pelajar Jawa Barat telah terinveksi HIV/AIDS. Adapun aborsi, dari 400 ribu kasus aborsi yang terjadi di Jawa Barat setiap tahun, separuhnya ditengarai dilakukan oleh remaja (Bkkbn.go.id). Untuk kasus penyalahgunaan narkoba, bulan Maret lalu Pikiran Rakyat pernah melansir berita, bahwa remaja korban narkoba di Indonesia ada 1,1 juta orang atau 3,9 % dari total jumlah korban.
Kedua: Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
Ketiga: mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

3. Apa komentar ANda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !
Jawab

Kondomisasi Berhasil Menekan IMS
PROGRAM kondomisasi yang dicanangkan pemerintah telah membuahkan hasil positif. Kendati menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, namun program tersebut terbukti telah menekan angka penyebaran penyakit infeksi menular seksual (IMS) hingga dapat menekan penyebaran HIV AIDS di kalangan pelaku seks bebas.
Berdasarkan data yang dimiliki Yayasan Kita-Kita (Yakiki), sebuah organisasi sosial yang ikut berperan dalam pengembangan program kondomisasi di Kab. Karawang, tercatat lebih dari 6.000 wanita pekerja seks (WPS) telah didampingi dan diawasi dalam pencanangan program tersebut. WPS diminta untuk sadar sehat dan menggunakan kondom setiap melakukan hubungan seks beresiko.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Yakiki telah pula menetapkan 12 titik rawan penularan IMS dan HIV-AIDS di Kab. Karawang dan menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan wajib kondom. Di tiap titik, dibentuk kelompok kerja (Pokja) yang berperan mensosialisasikan program kondomisasi hingga melakukan pendampingan kepada para WPS.
“Dengan 12 pokja itu, kami mengumpulkan data banyaknya WPS serta memberikan arahan pentingnya menggunakan kondom dalam hubungan seks beresiko. Selain itu kami mendata berapa jumlah tamu yang dilayani setiap WPS dalam satu malam,” kata tutur Manajer Program Yakiki, H. Iwan Somantri, Rabu (6/5).
Disebutkan, dari 6.000 WPS, sekitar 90 % sudah sadar pentingnya menggunakan kondom dalam melayani tamunya. Ini membuktikan, program kondomisasi telah diterima oleh para WPS. “Kami berikan pemahaman tentang bahaya IMS dan HIV-AIDS kepada para WPS. Kini mereka sebagian besar sudah mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksinya,” kata dia lagi.
Program kondomisasi, lanjut Iwan, mulai efektif dilakukan sejak tahun 2006 silam. Dari tahun ke tahun, program kondomisasi itu berhasil menekan angka pengidap IMS dikalangan WPS. Indikasinya terlihat dari jumlah kunjungan pasien yang mengidap IMS ke Klinik Kita-Kita di Puskesmas Karawang Kota, mengalami penurunan yang sangat berarti.
“Dalam satu bulan, sebelum program wajib kondom berjalan, jumlah kunjungan pasien mencapai 60 kasus per bulan. Biasanya pasien itu menderita penyakit IMS. Namun, setelah program bergulir, angka kunjungan pasien berkurang menjadi 15 kasus per bulan,” kata Iwan.
Sementara data pada bulan April 2009 kemarin, tercatat, rata-rata dalam satu minggu sebanyak 2.285 kondom digunakan di sebuah lokalisasi yang memiliki populasi WPS sekitar 90 orang. Sedangkan dalam satu bulan bulan, di satu lokalisasi setidaknya menghabiskan sebanyak 7.000 lebih kondom.
Dari hasil penelusuran Yakiki, seorang WPS dalam satu malam rata-rata melayani lima hingga enam tamu. Satu WPS yang melayani rata-rata lima tamu, dalam satu bulan dapat melayani tamu sebanyak 150 tamu. “Jika program wajib kondom tidak dijalankan, dapat dibayangkan, kemungkinan jika setengah dari angka itu tertular penyakit IMS yang merupakan gerbang terinveksinya penyakit HIV-AIDS,” katanya.
Pria beristri
Berdasarkan pantauan, 90 % dari tamu WPS merupakan pria beristeri. Hal ini menimbulkan kerawanan karena pria pelanggan itu berpotensi menularkan penyakit kepada isterinya, bahkan bisa ke janin yang sedang dikandung. “Dengan begitu angka pengidap HIV AIDS juga rawan mengalami lonjakan,” kata Iwan.
Wakil Suverpisor Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Karawang, Yayan Sugih Harya ketika menggelar pelatihan konselor penanggulangan keluhan HIV-AIDS di rumah makan Alam Sari Karawang, Kamis (7/5), membenarkan pernyataan Iwan. Dalam program kondomisasi, Dinas Kesehatan Karawang hanya mendistribusikan kondom.
Sebegitu jauh, Dinkes pun sedang mengumpulkan data tentang mereka yang rentan tertular IMS dengan melakukan penelitian secara random sampling terhadap 300 orang yang dianggap rawan.
Terkait dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), merujuk ke data yang dimiliki Dinkes Karawang pada 2008 lalu, jumlah yang tercatat mencapai 165 orang dengan puluhan di antaranya diketahui sudah meninggal dunia. Yayan sendiri memprediksi, jumlah itu akan mengalami peningkatan di tahun 2009.
“Kami memang sedang mencari jumlah ril tentang ODHA yang ada di Karawang. Semakin cepat angka itu ditemukan, semakin mudah bagi kami untuk menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, ” kata Yayan seraya mengibaratkan data jumlah pengidap bagaikan gunung es yang tidak terlihat bagian dasarnya.
Di bagian lain keterangannya ditambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Yakiki, baru-baru ini ditemukan 15 balita dan 15 ibu rumah tangga terinfeksi HIV AIDS. Ia meyakinkan, program kondomisasi yang telah menunjukkan keberhasilan, diyakini dapat memutus mata rantai penularan IMS.
“Kondom merupakan solusi ketiga yang ditawarkan untuk menekan penyebaran IMS. Solusi pertama dan kedua adalah, tidak melakukan hubungan seks beresiko dan bersikap setia pada partner seks. Jika kedua solusi itu tidak mengena, maka kami menyarankan untuk menggunakan kondom dalam hubungan seks beresiko,” ujarnya.
Sementara, dari beberapa komunitas agama di Kab. Karawang, pro dan kontra seputar program tersebut masih bergulir. Ketua HMI Karawang, Jamal Firdaus berkomentar, program kondomisasi merupakan langkah positif dari pemerintah melindungi masyarakaat dari penyebaran penyakit menular.
“Kalau dari segi agama, praktik prostitusi itu sendiri sudah melanggar aturan agama. Tapi dari segi sosial, upaya pencegahan penyakit menular sah saja dilakukan dengan catatan program kondomisasi bermanfaat bagi kesehatan,” tutur Jamal, Jumat (8/5), di graha KNPI Karawang.
Komentar berbeda diungkapkan Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Karawang, Cepyan LH. Disebutkan, program kondomisasi tidak membuat praktik maksiat menurun dan sebaliknya menjadi meningkat. “Ini kan sama saja melegalkan perzinahan. Sementara hasil pantauan, tempat maksiat seperti prostitusi semakin tumbuh subur di Karawang,” ungkapnya di Pontren Alhidayah Desa Blendung Kec. Klari. (JU-10)***
4. Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan !
Jawab

1. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Seks Bebas
Aktivitas seks bebas tetap akan terjadi di negeri ini, selama negara juga tetap memfasilitasi terjadinya aktivitas seks bebas. Ada kontradiksi dalam hal ini, di satu sisi negara ingin penularan HIV/AIDS tidak terus meningkat tetapi di sisi lain negara malah memberikan izin beroperasinya tempat-tempat yang jelas-jelas menumbuh suburkan aktivitas seks bebas. Hendaknya Pemerintah bertindak dengan tegas, bukannya plin-plan karena ini menyangkut generasi bangsa di masa yan akan datang.
2. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba dan segala jenisnya sangat berbahaya, karena selain dapat menghilangkan akal manusia juga dapat menularkan HIV/AIDS melaui jarum suntik yang tidak streril. Untuk memberantasnya harus dilakukan peningkatan ketakwaan individu dan menghabisi mafia narkoba hingga ke akar-akarnya. Penyalahgunaan narkoba diberikan sanksi 40 kali cambuk dan bagi pengedar dapat dikenai hukuman mati.
3. Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA
Untuk menghambat penularan HIV/AIDS melalui “efek spiral”, maka yang harus dilakukan Pemerintah bagi ODHA yang terbukti terinfeksi karena zina dan sudah menikah akan dirajam. Sedangkan ODHA yang terinfeksi karena aktifitas homoseks haruslah dibunuh untuk menekan jumlah yang tertular akibat “efek spiral”. Langkah ini harus ditempuh oleh negara dengan menindak secara tegas bagi para pelaku. Adanya sanksi yang berat dapat semakin menurunkan jumlah penularan HIV/AIDS. Bagi ODHA yang tidak terkena sanksi yang mematikan dan terinfeksi karena “efek spiral” yaitu dengan membuat karantina bagi ODHA. Karantina ini bukanlah diskriminasi bagi ODHA karena dalam masa karantina semua kebutuhan fisik dan nalurinya wajib dipenuhi oleh negara serta akan dimotivasi untuk sembuh. Selain terapi fisik, ODHA akan diberikan terapi psikoreligi yaitu dengan memotivasi kesembuhan dan meningkatkan ketakwaan. Selama masa karantina ODHA dapat melakukan aktivitas normal sepanjang tidak membahayakan individu sehat lainnya. Transfusi darah juga harus dipastikan darah donor bersih dari infeksi virus HIV dan yang tidak kalah pentingnya negara wajib menyediakan perawatan khusus bagi ODHA dengan resiko penularan terhadap tenaga kesehatan secara maksimal.

commenter
RUSMELLYNA PBI 1D Said,
January 7th, 2010 @9:49 pm  

1. -Gangguan Saluran pernafasan.
-Gangguan Saluran Pencernaan.
-Wasting syndrome dan
-Gangguan System Persyarafan.
2. -“Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
-Kendala kedua dalam pemberantasan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat Samarinda yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. -Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3. kondom itu tidak 100% aman mencengah HIV,ada oknum yang berpendapat bahwa kondom mrpkan alternatif paling jitu dlm mencegah hiv walaupun tidak 100% aman.
4. Solusinya adl sebaiknya tidak melakukan seks bebas,tidak melakukan transflusi darah dan jarum suntik jgn terinfeksi HIV.Menurut islam HIV/AIDS ini tidak lepas dari peringatan Allah SWT karena kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, sesuai yang tercantum dalam Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah kekejian (perzinaan) mencul pada suatu kaum dan mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka…” (HR. Ibnu Majah)

commenter
Mirnawati, PBI 1C Said,
January 7th, 2010 @10:20 pm  

1. 4 gejala umum orang yang terkena HIV-AIDS adalah sebagai berikut :
a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
d. Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. Kendala dalam pemberantasab HIV-AIDS
a. Biaya pengobatan, kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi. Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna..
b. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainya ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang.
c. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap bahaya HIV - AIDS, contohnya saja dikalangan remaja, banyak sekali remaja-remaja masa kini yang tidak peduli terhadap bahaya HIV-AIDS. Walaupun mereka tahu bahwa HIV-AIDS sangat berbahaya tetapi mereka tetap saja melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit HIV-AIDS dalam diri mereka, misalnya seks bebas dan penggunaan narkoba.
3. Karena menurut mereka para oknum yang menggelar Kampanye Penanggulangan HIV-AIDS dengan cara Kondomisasi bahwasanya kondom dapat mencegah terjadinya HIV-AIDS dalam diri seseorang, karena kondom merupakan sarana ‘safe sex’ (seks yang aman) dengan ‘dual protection’ (melindungi dari kehamilan tak diinginkan sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual). Padahal kondomisasi ini bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah menumbuhsuburkan wabah penyakit HIV/AIDS. Karena kondom tidak dapat mencegah masuknya virus HIV-AIDS faktanya adalah ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron,

4. Saya lebih menyarankan bagi setiap orang khususnya para remaja masa kini agar lebih menanamkan kesadaran dalam dirinya akan bahaya HIV-AIDS tersebut. Namun islam juga mempunyai solusi yang sangat meyakinkan adapun solusinya,
Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:
???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Kedua: Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
Ketiga: mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan.

commenter
lestari Said,
January 7th, 2010 @10:27 pm  

1. GEJALA UMUM ORANG YANG TERKENA HIV AIDS
Senarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk Mentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari
Diare kronis lebih dari 1 bulan;
Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
Gejala MInor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
2. KENDALA DALAM PEMBERANTASAN HIV-AIDS
A. Biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium
Yang mencapai US$ 16.000-US$ 25.000/tahun.dengan dolar yang naik turun. Dengan kata lain yang kaya dapat membeli obatnya dan yang miskin akan mati karena tidak dapat membeli obat tersebut.karena dana masih dibantu oleh Negara luar.
B. Ketidak Kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1.5 – 3 tahun,akan menyebabkan resistensi.
C. Susahnya stock obat untuk penderita AIDS
D. adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah. Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.

3. komentar saya tentang kondomisasi untuk penerita HIV AIDS itu baik karena dengan penggunaan alat tersebut dapat mencegah penularan terhadap pasangan yang mengidap penyakit tersebut, walau pakar kedokteran masih meragukan efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS. Alasannya, pori-pori laret lateks yg menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,0003 mm, sedangkan ukuran virus AIDS adalah 0,000001 mm. perbandingan keduanya adalah seperti pintu gerbang yg besar dengan seekor tikus. Logiknya, “tikus” dgn sangat amat mudah bisa mondar-mandir di “pintu gerbang” yg sangat besar tanpa halangan sedikitpun. Memang, konon bahan lateks untuk kondom dibuat lebih baik sehingga pori-poriya bisa lebih kecil dari pada virus AIDS. Namun, dengan adanya tekanan saat dipakai, atau akibat gesekan, kondom tetep saja bisa kebobolan. Apalagi sejak awal kondom memang hanya efektif untuk mencegah masuknya sperma kedalam rahim, dan belum terbukti efektif untuk mencegah berbagai penyakit kelamin, apalagi HIV/AIDS yg sampai saat ini belum diketahui serum untuk mengatasinya.
Dan mengapa mengapa masyarakat seolah dogiring untuk menerima kondomosasi ?
Jawaban saya karena masyarakat sekarang belum memahami betul akan bahaya yang ditimbulkan akibat seks bebas dikalangan masyarakat tertantu,maka oleh sebab itu masyarakat perlu diberatahu secara perlahan akan pentingnya komdomisasi,
4. Solusi untuk mengatasi Aids adalah jangan melakukan hubungan intim dengan seringnya bergantinya pasangan.setialah pada pasangan anda,jNGn menggunakan narkoba yang menggunakan jarum suntik,i
Islam mempunyai solusi untuk masalah AIDS :
Solusi Islam
Jelas, memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:
???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
Tanpa penerapan aturan hukum-hukum Allah ini, terbukti akibatnya sangat fatal. Pada April lalu Bkkbn online melansir hasil temuan penelitian mengenai seks bebas di kalangan remaja di 5 kota besar Indonesia yang cukup mengejutkan. Pada penelitian tersebut Jawa Barat diwakili kota Tasikmalaya dan Cirebon. Hasilnya, 17% remaja Tasik mengaku sudah melakukan seks pra nikah, dan 6,7 % remaja Cirebon mengaku penganut seks bebas. Sebelumnya, pada Juli-Desember 2006, Annisa Foundation juga pernah melakukan penelitian kepada 412 orang siswa SMP dan SMA di Cianjur. Hasilnya, lebih dari 42,3 persen pelajar perempuan di kota santri itu telah melakukan hubungan seks pra-nikah yang dilakukan atas dasar suka sama suka dan sebagian dilakukan dengan lebih dari satu pasangan. Di Bandung temuan penelitian BKKBN menyebutkan, sekitar 21-30% remaja melakukan seks pra nikah, menyamai DKI Jakarta dan Jogjakarta.
Angka-angka fantastis terkait HIV/AIDS dan seks pra nikah ini tentu akan sebanding dengan angka penyebaran penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS), penyalahgunaan narkoba (khususnya penggunaan melalui jarum suntik yang menjadi jalan penyebaran HIV/AIDS) dan tingginya kasus aborsi. Hingga September 2008, tercatat sekitar 4,56% pelajar Jawa Barat telah terinveksi HIV/AIDS. Adapun aborsi, dari 400 ribu kasus aborsi yang terjadi di Jawa Barat setiap tahun, separuhnya ditengarai dilakukan oleh remaja (Bkkbn.go.id). Untuk kasus penyalahgunaan narkoba, bulan Maret lalu Pikiran Rakyat pernah melansir berita, bahwa remaja korban narkoba di Indonesia ada 1,1 juta orang atau 3,9 % dari total jumlah korban.
Kedua: Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
Ketiga: mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

commenter
Mariatul Said,
January 7th, 2010 @10:40 pm  

1. 4 Macam gejala HIV
Gejala yang umum terjadi adalah :
1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

2. Cara mengatasi HIV dan pandangan Islam tentang HIV
• Penularan HIV/Aids melalui hubungan seks bisa dicegah dengan menutup lokalisasi pelacuran yang selama ini menjadi lokasi berisiko tinggi terjadi perpindahan virus HIV. Para pelacur yang biasa beroperasi harus diberi sanksi tegas karena telah melakukan perzinaan yang melanggar tata susila di masyarakat.Dengan kampanye kondomisasi misalnya, masyarakat seolah diajari untuk melakukan seks bebas karena sudah dijamin aman dari HIV/Aids asal memakai kondom.
• Bahwa masalah HIV/AIDS bermula dari keengganan manusia untuk tunduk pada aturan Allah, Sang Pencipta. Kemudian, menghentikan langkah-langkah penanggulangan HIV/AIDS yang bertentangan dengan syariah.
“Misal, kondomisasi 100% yang nyata-nyata tidak melarang dilakukannya perzinahan. Seks bebas merupakan pintu masuk penyakit HIV/AIDS,”.
Untuk itu,Hizbut Tahrir menyerukan untuk kembali dalam ketaatan kepada Allah dalam segala hal dan hidup berdasarkan tatanan syariah.
HTI juga menyerukan untuk menghentikan program pemakaian kondom 100% bagi pria dan wanita penjaja seks, “pelanggan”, waria atau pelaku seks menyimpang lainnya. “Tetapi, menggantinya dengan program menutup seluruh industri seks!”
upaya lain untuk mencegah HIV/AIDS yakni dengan membentuk pandangan bahwa ODHA yang tidak terbukti melakukan tindakan keji menurut syariah–misal ibu yang bukan pelaku seks aktif tetapi tertular dari suaminya atau bayi yang tertular dari ibunya–agar tetap berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama seperti anggota masyarakat yang lain.
“Kecuali, pelayanan yang memungkinkan mereka menularkan HIV kepada orang lain,” kata dia. Hizbut Tahrir,sangat menentang upaya penanggulangan HIV/AIDS yang bertentangan dengan syariah Islam. “Karena nyata-nyata upaya tersebut lahir dari cara pandang sekuler-liberal yang malah akan mengekalkan persoalan tersebut,”

3. Apa yang dimaksud Efek Gas rumah kaca ….
Penyebab

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
[sunting] Akibat

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

4. Sebutkan 3 Kendala Pemberantasan HIV
3 Kendala Pemberantasan HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan

commenter
ARif Sulityo Adi PBI IA Said,
January 7th, 2010 @10:42 pm  

ARif Sulityo Adi
PBI IA

1.Gejala HIV :

- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

2.Masalah-masalah psikologis dan kultural seperti rasa malu untuk berbicara terbuka, dan kebiasaan yang melarang berbicara soal seks, serta hukuman sosial yang dijatuhkan kepada penderita AIDS masih menjadi kendala pendidikan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia.
Padahal, pendidikan pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan sejak dini secara terintegrasi.

3.Tidak Setuju
Karena upaya kondomisasi dinilai gagal dalam menekan HIV-AIDS, justru sebaliknya menyuburkan pergaulan bebas yang senapas dengan meningkatnya angka HIV-AIDS.

4.Disini saya sampaikan tindakan-tindakan untuk mencegah penularan HIV AIDS

• Pahami HIV AIDS dan ajarkan pada orang lain. Memahami HIV AIDS dan bagaimana virus ini ditularkan merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan (insyaallah di posting selanjutnya saya bahas masalah penularan HIV AIDS), sebarkan pengetahuan in ke orang lain seperti keluarga, sahabat dan kerabat.
• Ketahui status HIV AIDS patner seks anda. Berhubungan seks dengan sembarang orang menjadikan pelaku seks bebas ini sangat riskan terinfeksi HIV, oleh karena itu mengetahui status HIV AIDS patner seks sangatlah penting.
• Gunakan jarum suntik yang baru dan steril. Penyebaran paling cepat HIV AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang memiliki status HIV positif, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU ( injection drug user).
• Gunakan Kondom Berkualitas. Selain membuat ejakulasi lebih lambat, penggunaan kondom saat berhubungan seks *ya iyalah, masak pas makan pake kondom?* cukup efektif mencegah penularan HIV AIDS melalui seks.
• Lakukan sirkumsisi / khitan. Banyak penelitian pada tahun 2006 oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki resiko 53 % lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukan sirkumsisi. (insyaallah dibahas pada posting selanjutnya).
• Lakukan tes HIV secara berkala. Jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi, sebaiknya melakukan tes HIV secara teratur, minimal 1 tahun sekali.

Punya Diakui atau tidak, akar masalah berkembangnya penyakit HIV/Aids adalah perilaku yang menyimpang dari ketentuan Allah Swt. Seperti diketahui, sejarah ditemukannya virus mematikan itu bermula dari kaum homoseksual. Padahal dalam Islam, hubungan seks sesama jenis melanggar syariat alias diharamkan. Adapun penularan HIV/Aids yang kebanyakan melalui jarum suntik pecandu narkoba, adalah juga melanggar larangan Allah Swt. Karena itu, upaya preventif penularan HIV/Aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam.
Negara Khilafah wajib memberantas berbagai sarana yang berhubungan dengan penularan penyakit tersebut untuk melindungi seluruh warga negaranya. Terkait dengan penularan HIV/Aids yang kebanyakan terjadi karena pemakaian jarum suntik oleh pecandu narkoba, maka negara wajib menghentikan peredaran narkoba tersebut. Para pelaku yang terlibat dalam jaringan bisnis narkoba harus dihukum berat. Pecandu yang sudah tobat harus diawasi agar tidak kambuh lagi dan yang belum tobat diberi sanksi agar jera melakukan hal yang sama.
Penularan HIV/Aids melalui hubungan seks bisa dicegah dengan menutup lokalisasi pelacuran yang selama ini menjadi lokasi berisiko tinggi terjadi perpindahan virus HIV. Para pelacur yang biasa beroperasi harus diberi sanksi tegas karena telah melakukan perzinaan yang melanggar tata susila di masyarakat. Demikian pula pengguna jasa mereka, harus dikenai sanksi. Mereka pun harus diperiksa apakah sudah terinveksi HIV/Aids. Jika sudah, maka wajib untuk dikarantina.

commenter
Ali Rahmat PBI IA Said,
January 7th, 2010 @11:06 pm  

Ali Rahmat
PBI IA

1.gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah:
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;

• Diare kronis lebih dari 1 bulan;

• Rasa lelah berkepanjangan;

• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2.Masalah-masalah psikologis dan kultural seperti rasa malu untuk berbicara terbuka,
kebiasaan yang melarang berbicara soal seks,
dan hukuman sosial yang dijatuhkan kepada penderita AIDS masih menjadi kendala pendidikan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia.
Padahal, pendidikan pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan sejak dini secara terintegrasi.

3.Tidak setuju karena upaya kondomisasi dinilai gagal dalam menekan HIV-AIDS, justru sebaliknya menyuburkan pergaulan bebas yang senapas dengan meningkatnya angka HIV-AIDS

4.
1. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Seks Bebas
2. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Penyalahgunaan Narkoba
3. Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA

Punnya
Karena Rasulullah saw bersabda, yang artinya: “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menularkan kepada yang sehat” (HR Bukhari). Demikian pula sabda beliau, yang artinya “Apabila kamu mendengar ada wabah di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya dan apabila wabah itu berjangkit sedangkan kamu berada dalam negeri itu , janganlah kamu keluar melarikan diri” (HR. Ahmad, Bukhori, Muslim dan Nasa’i dari Abdurrahman bin ‘Auf).

commenter
NOVA ARIANTI PBI 1 C Said,
January 7th, 2010 @11:30 pm  

1. Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
jawaban
1. berat badan menurun lebidari 10% dalam satu bulan
2. demam berkepanjangan blebi dari satu bulan
3. kerusakan pada kelamin perempuan
4. diare kronis yang berlang sung satu bulan

2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskan
jawaban
1) Terbatasnya tenaga kesehatan di Indonesia ahli kesehatan dalam menagani AIDS sagatlah terbatas bahkan bisa dikatakan sagatlah sedikit sehinga pembarantasan AIDS belum terealisasi dengan baik.
2) Keterbatasan dana adalah salah satu factor pemberantasan AIDS karena tanpa ada dana tidak bisa ter.
3) Belum adanya tindak lanjut dari pengidap penyakit HIV/AIDS dilokasi yang berkaitan dengan masalah social dan ekonomi

3. Apa komentar ANda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !
Jawaban

Kondomisasi tidak akan menyelesaikan akar masalah justru dengan adanya kondomisasi akan memberikan suatu dampak negative, sehingga harapan saya agar pemberantasan terhadap kondomisasi sesegera diperhatikan dan ditangani.

4. Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan !
Jawaban
1) Diadakannya sosialisasi terhadap lingkungan masyarakat
2) Diadakannya penyuluhan terhadap kaum muda
3) Diadakannya dakwa terhadapseluruh lapisan masyarakat.

commenter
@mery Said,
January 7th, 2010 @11:34 pm  

Nama : Mery Chia Elvera
KLS : PBI B

1. Sebutkan 4 gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Gatal-gatal, Herpes kulit, serta Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;
2. Apa saja kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS ? sebutkan 3 dan jelaskan
• Adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS,
Penjelasan : sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
• Kurangnya informasi yang diperoleh.
Penjelasan : sehingga membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
• Kurangnya perhatian orangtua terhadap anak
Penjelasan : sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar.
3. Apa komentar anda soal kondomisasi untuk HIV AIDS, mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi ? Berilah alasan !
Menurut saya kondomisasi belum tentu dapat mengurangi hiv/aids yang berkembang di Indonesia, mengingat kemampuan kondom untuk mencegah penularan virus tersebut ternyata belum terbukti. Mengapa masyarakat seolah digiring untuk menerima kondomisasi karena sampai saat ini belum ditemukan cara lain untuk mencegah hiv/aids, di mana Sex bebas di indonesia sudah sangat marak sehingga untuk mengurangi hal itu masyarakat di ajak untuk menerima kondomisasi.
4. Apa Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi AIDS ? Apakah ISlam punya solusi untuk masalah HIV AIDS ? Jelaskan !
• Perhatian orang tua terhadap anak lebih di optimalkan,
• Adanya imformasi yang menyangkut masalah hiv/aids secara lengkap juga
• Adanya sosialisasi atau penyuluhan tentang bahayanya sex bebas serta dampaknya terhadap diri sendiri.
Islam mempunyai solusi yaitu jangan berbuat zinah atau hubungan seks di luar nikah sah dan melakukannya dengan pasangan berbeda-beda. Kemudian mereka harus dapat perhatian khusus dan jangan sampai dikucilkan, Sebab itu ajaran Islam menganjurkan pengikutnya untuk tidak menikah dengan orang yang suka berzinah.

commenter
Minarti PBI 1C Said,
January 7th, 2010 @11:38 pm  

1. ada 4 umum gejala orang terkena HIV/AIDS;
- demam berkepanjangan lebih dari 1 bln
- diare kronis lebih dari 1 bln
- luka rongga mulut
- menurunnya berat badan selama 1 bln
2.- belum adanya tinadk lanjut dari pemerintah ataupn para medis untuk mentindak lanjuti pengobatan HIV/AIDS
- terbatasnya tenaga kesehatan yang mana tenaga kesehatan diIndonesia belum sepenuhnya ahli dalam menangani bidangnya.
- rendahnya kesadaran akan murkahnya Allah Swt dan tingginya kesadaran atau minat untuk melakukan seks bebas.
3.menurut saya kondomisasi sampai kapanpun tidak akan memecahkan masalah untuk mengakhiri HIV/AIDS, justru dengan kondomisasi akan memperbanyak orang-orang melakukan seks bebas dan akan terdominasi terkena dengan HIV/AIDS. dan apalagi adanya usaha pembangunan atm komdom, menurut saya ini sangat tidak efektif. karena dimata masyrakat kondomisasi merupakan sesuatu alat yang dapat mengurangi penderita HIV/AIDS, selain itu juga menekan laju pertumbuhan serta mengatur atau mencegah kehamilan sehingga dimata masyrakat sangat menerimah kondomisasi.
4. menurut saya seks bebas harus dihentikan karena akan menambah kebal virusyang berada dalam tubuh. ya islam punya solusi, yaitu untuk mendorong agar mendekati diri kepada Allah Swt agar tertanam kesadaran akan datangnya murkahnya Allah Swt sehingga tidak berminat lagi untuk melakukan seks bebas. menutup tempat pelacuran dan tidak memperbolehkan menggunukan narkoba, karena hal itu akan mengundang untuk seks bebas.
[jawaban untuk soal global warming]
1. efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi CO2 dan gas-gas lainnya. mengingat global warming merupakan penaikan suhu dan jika dikaitkan dengan efek rumah kaca maka efek rumah kaca merupakan bagian dari pemanasan global karena konsntrasi CO2 yang menaikan pembakarn bahan bakar minyak, batu bara, bahan organik, yang melampaui kemampuan tumbuhan dan laut untuk menghilangkannya’
2. dampak merugikan dari sisi lingkungan; salah satunya banjir karena penebangan hutan secara liar yamg menyebabkab penyerapan CO2 oleh tumbuhan berkurang. dari sisi kesehatan; berbagai bentruk asap mulai dari asap rokok, revolusi industri yang mana merupakan pembakaran dari bahan fosil dimana akan medampakan polusi bagi kesehatan yaitu akan mengakibatkan radang paru-paru, jantungan, kanker, dll.
3. - kurangnya perhatian dari pemerintah akan langkah-langkah pencegahan pemanasan global.
- seringnya terjadi pembakaran sampah secara besar-besaran.
- sulitnya menghentikan kendaraan yang menggunakan bahan bakar dari fosil.
Solusinya;
perlunya perhatian yang lebih dari pemerintah ataupun masyrakat untuk mencegah pemanasan global, seperti jangan melakukan pembakaran sampah secara besar-besaran karena akan mendampakan polusi, mengambil isi alam secukupnya saja agar penyerapan CO2 tidak terhambat sehingga tidak mengakibatkan bencana alam. dll.

commenter
Riska Hariati PBI-C Said,
January 8th, 2010 @3:28 pm  

1 a.berat badan merosot darastis 10% dalam satu bulan
b.diare kronis berlangsung satu bulan
c.demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
d.gangguan neorologis/penurunan kesadaran
2. upaya preventif penularan HIV/Aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam.Negara Khilafah wajib memberantas berbagai sarana yang berhubungan dengan penularan penyakit tersebut untuk melindungi seluruh warga negaranya. Terkait dengan penularan HIV/Aids yang kebanyakan terjadi karena pemakaian jarum suntik oleh pecandu narkoba, maka negara wajib menghentikan peredaran narkoba tersebut. Para pelaku yang terlibat dalam jaringan bisnis narkoba harus dihukum berat. Pecandu yang sudah tobat harus diawasi agar tidak kambuh lagi dan yang belum tobat diberi sanksi agar jera melakukan hal yang sama..Khalifah juga wajib memotivasi danmenfasilitasi para ahli di bidang biomedik, para dokter, ahli farmasi untuk menemukan obat HIV yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Karena sesungguhnya setiap penyakit pasti ada obatnya. Rasulullah saw bersabda, yang artinya “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat yang tepat diberikan, dengan izin Allah, penyakit itu akan sembuh.”(HR Ahmad dan Hakim).
3.a.Keterbatasan Dana Jadi Kendala Penanggulangan AIDS”Penganggaran bagi program penanggulangan HIV dan AIDS masih sangat tergantung pada bantuan luar negeri. Di satu sisi kita beruntung, tapi di sisi lain kita jadi tergantung pada bantuan yang sewaktu-waktu dapat berhenti Menurut perkiraan, kebutuhan dana untuk penanggulangan HIV dan AIDS sekitar Rp1,5 triliun. tambahan anggaran diperlukan untuk menyediakan fasilitas pemeriksaan, pengobatan dan penyebarluasan informasi AIDS. Kalau anggarannya memadai, pemerintah bisa menyediakan lebih banyak sarana pemeriksaan dan pengobatan. Kegiatan sosialisasi juga bisa diperbanyak dan lebih diintensifkan.
b.Masalah Psikologis Masih Jadi Kendala Pencegahan HIV/AIDS.Masalah-masalah psikologis dan kultural seperti rasa malu untuk berbicara terbuka, kebiasaan yang melarang berbicara soal seks, dan hukuman sosial yang dijatuhkan kepada penderita AIDS masih menjadi kendala pendidikan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia. Padahal, pendidikan pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan sejak dini secara terintegrasi.
c.Tantangan Care, Support & Treatment’ (CST) pada Orang Dengan HIV/AIDS Wanita Pekerja Seks (ODHA WPS) juga jauh lebih berat dibanding tantangan pada ex-IDU atau IDU aktif. ODHA Wanita Pekerja Seks biasanya masih tetap bekerja dan kebanyakan tanpa kondom karena pelanggan yang tidak mau memakai. Pemasaran sosial kondom wanita tidak mudah. Sedangkan pada IDU aktif relatif lebih mudah asalkan ada layanan Needle Exchange Program (NEP), program pertukaran jarum suntik, dari jarum suntik yang lama ke jarum suntik yang baru.
4.kondomisasi menurut pendapat saya bukanlah solusi dalam pennggulangan hiv dan aids,karena kondomisasi malah menjerumuskan masyarakat pada persoalan bahwa sex bebas boleh dilakukan dengan syarat menggunakan kondom untk mencegah aids,apa bila hal ini tidak disampaikan dengan cra dan bahsa yang halus agar tidak muncul kesalah pahaman dalam menaksirkan hal ini,karena masyarakat banyak sekali yang kurang mengerti akan hal ini.selain itu ilmuan jepag dan amerika menyampaikan bahwa kondomisasi sangat berbahaya karena terbukti tidak dapat menanggulangi aids karena pori-pori kondom ternyata lebih besar dari pada virus aids itu sendiri.sehingga kondom tidak dpat menghambat agar virus aids tidak masuk kedalam tubuh manusia.

commenter
Wahyuni (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @3:45 pm  

1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
a. Dermatitis generalisata
b. Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
c. Kandidias orofaringeal
d.Herpes simpleks kronis progresif Limfadenopati generalisata Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
a. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
b. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
c. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Yeni Heriani (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @3:47 pm  

Ciri-ciri berpenyakit Aids :
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
a. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
b. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
c. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Tutut Sundari (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @3:51 pm  

HIV - AIDS
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
a. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
b. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
c. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Supriyadi (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @3:52 pm  

1. - Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo.

2. Tiga kendala pemberantasan HIV AIDS :
a. Yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Karena, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
b. Budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks. Karena Kurangnya informasi yang diperoleh justru membuat anak-anak cenderung mencari informasi dari teman maupun internet. Justru media yang salah inilah yang banyak memberi pengertian kurang baik pada anak. Apalagi anak–anak sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru.
c. Larangan pembelian jarum suntik tanpa surat. alasan yang jelas menyebabkan pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik secara bergantian. karena Hal ini menyebabkan bertambah panjangnya daftar masalah dan solusi yang harus dicari sehingga kebijakan pemerintah untuk pemberantasan HIV/AIDS semakin komprehensif.

3. Saya turut prihatin kepada masyarakat karena mereka masih beranggapan jika menggunakan kondom itu adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus HIV AIDS. Padalah anggapan tersebut adalah anggapan yang salah. karena menggunakan Kondom itu tidak ada penggaruhnya sama sekali dengan pencegahan virus HIV AIDS. Cara pencegahannya ya dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dan berganti pasangan. dan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.

4. Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas dengan berganti pasangan lagiankan juga seks itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, menggunakan jarum suntik narkoba. Dan Jadi manusia itu tidak usah macam-macam lah. TUHAN itu udah jelas betul menyuruh kita untuk berbuat baik tapi kenapa kita masih berbuat yang TUHAN larang. betapa bodohnya kita tidak menuruti perintah TUHAN.
menurut saya solusi islam untuk mencegah Virus berbahaya HIV AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks. itu kan sudah perbuatan ZINAH.

commenter
Nuur Azizah PBI 1C Said,
January 8th, 2010 @4:10 pm  

GLOBAL WARMING

1. -efek gas rumah kaca adalah gas-gas yang dapat memerangkap panas atau gas yang dapat menyerap panas.
-sering dikaitkan dengan pemanasan global karena dalam hal ini bumi kita di analogikan sebagai rumah kaca dah kacanya adalah gas rumah kaca.

2. Dampak merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan adalah karena pemanasan global maka akan terjadi mutasi virus kemudian virus semakin bervariasi dan semakin ganas (virus semakin agresif dalam suhu tinggi, nyamuk semakin berkembang biak pada suhu tinggi) lalu akan banyak muncul penyakit-penyakit baru yang mengakibatkan meningkatnya kematian.

3. Kendala-kendala dalam mengatasi efek pemanasan global adalah kurangnya perhatian tiap individu terhadap lingkungan.

Solusi yang harus dilakukan oleh individu atau semua negara adalah
- mencegah karbondioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbonnya di tempat lain. Cara ini disebut CARBON SEQUESTRATION (menghilangkan karbon).
- mengurangi produksi gas rumah kaca.

Kedua cara tersebut merupakan pendekatan utama untuk memperlambat pemanasan global.

commenter
YUNDA ELVANA PBI 1 D Said,
January 8th, 2010 @9:28 pm  

1.a.pembengkakan kelenjer getah
b.demam,
c.ruam di kulit,
d.berat badan menurun.
2.yang pertama adl kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV
Yang kedua makin maraknya pergaulan bbas dikalangan remaja
Yang ketiga kurangnya prhatian dari orang tua
3. setuju karena itu dapat mengurangi penderita hiv,karena menurut mereka ini adl jln satunya untuk mencegah penyakit hiv.
4.stop pergaulan bebas dan seks bebas….ada solusinya adl dlarangnya wanita atau lelaki yang bukan muhrim untuk bersama.

commenter
M.Erwansyah PBI 1C Said,
January 8th, 2010 @10:07 pm  

1. ada 4 gejala orang terkena penyakit HIV/AIDS:
- diare kronis berlangsung selama lebih dari 1 bln.
- berat badan menurun selama lebih dari 1 bln.
- badan terasa lemas
- luka dibagian rongga mulut.
2.- dana dalam pemberantasan HIV/AIDS belum mencukupi sampai saat ini karena kurangnya upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun yang lainnya.
- belum adanya kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan oleh HIV/AIDS.
- kurangnya kesadaran dan tidak tahunya menyerap budaya mana yang baik dan mana yang buruk, msyrakat indonesia telah terdominasi dengan budaya barat, sehingga pergaulan bebas pun sudah dianggap hal yang biasa saja.
3. menurut saya bahwa kondomisasi yang di anjurkan oleh pemerintah adalah suatu anjuran yang salah dimana pada prosesnya, anjuran untuk menggunakan kondom dalam setiap melakukan hubungan seks bebas itu hanya akan lebih menganjurkan kepada masyrakat untuk melakukan seks bebas. pada kenyataanya menurut penelitian kondom tidak dapat menghalangi masuknya virus ketubuh yang menggunakannya. karena adanya anjuran yang salah dari pemerintah.
4. solusi dari saya yaitu hindari seks bebas, hanya melakukan seks bebas dengan satu pasangan saja[dalam hubungan suami istri]. hindari narkoba dll. iya islam mempunyai solusi yaitu mendorong untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt sehingga adanya kesadaran untuk tidak melakukan hubungan seks bebas.
[jawaban soal global warming]
1. efek rumah kaca yaitu naiknya suhu CO2 yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan kurang terserap olehnya. diketahui sendiri bahwa pemanasan global itu merupakan kenaikan dari suhu bumi, dan efek rumah kaca itu sendiri telah menaikan suhu CO2 sehingga ada kaitanya dengan pemanasan global.
2. dampak merugikan dari lingkungan yaitu bencana alam yang sering terjadi saat-saat ini akibat dari penebangan hutan secara liar, dll. dari sisi kesehatan terkena penyakit kanker karena panas yang berlebihan yang mengandung sinar ultraviolet.
3. - kurang seriusnya negara-negara maju untuk menekan tingkt polusi dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik serta adanya kecenderungan dari negara-negara berkembang untuk melakukan eksploitasi secara berlebihan. solusinya perlu diadakanya reboisasi secara besar-besaran serta pemerintah negara-negara didunia lebih serius untuk mengurangi gas-gas yang menyebabkan polusi selain itu juga perlu adanya kesadaran masyrakat akan adanya bahaya yang ditimbulkan oleh pemenasan global.

commenter
Nisaulhairiah.PBI.C Said,
January 9th, 2010 @12:25 pm  

1. a.Pengidap AIDS akan terlihat lesu, tak bersemangat dan lemah. Rentan terhadap segala macam penyakit.
b. Pada fase berat, penderita AIDS akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar, tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.
c.infeksi saluran pernafasan
d.berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus dan kering.

2. kendalanya ;
-maraknya sex bebas
-pelacuran
-ketidak pedulian masyarakat terhadap akibat ataua bahaya penyakit AIDS-HIV
3. menurut pendapat saya bahwa kondomisasi itu lebih baiknya tidak di peredar luaskan di kalangan masyarakat luas karena hal ini dapat merusak akhlak bahkan memicu sex bebas di kalangan masyarakat.

4.solusi dari saya
-jauhi maksiat
-jangan pernah mengunakan obat-obat terlarang.

commenter
silvana PBI D Said,
January 9th, 2010 @12:58 pm  

1. *
Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;

*
Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
*

*
Diare kronis lebih dari 1 bulan;

*
Rasa lelah berkepanjangan;
*

*
Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;

*
Gatal-gatal;

*
Herpes kulit; serta

*
Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2.*.sumber daya manusia
pemikiran yang kurang pengetahuan tentang bahayanya VIRUS HIV - AIDS
*faktor ekonomi
kurangnya lapangan pekerjaan bagian sebagian wanita yang mengharuskan mereka untuk melakukan mangharuskan mereka untuk menjadi seorang PSK
*.pergaulan bebas
kurangnya pengawasan dari orang tua,sehingga anak tersebut dengan leluasa melakukan perzinahan & memakai narkoba secara bergantian.

4.Sebaiknya setiap individu menghindari pemakaian narkoba dengan cara alat suntik yang bergantian, & dan menghindari hubungan sex dengan berganti ganti pasangan,dan islam pun memiliki solusinya seperti larangan melakukan hubungan sex di luar nikah..karena berhubungan atau berzinah sangat di haram kan dalam. agama islam.

3.menurut saya kondomisasi itu merupakan kampanye yang sudah cukup tepat,..hanya saja sebagian masyarakat masih salah dalam menanggapi kampanye kondomisasi ini,sehingga mereka berpendapat bahwa kampanye ini di anjurkan memakai kondom setiap verhubungan agar terhindar dari HIV padahal kampanye menjelaskan pemakaian kondom hanya untuk pasangan kita bukan untuk alasan berganti ganti pasangan.

commenter
boysandi.PBI.A Said,
January 9th, 2010 @1:21 pm  

1.a Pengidap AIDS akan terlihat lesu, tak bersemangat dan lemah. Rentan terhadap segala macam penyakit.
b. Pada fase berat, penderita AIDS akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar, tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.
c.berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus dan kering.
d.lepuh kulit

2.a.kurangnya tanggapan yang serius dari masyarakat
b.maraknya pergaulan bebas di kalangan para remaja.
c.banyaknya penjualan kondomisasi yang memicu hal tersebut.

3.tanggapan dari saya baik-baik saja tapi di samping itu hal ini memiliki sisi negatifnya,yaitu memicu seseorang melakukan seks bebas.

4.- jauhi kemaksiatan
-perbanyak ibadah
-pertebal keimanan
-jangan hamput
-jangan beklalu

commenter
NUR WAHID HAPPY NACTH PBI 1c Said,
January 9th, 2010 @1:25 pm  

1. GEJALA-GEJALA HIV AIDS
a. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.

b. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.

c. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.

d. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

e. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.

2. KENDALA DALAM PEMBERANTASAN HIV AIDS
a. kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar.
b. lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak
c. adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.

3. Menurut saya kondomisasi untuk AIDS adlah:
bahwa alt kontrasepsi tersebut (kondom) itu sangat berguna sekali untuk keslamatan diri kita sendiri, oleh karen itu apabila kita tidak mau terkena AIDS maka kita harus menggunakan alat tersebut.
masyarakat digring untuk menerima kondomisasi karena untuk keselamatan diri kita semua, dan masyarakat juga harus tahu dampak atau manfaat dari alat tersebut, untuk kelangsungan nidup semua manusia.

4. Penanggulangan HIV/AIDS kondomisasi, Subsitusi Metadon, Pembagian Jarum Suntik Steril dan Hidup sehat bersama ODHA.
Solusi Islam untuk masalah HIV AIDS antara lain:

# Pertama adalah indikasi kurang tepatnya program penanggulangan yang diberikan pemerintah (kondomisasi, substitusi metadon dan pemberian jarum suntuk steril) mengingat tiap tahunnya kasus terus meningkat.
# Kedua, upaya pemberantasan free seks dan penggunaan narkoba sebagai penyebab utama HIV/AIDS.
# Ketiga dibutuhkan kerjasama berbagai elemen masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk melindungi keluarganya dari ancaman free seks dan bahaya narkoba,dan juga kembali kepada tatanan sistem Islam yang berasal dari Tuhan Pencipta Manusia dan Alam Raya ini. Sistem inilah yang akan diterapkan oleh Khilafah untuk menyelamatkan generasi dari ancaman kerusakkan.

commenter
Nuur Azizah PBI C Said,
January 9th, 2010 @2:16 pm  

1. - Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis kemudian terjadi demensia/ HIV ensefalopati.

2. - kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar.
- lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
- budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

3.sebenarnya kondomisasi telah gagal mengurangi HIV/AIDS, kondomisasi itu merupakan pintu masuk seks bebas, Upaya itu tidaklah mampu melawan penyebaran HIV/AIDS, bahkan justru dapat mempertahankan keberadaan penyebaran virus ini tetap ada di.sekeliling masyarakat kita.

4. Jangan melakukan seks bebas,
solusi menurut islam adalah mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

commenter
NURHAYANIPBIC Said,
January 9th, 2010 @2:34 pm  

1.Gejala infeksi HIV ,

penyakit ringan sehari-hari seperti flu dan diare sehingga penderita
tampak sehat. Kadang-kadang dalam enam minggu pertama setelah kontak
penularan timbul gejala tidak khas berupa demam, rasa letih, sakit
sendi, skait menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah
telinga, ketiak dan selangkangan. Gejala ini biasanya sembuh sendiri dan
sampai 4-5 tahun mungkin tidak muncul gejala. Pada tahun ke-5 atau ke-6,
tergantung masing-masing penderita, mulai timbul diare berulang,
penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan
pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Kemudian tahap lebih
lanjut akan terjadi penurunan berat badan secara cepat (> 10 persen),
diare terus-menerus lebih dari satu bulan disertai panas badan yang
hilang timbul atau terus menerus.
Dalam masa sekitar tiga bulan setelah tertular, tubuh penderita belum
membentuk antibodi secara sempurna, sehingga tes darah tidak
memperlihatkan orang itu telah tertular HIV. Masa tiga bulan itu sering
disebut dengan masa jendela. Jika tes darah sudah menunjukkan adanya
anti bodi HIV dalam darah, artinya positif HIV, penderita memasuki masa
tanpa gejala (5-7 tahun). Tapi, pada masa ini tidak timbul gejala yang
menunjukkan orang itu menderita AIDS, atau dia tetap tampak sehat.
Hingga kemudian, penderita memasuki masa dengan gejala yang sering
disebut masa sebagai penderita AIDS. Gejala AIDS sudah timbul dan
biasanya penderita dapat bertahan enam bulan sampai dua tahun dan
kemudian meninggal.

commenter
RIZKA NOVIANTI PBI C Said,
January 9th, 2010 @2:39 pm  

1.- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal

2.Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak ,faktor lingkungan pergaulan bebas yang kurang baik,pengaruh budaya barat sehingga keluarga tidak bisa lagi mengontrol perlakuan anak tersebut

3.Kondomisasi bukanlah solusi yang terbaik bahkan kondomisasi telah terbukti gagal.masyarakat mengikuti tersebut karna tidak tahu bahwa kondom terbuat dari bahan dasar latex atau karet,.kondomisasi juga merupakan pintu masuk perilaku seks bebas di kalanganmasyarakat,

4.solusi menurut saya adalah hindari pergaulan bebas,bergaulah dengan pergaulan yang baik,
menurut agama islam adalah Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:

???? ?????????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????? ???????

Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).

Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.

commenter
NURHAYANIPBIC Said,
January 9th, 2010 @3:02 pm  

1.Gejala infeksi HIV
a).penyakit ringan sehari-hari seperti flu dan diare
b)penularan timbul gejala tidak khas berupa demam,rasa letih
c)sakit sendi sakit menelan
d) pembengkakan kelenjar getah bening di bawah
telinga, ketiak dan selangkangan.

2. a).yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar.
b).lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak.
c) budaya ketimuran yang masih menganggap seks sangat tabu untuk dibicarakan, sehingga keluarga dan sekolah kurang memberikan informasi mengenai seks.

3. Karena alasan semakin maraknya terjadi hubungan bebas di masyarakat,maka dari itu masyarakat di tuntut atau di saran kan untuk mempergunakan kondom saat melakukan hubungan seksual,agar mengurangi kemungkinan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS dari hubungan seksual tersebut

4. Solusinya,hindari pergaulan bebas dan menjauhkan diri dari lingkungan” yang mungkin dapat membawa kita ke arah yang salah yang malah akan menjerumuskan kita pada penyakit tersebut dan dengan cara islam yaitu lebih mendekatkan diri kepada Yang Di Atas dan menjauhi larangannya

commenter
zellmacapriconaPBID Said,
January 9th, 2010 @3:14 pm  

1.Gejala HIV:
a) mulai timbul diare berulang,
b) penurunan berat badan secara mendadak,
c) sering sariawan di mulut
d)pembengkakan di daerah kelenjar getah bening.

2.Kendala terbesar dalam pemberantasan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat yakni:
a)adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
b)Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
c) Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual dan disebabkan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

3. Menurut saya, sebenarnya kondomisasi itu perlu di kenalkan kepada lingkungan masyrakat,agar masyarakat dapat mengetahui apa itu HIV,penyebab,dan dampaknya.Dan agar masyarakat lebih berhati” untuk melakukan hubungan seksual tanpa kondom atau pengaman.namun di samping itu pengenalan kondomisasi pada masyarakat juga mempunyai dampak yang buruk yaitu masyarakat akan lebih berani untuksering melakukan hubungan seksual,karna menurut mereka dengan adanya kondom maka dapat menghindarkan mereka dari kemungkinan terjangkitnya penyakit tersebut.

4.Solusinya yaitu: jauhi pergaulan bebas (hubungan seksual),jangan mengkonsumsi narkoba melalui jarum suntik secara bergatian,selalu berfikir fositif dalam hidup untuk ke depan.Dan dalam islam solusinya yaitu mejalankan perintahnya dan menjauhi larangannya serta lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT

commenter
syamsuddin Said,
January 9th, 2010 @4:29 pm  

Nama ; syamsuddin
Ruang ; PBI 1d

1. Gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;
• Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS;
• yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
• Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
• Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular.

3. Komenyar saya ;
- soal kondomisasi memang hanya untuk memacuh masyarakat untuk melakukan seks bebas, pemikiran mereka,dengan penggunaan kondomisasi dapat mencegah kehamilan.
Padahal mereka tidak tau kalau ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket.

4. Solusi untuk mengatasi AIDS saya kurang tau, tapi unuk mencegahnya kita harus.;
• mendidik anaknya dengan pendidikan agama merupakan hal yang menjadi sangat penting
• menciptakan lingkungan yang harmonis bagi perkembangan generasi muda menjadi faktor yang juga tidak kalah pentinya dalam menunjang perbaikan etika dan moral yang baik pula.
• sebagai aparat yang menciptakan keamanan dan ketertiban juga memainkan andil yang sangat besar,karena tempat-tempat seks bebas adalah tempat penyebaran AIDS yang sangat cepat.

Solusi Islam untuk mengatasi HIV AIDS yaitu Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu, masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:
Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya.
Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong praktik perzinaan pun berhasil ditutup.
Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat (berduaan/pacaran).
Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya
Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan berlangsung di tengah-tengah masyarakat
Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam, sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk 100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras. Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir yang tegas kepada para pelakunya.

commenter
nurtia arumsari Said,
January 9th, 2010 @8:27 pm  

1. gejala-gejala umum pengidap HIV/AIDS:
a)Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b)Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c)Diare kronis lebih dari 1 bulan;
d)Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;

2. kendala dalam pemberantasan HIV/AIDS :
a. Semakin marak dan merajalelanya pengguna narkoba dan penjaja sex (free sex).Hal tersebut bisa terjadi mungkin dikarenakan pergaulan yang salah. Jarum suntik yang digunakan para pecandu narkoba secara bergantian merupakan salah satu faktor tertularnya virus HIV. Selain itu Free Sex atau sex bebas merupakan cara yang sangat efektif menularkan virus HIV tersebut.
b. Iklan dari pemerintah yang salah kaprah. Iklan yang sering didengung-dengungkan bukan menjadi solusi atau pertolongan yang berupa pencegahan malah menjadi lahan segar bagi virus HIV untuk menyebar dengan mudah.
c. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya viris HIV. Bahwa virus HIV bisa menyebar melalaui apa saja. Serta kurangnya pendidikan yang di berikan oleh pemerintah juga menjadi faktor yang penting. di samping itu sikap masyarakat yang mendiskriminasi penderita HIV, yang mengakibatkan penderita menjadi terkucil dan mencari pelampiasan di lingkungan luar.

3. Kondomisasi sama sekali tidak membantu dalam pencegahan penyebaran virus HIV bahkan menjadi jalan yang mulus bagi penyebarannya. Kondom tidak dapat mencegah penularan virus HIV karena, pori-pori kondom tersebut jauh lebih besar di bandingkan virus itu sendiri. Jadi penggunaan kondom itu sama juga bohong donk? pakai atau tidak sama saja.
Masyarakat yang tidak tahu-menahu soal HIV/AIDS hanya menerima begitu saja himbauan dari pemerintah. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat tersebut. Sehingga di sini masyarakat seolah digiring untuk melakukan hal yang jelas-jelas salah. Sebenarnya yang tidak tahu bukan hanya masyarakat saja karena yang mereka tahu hanya bagaimana cara mencegahnya agar tidak menjadi penderita HIV/AIDS, namun pada kenyataanya pemerintah yang sangat dipercaya oleh masyarakat tersebut memberi solusi yang salah untuk masyarakat. Sebenarnya masyarakat juga perlu menyaring semua iklan yang mereka lihat. Tidak hanya menelan bulat-bulat iklan-iklan tersebut yang bukan membantu mereka tetapi malah menjerumuskan.

4. Mungkin solusi yang dapat saya berikan adalah,
- Hindari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kita kedalam sex bebas(free sex) dan narkoba;
- Tentunya jangan “jajan sembarangan”. Jangan hanya tergiur oleh kenikmatan sesaat padahal itu jalan sesat.;
- Hindari pemakaian jarum suntik;
- Perdalam agama. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Jika kita benar-benar percaya akan adanya Tuhan tentu kita tidak akan terjerumus ke hal-hal yang negatif dan menyesatkan.
- Masyarakat ikut serta berperan dalam pencegahan penyebaran virus HIV tersebut.
- Menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab maraknya free sex. Seperti video porno, minuman keras, klub malam dan tempat-tempat prostitusi, dan lain sebagainya.

Solusi masalah AIDS dalam Islam:
Islam tentunya mempunyai aturan yang sudah tertulis dengan tegas baik dalam Al-Quran maupun Al Hadist bahwa zina adalah haram. Karena melanggar larangan Allah tsb maka timbullah permasalahan yang merugikan manusia itu sendiri.
Sebagai umat Islam yang baik tentunya kita perlu memperdalam dan mempelajari lagi ajaran agama kita sendiri sehingga jauh dari hal-hal yang berbau maksiat dan dosa. Islam sendiri tentu mempunya peran serta yang besar dalam solusi pencegahan AIDS, seperti memberikan pengajian-pengajian yang di dalamnya membahas tentang AIDS,apakah itu AIDS?, bagaimana cara pencegahan yang benar? dan sebagainya.
Karena itu siapun yang melanggar aturan-aturan tersebut akan diberikan sanksinya secara tegas dalam Islam. Bagi pezina ghoiru muhshan (yang belum menikah), sangsinya dicambuk 100 kali disamping itu Khalifah boleh (jaiz) menambah sanksi hukuman dengan cara mengasingkannya (taghrib) selama satu tahun. Sementara bagi pezina muhshan (yang sudah menikah) dirajam sampai mati. Sementara bagi pelakuk homoseksual sanksinya adalah dibunuh baik sudah menikah ataupun belum. Untuk pelaku bisnis haram atau menyebarluaskan pornograpi akan dikenakan sanksi ta’zir, yang hukumannya diserahkan kepada peradilan. Demikianlah aturan Islam mengatur kehidupan seksual antara pria dan wanita yang membawa pada masyarakat yang tentram, suci dan terhindar dari berbagai penyakit seksual.
Terima kasih.

commenter
YANI SADRIAH/PBI-1D Said,
January 9th, 2010 @8:31 pm  

Nama : YANI SADRIAH
Kelas : PBI-1D
SOAL PBI, Global Warming Ancaman Serius?

1. Efek gas rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk keatmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, diantaranya CO2, Metana (CH4), Nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada diatmosfer sehingga bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat bagi mahkluk hidup. Mekanisme inilah yang disebut yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata didunia bisa menjadi -180C. Namun karena terlalu banyak gas rumah kaca, akibatnya bumi menjadi semakin panas (global warming).
2. Dampak negatif pemanasan global adalah:
? Pemanasan Global telah mengakibatkan pergeseran musim di Indonesia. Musim kemarau menjadi panjang, mengakibatkan kekeringan dan hilangnya sumber daya air di beberapa wilayah Indonesia.
? Mengakibatkan perubahan musim yaitu merubah siklus alamiah yang berakibat pada singkatnya musim hujan dan turunnya hujan berintensitas tinggi, yang mengakibatkan rusaknya sistem persawahan
? Penyebaran penyakit
? Perubahan iklim akibat pemanasan global juga membuat kegoncangan bagi sektor pertanian, yaitu turunnya hasil produksi beras, rusaknya varietas-varietas tanaman, rusaknya sistem hidrologi, dan terjadinya goncangan-goncangan iklim secara drastis, sebagai contoh terjadinya badai El-Nino tahun 2004.
? Pencairan es kutub
3. Yang menjadi masalah dalam pencegahan pemanasan global, bahkan datang dari negara-nagara maju. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas. Bahan bakar yang saat ini menjadi kebutuhan utama alat transportasi yang dianggap sebagai biang keladi global warming karena pembakarannya yang menghasilkan gas CO2. dan Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyrakat akan efek global warming.
Menurut saya solusi terbaik dalam mencegah dan mengurangi pemanasan global adalah:
? Mulailah menanam pohon dan memeliharanya
? Mulailah penghematan bahan bakar minyak
? Mulailah gaya hidup hemat energi
? Stop perusakan hutan dan pembalakan liar
? Menutup panci ketika memasak
? Gunakanlah BBM atau sumber energi lain secara efisien
? Jangan melakukan pembersihan kebun/pekarangan dengan cara membakar sampahnya
? Jika dapat, gunakanlah produk dengan kemasan isi ulang
? Mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang
? Jika ingin membeli kendaraan atau mesin lain, pilihlah yang penggunaan energinya lebih efisien

SOAL PBI, HIV - AIDS makin miris, tak sekedar masalah medis!
1. Gejala terkena HIV/AIDS:
? Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
? Demam lebih dari 380C, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari
? Diare kronis lebih dari 1 bulan
? Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

2. Kendala pemberantasan HIV
? Karena adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan diluar rumah
? Belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV/AIDS dilokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi
? Rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom yang sebenarnya hanya sia-sia dalam penggunaannya. Karena ukuran pori-porinya yang sangat besar dibanding dengan ukuran virusnya. (lihat jawaban nomor 3)

3. Ukuran pori-pori kondom adalah 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang dan 1/6 mikron dalam keadaan merenggang, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron. Nah… dari data ini bisa dilihat betapa sia-sianya pencegahan virus HIV/AIDS itu dengan kondom. Karena virus tersebut akan dengan mudahnya masuk menembus pori-pori kondom.
Masyarakat yang tidak mempunyai ilmu lebih dan iman yang kuat menganggap kondomisasi memang benar-benar dapat mencegah HIV/AIDS. Dan menurut saya mereka yang menggirng dalam kondomisasi adalah orang-orang yang ingin merusak umat terutama Islam.

4. Solusinya:
? Pemberantasan narkoba secara intensif
? Melarang dan menindak tegas prilaku seks bebas
? Mengkarantina dan memberikan penyuluhan kepada ODHA
? Penanaman moralitas dan iman
? Peningkatan kepedulian oleh orang tua

(?HR. IBNU MAJAH?)
?Tidaklah kekejian (perzinahan) muncul pada suatu kaum dan mereka melakukannya secara terang-terangan kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka?.

Dalam islam satu-satunya solusi bagi kaum muslim dan negeri ini adalah kembali kepada tatanan Islam yang berasal dari Allah, yaitu Al-Qur?an dan Hadist.

commenter
sardini PBI ID Said,
January 9th, 2010 @10:14 pm  

1. a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
B. Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam har.
C. Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
d. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha.
2. a. perlakuan tidak baik terhadap penderita;Salah satunya adalah masih seringnya dijumpai perlakuan yang kurang bersahabat, bahkan cenderung mengucilkan terhadap Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA). Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS in
b.kurangnya duhungan orang tua dan lingkungan yang buruk;yakni kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga kecenderungan mencari perhatian di luar rumah sangat besar. Selain itu, lingkungan pergaulan anak yang kurang mendukung dalam perkembangan psikologis juga sangat berpengaruh terhadap prilaku menyimpang anak-anak
c. faktor ekonomi;misalnya akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV.

3. menurut saya itu boleh saja jikan digunakan untuk mencegah karena Upaya pencegahan tetap lebih baik dan cost-effective dibandingkan dengan upaya pengobatan. Untuk itu perlu dimasyarakatkan upaya pencegahan AIDS bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk untuk kelompok remaja-mahasiswa.

4. -menurur saya solusinya adalah jauhi sex bebas dan jauhi narkoba.
-Solusi Islam;Diakui atau tidak, akar masalah berkembangnya penyakit HIV/Aids adalah perilaku yang menyimpang dari ketentuan Allah Swt. Seperti diketahui, sejarah ditemukannya virus mematikan itu bermula dari kaum homoseksual. Padahal dalam Islam, hubungan seks sesama jenis melanggar syariat alias diharamkan. Adapun penularan HIV/Aids yang kebanyakan melalui jarum suntik pecandu narkoba, adalah juga melanggar larangan Allah Swt. Karena itu, upaya preventif penularan HIV/Aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal yang menyimpang dari syariat Islam.

commenter
siti khadijah PBI 1d Said,
January 9th, 2010 @11:43 pm  

1.@Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
@Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
@Diare kronis lebih dari 1 bulan;
@Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
2.a.kurangnya sumber daya manusia seperti tenaga medis dalam menangani masyarakat yang mengidap HIV/AIDS.
b.keterbatasan sarana dan prasarana perawatan seperti obat-obatan dan laboratorium dan sarana pencegahan penularan seperti kondom dan alat suntik,
c.kurangnya faktor dana untuk pelayanan kesehatan
3.menurut saya penggunaan kondom sudah sangat bisa membantu pencegahan terhadap HIV disamping tentunya lebih baik jika masyarakat tidak membudayakan seks bebas.karena kebanyakan orang cenderung menggunakan kondom apabila ingin melakukan seks bebas.masyarakat seolah digiring menerima kondomisasi karena mereka cukup yakin bahwa program ini dapat mengatasi pencegahan terhadap HIV.
4.seperti pada umumnya solusi yg dapat diberikan demi pencegahan HIV AIDS tentunya antara lain:
-jangan seks bebas
-jangan menggunakan narkoba
-jangan menggunakan jarum suntik bekas atau yg tidak steril.
-tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
islam sangat dapat memberikan solusi untuk penanganan HIV diantaranya islam melarang orang berzinah/seks bebas.islam mengajarkan untuk mencintai kebersihan dan hanya dengan meningkatkan keimanan kita dapat terhindar dri segala kemudharatan dunia…insya Allah…

commenter
syuaibah Said,
January 10th, 2010 @10:07 pm  

1. Gejala umum orang yang terkena HIV - AIDS !
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
• Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
• Diare kronis lebih dari 1 bulan;
• Rasa lelah berkepanjangan;
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
• Gatal-gatal;
• Herpes kulit; serta
• Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.

2. kendala dalam pemberantasan HIV-AIDS;
• yakni, adanya stigma dan diskriminasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar pengidap positif HIV/AIDS, sehingga pengidap menjadi terkucil dan cenderung melampiaskan di luar rumah.
• Disamping itu, belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi.
• Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular.

3. Komenyar saya ;
- soal kondomisasi memang hanya untuk memacuh masyarakat untuk melakukan seks bebas, pemikiran mereka,dengan penggunaan kondomisasi dapat mencegah kehamilan.
Padahal mereka tidak tau kalau ukuran HIV yang sebesar 1/250 mikron dengan mudahnya menembuh pori-pori kondom yang umumnya sebesar 1/60 mikron, semudah memasukkan bola tenis ke dalam kerangkang bola basket.

4. Solusi untuk mengatasi AIDS saya kurang tau, tapi unuk mencegahnya kita harus.;
• mendidik anaknya dengan pendidikan agama merupakan hal yang menjadi sangat penting
• menciptakan lingkungan yang harmonis bagi perkembangan generasi muda menjadi faktor yang juga tidak kalah pentinya dalam menunjang perbaikan etika dan moral yang baik pula.
• sebagai aparat yang menciptakan keamanan dan ketertiban juga memainkan andil yang sangat besar,karena tempat-tempat seks bebas adalah tempat penyebaran AIDS yang sangat cepat.

Solusi Islam untuk mengatasi HIV AIDS yaitu Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kata pepatah, Maka, Islam pun memberikan solusi preventif yang menyeluruh, baik dalam konteks individu, masyarakat maupun negara, antara lain sebagai berikut:
Pertama: Islam telah mewajibkan pria dan wanita untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis masing-masing. Karena itu, Islam juga mengharamkan pria dan wanita melihat aurat masing-masing lawan jenisnya.
Kedua, Islam juga mewajibkan laki-laki dan wanita dewasa untuk menutup aurat.
Ketiga: Islam juga mengharamkan barang dan jasa yang haram, seperti pornografi dan pornoaksi. Dengan diharamkannya barang dan jasa yang haram, seperti pornografi-pornoaksi dan pelacuran, maka salah satu pintu yang mendorong praktik perzinaan pun berhasil ditutup.
Keempat: Islam juga mewajibkan dipisahnya kehidupan pria dan wanita. Pada saat yang sama, Islam mengharamkan pria dan wanita asing berkhalwat (berduaan/pacaran).
Kelima: Islam mengharamkan perzinaan dan segala hal yang terkait dengannya
Keenam: Islam mewajibkan amar makruf nahi mungkar. Selain tugas individu, amar makruf nahi mungkar juga tugas masyarakat. Seluruh kaum Muslim wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar. Mereka tidak boleh membiarkan kemaksiatan berlangsung di tengah-tengah masyarakat
Ketujuh: bagi pelaku zina, Islam memberikan sanksi yang tegas. Ini adalah tugas negara. Para pelaku zina muhshan (yang telah menikah), sanksinya rajam, sementara untuk yang ghair muhshan (belum menikah), sanksinya adalah dicambuk 100 kali. Bukan hanya itu, bagi pelaku homoseksual, dan perbuatan yang mengantarkan pada perzinaan Islam juga memberikan sanksi yang tegas dan keras. Untuk pelaku homoseks, Islam menetapkan sanksi bunuh. Sementara perbuatan yang bisa mengantarkan para praktik perzinaan, maka Islam akan menjatuhkan takzir yang tegas kepada para pelakunya.

commenter
Sieti hardianti PBI D1 Said,
January 17th, 2010 @1:08 pm  

1. Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu fase ini antara 5 - 7 tahun.Tahap selanjutnya , akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat berlebihan pada malam hari.
Fase selanjutnya akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak kunjung sembuh pada fase ini antara 6 bulan sampai 2 tahun.
Tahap terakhir fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang.Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya fase ini selama 3-6 bulan.

PERKEMBANGAN HIV/AIDS DI DUNIA :

Kasus pertama ditemukan di San Fransisco pada seorang gay tahun 1981.

Menurut UNAIDS(Badan PBB untuk penanggulangan AIDS) s/d akhir 1995, jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immuno-deficiency Virus) di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2,4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak. Setiap hari terjadi infeksi baru sebanyak 8500 orang, sekitar 1000 diantaranya bayi dan anak.

Sejumlah 5,8 juta orang telah meninggal akibat AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), 1,3 juta diantaranya adalah bayi dan anak. -AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat, Afrika Sub-sahara dan Thailand. Di Zambia, epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun, di Zimbabwe akan menurun dari 70 tahun menjadi 4o tahun dan di Uganda akan turun dari 59 tahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010.

POLA PENULARAN VIRUS AIDS :

Virus AIDS ditemukan dalam cairan tubuh manusia, dan paling banyak ditemukan pada darah, cairan sperma dan cairan vagina. Pada cairan tubuh lain juga bisa ditemukan (seperti misalnya cairan ASI) tetapi jumlahnya sangat sedikit.

Sejumlah 75-85% penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10% diantaranya melalui hubungan homoseksual), 5-10% akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik), 3-5% melalui transfusi darah yang tercemar.

Infeksi HIV sebagian besar (lebih dari 80%) diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita wanita cenderung meningkat.

Infeksi pada bayi dan anak, 90% terjadi dari ibu yang mengidap HIV. Sekitar 25-35% bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV, melalui infeksi yang terjadi selama dalam kandungan, selama proses persalinan dan melalui pemberian ASI. Dengan pengobatan antiretroviral pada ibu hamil trimester terakhir, risiko penularan dapat dikurangi menjadi hanya 8%.

SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ? :

Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh perilaku seksual berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu yang paling berisiko untuk tertular AIDS adalah siapa saja yang mempunyai perilaku tersebut. Harus diingat bahwa perilaku seperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti misalnya remaja, mahasiswa, eksekutif muda dsb. Jadi yang menjadi masalah disini bukan pada “kelompok” mana tetapi pada “perilaku” yang berganti-ganti pasangan.

PERJALANAN INFEKSI HIV/AIDS :

Pada saat seseorang terkena infeksi virus AIDS maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS. Setelah virus masuk kedalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut sebagai periode jendela. Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang tersebut dinamai HIV positif karena dalam darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini maka keadaan fisik ybs tidak mempunyai kelainan khas ataupun keluhan apapun, dan bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa. Dari segi penularan, maka dalam kondisi ini ybs sudah aktif menularkan virusnya ke orang lain jika dia mengadakan hubungan seks atau menjadi donor darah.

Sejak masuknya virus dalam tubuh manusia maka virus ini akan menggerogoti sel darah putih (yang berperan dalam sistim kekebalan tubuh) dan setelah 5-10 tahun maka kekebalan tubuh akan hancur dan penderita masuk dalam tahap AIDS dimana terjadi berbagai infeksi seperti misalnya infeksi jamur, virus-virus lain, kanker dsb. Penderita akan meninggal dalam waktu 1-2 tahun kemudian karena infeksi tersebut.

Di negara industri, seorang dewasa yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS dalam kurun waktu 12 tahun, sedangkan di negara berkembang kurun waktunya lebih pendek yaitu 7 tahun.

Setelah menjadi AIDS, survival rate di negara industri telah bisa diperpanjang menjadi 3 tahun, sedangkan di negara berkembang masih kurang dari 1 tahun. Survival rate ini berhubungan erat dengan penggunaan obat antiretroviral, pengobatan terhadap infeksi oportunistik dan kwalitas pelayanan yang lebih baik.

Pola infeksi secara global, sekitar 90% kasus HIV/AIDS ada di negara berkembang.
Saat ini penyebarannya adalah :

Afrika Sub-sahara : 14 juta
Asia Selatan-Tenggara : 4,8 juta
Asia Timur-Pasifik : 35.000
Timur Tengah : 200.000
Karibia : 270.000
Amerika Latin : 1,3 juta
Eropa Timur - Asia Tengah : 30.000
Australia : 13.000
Eropa Barat : 470.000
Amerika Utara : 780.000

Dengan globalisasi, pergerakan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, episentrum infeksi HIV/AIDS saat ini bergeser ke Asia.

PENCEGAHAN AIDS :

Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seksual maka penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah.

Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.

PREDIKSI YANG AKAN DATANG :

Tahun 2000, diperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS akan meningkat menjadi 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara.

Di negara industri telah terlihat penurunan jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru/tahun menjadi 40.000 kasus baru/tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara, Australia dan Selandia Baru.

Penurunan kasus baru berkait dengan tingkat pemakaian kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk remaja.

Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekwat untuk penyakit menular seksual (PMS). Di Tanzania, daerah yang pelayanan PMSnya berjalan baik mempunyai insidens HIV yang 40% lebih rendah. Penelitian di Pantai Gading, Afrika memperlihatkan bahwa pengobatan PMS juga mengurangi viral load sehingga mengurangi infectivity.

TAHAPAN PANDEMI AIDS :

Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay). Karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual, maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan.

Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelanggannya.

Pada tahap ketiga, berkembang penularan pada isteri dari pelanggan pelacur.

Pada tahap ke empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV.

KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV :

Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender.

Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi “menampung”, dan alat reproduksi wanita sifatnya “masuk kedalam” dibandingkan pria yang sifatnya “menonjol keluar”. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV.

Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV.

Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, ketrampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelcehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival.

Kasus di Ghana dalam pembangunan Bendung Sungai Volta, menyebabkan ribuan penduduk tergusur dari kampung halamannya. Kaum pria bisa memperoleh kesempatan kerja sebagai buruh dan kemudian menjadi nelayan. Kaum wanita yang hanya terbiasa dengan pekerjaan pertanian akhirnya tersingkir ke kota dan terjerumus pada pekerjaan hiburan dan penyediaan jasa seksual. Akibatnya banyak yang menderita penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan meninggal akibat AIDS.

Di Thailand Utara, akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV.

SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA :

Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang, dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau.

Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilance perangkat kesehatan kita.

Permasalahan HIV/AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya.

Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih banyak ditujukan kepada kelompok-kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum, seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif.

Proyeksi perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005, dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global).

PENGOBATAN DAN VAKSINASI :

Pertemuan Konperensi Internasional AIDS ke XI di Vancouver bulan Juli 1996 yl melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang mampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan.

Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.

Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna.

Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainyaoun ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang.

Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi baru yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin tetap akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin tidak akan mampu.

commenter
yusuf Said,
January 22nd, 2010 @2:39 am  

@ Sri Agustini. COba cek soal dan jawaban. rasanya kok nggak nyambung ya…

commenter
yusuf Said,
January 24th, 2010 @2:18 am  

Sri Agustini. Pls Check ur answer. U should be answer related question. BTW, UR email address ?

commenter
Syamsuddin Said,
January 31st, 2010 @6:07 pm  

nama : Syamsuddin
kelas : PBI.D

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

2.gejalanya adalah kurangnya biaya untuk vaksinasi.belum adanya tindak lanjut terhadap pengidap HIV di lokalisasi, khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi. Kendala terakhir yakni rendahnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi di tempat transaksi seksual. “Hal ini sebenarnya masalah klasik, hanya saja diperlukan iktikad baik pemerintah memberikan solusi pekerjaan bagi PSK yang tertular sehingga tidak menularkan ke pelanggan.
3.Saya sangat tidak setuju dan mengecam tindakan kondomisasi. Hal itu tidak lain membiarkan orang berperilaku seks bebas.oleh karena itulah masyarakat tergiring oleh program kondomisasi.dan pemerintah bermaksud untuk mencegah meluasnya virus HIV-AIDS
4.satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS adaiah dengan membuang demokrasi yang memang memberikan jaminan atas kebebasan berperilaku, termasuk seks bebas.
solusi islam:
1. mewajibkan laki-laki dan wanita untuk menutup aurat. Sungguh Allah memberikan hukum untuk melakukan penjagaan kehormatan pada diri manusia, hingga ia laksana mutiara yang senantiasa terpancar keindahannya.
2. mengharamkan perzinaan dan segala bentuk kemaksiatan yang mengantarkan pada prilaku seks bebas. Allah SWT telah berfirman “Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan” (QS al-isra: 32)
3. Adanya kewajiban amar makruf nahi munkar yang harus ditegakkan di tengah-tengah masyarakat.
4. hendaknya negara sebgai institusi yang mempunyai kekuasaan secara tegas menindak pelaku zina dengan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.

commenter
FAHMI AZHARI Said,
January 31st, 2010 @8:46 pm  

NAMA : FAHMI AZHARI
KELAS : PBI B / SEMESTER 1

JAWABAN NO 1 :
3 gejaja HIV / AIDS ialah :
a.berat badan menurun secara mencolok 10% dalam
janka waktu 1 bulan.
b.hilangnya selerah makan,tubuh terasa lemas dan keringat yang berlebihan.
c.diare kronis lebih dari 1 bulan.

JAWABAN NO 2;

- Kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anaknya
- kurangnya pendidikan pada anak usia dini dari orang tua tentang penyakit HIV / AIDS
- Kurangnya sosialisasi pemerintah dalam mengatasi HIV / AIDS

JAWABAN NO 3 :

Kurang begitu baik untuk di gunakan dalam berhubungan dengan lawan jenis, karena masyarakat tidak mengetahui dari kandomisasi tersebut dan dampaknya.

JAWABAN NO 4 :

solusi saya ialah Sebaiknya masyarakat harus bisa menghindari lingkungan pergaulan bebas terutama bagi anak-anak remajanya dan harus ada pengawasan dari orang tua atau lembaga tertentu yang bersangkutan dengan kasus HIV / AIDS

Islam mempunyai solusi yaitu agar umat manusia khususnya muslim agar dapat memahami perintah dan ajaran agama islam agar umat muslim tidak terjerumus ke jalan yang salah.

saya minta maaf sebuelumnya kepada dosen yang bersangkutan(pa Yusuf arie ) baru bisa mengirim tugas saya tentang HIV / AIDS di karenakan saya sedang ada halangan yang mendesak agar pa yusuf arie dapat memakluminya. wassalam

“sekian dan terima kasih”

Related Post

Please Leave Your Comments Below

Please Note: All comments will be moderated