<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: SOAL PBI, Global Warming Ancaman Serius ?</title>
	<atom:link href="http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius</link>
	<description>Mindset, Essay, Blogging Tips, Bisnis Online, Motivasi</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:25:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yusuf</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1560</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 18:21:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1560</guid>
		<description>Sarinah, masih belum lgkp ya jawabnnya. sy pikir spt nya terpotong. OK sy tunggu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sarinah, masih belum lgkp ya jawabnnya. sy pikir spt nya terpotong. OK sy tunggu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sieti hardianti PBI D1</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1481</link>
		<dc:creator>Sieti hardianti PBI D1</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 04:57:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1481</guid>
		<description>SOAL NO 1: Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca

Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

SOAL NO 2: DAMPAK MERUGIKAN PEMANASAN GLOBAL DARI SEGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.

Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.

Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.

Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.

Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.

Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.

Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.

Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.

Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.

Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.

Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.

Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.

Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.

Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.

Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.

Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.

Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun.

Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.

Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.

Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida .

Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan.

SOAL NO 3: Pemikiran tentang pemanasan global telah ada sejak dulu, tetapi tindakan nyata untuk mengantisipasinya baru dilakukan dalam dekade tcrakhir. Itu pun, sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan. Banyak hambatan menjadi penghalang dalam mengatasi pemanasan global. Bahkan yang menjadi masalah, negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jika ditinjau dari pemanasan global, sistem di bumi dapat dikelompokkan menjadi dua daerah, yaitu daerah produksi panas dan daerah penetral panas. Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih. Daerah produksi panas ini pemasok karbondioksida tertinggi. Sebab aktivitas industri berupa pembakaran bahan bakar fosil. yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi menghasilkan jumlah karbondioksida di atmosfer dalam jumlah banyak. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbondioksida ke atmosfer tiap tahun. Sementara dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40% adalah minyak bumi, 27% batu bara, dan 22% gas bumi, sedangkan listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11% sisanya. Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar satu ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbondioksida. Untuk mendapatkan energi yang sama dari minyak, jumlah karbondioksida yang dilepas akan mencapai dua ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Karena itu, dibutuhkan konsentrasi untuk menekan ancaman global secara menyeluruh. Salah satunya pemberdayaan daerah yang menjadi penetral panas. Di khatulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan hujan tropis, paling tidak bisa menekan efek dari pemanasan global. Ada tiga daerah utama di bumi yang dapat dikatakan sebagai paru-paru dunia karena potensinya untuk mengatur sirkulasi air dan udara, pengatur suhu bumi, penentu iklim, dan me-refresh bumi secara periodik. Ketiga daerah utama paru-paru bumi itu adalah Indonesia, Brazil, dan Afiika Tengah. Indonesia lebih berperan sebagai paru-paru dunia dibandingkan dengan dua negara lainnya. Sebab memiliki kondisi laut yang luas dan dangkal serta sinar matahari berlimpah, sehingga konvensi air lebih aktif. Solusi penanganan pemanasan global tak hanya pada pengkondisian daerah penetral panas agar tetap terjaga, Ada upaya-upaya lain yang harus ditekan penerapannya. Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPPC) menghitung beberapa penghematan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat emisi yang ada saat ini. Emisi karbondioksida misalnya, harus turun 60%, yang berarti bahwa penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, industri, dan listrik pada tingkat global harus dikurangi sampai tingkat setengah. Sebuah skenario, berdasarkan penelitian Dr Mick Kelly, Universitas East Anglia di Inggris, dirancang untuk menetapkan konsentrasi gas rumah kaca tahun 2030 pada kadar sedikit lebih tinggi dari pada kadar saat ini. Hal ini memerlukan perubahan mendasar. Beberapa ciri kuncinya adalah penghapusan produksi chlorofluorocarbon sejak 1995 dan mungkin juga bahan-bahan penggantinya yang mempunyai efek rumah kaca. Menghentikan penggundulan hutan pada 2000, diikuti dengan penanaman kembali hutan-hutan secara intensif. Pengurangan emisi karbondioksida dari bahan bakar fosil sampai 30% dari kadar saat ini pada 2020. Pengurangan dalam peningkatan konsentrasi tahunan metana dan dinitrogen oksida sampai 25% dari nilai saat ini. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakamya hutan secara natural. Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu "Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim". Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya. Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali dan penerapan teknologi ilmiah Lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global. Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi. Sebanyak 155 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menerjemahkan dalam suatu perjanjian yang mengikat. Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990. Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. “SAVE OUR EARTH”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SOAL NO 1: Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.</p>
<p>Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).</p>
<p>Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.</p>
<p>2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca</p>
<p>Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.</p>
<p>SOAL NO 2: DAMPAK MERUGIKAN PEMANASAN GLOBAL DARI SEGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN</p>
<p>Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.</p>
<p>Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.</p>
<p>Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.</p>
<p>Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.</p>
<p>Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.</p>
<p>Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.</p>
<p>Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.</p>
<p>Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.</p>
<p>Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.</p>
<p>Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.</p>
<p>Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.</p>
<p>Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.</p>
<p>Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.</p>
<p>Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.</p>
<p>Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.</p>
<p>Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.</p>
<p>Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun.</p>
<p>Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.</p>
<p>Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.</p>
<p>Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida .</p>
<p>Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan.</p>
<p>SOAL NO 3: Pemikiran tentang pemanasan global telah ada sejak dulu, tetapi tindakan nyata untuk mengantisipasinya baru dilakukan dalam dekade tcrakhir. Itu pun, sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan. Banyak hambatan menjadi penghalang dalam mengatasi pemanasan global. Bahkan yang menjadi masalah, negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jika ditinjau dari pemanasan global, sistem di bumi dapat dikelompokkan menjadi dua daerah, yaitu daerah produksi panas dan daerah penetral panas. Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih. Daerah produksi panas ini pemasok karbondioksida tertinggi. Sebab aktivitas industri berupa pembakaran bahan bakar fosil. yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi menghasilkan jumlah karbondioksida di atmosfer dalam jumlah banyak. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbondioksida ke atmosfer tiap tahun. Sementara dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40% adalah minyak bumi, 27% batu bara, dan 22% gas bumi, sedangkan listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11% sisanya. Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar satu ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbondioksida. Untuk mendapatkan energi yang sama dari minyak, jumlah karbondioksida yang dilepas akan mencapai dua ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Karena itu, dibutuhkan konsentrasi untuk menekan ancaman global secara menyeluruh. Salah satunya pemberdayaan daerah yang menjadi penetral panas. Di khatulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan hujan tropis, paling tidak bisa menekan efek dari pemanasan global. Ada tiga daerah utama di bumi yang dapat dikatakan sebagai paru-paru dunia karena potensinya untuk mengatur sirkulasi air dan udara, pengatur suhu bumi, penentu iklim, dan me-refresh bumi secara periodik. Ketiga daerah utama paru-paru bumi itu adalah Indonesia, Brazil, dan Afiika Tengah. Indonesia lebih berperan sebagai paru-paru dunia dibandingkan dengan dua negara lainnya. Sebab memiliki kondisi laut yang luas dan dangkal serta sinar matahari berlimpah, sehingga konvensi air lebih aktif. Solusi penanganan pemanasan global tak hanya pada pengkondisian daerah penetral panas agar tetap terjaga, Ada upaya-upaya lain yang harus ditekan penerapannya. Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPPC) menghitung beberapa penghematan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat emisi yang ada saat ini. Emisi karbondioksida misalnya, harus turun 60%, yang berarti bahwa penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, industri, dan listrik pada tingkat global harus dikurangi sampai tingkat setengah. Sebuah skenario, berdasarkan penelitian Dr Mick Kelly, Universitas East Anglia di Inggris, dirancang untuk menetapkan konsentrasi gas rumah kaca tahun 2030 pada kadar sedikit lebih tinggi dari pada kadar saat ini. Hal ini memerlukan perubahan mendasar. Beberapa ciri kuncinya adalah penghapusan produksi chlorofluorocarbon sejak 1995 dan mungkin juga bahan-bahan penggantinya yang mempunyai efek rumah kaca. Menghentikan penggundulan hutan pada 2000, diikuti dengan penanaman kembali hutan-hutan secara intensif. Pengurangan emisi karbondioksida dari bahan bakar fosil sampai 30% dari kadar saat ini pada 2020. Pengurangan dalam peningkatan konsentrasi tahunan metana dan dinitrogen oksida sampai 25% dari nilai saat ini. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakamya hutan secara natural. Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu &#8220;Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim&#8221;. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya. Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali dan penerapan teknologi ilmiah Lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global. Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi. Sebanyak 155 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menerjemahkan dalam suatu perjanjian yang mengikat. Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990. Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. “SAVE OUR EARTH”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syuaibah</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1405</link>
		<dc:creator>syuaibah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 14:03:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1405</guid>
		<description>1. Rumah kaca dianalogikan atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
sedangkan hubungan efek rumah kaca dengan global warming adalah :
meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

2. Dampak Global warming:
Bagi Kesehatan:
1. Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menjadi tantangan kita pada abad ini. Dengan perubahan iklim tersebut memaksa kita untuk merubah pola hidup dan berubahnya peradaban manusia yang lebih baik, memperhatikan lingkungan dan hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan hukum alam. Namun akibat perubahan dunia dan aktifitas manusia modern, maka konsekuensi dari aktifitas ini adalah fenomena pemanasan global akibat efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini disinyalir adalah akibat dari adanya emisi gas dari hasil kegiatan manusia.
Sejatinya, emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi, pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses alami. Gas yang diemisikan secara alami ini, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah. Selama jumlah emisi gas hasil bakaran itu masih dalam batas-batas kesanggupan alam mendaur-ulangkan kembali, emisi gas tidak akan mengganggu secara nyata kehidupan di bumi. Namun, apabila peningkatan gas akibat kegiatan manusia telah melampau kepasitas daur ulang alami, tentu saja menyebabkan penumpukan gas, tidak hanya pada lingkungan mikro, tetapi juga telah menyebabkan goyahnya keseimbangan lingkungan makro, di antaranya dalam bentuk pemanasan global yang secara tidak langsung berakibat pada kesehatan masyarakat.
Pemanasan global tak hanya berdampak serius pada lingkungan manusia di bumi namun juga terhadap kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan tahunan di Genewa mengatakan bahwa berbagai penyakit infeksi yang timbul diidentifikasi terkait dengan perubahan lingkungan hidup yang drastis. Kerusakan hutan, perluasan kota, pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Dampak lain yang terasa adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim..
WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumber-sumber air bersih sehingga menurunkan kualitas air. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.. Mencairnya puncak es Himalaya, luasnya daerah gurun pasir dan wilayah pesisir pantai yang tercemar merupakan sarana penularan penyakit, hal ini juga menyebabkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya penyakit Malaria yang wilayah penyebarannya makin meluas, mengingat nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas, maka dengan bertambahnya nyamuk, maka kontak dengan manusia juga bertambah.
Dampak pemanasan global secara langsung (mis. pada suhu panas membuat manusia rentan sakit) dan dampak tidak langsung (mis. meningkatnya penyakit menular, antara lain : malaria, DBD,penyakit yang ditularkan melalui udara, melalui air) serta dampak jangka panjang, mis. perubahan tinggi air yang dapat mengakibatkan persediaan air bersih menurun, daerah yang kaya jadi miskin, yang dapat menimbulkan terjadinya konflik, dan kemudian menimbulkan masalah psikologi, mis. stress. Ada 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya ebola, flu burung, penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia, adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.
Sesungguhnya hal tersebut dapat dicegah, salah satu langkah pencegahan melalui Sistem Bio Informatika, yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah, maka diharapkan wabah penyakit dapat dicegah. Desa siaga mampu menjawab permasalahan ini. Selanjutnya mengendalikan perubahan yang terjadi akibat pemanasan global dengan mengendalikan sumbernya pada transportasi, pertanian, perilaku gaya hidup boros pada penggunaan energi, pembalakan hutan, dan semakin mengurangi pengrusakan ekosistem sehingga efek rumah kaca menurun, serta kita dapat mencegah dengan memelihara lingkungan hidup, yang dimulai dari diri kita sendiri. kebutuhan akan peraturan penyelamatan lingkungan semakin mendesak, karena dampak dari pemanasan global sangat luas, tidak terbatas pada masalah lingkungan dan dampak ekonomi saja, namun menyangkut kesehatan manusia. Sehingga diperlukan upaya advokasi kepada ahli kesehatan untuk lebih aktif terlibat dalam pembuatan peraturan tentang penggunaan energi dan konservasi lingkungan. Serta para pemimpin politik diharapkan mempunayai kemauan untuk menyiapkan tindakan yang cepat dalam menghadapi berbagai wabah penyakit.
Bagi lingkungan dampaknya:
1. Efek rumah kaca yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan ekologi yang sulit ditebak, seperti perubahan suhu dan pola hutan yang mengurangi produktivitas pertanian.
2. Kerugian Indonesia di bidang pertanian karena perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak efek rumah kaca diperkirakan sangat besar. ANGLAS (Asian Least Gost Greenhouse Gas Abatement Strategy) memaparkan bahwa efek rumah kaca mengakibatkan antara lain: naiknya permukaan air laut, krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, dan menurunnya produksi pertanian.

3. Kendalanya dari pengembangan Energi terbarukan di Indonesia:
Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
1. relatif mudah didapat,
2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
3. tidak mengenal problem limbah,
4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar.
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
saran saya:
1. Penggunaan emisi gas karbon dioksida, mobil-mobil yang boros bahan bakar sebaiknya lebih diefisienkan.
2. Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramah lingkungan.
3. Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.
4. Penganekaragaman bahan bakar minyak, gas, tenaga listrik, bahkan tenaga tata surya.
5. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya melakukan pemeliharaan kendaraan emisi gas karbon dioksida atau dengan kata lain melaksanakan program Langit Biru untuk mengurangi kadar polusi udara yang sudah di ambang batas – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Rumah kaca dianalogikan atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.<br />
sedangkan hubungan efek rumah kaca dengan global warming adalah :<br />
meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.<br />
Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca<br />
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.</p>
<p>2. Dampak Global warming:<br />
Bagi Kesehatan:<br />
1. Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menjadi tantangan kita pada abad ini. Dengan perubahan iklim tersebut memaksa kita untuk merubah pola hidup dan berubahnya peradaban manusia yang lebih baik, memperhatikan lingkungan dan hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan hukum alam. Namun akibat perubahan dunia dan aktifitas manusia modern, maka konsekuensi dari aktifitas ini adalah fenomena pemanasan global akibat efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini disinyalir adalah akibat dari adanya emisi gas dari hasil kegiatan manusia.<br />
Sejatinya, emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi, pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses alami. Gas yang diemisikan secara alami ini, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah. Selama jumlah emisi gas hasil bakaran itu masih dalam batas-batas kesanggupan alam mendaur-ulangkan kembali, emisi gas tidak akan mengganggu secara nyata kehidupan di bumi. Namun, apabila peningkatan gas akibat kegiatan manusia telah melampau kepasitas daur ulang alami, tentu saja menyebabkan penumpukan gas, tidak hanya pada lingkungan mikro, tetapi juga telah menyebabkan goyahnya keseimbangan lingkungan makro, di antaranya dalam bentuk pemanasan global yang secara tidak langsung berakibat pada kesehatan masyarakat.<br />
Pemanasan global tak hanya berdampak serius pada lingkungan manusia di bumi namun juga terhadap kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan tahunan di Genewa mengatakan bahwa berbagai penyakit infeksi yang timbul diidentifikasi terkait dengan perubahan lingkungan hidup yang drastis. Kerusakan hutan, perluasan kota, pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Dampak lain yang terasa adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim..<br />
WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumber-sumber air bersih sehingga menurunkan kualitas air. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.. Mencairnya puncak es Himalaya, luasnya daerah gurun pasir dan wilayah pesisir pantai yang tercemar merupakan sarana penularan penyakit, hal ini juga menyebabkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya penyakit Malaria yang wilayah penyebarannya makin meluas, mengingat nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas, maka dengan bertambahnya nyamuk, maka kontak dengan manusia juga bertambah.<br />
Dampak pemanasan global secara langsung (mis. pada suhu panas membuat manusia rentan sakit) dan dampak tidak langsung (mis. meningkatnya penyakit menular, antara lain : malaria, DBD,penyakit yang ditularkan melalui udara, melalui air) serta dampak jangka panjang, mis. perubahan tinggi air yang dapat mengakibatkan persediaan air bersih menurun, daerah yang kaya jadi miskin, yang dapat menimbulkan terjadinya konflik, dan kemudian menimbulkan masalah psikologi, mis. stress. Ada 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya ebola, flu burung, penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia, adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.<br />
Sesungguhnya hal tersebut dapat dicegah, salah satu langkah pencegahan melalui Sistem Bio Informatika, yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah, maka diharapkan wabah penyakit dapat dicegah. Desa siaga mampu menjawab permasalahan ini. Selanjutnya mengendalikan perubahan yang terjadi akibat pemanasan global dengan mengendalikan sumbernya pada transportasi, pertanian, perilaku gaya hidup boros pada penggunaan energi, pembalakan hutan, dan semakin mengurangi pengrusakan ekosistem sehingga efek rumah kaca menurun, serta kita dapat mencegah dengan memelihara lingkungan hidup, yang dimulai dari diri kita sendiri. kebutuhan akan peraturan penyelamatan lingkungan semakin mendesak, karena dampak dari pemanasan global sangat luas, tidak terbatas pada masalah lingkungan dan dampak ekonomi saja, namun menyangkut kesehatan manusia. Sehingga diperlukan upaya advokasi kepada ahli kesehatan untuk lebih aktif terlibat dalam pembuatan peraturan tentang penggunaan energi dan konservasi lingkungan. Serta para pemimpin politik diharapkan mempunayai kemauan untuk menyiapkan tindakan yang cepat dalam menghadapi berbagai wabah penyakit.<br />
Bagi lingkungan dampaknya:<br />
1. Efek rumah kaca yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan ekologi yang sulit ditebak, seperti perubahan suhu dan pola hutan yang mengurangi produktivitas pertanian.<br />
2. Kerugian Indonesia di bidang pertanian karena perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak efek rumah kaca diperkirakan sangat besar. ANGLAS (Asian Least Gost Greenhouse Gas Abatement Strategy) memaparkan bahwa efek rumah kaca mengakibatkan antara lain: naiknya permukaan air laut, krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, dan menurunnya produksi pertanian.</p>
<p>3. Kendalanya dari pengembangan Energi terbarukan di Indonesia:<br />
Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;<br />
1. relatif mudah didapat,<br />
2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,<br />
3. tidak mengenal problem limbah,<br />
4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan<br />
5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar.<br />
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:<br />
1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.<br />
2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.<br />
3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.<br />
4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.<br />
5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.<br />
6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.<br />
saran saya:<br />
1. Penggunaan emisi gas karbon dioksida, mobil-mobil yang boros bahan bakar sebaiknya lebih diefisienkan.<br />
2. Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramah lingkungan.<br />
3. Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.<br />
4. Penganekaragaman bahan bakar minyak, gas, tenaga listrik, bahkan tenaga tata surya.<br />
5. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya melakukan pemeliharaan kendaraan emisi gas karbon dioksida atau dengan kata lain melaksanakan program Langit Biru untuk mengurangi kadar polusi udara yang sudah di ambang batas – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SARINAH PBI 1D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1402</link>
		<dc:creator>SARINAH PBI 1D</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 12:35:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1402</guid>
		<description>1.Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
2. Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global. Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack (kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba. Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang hama dan penyakit yang lebih hebat.
Kehidupan hewan dan tumbuhan
Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan mati.Kesehatan manusia
Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
3.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.<br />
2. Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global. Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack (kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba. Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang hama dan penyakit yang lebih hebat.<br />
Kehidupan hewan dan tumbuhan<br />
Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan mati.Kesehatan manusia<br />
Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.<br />
3.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SARINAH PBI 1D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1392</link>
		<dc:creator>SARINAH PBI 1D</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 20:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1392</guid>
		<description>1.Efek gas rmh kaca adalah sebuah gejala alam dimana radiasi panas matahari yg masuk ke atmosfir,dpantulkan oleh permukaan bumi &#38; dipantulkan kembali oleh atmosfir,kembali kepermukaan bumi sehingga per mukaan bumi menjadi hangat.2.Dari sisi lingkungan terjadix kelebihan gas CO2 diangkasa,menyebabkan radiasi panas yang masuk tetap terperangkap dibumi sehingga suhu bumi semakin naik,dari kesehatan dari meningkatnya suhu di bumi dpt membuat kulit jd terbakar s</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.Efek gas rmh kaca adalah sebuah gejala alam dimana radiasi panas matahari yg masuk ke atmosfir,dpantulkan oleh permukaan bumi &amp; dipantulkan kembali oleh atmosfir,kembali kepermukaan bumi sehingga per mukaan bumi menjadi hangat.2.Dari sisi lingkungan terjadix kelebihan gas CO2 diangkasa,menyebabkan radiasi panas yang masuk tetap terperangkap dibumi sehingga suhu bumi semakin naik,dari kesehatan dari meningkatnya suhu di bumi dpt membuat kulit jd terbakar s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: siti khadijah PBI 1d</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1388</link>
		<dc:creator>siti khadijah PBI 1d</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 15:19:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1388</guid>
		<description>GLOBAL WARMING:
1.Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).

Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.
Efek gas rumah kaca (green-house effect) di permukaan bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia merupakan issue dunia yang menyebabkan pemanasan global karena dampaknya yang negatif, antara lain pengurangan luas lahan untuk pertanian, peningkatan
tinggi muka air laut karena pencairan es di kutub. 
2.Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dll.
3.kendala2 diantaranya adalah kurangnya kerjasama antar semua pihak dan masalah pendanaan yg tentunya akan memakan biaya yg sangat besar.solusinya perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.

Dalam Common Wealth: Economic for a Crowded Planet (2008), Jeffrey Sachs menekankan, realitas dan potensi pemanasan global telah menjadi kesepakatan ilmiah yang memerlukan solusi global berupa mitigasi, adaptasi, penelitian dan pengembangan untuk teknologi bersih.McKibben yang menawarkan solusi berupa pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, Sachs menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengatasi pemanasan global, dengan menekankan pentingnya negara maju membantu negara berkembang karena dua alasan. Pertama, dampak negatif meningkatnya pemanasan global di negara berkembang akan langsung dirasakan negara maju. Kedua, negara maju bertanggung jawab atas peningkatan pesat emisi karbon sejak awal industrialisasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GLOBAL WARMING:<br />
1.Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.</p>
<p>Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).</p>
<p>Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.<br />
Efek gas rumah kaca (green-house effect) di permukaan bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia merupakan issue dunia yang menyebabkan pemanasan global karena dampaknya yang negatif, antara lain pengurangan luas lahan untuk pertanian, peningkatan<br />
tinggi muka air laut karena pencairan es di kutub.<br />
2.Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dll.<br />
3.kendala2 diantaranya adalah kurangnya kerjasama antar semua pihak dan masalah pendanaan yg tentunya akan memakan biaya yg sangat besar.solusinya perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.</p>
<p>Dalam Common Wealth: Economic for a Crowded Planet (2008), Jeffrey Sachs menekankan, realitas dan potensi pemanasan global telah menjadi kesepakatan ilmiah yang memerlukan solusi global berupa mitigasi, adaptasi, penelitian dan pengembangan untuk teknologi bersih.McKibben yang menawarkan solusi berupa pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, Sachs menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengatasi pemanasan global, dengan menekankan pentingnya negara maju membantu negara berkembang karena dua alasan. Pertama, dampak negatif meningkatnya pemanasan global di negara berkembang akan langsung dirasakan negara maju. Kedua, negara maju bertanggung jawab atas peningkatan pesat emisi karbon sejak awal industrialisasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sardini PBI ID</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1387</link>
		<dc:creator>sardini PBI ID</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 15:05:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1387</guid>
		<description>1. -Efek rumah kaca,yaitu merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
 - karena, Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya.

2. dampak pemanasan global, dari gelombang panas yang mengancam kehidupan, kekurangan makanan dan air, sampai insiden akibat cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir.

3. kurangnya Tanggungjawab untuk mitigasi efek perubahan iklim dan pencegahan terhadap perusakan kondisi iklim harus dipikul oleh setiap individu, kelompok, bangsa dan warga dunia secara keseluruhan. Asumsi ini berdasarkan bukti bahwa penyebab perubahan iklim terutama akibat aktivitas manusia, secara hirarki mulai dari cara memasak yang paling sederhana dengan kayu sampai ke berbagai jenis industri.
   -individu:Banyak di kalangan aktivis Islam saat ini masih beranggapan bahwa sebuah masyarakat sama dengan sekumpulan individu. Berangkat dari kesalahpahaman ini, kemudian berdampak pada solusi yang hendak ditawarkan oleh seorang aktivis Islam ketika dihadapkan oleh sebuah masalah yang bersifat kemasyarakatan, baik itu masyarakat lokal maupun global. Pemahaman yang salah tadi mengakibatkan solusi yang ditawarkan hanya berhenti pada level individu saja tanpa menjamah pada level sistem. Pada akhirnya isi dakwah yang disampaikan pun hanya fokus masalah-masalah individu seperti akhlak, ibadah mahdoh, manajemen qolbu, dan sejenisnya.
 -negara:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. -Efek rumah kaca,yaitu merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.<br />
 - karena, Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya.</p>
<p>2. dampak pemanasan global, dari gelombang panas yang mengancam kehidupan, kekurangan makanan dan air, sampai insiden akibat cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir.</p>
<p>3. kurangnya Tanggungjawab untuk mitigasi efek perubahan iklim dan pencegahan terhadap perusakan kondisi iklim harus dipikul oleh setiap individu, kelompok, bangsa dan warga dunia secara keseluruhan. Asumsi ini berdasarkan bukti bahwa penyebab perubahan iklim terutama akibat aktivitas manusia, secara hirarki mulai dari cara memasak yang paling sederhana dengan kayu sampai ke berbagai jenis industri.<br />
   -individu:Banyak di kalangan aktivis Islam saat ini masih beranggapan bahwa sebuah masyarakat sama dengan sekumpulan individu. Berangkat dari kesalahpahaman ini, kemudian berdampak pada solusi yang hendak ditawarkan oleh seorang aktivis Islam ketika dihadapkan oleh sebuah masalah yang bersifat kemasyarakatan, baik itu masyarakat lokal maupun global. Pemahaman yang salah tadi mengakibatkan solusi yang ditawarkan hanya berhenti pada level individu saja tanpa menjamah pada level sistem. Pada akhirnya isi dakwah yang disampaikan pun hanya fokus masalah-masalah individu seperti akhlak, ibadah mahdoh, manajemen qolbu, dan sejenisnya.<br />
 -negara:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nama Yeni Susanti kelas PBI 1D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1385</link>
		<dc:creator>nama Yeni Susanti kelas PBI 1D</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 13:06:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1385</guid>
		<description>1. adalah gas-gas yang ada di atmotsfer yang menyebabkan efek rumah kaca . gas-gas tsb sebenarnya muncul secara alami di lingkunangan tetapi dpat juga timbul akibat aktifitas manusia.
karena efek rmah kaca sngat berpengaruh mningkatkan tingginya globalisai bumi.
2.dari sisi lingkungan adalah kebakaran hutan dan lahan seringkali tidak terkendali dan bila ini terjadi maka api kan melahap apa saja di hadapnnya mengikuti arah angin.
dari sisi kesehatan adalah akan menimbulkan gejala-gejala pergangguan pernapasan karna di sebabkan oleh polusi dll.
3. seperti laju kerusakan hutan yang sangat cepat,gejala tsb menimbulkan efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama global warming.
solusinya adalah paham manusia akan menanam pohon dan mengurangi tingkat pemakain listrik .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. adalah gas-gas yang ada di atmotsfer yang menyebabkan efek rumah kaca . gas-gas tsb sebenarnya muncul secara alami di lingkunangan tetapi dpat juga timbul akibat aktifitas manusia.<br />
karena efek rmah kaca sngat berpengaruh mningkatkan tingginya globalisai bumi.<br />
2.dari sisi lingkungan adalah kebakaran hutan dan lahan seringkali tidak terkendali dan bila ini terjadi maka api kan melahap apa saja di hadapnnya mengikuti arah angin.<br />
dari sisi kesehatan adalah akan menimbulkan gejala-gejala pergangguan pernapasan karna di sebabkan oleh polusi dll.<br />
3. seperti laju kerusakan hutan yang sangat cepat,gejala tsb menimbulkan efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama global warming.<br />
solusinya adalah paham manusia akan menanam pohon dan mengurangi tingkat pemakain listrik .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SURYADI PUTRA PBI 1D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1384</link>
		<dc:creator>SURYADI PUTRA PBI 1D</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 12:40:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1384</guid>
		<description>1. Efek gas rumah kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Hubungannya Secara sederhana yaitu ,sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sinar tampak adalah gelombang pendek, setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan. 

2. - Dampaknya dari segi lingkungan yaitu ,meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
    - Dampaknya bagi kesehatan yaitu menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker kulit, katarak, penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetik., memperburuk penyakit-penyakit umum Asma dan alergi Meningkatkan kasus-kasus kardiovaskular, kematian yang disebabkan penyakit jantung dan stroke serta gangguan jantung dan pembuluh darah.

3. - ketiadaan mekanisme yang efisien dalam pembiayaan dan transfer (dana kompensasi)"
    - perbedaan pendapat para ilmuwan  tentang efek dari global warming .
Solusinya yaitu ,menghemat bahan bakar ,STOP penebangan liar dan melakukan penghijauan dengan menanam satu pohon untuk satu orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Efek gas rumah kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Hubungannya Secara sederhana yaitu ,sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sinar tampak adalah gelombang pendek, setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan. </p>
<p>2. - Dampaknya dari segi lingkungan yaitu ,meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.<br />
    - Dampaknya bagi kesehatan yaitu menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker kulit, katarak, penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetik., memperburuk penyakit-penyakit umum Asma dan alergi Meningkatkan kasus-kasus kardiovaskular, kematian yang disebabkan penyakit jantung dan stroke serta gangguan jantung dan pembuluh darah.</p>
<p>3. - ketiadaan mekanisme yang efisien dalam pembiayaan dan transfer (dana kompensasi)&#8221;<br />
    - perbedaan pendapat para ilmuwan  tentang efek dari global warming .<br />
Solusinya yaitu ,menghemat bahan bakar ,STOP penebangan liar dan melakukan penghijauan dengan menanam satu pohon untuk satu orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Silvana PBI D</title>
		<link>http://yusufku.com/kampus/soal-pbi-global-warming-ancaman-serius/comment-page-1#comment-1379</link>
		<dc:creator>Silvana PBI D</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:54:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusufku.com/?p=217#comment-1379</guid>
		<description>1.efek gas rumah kaca adlah gas gas yg ada di atmosfer yg sebenarnya muncul secara alami di lingkungan tetapi dapat jg timbul karena aktifitas manusia yg mengandung uap air,karbondioksida &#38; metana. 
*dan hal ini di kaitkan karena anas yg terperangkap di atmosferbumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca sep ;uap air,karbondioksida dan metana,yg mnjdi perangkap gelombangradiasi ini.gas2 ini menyerap &#38; memantulkan kembali radiasi gelombang yg di pancarkan bumi dan tersimpan di permukaan bumi.kemudian ini terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan pemanasan global atau meningkatnya suhu rata2 atmosfer,laut &#38; daratan bumi.

2.* iklim mulai tidak stabil
Di kutup utara dapat terjadi bencna alam (banjir,badai &#38; kebakaran )kematian dan parpindhan penduduk ke berbgai tempat yg serng memunculkan penyakit sep;diare,malnutrisi,penyakit kulit dll.
  *Pergeseran ekosistem
penyebaran penyakit melalui air seperti meningkatnya penyakit demam berdarah.
  *Dampak sosial
parubahan cuaca &#38; lautan dapat menyebabkan munculnya penyakit2 dan kematian.Temperatur yg panas jg dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan &#38; malnutrisi

3.Kegiatan manusia yg telah meningkatkan jumlah karbondioksida yg di lepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil,limbah padat,dan kayu untuk menghangatkan bangunan,menggerakkan kendaraan &#38; menghasilkan listrik.selain itu jg jumlah pepohonan yg tujuannya mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat penebangan pohon untk di ambil kayunya maupun untk perluasan lahan.
^ Solusinya ,sebaiknya setiap individu atau setiap negara harus bisa introspeksi diri mengenai aktifitas2 merugikan yang di lakukannya untuk kepentingan pribadinya semata.karena bagaimanapun jg bumi perlu di lindungi &#38; di jaga kelestariannya untuk anak cucu kita kelak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.efek gas rumah kaca adlah gas gas yg ada di atmosfer yg sebenarnya muncul secara alami di lingkungan tetapi dapat jg timbul karena aktifitas manusia yg mengandung uap air,karbondioksida &amp; metana.<br />
*dan hal ini di kaitkan karena anas yg terperangkap di atmosferbumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca sep ;uap air,karbondioksida dan metana,yg mnjdi perangkap gelombangradiasi ini.gas2 ini menyerap &amp; memantulkan kembali radiasi gelombang yg di pancarkan bumi dan tersimpan di permukaan bumi.kemudian ini terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan pemanasan global atau meningkatnya suhu rata2 atmosfer,laut &amp; daratan bumi.</p>
<p>2.* iklim mulai tidak stabil<br />
Di kutup utara dapat terjadi bencna alam (banjir,badai &amp; kebakaran )kematian dan parpindhan penduduk ke berbgai tempat yg serng memunculkan penyakit sep;diare,malnutrisi,penyakit kulit dll.<br />
  *Pergeseran ekosistem<br />
penyebaran penyakit melalui air seperti meningkatnya penyakit demam berdarah.<br />
  *Dampak sosial<br />
parubahan cuaca &amp; lautan dapat menyebabkan munculnya penyakit2 dan kematian.Temperatur yg panas jg dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan &amp; malnutrisi</p>
<p>3.Kegiatan manusia yg telah meningkatkan jumlah karbondioksida yg di lepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil,limbah padat,dan kayu untuk menghangatkan bangunan,menggerakkan kendaraan &amp; menghasilkan listrik.selain itu jg jumlah pepohonan yg tujuannya mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat penebangan pohon untk di ambil kayunya maupun untk perluasan lahan.<br />
^ Solusinya ,sebaiknya setiap individu atau setiap negara harus bisa introspeksi diri mengenai aktifitas2 merugikan yang di lakukannya untuk kepentingan pribadinya semata.karena bagaimanapun jg bumi perlu di lindungi &amp; di jaga kelestariannya untuk anak cucu kita kelak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
