Premium WordPress Themes

106 Comments Already

commenter
Rosalina ( PBI 1B ) Said,
January 6th, 2010 @10:30 am  

Nama : Rosalina
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)

1. Pengertian efek gas rumah kaca ialah menggumpalnya gas-gas rumah kaca (CO2, CO, gas Metan, CFC, dll) yang mengakibatkan panas sinar matahari yang masuk kedalam bumi tidak dapat seluruhnya dipantuklan kembali ke luar angkasa karena terhalang oleh gas-gas rumah kaca yang menggumpal di atmosfer bumi. Hal tersebut yang menyebabkan efek rumah kaca dapat mengakibatkan meningkatnya suhu bumi, yang biasa dikenal dengan sebutan “Pemanasan Global” atau “Global Warming”.

2. pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
- Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
- Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
- Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

3. Kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan SDA secara tidak berlebihan dalam kehidupan sehingga menyebabkan terjadinya berbagai hal yang memicu terjadinya pemanasan global.
Sedangkan solusi yang seharusnya dilakukan individu atau semua negara antara lain:
- Mengurangi prouksi sampah organik. karena jika sampah organik terlalu berlebih maka sampah-sampah organik tersebut dapat menghasilkan gas metan yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Pengurangan sampah organik dapat juga dilakukan dengan cara mendaur ulangnya menjadi kompos.
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor yang kita punyai.
- Mengurangi pemakaian pendingin ruangan (AC). Hal ini dilakukan karena pada pendingin ruangan dapat menghasilkan Freon yang dapat merusak atosfer bumi.
- Mengadakan Penghijauan, Hal ini dilakukan agar dapat menurangi kandungan CO2 yang terdapat diatmosfer bumi.
- Manghemat energi.

commenter
mely pebriani (PBI 1B) Said,
January 6th, 2010 @10:33 am  

Nama : Mely Pebriani
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)

1. efek GAS RUMAH KACA merupakan suatu akibat menggumpalnya gas-gas seperti CO , metana dan lainnya sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi tidak dapat seluruhnya di pantulkan kembali keluar angkasa karena terhalang oeh gas tersebut di atmosfir bumi .
2 .Dampak yang merugikan dari pemanasan global :
a .Lingkungan
Meningkatnya suhu yang semakin lama semkin panas ,terjadinya pencemaran udara , dan kurangnya SDA yang menunjang kehidupan
b .Kesehatan
Hasil dari global warming yang banyak membentuk gas-gas yang tidak baik bagi tubuh telah banyak terserap sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit atau dengan adanya cuaca yang tidak menentu.
3 .Kendala dalam mengatasi global warming semakin parah ,karena hasil dari usaha manusia yang tanpa di sadari telah menyebabkan global warming sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan sehingga sulit untuk dikendalikan .Adapun solusi nya kita harus mempunyai kesadaran untuk menjaga kelestarian alam untuk keamanan bumi serta membentuk suatu kerjasama untuk menggurangi global warming .

commenter
Fahmi Azhari (PBI 1B) Said,
January 6th, 2010 @1:19 pm  

1. karena sistem kerja gas gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari didalamnya agar suhu didalam rumaah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman didalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki matahari yang cukup, planet kita pada dasarnya membutuhkan gas- gas tersebut untuk menjaga kehidupan didalamnya, tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi selalu dingin untuk ditinggali karna tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari, sebagai pembanding, planet mars yang memiliki atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca hingga memiliki temperatur rata - rata 32 derajat C.

2. dampak yang merugikan bagi lingkungan adalah seperti suhu udara meningkat sehingga menimbulkan kekeringan dan kekringan itu akan menurunkan produktifitas lahan dan kualitas air, kenaikan permukaan air laut akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan mengasinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.
dan bagi kesehatan adalah pemanasan global yang meningkat menyebabkan jantung bekerja lebih keras, mendinginkan badan dan juga kasus asma srta kangker kulit juga meningkat. dan juga peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamksebagai penyebab penyakit malaria, demam berdarah, chingkunya, encepalitis (peradangan pada selaput otak ).

3. kndala untuk mengatasi global warming

adapun solusi untuk tiap individu guna mengatasi global warming adalah :
a. gunakan sistem daur ulang seperti bahan plastik, kupasan buah segar, sayur mayur,kerdus, kertas, gelas dan kaleng.
b. mulailah membuat kompos alami.
c. hemat dalam penggunaan air dll.

untuk tiap negara sistem ideologi dan negara harus diubah

commenter
RamaKurniawan.PBIc Said,
January 6th, 2010 @2:21 pm  

Nama:
Rama kurniawan
jurusan:
bhs.inggris
Ruang:
PBI.C
Tugas:
AID

1).Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.
di kaitkan dengan global worming karena:
Karena hal ini terjadi dan berdampak secara global, maka tak cukup upaya individual untuk mengatasinya, diperlukan keputusan, komitment dan langkah bersama bagi seluruh manusia di planet ini. Justru inilah yang masih dinantikan oleh masyarakat internasional.

2).dampaknya:
a.iklim mulai tidak stabil
daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
b.peningkatan permukaan laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
c.suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.

3).kendalanya:
a.banyaknya masyarakat yang tidak memahami pemanasan global sehingga hal ini menjadi kendala dalam mengatasi pemanasan global.
b.kurang pedulinya masyarakat terhadap dampak pemanasan global.
c.tidak adanya alat atau sarana yang dapat menghambat penipisan lapisan ozon.

solusi:
kurangi pemakaian alat atau benda yang berfotensi kuat memantulkan cahaya sinar matahari ke angkasa dan selalu memelihara ekosistem alam.

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @3:44 pm  

@Muhammad Yusuf
@Nur Hayani
@Nur Wahidah Happy
@Rama Kurniawan
@Zelma Capricona

Jawaban yg masuk semuanya sama, kok bisa ya ?

STATUS NILAI= T (alias TUNDA)

Mohon dicek dan kirim jawaban masing-masing ya.

Terima kasih

Admin
Yusuf

commenter
FANY PRABOWO/PBI 1B Said,
January 6th, 2010 @4:03 pm  

Nama : Fany Prabowo
kelas : PBI 1B

1. Efek gas rumah kaca adalah beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi. Karena dampak yg di timbulkan oleh efek gas rumah kaca sangat berpengaruh dengan terjadinya pemanasan global.
2. Dampak yg di timbulkan dari sisi lingkungan yaitu Kekeringan yang akan menurunkan produktifitas lahan dan kualitas air,kenaikan permukaan air laut akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan asinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.

Dampak yang di timbulkan dari sisi keesehatan yaitu Penyakit akan semakin meningkat akibat pemanasan global, di mana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras, mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat.

3. kendala nya yaitu kurang paham nya masyarakat tentang dampak - dampak yang di timbulkan dari pemanasan global, kebanyakan masyarakat cuek saja dalam hal ini. Tidak menghiraukan bagaimana kedepan nya yang terjadi.
solusi nya yaitu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu pemanasan global.

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @4:04 pm  

@ Meli
@ Rosalina

salam. Terima kasih infonya G Warming.

Admin
Yusuf

commenter
yusuf Said,
January 6th, 2010 @4:06 pm  

@ SUlis

Thanks for ur answer. Nice info.
Btw, I am waiting ur another answers too.

Wassalam

Admin
Yusuf

commenter
Ria Setiyaningsih Said,
January 6th, 2010 @4:47 pm  

Nama : Ria Setiyaningsih
e-mail : beiby.m0ed@gmail.com
url :

1. merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

2. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

3. a. Kendalanya :mengharapkan negara-negara berkembang untuk melaksanakan komitmennya dalam menghadapi fenomena perubahan iklim. negara-negara kekuatan ekonomi baru untuk menentukan program kecil namun realistis dalam menghadapi fenomena penamanasan global. negara-negara maju harus melaksanakan tanggung jawabnya dalam mencemari lingkungan hidup.

b. solusinya : Untuk mengurangi efek pemanasan global, secepat mungkin kita harus memperbaiki dan menjaga paru-paru bumi itu. Harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.

Jika paru-paru bumi sudah bekerja sebagaimana mestinya, maka secara berangsur panas bumi dapat berkurang karena adanya daur sirkulasi, baik air maupun udara. Pemanasan global memang tidak teratasi, namun sedapat mungkin kita mengupayakan agar pemanasan itu dapat berkurang dan tidak semakin parah. Ini semua untuk kelangsungan hidup kita bersama.

commenter
HUMARDANI PBI.1B Said,
January 6th, 2010 @7:02 pm  

Nama : HUMARDANI
Ruang : PBI 1B

1. Efek gas rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

2. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

3. Secara berahap mengganti CFC dengan bahan lain seperti Helium untuk keperluan AC, lemari es dan penyemprot aerosol.
Menyaring asap dari industri dengan alat tertentu untuk mengelakkan Efek Rumah Kaca yan menyebabkan kenaikan suhu dan hujan asam.
Penggunaan bahan bakar kendaraan yang tidak mengandung timah hitam (Pb).
Gunakan kendaraan elektronik
Cegah pembalakan hutan, dengan kepastian hukum, lakukan reboisasi.
Gunakan unsur iklim terutama Arah dan Kecepatan Angin dalam merancang lokasi pabrik, agar emisi gas buangan tidak mencemari perkotaan dan pemukiman, dan perlunya interpretasi data iklim dalam setiap rancangan AMDAL.

commenter
Angga Tri Prasetyo PBI IA Said,
January 6th, 2010 @7:11 pm  

Global warming ( Pemanasan global) adalah Proses meningkatnya suhu dunia rata - rata atmosfer, laut dan daratan bumi.

Adapun penyebab terjadinya global warming :
1. Efek rumah kaca
Rumah kaca merupakan salah satu sebab terjadinya global warming karena cahaya matahari dipantulkan kembali ke atmosfer oleh kaca sehingga lambat laun atmosfer akan rusak.

2. Efek umpan balik
Efek umpan balik terjadi sebagai contoh karena adanya aktivitas matahari yang membuat air menguap sehingga mempengaruhi kerja atmosfer untuk melindungi bumi.

3. Efek matahari
Matahari menyebabkan pemanasan global karena melakukan pembakaran terhadap awan sehingga lama kelamaan merusak atmosfer.

Dampak pemanasan global :
1. Iklim mulai tidak stabil
2. Peningkatan permukaan laut
3. Suhu global cenderung meningkat
4. Gangguan ekologis dunia
5. Dampak sosial dan politik.

Pengendalian / pencegahan pemanasan global :
1. Menghilangkan karbon yang dapat merusak atmosfer
2. Persetujuan internasional untuk mengurangi gas emisi yang diproduksi negara- negara produksi.

commenter
Elisa Nindia Said,
January 6th, 2010 @8:50 pm  

1. Gas Rumah Kaca adalah Atmosfer bumi terdiri dari bermacam - macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda dan Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “Gas Rumah Kaca”. Karena terciptanya gas-gas Rumah Kaca yang kebanyakan gas dari rumah kaca dihasilkan oleh peternakan,pembakaran bahan bakar fosil,kendaraan bermotor,pabrik-pabrik modern serta pembangkit tenaga listrik.
Pemanasan global dikaitkan dengan Efek rumah kaca karena pemanasan global disebabkan oleh adanya efek rumah kaca yang berlebihan (lebih dari kondisi normal) di atmosfer bumi, sebagai akibat terganggunya komposisi gas-gas rumah kaca (GRK) utama seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer.
2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan adalah Kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air,kenaikan permukaan air laut akibat terus mencairnya es di kutub utara yang akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan asinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.
dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi dan kesehatan adalah Penyakit akan semakin meningkat akibat pemanasan global,dimana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras,mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat. Peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamuk sebagai penyebab penyakit malaria, Demam Berdarah chikungunya, encephalitis ( peradangan pada selaput otak ).
3. Kendala kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global diantaranya yaitu kurangnya komitmen dan langkah langkah konkrit Negara Negara maju seperti Amerika , Rusia , dan Negara maju lainnya untuk mengurangi emisi / gas buang yang notabene mereka merupakan negara penyumbang terbesar emisi gas yang menyebabkan pemanasan global atau global warming tersebut walaupun telah dilakukan upaya upaya didunia internasional untuk membangun komitmen dengan berbagai konvensi seperti Protokol Kyoto dan Konvensi yang baru saja dilakukan di Kopenhagen Denmark untuk membangun komitmen bersama didunia internasional mengurangi emisi gas buang guna pengurangan global warming akan tetapi tetap saja tampak bahwa kurang adanya kejelasan dan komitmen bersama yang tercapai untuk hal itu.

Dari semua itu bisa diupayakan 4 hal dalam mengurangi dampak pemanasan global baik oleh Negara maupun Individu :

Pertama : Pengurangan Emisi Gas Buang

Pembakaran Minyak dan Batubara untuk mendapatkan energi (listrik atau lainnya) harus lebih diefisiensikan, sebisa mungkin berpindah ke energi yang dapat diperbaharui seperti energi matahari dan angin. Pengembangan teknologi untuk industri dan transportasi dapat juga membantu pengurangan emisi gas buang.

Kedua : Perluasan Hutan

Tumbuhan dapat mengurangi CO2 (Carbon Dioxide) yang merupakan gas dominan pada rumah kaca atmospir bumi. Semakin banyak/luas hutan yang kita miliki akan semakin baik. Tetapi kecendrungan sekarang adalah deforestasi (pengurangan luas hutan) yang meningkatkan karbon dan membuat pemanasan global makin memburuk.

Ketiga : Merubah gaya hidup

Gaya hidup dan kebiasaan berjuta-juta manusia di bumi haruslah berubah. Kebiasaan yang tidak disadari telah menyebabkan meningkatnya pemanasan global perlu diingatkan dan dirubah. Pemborosan energi (menghidupkan lampu yang tidak perlu, menggeber motor, dll) perlu dirubah menjadi penghematan energi. Kesadaran kita yang diperlukan. merubah gaya hidup manusia meliputi :
a. Gunakan system daur ulang seperti bahan plastic,kupasan buah segar,sayur mayor,kertas ,kardus,gelas dan kaleng.
b. Mulailah membuat kompos alami
c. Hemat dalam penggunaan air
d. Mengurangi pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang
e. Menggunakan listrik dengan lampu hemat energy

keempat : Membuat perjanjian Internasional

Untuk mendukung semua upaya pengurangan pemanasan global dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam ruang lingkup Internasional oleh sebab itu dibutuhkan sebuah perjanjian Internasional yang mana perjanjian internasional tersebut bersifat konkrit dan mengikat dalam artian bahwa perjanjian tersebut berisi sangsi hukum sehingga apabila ada Negara yang melanggar perjanjian tersebut maka Negara tersebut dapat dikenakan sangsi hukum baik sangsi perdata maupun sangsi politik.

commenter
ibrahim astar PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @8:51 pm  

1).demam,pembesaran sel getah bening,sakit kepala,ruam kulit.batuk,dan berkeringat malam.
2).kurangnya dukungan pemerintah dalam pencegahan AIDS,banyaknya masyarakat melakukan seks bebas,komentar saya tentang kondommisasi yaitu sebaiknya kondimisasi tidak di produksi negara INDONESIA sebab dengan adanya kondomisasidapat memarakkan untuk melekukan seks bebas terutama dik kalahngan remaja.
3).karena masyarakat indonesia tidak mau salah seorang di antaranya di bagian kalangan remaja atau
ABG melakukan seks bebas dengan alat kontrasepsi(kondom). Agar pihak perempuan tidak mengalami kehamilan.
4).tindakan praktis untuk mendukung perubahan prilaku pendidikian dan peningkatan kesadaran,pengobatan alternatif terapi anti virus, penanganan experimental dan saran
Ada yaitu langkah pertama di lakukan melalui kampanye perubahan prilaku,pengetahuan serta menciptakan lingkungan yang bersih dari sikap dan tindakan diskriminatif.

commenter
Elisa Nindia ( PBI.1B ) Said,
January 6th, 2010 @8:59 pm  

1. Gas Rumah Kaca adalah Atmosfer bumi terdiri dari bermacam - macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda dan Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “Gas Rumah Kaca”. Karena terciptanya gas-gas Rumah Kaca yang kebanyakan gas dari rumah kaca dihasilkan oleh peternakan,pembakaran bahan bakar fosil,kendaraan bermotor,pabrik-pabrik modern serta pembangkit tenaga listrik.
Pemanasan global dikaitkan dengan Efek rumah kaca karena pemanasan global disebabkan oleh adanya efek rumah kaca yang berlebihan (lebih dari kondisi normal) di atmosfer bumi, sebagai akibat terganggunya komposisi gas-gas rumah kaca (GRK) utama seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer.
2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan adalah Kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air,kenaikan permukaan air laut akibat terus mencairnya es di kutub utara yang akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan asinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.
dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi dan kesehatan adalah Penyakit akan semakin meningkat akibat pemanasan global,dimana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras,mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat. Peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamuk sebagai penyebab penyakit malaria, Demam Berdarah chikungunya, encephalitis ( peradangan pada selaput otak ).
3. Kendala kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global diantaranya yaitu kurangnya komitmen dan langkah langkah konkrit Negara Negara maju seperti Amerika , Rusia , dan Negara maju lainnya untuk mengurangi emisi / gas buang yang notabene mereka merupakan negara penyumbang terbesar emisi gas yang menyebabkan pemanasan global atau global warming tersebut walaupun telah dilakukan upaya upaya didunia internasional untuk membangun komitmen dengan berbagai konvensi seperti Protokol Kyoto dan Konvensi yang baru saja dilakukan di Kopenhagen Denmark untuk membangun komitmen bersama didunia internasional mengurangi emisi gas buang guna pengurangan global warming akan tetapi tetap saja tampak bahwa kurang adanya kejelasan dan komitmen bersama yang tercapai untuk hal itu.

Dari semua itu bisa diupayakan 4 hal dalam mengurangi dampak pemanasan global baik oleh Negara maupun Individu :

Pertama : Pengurangan Emisi Gas Buang

Pembakaran Minyak dan Batubara untuk mendapatkan energi (listrik atau lainnya) harus lebih diefisiensikan, sebisa mungkin berpindah ke energi yang dapat diperbaharui seperti energi matahari dan angin. Pengembangan teknologi untuk industri dan transportasi dapat juga membantu pengurangan emisi gas buang.

Kedua : Perluasan Hutan

Tumbuhan dapat mengurangi CO2 (Carbon Dioxide) yang merupakan gas dominan pada rumah kaca atmospir bumi. Semakin banyak/luas hutan yang kita miliki akan semakin baik. Tetapi kecendrungan sekarang adalah deforestasi (pengurangan luas hutan) yang meningkatkan karbon dan membuat pemanasan global makin memburuk.

Ketiga : Merubah gaya hidup

Gaya hidup dan kebiasaan berjuta-juta manusia di bumi haruslah berubah. Kebiasaan yang tidak disadari telah menyebabkan meningkatnya pemanasan global perlu diingatkan dan dirubah. Pemborosan energi (menghidupkan lampu yang tidak perlu, menggeber motor, dll) perlu dirubah menjadi penghematan energi. Kesadaran kita yang diperlukan. merubah gaya hidup manusia meliputi :
a. Gunakan system daur ulang seperti bahan plastic,kupasan buah segar,sayur mayor,kertas ,kardus,gelas dan kaleng.
b. Mulailah membuat kompos alami
c. Hemat dalam penggunaan air
d. Mengurangi pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang
e. Menggunakan listrik dengan lampu hemat energy

keempat : Membuat perjanjian Internasional

Untuk mendukung semua upaya pengurangan pemanasan global dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam ruang lingkup Internasional oleh sebab itu dibutuhkan sebuah perjanjian Internasional yang mana perjanjian internasional tersebut bersifat konkrit dan mengikat dalam artian bahwa perjanjian tersebut berisi sangsi hukum sehingga apabila ada Negara yang melanggar perjanjian tersebut maka Negara tersebut dapat dikenakan sangsi hukum baik sangsi perdata maupun sangsi politik.

ELISA NINDIA ( PBI.1B )

commenter
Hery Gunawan PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @9:25 pm  

1).Gangguan syaraf kejiwaan ,resiko menderita kanker,infeksi sistematik,infeksi oppurtunistik.
*Gejala awal tertularnya:
1.Demam,
2.Pembesaran kelenjar getah bening,
3.Seringnya keluar keringat pada malam hari di sekitar ruam kulit
4.Sakit kepala,disertai batuk.
2).-kurangnya dukungan pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan AIDS di masyarakat.
-banyaknya yang melakukan seks bebas tanpa alat pengaman sehingga penularan dapat terjadi secara langsung,hal ini banyak dialami oleh sebagian remaja(ABG).
*komentar saya tentang kondomisasi dapat dipergunakan dikalangan masyarakat ,seperti orang-orang yang telah berumah tangga untuk menghindari kehamilan dan mengurangi jumlah angka kelahiran,dan sebagai program KB ,akan tetapi jangan terlalu di pergunakan karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain karena mengandung bahan-bahan yang bersifat keras.
*karena masyarakat Indonesia tidak mau ada masyarakatnya yang berzinah atau berhubungan intim tanpa hubungan pernikahan atau telah berkeluarga(hamil di luar nikah).
4).Mengubah prilaku hidup di kalangan masyarakat,meminta bimbingan kepada dokter,psikolog / panti rehabilitas,selalu menggunakian pengobatan alternatif,terapi anti virus agar dapat mengurangi masuknya virus-virus lain,konsultasi kepada dokter atau yang mengerti mengenai penyakait AIDS.

commenter
RIZAL AFRILIANTO Said,
January 6th, 2010 @9:34 pm  

NAMA : RIZAL AFRILIANTO
KELAS : PBI
SEMESETER : SATU

1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global?

> Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.?
Sisi lingkngan
• Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
• Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
• Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
• Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
• Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.
Sisi kesehatan
BERDASARKAN Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan_iklim_dan_pemanasan_global.

Munculnya penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat. Yang paling jelas kelihatan adalah penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.
Penyakit tropis menyebar, malaria, demam dengue, demam kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti, dan bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah, dan mencakup daerah yang semakin luas.
3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara! jelaskan!
Lewat kesadaran lingkungan, setiap orang dapat memberikan kontribusi dengan cara sederhana mereka masing-masing dalam menanggulangi perubahan iklim. Kita harus mulainya dari diri kita sendiri, lingkungan kecil kita sendiri. Setiap hal kecil yang dapat kita lakukan di rumah, segera kita lakukan, seperti misalnya meminimalkan penggunaan peralatan atau mesin yang menghasilkan gas sebelum kita bisa benar-benar menyingkirkannya.
Untuk memaksa pemerintahnya agar lebih serius menangani Pemanasan Global ini, banyak orang di Amerika berkampanye agar orang memilih Presiden dan anggota DPR yang punya kepedulian terhadap penanggulangan Pemanasan Global, yang tidak peduli tidak perlu dipilih, sehingga masalah serius yang mempengaruhi keselamatan umat manusia dan masa depan dunia ini lebih diperhatikan secara serius.
Salah satu tanggung jawab vital mereka yang mewakili publik adalah melindungi anak-cucu kita serta generasi mendatang dari kerusakan lingkungan yang akibatnya nanti harus mereka tanggung.
Kalau saja kita bisa mendengar suara generasi mendatang, kita akan mendengar seruan mereka agar kita segera bertindak menanggulangi Pemanasan Global. Anak-cucu yang sekarang belum lahir itu akan menanggung beban berat akibat kelalaian kita.
Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.

Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu “Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim”. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya.

Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990.

Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi.

commenter
RESKY IRFANDY Said,
January 6th, 2010 @9:47 pm  

Nama : resky Irfandy
PBIC

Sebelumnya mau nanya pak, jawaban soal yang pertama ( HIV/AIDS) sudah sampai y pak??tolong di comment y..

Jawaban :

1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global?

> Efek Gas Rumah Kaca Adalah Proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya . Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.?
Sisi lingkngan
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.
Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.
Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.
Sisi kesehatan
Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara! jelaskan!
Lewat kesadaran lingkungan, setiap orang dapat memberikan kontribusi dengan cara sederhana mereka masing-masing dalam menanggulangi perubahan iklim. Kita harus mulainya dari diri kita sendiri, lingkungan kecil kita sendiri. Setiap hal kecil yang dapat kita lakukan di rumah, segera kita lakukan, seperti misalnya meminimalkan penggunaan peralatan atau mesin yang menghasilkan gas sebelum kita bisa benar-benar menyingkirkannya.
Salah satu tanggung jawab vital mereka yang mewakili publik adalah melindungi anak-cucu kita serta generasi mendatang dari kerusakan lingkungan yang akibatnya nanti harus mereka tanggung.
Kalau saja kita bisa mendengar suara generasi mendatang, kita akan mendengar seruan mereka agar kita segera bertindak menanggulangi Pemanasan Global. Anak-cucu yang sekarang belum lahir itu akan menanggung beban berat akibat kelalaian kita.
Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.
Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan.

Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu “Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim”. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya.

penerapan teknologi ramah lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global.

Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam
bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali, dan
Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990.

Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012.

commenter
RIZAL AFRILIANTO Said,
January 6th, 2010 @9:54 pm  

NAMA : RIZAL AFRILIANTO
KELAS : PBI
SEMESTER : SATU
1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global?

> Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.?
Sisi lingkungan
• Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
• Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
• Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
• Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
• Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.
Sisi kesehatan
BERDASARKAN Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan_iklim_dan_pemanasan_global.

Munculnya penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat. Yang paling jelas kelihatan adalah penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.
Penyakit tropis menyebar, malaria, demam dengue, demam kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti, dan bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah, dan mencakup daerah yang semakin luas.
3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara! jelaskan!
Lewat kesadaran lingkungan, setiap orang dapat memberikan kontribusi dengan cara sederhana mereka masing-masing dalam menanggulangi perubahan iklim. Kita harus mulainya dari diri kita sendiri, lingkungan kecil kita sendiri. Setiap hal kecil yang dapat kita lakukan di rumah, segera kita lakukan, seperti misalnya meminimalkan penggunaan peralatan atau mesin yang menghasilkan gas sebelum kita bisa benar-benar menyingkirkannya.
Untuk memaksa pemerintahnya agar lebih serius menangani Pemanasan Global ini, banyak orang di Amerika berkampanye agar orang memilih Presiden dan anggota DPR yang punya kepedulian terhadap penanggulangan Pemanasan Global, yang tidak peduli tidak perlu dipilih, sehingga masalah serius yang mempengaruhi keselamatan umat manusia dan masa depan dunia ini lebih diperhatikan secara serius.
Salah satu tanggung jawab vital mereka yang mewakili publik adalah melindungi anak-cucu kita serta generasi mendatang dari kerusakan lingkungan yang akibatnya nanti harus mereka tanggung.
Kalau saja kita bisa mendengar suara generasi mendatang, kita akan mendengar seruan mereka agar kita segera bertindak menanggulangi Pemanasan Global. Anak-cucu yang sekarang belum lahir itu akan menanggung beban berat akibat kelalaian kita.
Solusi penanganan pemanasan global tak hanya pada pengkondisian daerah penetral panas agar tetap terjaga. Ada upaya-upaya lain yang harus ditekan penerapannya.

Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPPC) menghitung beberapa penghematan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat emisi yang ada saat ini.

Emisi karbon dioksida misalnya, harus turun 60%, yang berarti bahwa penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, industri, dan listrik pada tingkat global harus dikurangi sampai tingkat setengah.

Sebuah skenario, berdasarkan penelitian Dr Mick Kelly, Universitas East Anglia di Inggris, dirancang untuk menetapkan konsentrasi gas rumah kaca tahun 2030 pada kadar sedikit lebih tinggi dari pada kadar saat ini. Hal ini memerlukan perubahan mendasar.

Beberapa ciri kuncinya adalah penghapusan produksi chlorofluorocarbon sejak 1995 dan mungkin juga bahan-bahan penggantinya yang mempunyai efek rumah kaca. Menghentikan penggundulan hutan pada 2000, diikuti dengan penanaman kembali hutan-hutan secara intensif.

Pengurangan emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil sampai 30% dari kadar saat ini pada 2020. Pengurangan dalam peningkatan konsentrasi tahunan metana dan dinitrogen oksida sampai 25% dari nilai saat ini.

Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.
Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan.

Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu “Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim”. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya.

Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali, dan penerapan teknologi ramah lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global.

Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi.

Sebanyak 155 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menerjemahkan dalam suatu perjanjian yang mengikat.

Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990.

Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990.

Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. (Sasi Pujiati-23)

commenter
Hery Gunawan PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @9:59 pm  

1).Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.
*karena pemanasan global kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.
2).Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,2.serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
3).*kendala-kendalanya yaitu:
-Sulitnya mengatasi maraknya ilegal logging.
*solusinya:
-melakukan reboisasi(penghijaun kembali),
-pemerintah menghimbau masyakarat berhemat listrik,
-mengurangi polusi udara,dengan menggunakan kendaraan yang mengeluarkan gas-gas berbahaya.
-menghimbau kepada perusahaan agar jangan membuang limbah/sisa pabrik di sungai.

commenter
FACHRUL ROZY PBI. 1B Said,
January 6th, 2010 @10:09 pm  

NAMA : FACHRUL ROZY
KELAS : PBI 1B
EMAIL : BBOYARUEL@YAHOO.CO.ID

JAWABAN SOAL.

1.) Pengertian efek gas rumah kaca adalah Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.
Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.

Kaitan atau hubungan pemanasan gelobal dengan efek gas rumah kaca yaitu :
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

2). Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan

A. Dampak yang merugikan dari pemanasan gelobal dari sisi lingkungan :
- Dampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50-100 tahun. Meskipun perlahan, dampaknya sebagaian besar permukaan bumi menjadi panas.
maka perubahan iklim akan mengakibatkan dampak yang sangat dirasakan oleh manusia, antara lain;
1). Peningkatan Permukaan Air Laut
karena naiknya suhu bumi bisa mencairkan es di daerah kutub. Dan dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan air laut setinggi 10-25 cm.
Sementara menurut laporan Greenpeace, diperkirakan pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 19-95 cm. Peningkatan air laut setinggi 1 meter akan mengakibatkan hilangnya pulau atau daratan di dunia;
* Hilangnya daratan Mesir 1%, Belanda 6%, Bangladesh 17,5% dan 80%atol di kepulauan Marshall
* Tenggelamnya pulau-pulau di, Fiji, Samoa, Vanutu, Jepang, Filipina, serta Indonesia. Hal ini berarti puluhan juta orang yang hidup di pesisir pantai harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan kurangnya daya tahan pesisir pantai sehingga rentan tehadap erosi. Hal ini juga mengakibatkan rusaknya berbagai infrastruktur dan pemukiman di tepi pantai. Fenomena ini bisa menimbulkan pengungsian.

2). Terjadinya Bencana Krisis Kemanusiaan
Karena kurangnya persediaan bahan pangan akibat tingginya potensi gagal panen yang disebabkan perubahan suhu yang tidak menentu, sehingga menurunkan produktivitas pertanian. Produktivitas pertanian di daerah tropis akan menurun jika suhu rata-rata global meningkat 1-2 derajat Celsius. Di sisi lain, mencairnya es di kutub akan menimbulkan pemuaian massa air laut dan kenaikan air laut, sehingga hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang. Adapun dampak akumulatif dari keadaan ini adalah meluasnya bencana kelaparan dan meluasnya gizi buruk.

3). Krisis Air Bersih
Krisis air ini disebabkan oleh masa kekeringan sejak musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut, disebabkan pergantian musim yang tidak stabil, sehingga daerah yang jarang air terancam mengalami krisis air.

4). Meluasnya Berbagai Penyakit yang Mengancam Spesies Manusia
Hal ini disebabkan oleh naiknya suhu udara yang menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek. Dampaknya, penyakit yg ditularkan nyamuk akan berkembang biak dengan lebih cepat.

5). Hilangnya Berbagai Jenis Keaneragaman Hayati.
Perubahan suhu bumi yang tidak menentu mengakibatkan hilangnya spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi, dan sekitar 20-30 persen spesies tanaman dan hewan akan punah bila suhu rata-rata global naik 1,5-2,5 derajat Celsius.

6). Kerugian Materi dan Non-Materi.
Pemanasan global yang menimbulkan bencana akibat topan, banjir dan badai, kira-kira 150.000 jiwa tewas setiap tahunnya. Tahun 2003, gelombang udara panas di Eropa menelan 25.482 jiwa dalam 20 tahun mendatang (sumber data WHO, UNEP, dan World Meteorology Council).

7). Mencairnya es di Kutub.
Perubahan iklim yang disebabkan naiknya suhu permukaan bumi dapat menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di kutub Utara dan di kutub Selatan. Sejak tahun 1960an, es di kutub dunia telah berkurang 10%, sementara ketebalan es di kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir (Prench, 2001).

B. Dampak yang merugikan dari pemanasan gelobal dari sisi kesehatan :
Dampak Pemanasan Global bagi Kesehatan yaitu Ada 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya ebola, flu burung, penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia, adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.
- Dampak pemanasan global secara langsung
Dampak pemanasan global secara langsung (mis. pada suhu panas membuat manusia rentan sakit).

- Dampak tidak langsung
(mis. meningkatnya penyakit menular, antara lain : malaria, DBD,penyakit yang ditularkan melalui udara, melalui air).

- Dampak jangka panjang
(mis. perubahan tinggi air yang dapat mengakibatkan persediaan air bersih menurun, daerah yang kaya jadi miskin, yang dapat menimbulkan terjadinya konflik, dan kemudian menimbulkan masalah psikologi, mis. stress).

3). kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global adalah obsesi terhadap pertumbuhan ekonomi menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang diprediksi melahirkan dampak lebih buruk dari kombinasi kerusakan akibat Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan depresi ekonomi 1930-an. Dan di tegaskan perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.
adapun solusinya adalah berupa pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, dan di tekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengatasi pemanasan global, dengan menekankan pentingnya negara maju membantu negara berkembang karena dua alasan. Pertama, dampak negatif meningkatnya pemanasan global di negara berkembang akan langsung dirasakan negara maju. Kedua, negara maju bertanggung jawab atas peningkatan pesat emisi karbon sejak awal industrialisasi.

SELESAI..!!!
TERIMAKASIH.

commenter
ashar Said,
January 6th, 2010 @10:14 pm  

1.adalah naiknya suhu udara yang disebabkan banyaknya gas-gas yang ada di udara sehingga terjadinya sesak dan lapisan ozon berlubang dan cahaya matahari langsung masuk dan suhu di bumi pun naik.
2.dampaknya adnya kelainan genetik dan munculnya penyakit baru.
3.kendalanya semakin menigktnya pencemaran lingkungan
solusinya adanya kesadaran setiap orang di dunia untuk melestarikan lingkungan dan tidak merusak hutan.

commenter
ibrahim astar PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @10:18 pm  

1).Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.
*karena pemanasan global kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.
2).Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya penyerapan cahaya yang ekstrim, Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya produk pangan,dan punahnya berbagai jenis hewan.langka karena perubahan ekosistem
Perubahan cuaca dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) seperti demam berdarah.malaria… Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara. dapat mengundang bencana alam (banjir, badai. Timbulnya penyakit , seperti: diare, malnutrisi,penyakit kulit, dan lain-lain.
3).*kendala-kendalanya yaitu:
-Banyaknya masyarakat menggunakan alat-alat rumah tangga yang menggunakan CFC.
Banyaknya kebutuhan manusia yang berkaitan dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Contohnya : bbm. Minyak bumi. Gas bumi.
*solusinya:
-melakukan reboisasi(penghijaun kembali), hutan-hutan yang rusak.
-pemerintah menghimbau masyakarat berhemat listrik,
-mengurangi polusi udara,dengan menggunakan kendaraan anti polusi contohnya seperti rombongan sepeda onthel yang ikut mengurangi emisi sepedea motor.
-pabrik harus jauh dari lokasi pemukiman warga agar terhindarinya kontak langsung sisa limba

commenter
Humar Dani PBI. 1B Said,
January 6th, 2010 @10:55 pm  

Nama : HUMARDANI
Ruang : PBI 1B

1. Efek gas rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

2. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

3. - Secara berahap mengganti CFC dengan bahan lain seperti Helium untuk keperluan AC, lemari es dan penyemprot aerosol.
- Menyaring asap dari industri dengan alat tertentu untuk mengelakkan Efek Rumah Kaca yan menyebabkan kenaikan suhu dan hujan asam.
- Penggunaan bahan bakar kendaraan yang tidak mengandung timah hitam (Pb).
- Gunakan kendaraan elektronik
- Cegah pembalakan hutan, dengan kepastian hukum, melakukan reboisasi.
- Gunakan unsur iklim terutama Arah dan Kecepatan Angin dalam merancang lokasi pabrik, agar emisi gas buangan tidak mencemari perkotaan dan pemukiman, dan perlunya interpretasi data iklim dalam setiap rancangan AMDAL.

commenter
Risda Angriani PBI.C Said,
January 6th, 2010 @11:07 pm  

Risda Angriani PBI.C

1) Efek gas rumah kaca adalah Peningkatan dari kadar CO2 di atmosfir yang menimbulkan masalah-masalah penting yang disebabkan oleh Karbon dioksida memiliki sifat memperbolehkan cahaya sinar tampak untuk lewat melaluinya tetapi menyerap sinar infra merah. Energi diperoleh dari matahari yang sebagian besar dalam bentuk cahaya sinar tampak, Oleh karena CO2 di atmosfer memperbolehkan sinar tampak untuk lewat, energi lewat sampai ke permukaan bumi. Sebagai konsekuensinya, atmosfer CO2 tidak menghambat energi matahari untuk mencapai bumi, tetapi menghambat sebagian energi untuk kembali ke ruang angkasa. Dengan adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi tersebut maka dapat terjadi pemanasan Global sehingaa akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.

2) Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan ialah Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya. dan Pengaruh air terhadap kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular.Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa.

3) Kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global salah satubya ialah kurangnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan sekitar dimana kita tahu bahwa pengaruh tersebut sangat besar, kemudian kurangnya letegasan pemerintah terhadap masalah ini.
Solusi yang dapat kita lakukan ialah dapat menjaga lingkungan sekitar agar segala sesuatunya dapat terkontrol.
Yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara ialah dapat mengurangi Penebangan dan pembalakan liar dengan dalih ekonomi terus terjadi di negara-negara pemilik hutan lebat seperti Indonesia, India dan China. kemudian Berkomitmen untuk tidak henti-hentinya dalam memberikan penyadaran dan memotivasi setiap masyarakat di tingkat akar rumput melalui khutbah/ceramah/nasehat agama serta acara-acara adat dan tradisi dan forum-forum lain. Serta Meminta kepada pemerintah untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mengoreksi secara mendasar paradigma kebijakan pembangunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan.

commenter
fadil pbi.bsemester 1 Said,
January 6th, 2010 @11:22 pm  

nama: fadil kelas: pbi.b semester 1

1. efek rumah kaca (greenhouse effect). Munculnya fenomena efek rumah kaca ini dapat dijelaskan sebagai fenomena karena terperangkapnya radiasi matahari di atmosfer bumi. Radiasi matahari ini datang ke bumi pada siang hari dengan intensitas 1200 W/m2 (di daerah katulistiwa pada tengah hari) atau 235 W/m2 rata-rata. Sebagian energi yang berupa ultraviolet dikonversi serta dihamburkan oleh lapisan ozon di stratosfer. Sebagian lagi dari berbagai panjang gelombang dihamburkan oleh atmosfer ke angkasa luar sehingga hanya sekitar 168 W/m2 yang diserap permukaan bumi. Permukaan bumi (daratan, lautan, vegetasi, hunian manusia) memancarkan balik sebagian sinar matahari dalam bentuk radiasi inframerah. Gas rumah kaca (H2O, CO2, CH4) menyerap pancaran radiasi infra merah ini sehingga atmosfer menjadi hangat. Dalam keadaan setimbang, permukaan bumi memancarkan dan menyerap energi rata-rata sebesar 492 W/m2

2. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

3. kendalanya kurangnya perhatian masyarakat dunia tentang himbauan pemerintah
-kurang seriusnya pmerintah dalam menjelaskan visi dan misi dalam menanggulangi efek pemanasan global

solusi:
-Kurangi konsumsi daging, bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% jejak karbon dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.

-Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.

-Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.

-Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.

-Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.

-Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.
Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.

-Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.

-Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda.
Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan ataupun dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dan lain-lain. Tergantung kesempatan dan kemampuan Anda masing-masing. JIka di daerah anda ada Mangrove, tanamlah bibit mangrove dengan mengikuti program peduli lingkungan di daerah Anda!

commenter
samsidar pbi 1C Said,
January 6th, 2010 @11:22 pm  

1. Terjadinya pemanasan global sebab adanya efek rumah kaca yang berlebihan (lebih dari kondisi normal) di atmosfer bumi, sebagai akibat terganggunya komposisi gas-gas rumah kaca (GRK) utama seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer. GRK dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Namun sebagian besar yang menyebabkan terjadi perubahan komposisi GRK di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan keangkasa sebagai “hasil sampingan” dari aktifitas manusia untuk membangun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini. Dimulai sejak manusia menemukan teknologi industri pada abad 18, banyak menggunakan bahan bakar primer seperti minyak bumi, gas maupun batubara untuk menghasilkan energi yang diperlukan. Energi dapat diperoleh, kalau minyak itu dibakar lebih dahulu, dari proses pembakaran tersebut keluarlah gas-gas rumah kaca. keterkaitan antara efek rumah kaca dengan pemanasan global karena sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya (komposisinya berlebihan). Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.
2. a. Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
b. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
c. Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
3. a. kurangnya perhatian dari masyarakat
b. pemerintah tidak terlalu antusias dalam menangani masalah ini.
solusinya :
sebaiknya pemerintah mensosialisasikan mengenai hal ini kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan masyrakat pun dapat memperhatikan dan segera mencegah tentunya ada suatu hubungan kerjasama dari kedua pihak yakni pemerintah dan masyarakat.

commenter
HERLINA WATI ; PBI 1 B Said,
January 6th, 2010 @11:29 pm  

NAMA : HERLINA WATI
KELAS : PBI 1 B

1. Efek gas rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Kaitannya dengan pemanasan Global yaitu, karena Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global
Dari Sisi Lingkungan :
1. Iklim Mulai Tidak Stabil
Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2. Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.

3. Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4. Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

Dari sisi Kesehatan :
1. Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

3. Kendala yang di hadapi pemanasan global yaitu bahwa Amerika Serikat belum meloloskan legislasi pengurangan emisi, tidak seperti semua negara industri besar lainnya.
Yang dilakukan individu-individu atau semua Negara dalam mengurangi pemanasan global adalah : Melestarikan hutan serta menyelamatkannya dari proses eksploitasi secara rakus oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, pengurangan pemakaian emisi yang mengandung karbon dioksida yang sangat besar serta menghindari pembangunan “rumah kaca” adalah cara yang sangat mudah untuk mengurangi laju dari proses penipisan lapisan ozon secara global. Selain pemahaman masyarakat umum yang harus terus dipupuk untuk dapat mengetahui akan ketergantungan kelangsungan kehidupan di dunia adalah lapisan ozon yang selama ini menyelimuti permukaan bumi. Selain itu juga turut mengkampanyekan boikot pada barang-barang yang diproduksi dengan menggunakan BPO (bahan perusak ozon) antara lain seperti kulkas, AC mobil, kasur busa, jok kursi, accesories kendaraan, produk kosmetik yang berbentuk spray, dan sebagainya. Sebagai bagian dari upaya kepedulian masyarakat secara umum terhadap perlindungan lapisan ozon juga dapat diwujudkan dengan cara memilih produk yang sudah tidak menggunakan BPO. Sehingga diantara seluruh masyarakat dunia ada rasa kebersamaan dan semangat yang tinggi untuk sama-sama memiliki visi dan misi untuk menyelamatkan bumi ini dari kehancuran “lebih dini” dapat terlaksana dan realistis.

commenter
Muswandi,PBIc Said,
January 6th, 2010 @11:30 pm  

Jawaban:

1. Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

sering dikaitkan karena gas rumah kaca yang telah merusak atmosfer di bumi sehingga membuat matahari tertahan di bumi dan membuat bumi makin panas.

2. dari lingkungan:
terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.

dari kesehatan:
Salah satunya sinar UVA dan UVB dapat merusak kulit.

3. kendalanya:
a. kurang disetujuinya Protokol kyoto.
b. makin banyaknya polusi gas dari seluruh dunia.
c. kurangnya dana jadi kendala utama.
d. kurangnya kerjasama antar negara.

solusi:
a. stop pembuangan gas berlebihan.
b. jangan membuang sampah.
c. tanam pohon lebih banyak.
d. jaga kebersihan lingkungan.
e. yang terpenting kita sebagai manusia yaitu untuk merawat bumi kita ini.

commenter
fajar hadiyanto Said,
January 7th, 2010 @12:57 am  

soal no 1 : Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global ?karena suatu kejadian meningkatnya temperatur rata-rata di laut dan daratan bumi. Proses menghangatnya suhu permukaan bumi ini disebabkan faktor pembakaran bahan bakar fosil, batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Pembakaran ini menghasilkan gas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang disebut dengan gas rumah kaca seperti metana, belerang, klor, dll. Pelepasan gas-gas tersebut menyebabkan munculnya fenomena efek rumah kaca.

soal no 2 : Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.? jelaskan!
jawab :
a. cuaca karna menurut para ahli di daerah bagian utara dan kutub es akan mencair dan lautan akan pasang sehingga menyebabkan daratan tenggelam
b. Pantai dan Tinggi permukaan air laut karna Pemanasan global menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat sehingga suhu permukaan air laut juga akan meningkat. Hal tersebut menyebabkan volume air laut membesar dan menaikkan permukaan air laut. Ini akan berdampak bagi kehidupan di daerah pantai antara lain erosi yang meningkat di tebing, pantai, bukit pasir dan mempengaruhi ekosistem di pantai. Selain itu dampak lainnya adalah banjir akibat meningkatnya air pasang pada muara sungai serta kenaikan air laut dapat menutupi sebagian daratan dekat pantai.
c. dampak bagi kesehatan manusia ialah menurut para ahli memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

soal no 3 : Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
jawab : salah satu kendalanya ialah karna banyaknya manusia tidak menyadari efek pemanasan global sehingga sulit untuk mengatasi pemanasan global dan yang harus dilakukan negara ialah memberi penyuluhan akan bahayanya efek pemanasan global.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

commenter
RUSLAN PBI 1D Said,
January 7th, 2010 @1:21 am  

Nama : Ruslan
Kelas : PBI 1D
Email : Arlandstitm@yahoo.co.id

Soal jawaban
1.Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global sering dikaitkan dengan efek rumah kaca karena Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.

2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan :
A. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan

* Degradasi Lingkungan
yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol.

* Kebakaran hutan
- Kebakaran hutan itu mengusik ekosistem bumi dari dua segi. Material kayu dan serasah yang terbakar itu menghasilkan gas-gas rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. Sedangkan asap hitamnya menganggu secara langsung kehidupan manusia.
- Asap yang mengandung debu halus dan berbagai oksida karbon itu menyebabkan gangguan pernapasan dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mulai asma, bronkhitis hingga penyakit paru obstruktif kronis (COPD).
- Asap tersebut juga membawa racun dioksin yang bisa menimbulkan kanker paru dan gangguan kehamilan serta kemandulan pada wanita.

B. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi kesehatan.

* Penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global
Penyakit lama timbul kembali seperti Penyakit Malaria.

* Dampak secara langsung
Pada suhu panas manusia rentan sakit, Penyakit Saluran Pernafasan

* Dampak tidak langsung
Meningkatnya penyakit menular, antara lain : Malaria, DBD, Chikungunya, Penyakit yang ditularkan melalui udara dan air

* Dampak penipisan ozone antara lain meningkatnya intensitas sinar ultra violet
Kanker kulit, Katarak, penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetik.

3. kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan globa adalah lebih didasarkan kekhawatiran akan dampak keharusan menurunkan emisi gas karbon berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat menyurutkan dukungan kalangan industrialis dan pekerja.
solusinya adalah harapan bagi terciptanya kesepakatan menyangkut pemanasan global mengemuka kembali dengan pengumuman komitmen baru pemerintahan Obama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 17 persen. Meski masih di bawah level yang direkomendasikan ilmuwan PBB, yaitu agar negara maju memotong emisi antara 25 dan 40 persen dari level emisi tahun 1990 sebelum 2020, pernyataan Obama berdampak positif. Sehari setelah itu, Pemerintah China mengumumkan komitmen mengurangi emisi karbon dioksida per unit GDP sebesar 40-45 persen dari level 2005 pada 2020 (Kompas, 3/12).

SELESAI…
SEKIAN DAN TERIMAKASIH.

commenter
Masran (PBI.B) Said,
January 7th, 2010 @2:32 am  

Nama : Masran
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)
Mata Kuliah : IAD (Ilmu Alamiah Dasar)

Jawaban Midtest Global Warming
1. Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan adalah :
a. Iklim mulai tidak stabil hal ini diperkirakan oleh para ilmuwan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
b. Peningkatan permukaan laut ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan.
c. Suhu Global cenderung meningkat diperkirakan pada lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
d. Gangguan Ekologis hewan dan tumbuhan menjadi makhluk yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi kesehatan adalah :
a. Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit dan lain-lain.
b. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vector (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam berdarah karena munculnya ruang (eksosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang /kebakaran hutan, DBD kaitan dengan musim hujan tidak menentu.
c. Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis dan lain-lain.
3. Kendala-kendala dalam mengatasi dalam mengatasi efek pemanasan global diantaranya adalah :
a. Kurangnya pengetahuan/kesadaran masyarakat bahaya tentang pemakaian alat-alat elektonik CFC.
b. Makin banyaknya industri-industri yang tidak ramah lingkungan, seperti perluasan lahan (dengan pembakaran hutan), industri pertambangan batubara yang tidak diimbangin dengan reklamasi eks lokasi yang ditambang. Peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, pembangkit tenaga listrik, serta pembabatan hutan.
c. Kurangnya komitmen/sikap plin-plan dari sebagian Negara maju seperti Amerika untuk mengurangi bertambahnya efek gas-gas rumah kaca dengan alasan terlalu besarnya biaya yang diperlukan untuk mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industry yang lebih efisien.
Solusi yang bisa saya berikan untuk mengatasi efek pemanasan global diantaranya adalah:
a. Menghimbau/memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahayanya pemakaian-pemakaian peralatan-peralatan yang dapat meningkatkan efek pemanasan global. Hal ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil kita seperti diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar kita. Misal seperti hemat energi dan mensukseskan program pemerintah seperti ONE MAN ONE TREE.
b. Pemerintah lebih selektif lagi terhadap perijinan industri-industri rawan/yang tidak ramah lingkungan.
c. Negara-negara yang ada di dunia ini semuanya harus mau berkomitmen dalam mengatasi masalah pemanasan global ini seperti apa yang pak Yusuf katakan di pengantar midtest ini bahwa “Karena hal ini terjadi dan berdampak secara global, maka tak cukup upaya individual untuk mengatasinya, diperlukan keputusan, komitment dan langkah bersama bagi seluruh manusia di planet ini. Justru inilah yang masih dinantikan oleh masyarakat internasional. Jika tidak, kita sendiri yang akan “menikmatinya”. saya Setuju pa’!!!!!!!!!!!!!!!!hehehehehehe

commenter
yusuf Said,
January 7th, 2010 @4:00 am  

@ fajar hadi
jawaban Global warming sdh masuk. tq.

tapi, kok nggak ada kelasnya .. kelas brp ?

admin

commenter
maria yosephi ( PBI- B ) Said,
January 7th, 2010 @5:09 am  

1.Efek rumah kaca adalah adanya gas gas rumah kaca di atmosfer seperti CO2 ( karbondioksida ),metana ( CH4),N2O ( nintogen oksida ) dalam batas normal yang berkerja menahan panas matahari agar suhu di bumi tetap hangat,bila terjadi peningkatan gas gas rumah kaca yang memnuhi kuota atmosfer dan menyebabkan peningkatan suhu di atas rata rata pada permukaan bumi maka inilah yg dikatakan pemanasan global
2.dampak dari sisi lingkungan.
A. Terjadi perubahan musim yg tdk menentu
B. Sering terjadi bencana alam( banjir,kemarau,
Tanah longsor,angin puting beliung )
C. Pencairan es yg berada di kutub utara
Menyebabkan naiknya airlaut
D. Banyak matinya binatang binatang krn
Ekosistemnya berubah
Dampak dari sisi kesehatan
A. Meningkatnya kasus alergi
B. Asma
C. Kanker kulit
D. Malaria,demam berdarah dan
E. Encepalitis
3. Kendala nya adalah rendahnya kepekaan para pemimpin negara maju dan berkembang krn menganut sistem kapitalisme,shg usaha yg dilakukan tuk mengatasi permasalahan ini tdk maksimal,sbg contoh negara amerika yg penyumbang emisi terbesar tuk pemanasan global tdk melakukan sesuatu yg berarti tuk dunia,sehingga semua negara harus satu suara dan berkerjasama tuk hal ini yaitu tdk menganut sistem kapitalisme,tindakan yg bisa kita lakukan sbg individu tuk meminimalkan pemanasan global adalah rubah gaya hidup dg hemat air,listrik,manfaatkan bahan daur ulang,kurangi penggunaan tisu dan fotocopy,bahan2 plastik,tanam tanaman di sekitar rumah,one man on tree
Gunakan pupuk alami,dan penggunaan kendraan yg ramah lingkungan spt bersepeda

commenter
Maria Yosephi ( PBI - B ) Said,
January 7th, 2010 @6:02 am  

1. Efek rumah kaca adalah adanya gas - gas rumah kaca dalam batas normal seperti CO2 ( karbondioksida ),metana ( CH 4 ) dan N2O ( nitrogen oksida ) yang berfingsi menahan panas matahari agar suhu di dlam tetap hangat,sehingga bila terjadi peningkatan gas - gas rumah kaca yg memenuhi lebih kuota atmosfer maka akan mengakibatkan peningkatan suhu rata - rata permukaan bumi,inilah ygn di sebut dg pemanasan global
2. Dampak pada lingkungan
a. Perubahan musim ( kemarau dan hujan tidak bisa
diperkirakan )
b. Terjadi bencana alam ( banjir,kekeringan,longsor)
c. Cuaca dan suhu di bumi makin panas
Dampak pada kesehatan
a. Kasus alergi meningkat
b. Asma
c. malaria,Demam berdarah
d. kanker kulit
e. Encepalitis
3. Kendala dlam mengatasi hal ini adalah ”
1. rendahnya kepekaan para pemimpin dunia dg
menganut sistem kapitalisme ( mengeruk
keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa
memperhatikan dampak lingkungan dan manusia )
2. Tidak ada kesadarn yg kuat dari masyarakat tuk
mengatasi hal ini
3. Biaya yang tidak ada dlm hal realisasi tindakan
Hal - hal yg bisa di lakukan adalah :
1. Rubah gaya hidup dg hemat listrik,air,
2. Kurangi penggunaan tisu dan memfotocopy
3. Penanaman pohon dan tanaman di sekitar rumah
4. Manfaatkan barang daur ulang
5.Tuk pengusaha tambang dan hutan buat reklamasi kembali sisa dari penambangan dan penebangan

commenter
Heri Febriani Said,
January 7th, 2010 @9:01 am  

1. Efek gas rumah kaca adalah Suatu kondisi dimana sebagian energi dari matahari yang seharusnya di pantulkan ke luar angkasa yang berwujud radiasi infra merah terperangkap di atmosfir bumi oleh gas – gas seperti uap air , CO2, metana dan lain – lain yang disebut gas rumah kaca dimana gas – gas rumah kaca ini menjadi perangkap gelombang radiasi infra merah dan kemudian menyerap dan memantulkan kembali gelombang radiasi tersebut kepermukaan bumi, sebagai akibatnya suhu bumi rata – rata ( Suhu laut meningkat dan suhu atmosfir ) akan terus meningkat dan permukaan bumi akan menjadi lebih panas. Sehingga proses peningkatan suhu rata – rata tersebut disebut pemanasan global ( Global Warming ).

2. Dilihat dari sisi lingkungan global warming menyebabkan melelehnya es dikutub utara sehingga permukaan air laut mengalami peningkatan, hal ini mengakibatkan meningkatnya frekwensi dan intensitas banjir, perubahan arus laut yang mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan mangrove, perubahan iklim menjadi sangat drastis serta punahnya beberapa spesies flora dan fauna. Dari segi kesehatandampak [enyakit langsung yaitu dengan terperangkapnya energy radiasi infra merah di atmosfir hal ini dapat menyebabkan penyakit kanker bagi manusia, terjadinya imigrasi berbagai jenis penyakit dan mutasi genetik beberapa jenis penyakit. Dampak penyakit tidak langsungnya yaitu karena seringnya terjadi banjir maka penyakit seperti disentri, kolera dan typus kerap kali menyerang masyarakat.

3. Kendalanya yaitu : Bahwa sebagian besar Negara industry maju adalah penghasil gas rumah kaca seperti gas CO2, metana, sulfur, nitrogen oksida dll. Negara – Negara tersebut belum dapat mengganti sumber energinya dengan sumber energy yang ramah lingkungan yang saat ini mereka dapat lakukan adalah mengurangi emisi dari gas rumah kaca tersebut dalam proses industrynya. Sehingga, negara – negara tersebut dapat dikatakan sebagai produsen gas rumah kaca terbesar didunia. Kendala lainnya adalah disebagian negara berkembang yang mempunyai sumber daya hutan yang cukup luas masih terjadi eksploitasi hutan secara besar – besaran sehingga, luasan hutan menurun secara drastis yang mengakibatkan penyerapan gas rumah kaca semakin berkurang . Upaya yang harus dilakukan oleh negara maju adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yang sesuai dengan protocol kioto ( Perjanjain dimana setiap negara – negara untuk mengurangi gas emisi rumah kaca secara bertahap ) dimana negara – negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut wajib mengurangi gas emisi rumah kaca secara bertahap, disamping itu negara – negara tersebut seharusnya memberikan kompensasi kepada negara – negara berkembang yang dapat menjaga dan memelihara kelestarian hutannya secara baik, sebaliknya negara berkembang yang mempunyai sumber daya hutan yang masih luas hendaknya melakukan eksploitasi hutan secara arif dan bijaksana. Misalnya, eksploitasindengan menggunakan metode riil ( Radecu Impact Logging ) dengan menggunakan metode ini kerusakan hutan dapat diminimalisir demikian juga dengan ijin -ijin pengalih-fungsian kawasan hutan harus segera dihentikan karean menyebabkan luas hutan menurun secara drastis. Secara individu yaitu : Menjaga kelestarian alam seperti tidak membuang sampah disungai, melakukan penanaman pohon secara invidu yaitu one man one three, melakukan penanaman disekitar lingkungannya, tidak mengunakan alat elektronik yang dapat merusak lapisan ozon spserti pemakaian AC, Haispray dll.

commenter
Heri Febriani-PBI-B Said,
January 7th, 2010 @9:21 am  

Heri Febriaani PBI-B
1. Efek gas rumah kaca adalah Suatu kondisi dimana sebagian energi dari matahari yang seharusnya di pantulkan ke luar angkasa yang berwujud radiasi infra merah terperangkap di atmosfir bumi oleh gas – gas seperti uap air , CO2, metana dan lain – lain yang disebut gas rumah kaca dimana gas – gas rumah kaca ini menjadi perangkap gelombang radiasi infra merah dan kemudian menyerap dan memantulkan kembali gelombang radiasi tersebut kepermukaan bumi, sebagai akibatnya suhu bumi rata – rata ( Suhu laut meningkat dan suhu atmosfir ) akan terus meningkat dan permukaan bumi akan menjadi lebih panas. Sehingga proses peningkatan suhu rata – rata tersebut disebut pemanasan global ( Global Warming ).

2. Dilihat dari sisi lingkungan global warming menyebabkan melelehnya es dikutub utara sehingga permukaan air laut mengalami peningkatan, hal ini mengakibatkan meningkatnya frekwensi dan intensitas banjir, perubahan arus laut yang mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan mangrove, perubahan iklim menjadi sangat drastis serta punahnya beberapa spesies flora dan fauna. Dari segi kesehatandampak [enyakit langsung yaitu dengan terperangkapnya energy radiasi infra merah di atmosfir hal ini dapat menyebabkan penyakit kanker bagi manusia, terjadinya imigrasi berbagai jenis penyakit dan mutasi genetik beberapa jenis penyakit. Dampak penyakit tidak langsungnya yaitu karena seringnya terjadi banjir maka penyakit seperti disentri, kolera dan typus kerap kali menyerang masyarakat.

3. Kendalanya yaitu : Bahwa sebagian besar Negara industry maju adalah penghasil gas rumah kaca seperti gas CO2, metana, sulfur, nitrogen oksida dll. Negara – Negara tersebut belum dapat mengganti sumber energinya dengan sumber energy yang ramah lingkungan yang saat ini mereka dapat lakukan adalah mengurangi emisi dari gas rumah kaca tersebut dalam proses industrynya. Sehingga, negara – negara tersebut dapat dikatakan sebagai produsen gas rumah kaca terbesar didunia. Kendala lainnya adalah disebagian negara berkembang yang mempunyai sumber daya hutan yang cukup luas masih terjadi eksploitasi hutan secara besar – besaran sehingga, luasan hutan menurun secara drastis yang mengakibatkan penyerapan gas rumah kaca semakin berkurang . Upaya yang harus dilakukan oleh negara maju adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yang sesuai dengan protocol kioto ( Perjanjain dimana setiap negara – negara untuk mengurangi gas emisi rumah kaca secara bertahap ) dimana negara – negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut wajib mengurangi gas emisi rumah kaca secara bertahap, disamping itu negara – negara tersebut seharusnya memberikan kompensasi kepada negara – negara berkembang yang dapat menjaga dan memelihara kelestarian hutannya secara baik, sebaliknya negara berkembang yang mempunyai sumber daya hutan yang masih luas hendaknya melakukan eksploitasi hutan secara arif dan bijaksana. Misalnya, eksploitasindengan menggunakan metode riil ( Radecu Impact Logging ) dengan menggunakan metode ini kerusakan hutan dapat diminimalisir demikian juga dengan ijin -ijin pengalih-fungsian kawasan hutan harus segera dihentikan karean menyebabkan luas hutan menurun secara drastis. Secara individu yaitu : Menjaga kelestarian alam seperti tidak membuang sampah disungai, melakukan penanaman pohon secara invidu yaitu one man one three, melakukan penanaman disekitar lingkungannya, tidak mengunakan alat elektronik yang dapat merusak lapisan ozon spserti pemakaian AC, Haispray dll.

commenter
emilia fitri Said,
January 7th, 2010 @10:14 am  

1.Efek rumah kaca adalah proses di mana penyerapan dan emisi radiasi inframerah oleh gas-gas di atmosfer sebuah planet yang hangat atmosfer bawah dan permukaan. jadi jelas rumah kaca sangat berpengaruh bagi ligkungan makhluk hidup,dan sekitarnya,sehingga sangat terkait dalam pemanasan global.
2.dampak pemanasan global atau Peningkatan suhu global akan menyebabkan permukaan air laut naik dan akan mengubah jumlah dan pola curah hujan, mungkin termasuk perluasan gurun subtropis. [7] Pemanasan akan terkuat di Kutub Utara dan akan dikaitkan dengan mundur terus gletser, lapisan es dan lautan es. Kemungkinan lain efek termasuk peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrim, spesies punah, dan perubahan dalam hasil pertanian.
3.kendalanya yaitu kurangnya kesadaran yang ada pada diri manusia yang selalu ingin memenuhi keinginannya sendiri,hal yang harus di lakukan setiap individu yaitu melakukan penanaman tumbuhan hijau di sekitar rumah,dan sering2 lah melakukan penghijauan atau reboisasi

commenter
emilia fitri Said,
January 7th, 2010 @10:17 am  

Nama: emilia fitri
kelas:PBI B
1.Efek rumah kaca adalah proses di mana penyerapan dan emisi radiasi inframerah oleh gas-gas di atmosfer sebuah planet yang hangat atmosfer bawah dan permukaan. jadi jelas rumah kaca sangat berpengaruh bagi ligkungan makhluk hidup,dan sekitarnya,sehingga sangat terkait dalam pemanasan global.
2.dampak pemanasan global atau Peningkatan suhu global akan menyebabkan permukaan air laut naik dan akan mengubah jumlah dan pola curah hujan, mungkin termasuk perluasan gurun subtropis. [7] Pemanasan akan terkuat di Kutub Utara dan akan dikaitkan dengan mundur terus gletser, lapisan es dan lautan es. Kemungkinan lain efek termasuk peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrim, spesies punah, dan perubahan dalam hasil pertanian.
3.kendalanya yaitu kurangnya kesadaran yang ada pada diri manusia yang selalu ingin memenuhi keinginannya sendiri,hal yang harus di lakukan setiap individu yaitu melakukan penanaman tumbuhan hijau di sekitar rumah,dan sering2 lah melakukan penghijauan atau reboisasi.

commenter
Johansyah, PBI 1 B Said,
January 7th, 2010 @10:36 am  

Nama : Johansyah, PBI 1 B
Email : johansyah136@gmail.com

Jawab :
1. Proses pancaran sinar matahari dari angkasa menembus atmosfer sampai menuju permukaan bumi hingga dapat kita rasakan suhu bumi menjadi hangat. Karena menyebabkan suhu bumi menjadi panas.

2. dari sisi Lingkungan :
suhu bumi menjadi meningkat, sehingga udara yang dihasilkan kurang nyaman, iklim dan cuaca pun tidak dapat diperkirakan dan gunung-gunung es mencair.

dari sisi kesehatan :
menyebabkan penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, penyakit kulit dan kurangnya cairan atau dehidrasi.

3. adany pihak yang hanya ingin mengatur tetapi tidak mau diatur, seperti USA, Jepang dll
Adapun solusi :
Kurang Gas Emisi Perusahaan, mengurangi Penggunaan kendaraan yang mengeluarkan asap, tapi gunakan kendaraan alternatif. One man One three, Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse) dan kurangi emisi karbon

commenter
Lilis Nirayuhana Said,
January 7th, 2010 @11:26 am  

Nama : Lilis Nirayuhana, PBI 1 B
Email : nirayuhana@gmail.com
Jawab:
1. adalah jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi. Karena pemicu pemansan global

2. adapun dari segi lingkungan : pemanasan global menyebabkan rusaknya ekosistem, sehingga udara menjadi pengap dan Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim
adapun dari segi kesehatan : peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.

3. Masyarakat kurang sadar akan adanya pemanasan global,
Adapun solusi :
Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). Tanam pohon di lingkungan sekitar kita. Tahu dan sebarkan tentang global warming. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

commenter
rosmayanti nasution Said,
January 7th, 2010 @12:04 pm  

ROSMAYANTI PBI 1C
1. Efekrumah kaca adalah peristiwa terperangkapnya panas oleh atmosfer sehingga bumi menjadi hangat, kaitannya dengan pemanasan global adalah sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sinar tampak adalah gelombang pendek setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa sinar panas(sinar infra merah) yang kita rasakan. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali ke luar angkasa. Karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya (komposisi yang berlebihan) akibatnya energi panas yang seharusnya lepas ke angkasa menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi dalam kurun waktu yang lama, sehingga lebih dari kondisi normal. Inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi,terjadilah perubahan iklim secara global.
2. Dampak pemanasan global terhaap lingkungan yaitu : berkurangnya produksi makanan dan ketersediaan air, kerusakan lingkungan, kekeringan, kebakaran hutan, banjir. dan bagi kesehatan adalah dapat menimbulkan malnutrisi, diare, malaria, DBD,jantung dan paru-paru serta asma.
3. kendala dalam mengatasi pemanasan globalkurang adanya kesadaran masyarakat yang pola kehidupannya berpotensi meningkatkan pemanasan global. kurangnya kejasama antara negara-negara maju untuk mengurangi kegiatan produksi yang berpotensi menjadi pemanasan global, ketidakseimbangan antara hasil bumi yang diambil dengan perawatan dan plestarian alam, dan ilegal loging yang semakin marak. Solusinya adalah : jadilah vegetarian, menanam pohon, bepergian yang ramah lingkungan, mengkonsumsi makanan organik, hemat listrik dan energi, gunakan kipas angin , daur ulang sampah organik.

commenter
Elya Agustina PBI. 1B Said,
January 7th, 2010 @12:11 pm  

Nama : Elya Agustina
Ruang : PBI. 1B

1. Efek gas rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

Kaitannya dengan pemanasan Global yaitu Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

2. Dampak pemanasan global:
- Iklim Mulai Tidak Stabil, misalnya gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
- Peningkatan permukaan laut, misalnya Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai
- Suhu global cenderung meningkat, misalnya Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
- Gangguan ekologis, Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

3. kendala- kendala mengatasi pemanasan Global yaitu:
- Rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat
- kurangnya dana suatu negara
- semakin banyaknya pabrik- pabrik industri

solusinya yaitu:
- Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan
tinggalkan alat
elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger
telp. genggam dari stop
kontak.
Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon,
pembangkit listrik PLN
menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar
emisi).

- Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya
listrik. Meski harganya
agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).

- Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat
penerangan hingga 5%).

- Jika terpaksa memakai AC….Tutup pintu dan
jendela selama AC menyala.
Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).

- Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic
jar, dll).

- Alihkan panas limbah mesin AC untuk
mengoperasikan water-heater.

- Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

- Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari
lebih baik ketimbang
memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi
karbon.

- Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi
udara).

- Hemat penggunaan kertas, bahan bakunya berasal
dari kayu, seperti
kertas tissue, kertas ATM (jika tidak perlu, tidak
usah pakai slip), dll.
menghemat 2 lembar tissue setiap hari, sama dengan
menyelamatkan
seratus pohon setiap tahun.

- Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic
menghasilkan gas
berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat
membantu mengumpulkannya
untuk didaur ulang kembali.

- Sebarkan berita ini kepada orang-orang di
sekitar Anda, agar mereka
turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

commenter
Muswandi,PBIc Said,
January 7th, 2010 @1:27 pm  

Jawaban:

1. Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

sering dikaitkan karena gas rumah kaca yang telah merusak atmosfer di bumi sehingga membuat matahari tertahan di bumi dan membuat bumi makin panas.

2. dari lingkungan:
terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.

dari kesehatan:
Salah satunya sinar UVA dan UVB dapat merusak kulit.
dan penyakit lainnya seperti Diare,Asma,dll.

3. kendalanya:
a. kurang disetujuinya Protokol kyoto.
b. makin banyaknya polusi gas dari seluruh dunia.
c. kurangnya dana jadi kendala utama.
d. kurangnya kerjasama antar negara.

solusi:
a. stop pembuangan gas berlebihan.
b. jangan membuang sampah.
c. tanam pohon lebih banyak.
d. jaga kebersihan lingkungan.
e. yang terpenting kita sebagai manusia yaitu untuk merawat bumi kita ini.

commenter
febriani Said,
January 7th, 2010 @1:28 pm  

GLOBAL WARMING

1. Efek Rumah Kaca dapat di visualisasikan sebagai sebuah proses. Pda kenyataannya, di lapisan di Atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang di kelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari mask kebumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian di serap oleh bumi dan sisanya di pantulkan kembali keangkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun panas yang seharusnya dapat di pantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi, Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.
Maslah timbul ketika aktifitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di Atmosfer (gas rumah kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka,panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang di sebut EFEK RUMAH KACA. Pemanasan global dan perubahaniklim merupakan dampak dari efek Rumah kaca.
Mengapa dikaitkan dengan pemanasan global hal ini di karenakan efek rumah kaca merupakan salah satu penyebab utama dari dari pemanasan Global. Istilah efek rumah kaca, di ambil dari cara tanam yang di gunakan para petani di daerah iklim sedang (Negara yang memiliki 4 musim) para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapt tertembus sinar matahari,. Dari sinar yang masuk tersebut ,akan di pantulkan kembali oleh benda / permukaan dalam rumah kaca, ketika di pantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca, demikian pula hal’nya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi ligkunagan dan kesehatan adalah sebagai berikut, selain virus dan bakteri berkembang pesat, secara tidak langsung pemansan Global juga dapat menimbulkan kekeringan maupun banjir,
• Kekeringan juga mengakibatkan penurunan status gizi masyarakat karena panen yang terganggu
• Banjir, dapat menyebabkanmeluasnya penyakit diare
Selain itu juga terjdi
1. Banjir
• Pemnasan global membuat penumpukan uap air di udara semakin besar.
• Ketika daerah perkotaan tergenang muncullah paradoks yang khas. Penduduk kehausan di tengah genangan air.
• Dari situlah berjangkit penyakit diare dan Leptospirosis

2. kebakaran hutan, yang di akbatkan tinggimya suhu udara di bum yang memudahkan ranting yang rapuh mudah terbakar dan menyebar membakar hutan.
3. Mencairnya Es di Kutub utara,

Dampak lain dri kesetan adalah, penyakit lama timbul kembali seperti malaria.,meningkatnya penyakit menular, DBD, Chikungunya, penyakit yang di tularkan dari udra dan air.

3 . Banyak hambatan menjadi penghalang dalam mengtasi pemasan global. Bahkan yang menjadi masalah Negara2 maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
PEMIKIRAN tentang pemanasan global telah ada sejak dulu, tetapi tindakan nyata untuk mengantisipasinya baru dilakukan dalam dekade terakhir.

Itu pun, sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan. Banyak hambatan menjadi penghalang dalam mengatasi pemanasan global. Bahkan yang menjadi masalah, negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
Jika ditinjau dari pemanasan global, sistem di bumi dapat dikelompokkan menjadi dua daerah,yaitu daerah produksi panas dan daerah penetral panas.
Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih.Daerah produksi panas ini pemasok karbon dioksida tertinggi. Sebab aktivitas industri berupa pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi menghasilkan jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam jumlah banyak. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer tiap tahun.

Sementara dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40% adalah minyak bumi, 27% batu bara, dan 22% gas bumi, sedangkan listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11% sisanya.
Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi.
Membakar satu ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama dari minyak, jumlah karbon dioksida yang dilepas akan mencapai dua ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton.

Karena itu, dibutuhkan konsentrasi untuk menekan ancaman global secara menyeluruh. Salah satunya pemberdayaan daerah yang menjadi penetral panas.
Di khatulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan hujan tropis, paling tidak bisa menekan efek dari pemanasan global.

Ada tiga daerah utama di bumi yang dapat dikatakan sebagai ìparu-paru duniaî karena potensinya untuk mengatur sirkulasi air dan udara, pengatur suhu bumi, penentu iklim, dan me-refresh bumi secara periodik. Ketiga daerah utama paru-paru bumi itu adalah Indonesia, Brazil, dan Afrika Tengah. Indonesia lebih berperan sebagai paru-paru dunia dibandingkan dengan dua negara lainnya. Sebab memiliki kondisi laut yang luas dan dangkal serta sinar matahari berlimpah, sehingga konvensi air lebih aktif.Solusi penanganan pemanasan global tak hanya pada pengkondisian daerah penetral panas agar tetap terjaga. Ada upaya-upaya lain yang harus ditekan penerapannya.

Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPPC) menghitung beberapa penghematan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat emisi yang ada saat ini. Emisi karbon dioksida misalnya, harus turun 60%, yang berarti bahwa penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, industri, dan listrik pada tingkat global harus dikurangi sampai tingkat setengah.Sebuah skenario, berdasarkan penelitian Dr Mick Kelly, Universitas East Anglia di Inggris, dirancang untuk menetapkan konsentrasi gas rumah kaca tahun 2030 pada kadar sedikit lebih tinggi dari pada kadar saat ini. Hal ini memerlukan perubahan mendasar.

Beberapa ciri kuncinya adalah penghapusan produksi chlorofluorocarbon sejak 1995 dan mungkin juga bahan-bahan penggantinya yang mempunyai efek rumah kaca. Menghentikan penggundulan hutan pada 2000, diikuti dengan penanaman kembali hutan-hutan secara intensif. Pengurangan emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil sampai 30% dari kadar saat ini pada 2020. Pengurangan dalam peningkatan konsentrasi tahunan metana dan dinitrogen oksida sampai 25% dari nilai saat ini.

Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.
Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan.

Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu “Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim”. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya.

Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali, dan penerapan teknologi ramah lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global.

Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi. Sebanyak 155 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menerjemahkan dalam suatu perjanjian yang mengikat.

Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990.

Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990.

Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012.

commenter
febriani. PBI.B Said,
January 7th, 2010 @1:34 pm  

maaf pa, tadi lupa cantumkan kelasnya febriani dri PBI.B. email aniec39mutzz@yahoo.co.id..
makasihhh,,,,

commenter
nita pbi 1c Said,
January 7th, 2010 @2:42 pm  

2.Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain
1.Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Penyebab

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca
Akibat

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
3.Masalah yang paling trend dibicarakan saat ini adalah tentang pemanasan global. Semua berusaha mencari solusi untuk mengurangi dampaknya, bahkan didunia internasional terjadi perdebatan antara negara-negara industri dengan negara-negara pemilik hutan tropis. Perdebatan sengit terjadi dengan saling menyalahkan dimana negara-negara industri yang didominasi negara Amerika dan Eropa menyalahkan negara tropis karena membiarkan terjadi penggundulan hutan, sementara itu negara-negara pemilik hutan tropis balik menghujat bahwa pembuang gas emisi terbesar adalah negara-negara industri begitu pula pemakai produk-produk kayu dari hutan tropis sebagian besar adalah negara maju.
Sehingga saat ini bukanlah sebuah solusi untuk saling menyalahkan tapi kita harus mencarai solusi. Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.
Keterbatasan lahan didekat daerah industri maupun di kota-kota besar menjadi kendala untuk melakukan penghijauan. Daerah yang padat dengan gedung bertingkat dan apartemen menjadi menarik bagi saya untuk mengemukakan ide membuat taman diatap gedung bertingkat untuk mengurangi dampak pemanasan global. Sebanarnya ini bukan suatu hal yang baru karena di kota Chicago Amerika Serikat sudah dibuat suatu taman diatas gedung bertingkat, dan taman yang mulai di bangun pada tahun 2000 itu sudah tampak sangat indah seolah bukan taman diatas gedung pada tahun 2004

solusi
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
Berhenti atau kurangilah makan daging!

Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow : Enviromental lssues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global dari pada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.

Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!

Seorang vegetarian yang mengendarai SUV ffummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan dagrng yang mengendarai sepeda!
Batasilah emisi karbon dioksida!

Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.

Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.

Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel suryasebagaienergi alternatif.
Tanamlah lebih banyak pohon!

Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2.

Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.
Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang

Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil!.
Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon

Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional kemobil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat1ton emisi per tahun.

Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebe­lum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.

Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan.

commenter
HENDRIK Said,
January 7th, 2010 @2:48 pm  

NAMA : HENDRIK
KELAS : PBI, 1B

1. Efek dari gas rumah kaca yaitu menipisnya lapisan ozon yang mengkibatkan sinar matahri langsung memanasi bumi sehingga terjadi kerusakan pada hutan - huta dimana hutan tersebut berfungsi untuk menyimpan CO2 dan akibat dari kerusakan hutan pelepasan CO2 sangat besar dimana pelepasan tersebut dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon.

2. Dampak pemanasan global dari sisi lingkungan
- Menyebabkan peningkatan suhu permukaan yang akan mengakibatkan mencairnya daratan es di kutub utara dan selatan.
- Menyebabkan peningkatan suhu pada permukaan air laut, dampaknya spesies tumbuhan dan hewan laut akan musnah.
- Menyebabkan kekeringan yang akan menurunkan produktifitas lahan dan kualitas air. Kenaikan permukaan air laut akan memicu banjir dan juga akan asinkan air tawar serta menggerus kawasan pesisir.

Dampak pemanasan global dari sisi kesehatan adalah penyakit akan semakin meningkat, dimana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras, mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat. Peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamuk sebagai penyebab penyakit malaria, demam berdara, chingkunya encepalitis.

3. Kendala dalam mengatasi pemanasan global tidak terlepas dari system atau ideology yang diemban oleh masing - masing negara, baik negara maju dan berkembang. ideology kapitalis / sekuler menganggap kebutuhan manusia tidak terbatas, karenanya untuk memenuhi kebutuhan manusia memerlukan SDA yang banyak pula. Prinsip ekonomi kapitalis menjadikanya melupakan dampak lingkungan.
Solusi yang harus dilakukan semua negara adalah :
- Menggunakan ideology Islam yang pasti akan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, Islam tidak hanya mengatur masalah hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungannya, sehingga tidak hanya sisi ekonomis yang di pikirkan namun sisi ekologisnya juga. Dalam Islam SDA diambil sebatas keperluan manusia, tidak diambil dengan serakah.
Solusi yang harus dilakukan oleh masing - masing individu adalah :
- Membuat konsep rumah ramah lingkungan.
- Material perabot rumah berasal dari bahan kayu.
- Gunakan sistem daur ulang seperti bahan plastik, kupasan buah segar, sayur mayur, kertas, kardus, gelas dan kaleng.
- Mulailah membuat kompos alami.
- Hemat dalam penggunaan air.
- Mengurangi pembakaran barang - barang yang tidak dapat di daur ulang.
- Menggunakan listrik dengan lampu hemat energi.
- Tidak sering memfoto copy.
- Green school.
- Gerakan one man one tree.
- Meminimalkan penggunaan tisu.
- Tidak sering menggunakan styrofoam.

commenter
Saparudin Said,
January 7th, 2010 @2:48 pm  

Nama: Saparudin
Kelas: PBI 1D
Mata kuliyah: IAD,IBD,ISD

Jawaban:

1. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari. Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. yang dimana panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi layaknya proses dalam rumah kaca. apabila peningkatan gas rumah kaca seperti sekarang ini maka akan menyebabkan peningkatan pemanasan global.

2. Dampak pemanasan global dari sisi lingkungan:
A. Adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.
B. Mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.
C. Meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
D. Pergeseran ekosistem, sehingga mengakibatkan flora dan fauna tertentu dapat punah. dll

Dampak pemanasan global bagi kesehatan:
A. Kekeringan menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
B. Meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas.
C. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan akibat meningkatnya suhu rata-rata global.
D. Suhu yang lebih panas dapat berpengaruh pada produksi makanan.
E. Virus dan bakteri penyakit berkembang dengan pesat akibat perubahan temperatur dan curah hujan. dll

3. Kendalanya:
A. negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih.
B. kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup masih sedemikian rendah. begitu pula dengan negara-negara maju seperti AS.
C. Tidak adanya kesepakatan internasional dalam mencegah atau mengatasi pemanasan global. dll

Solusinya:
A. Sistemnya yang harus dirubah, dimana sistem kapitalis harus diganti dengan Idiologi islam karena dalam Islam SDA di ambil hanya sebatas keperluan manusia, tidak diambil dengan serakah. Yang mengelolanya pun negara bukan individual sehingga bukan keuntungan yang dikejar. Titak sama halnya dengan sistem kapitalisme yang selalu mencari untung dengan mengeruk semua SDA. Telah jelas kapitalisme, hanya berujung pada kehancuran. Sudah tiba saatnya kita kembali kepada Ideologi Islam dengan menegakkan khilafaf yang akan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Islam yang tidak hanya mengatur masalah hubungan manusia dengan Tuhannya, tapi juga hubungan manusia dengan lingkungannya, sehingga tidak hanya sisi ekonomis yang dipikirkan, namun sisi ekologis juga menjadi hal yang penting untuk di jaga.
B. memperbaiki dan menjaga paru-paru bumi itu. Harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi. Selain itu,harus diciptakan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam.
C. Membatasi emisi CO2
Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
D. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Menyembunyikan karbon dapt dilakukan dengan dua cara:
1. Di bawah tanah atau penyimpanan air tanah
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2 ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
2. Penyimpanan di dalam tumbuhan hidup.
Tumbuhan hijau menyerap CO2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Mengingat pentingnya tumbuhan dalam menyerap CO2 , maka perlunya memelihara pepohonan dan menanam pohon baru lebih banyak lagi.

commenter
riskianaH.adam,pbic Said,
January 7th, 2010 @2:57 pm  

nama: Riskiana H.adam
kelas: PBI C

1.Gas Rumah Kaca adalah gas di udara pada lapisan permukaan bumi yang memungkinkan sebagian panas dari matahari ditahan di permukaan bumi.Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.
sering dikaitkan dengan pemanasan global karena, efek rumah kaca itu adalah salah satu penyebab terbesar terjadinya pemanasan global, sebab pancaran sinar matahari yang kebumi tidak bisa kembali keluar atau dapat dikatakn tertahan didalam bumi karena kandungan CO2 yang tebal dilapisan atmosfer.
2.-Dampak Lingkungan – Banyak jenis makhluk hidup akan terancam punah akibat perubahan iklim dan gangguan pada kesinambungan wilayah ekosistem (fragmentasi ekosistem). Terumbu karang akan kehilangan warna akibat cuaca panas, menjadi rusak atau bahkan mati karena suhu tinggi.
-Dampak Kesehatan – Cuaca yang ekstrim akan mempercepat penyebaran penyakit baru dan bisa memunculkan penyakit lama seperti malaria, diare, dan demam berdarah diperkirakan akan meningkat di negara tropis seperti Indonesia.
3.kendala-kendalanya:
1. Membatasi emisi CO2
Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
2. Penggunaan minyak bumi secara efisien
Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil.
solusinya:
-buanglah sampah pada tempatnya atau mengolah sampah tersebut menjadi barang kerajinan yang bermanfaat,sebab sampah yang membusuk mengandung zat-zat kimia yangmeningkatkan pemanasan global.
-mengurangi polusi udara baik dari kendaraan maupun pabrik yang menghasilkan CO2 tinggi.
-melakukan penghijauan atau penanaman kembali dan jangan menebang pohon secara besar-besaran karena hutan itu dapat menyerap CO2.

commenter
nurlina,pbic Said,
January 7th, 2010 @3:02 pm  

nama: nurlina
kelas: PBI C
1. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. dikaitkan dengan pemanasan global karena sebagian besar penyebab pemanasan global adalah banyaknya efek dari dari rumah kaca yang semakin meningkat, dikarenakan pantulan sinar matahari tidak dapat diserap bumi yang di pantulkan oleh rumah kaca kembali ke atmosfer yang menyebabkan penipisan pada atmosfer tersubut.
2.bagi lingkungan :
• Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.
• Punahnya berbagai jenis fauna.
• Migrasi sejumlah hewan untuk menemukan habitat baru yang sesuai.
bagi kesehatan:
Kita telah mengetahui bahwa pemanasan global akan menyebabkan kesakitan dan kematian bagi umat manusia di kemudian hari. Satu contoh dampak yang telah kita ketahui dengan jelas adalah peningkatan suhu bumi telah menyebabkan timbulnya gelombang panas yang menyebabkan kematian pada 20.000 orang di Eropa pada bulan Agustus 2003 (Time Magazine). Selain itu suhu udara yang meningkat disertai dengan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan populasi nyamuk di daerah tropis, dimana kondisi ini
Bagi kesehata
• Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.
• Ketinggian gunung-gunung tinggi berkurang akibat mencairnya es pada puncaknya.
• Terjadinya perubahan arus laut .
• Meluasnya berbagai penyakit tropis ke daerah-daer ru.
3kendala-kendalanya : .a. kurangnya kesadaran manusia
b. Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih.
c. negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
solusinya: sebaiknya pemerintah harus lebih memperhatikan tentang pemanasan global agar tidak banyak terjadi di indonesia.

commenter
Mamat Septiansyah PBI.B Said,
January 7th, 2010 @3:17 pm  

Mamat Septiansyah
PBI.B
Semester 1

1. Efek Rumah Kaca atau Greenhouse Effect merupakan istilah yang pada awalnya berasal dari pengalaman para petani di daerah beriklim sedang yang menanam sayur-sayuran dan biji-bijian di dalam rumah kaca. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa pada siang hari pada waktu cuaca cerah, meskipun tanpa alat pemanas suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi dari pada suhu di luarnya.
Hal tersebut terjadi karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kembali oleh tanaman/tanah di dalam ruangan rumah kaca sebagai sinar inframerah yang berupa panas. Sinar yang dipantulkan tidak dapat keluar ruangan rumah kaca sehingga udara di dalam rumah kaca suhunya naik dan panas yang dihasilkan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak tercampur dengan udara di luar rumah kaca. Akibatnya, suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi daripada suhu di luarnya dan hal tersebut dikenal sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat pula terjadi di dalam mobil yang diparkir di tempat yang panas dengan jendela tertutup.
Peningkatan efek rumah kaca terutama disebabkan oleh pencemaran udara dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu peningkatan suhu di permukaan bumi yang mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

2.Dampak pemanasan global:
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

3.Masalah yang paling trend dibicarakan saat ini adalah tentang pemanasan global. Semua berusaha mencari solusi untuk mengurangi dampaknya, bahkan didunia internasional terjadi perdebatan antara negara-negara industri dengan negara-negara pemilik hutan tropis. Perdebatan sengit terjadi dengan saling menyalahkan dimana negara-negara industri yang didominasi negara Amerika dan Eropa menyalahkan negara tropis karena membiarkan terjadi penggundulan hutan, sementara itu negara-negara pemilik hutan tropis balik menghujat bahwa pembuang gas emisi terbesar adalah negara-negara industri begitu pula pemakai produk-produk kayu dari hutan tropis sebagian besar adalah negara maju.
Sehingga saat ini bukanlah sebuah solusi untuk saling menyalahkan tapi kita harus mencarai solusi. Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.
Keterbatasan lahan didekat daerah industri maupun di kota-kota besar menjadi kendala untuk melakukan penghijauan. Daerah yang padat dengan gedung bertingkat dan apartemen menjadi menarik bagi saya untuk mengemukakan ide membuat taman diatap gedung bertingkat untuk mengurangi dampak pemanasan global. Sebanarnya ini bukan suatu hal yang baru karena di kota Chicago Amerika Serikat sudah dibuat suatu taman diatas gedung bertingkat, dan taman yang mulai di bangun pada tahun 2000 itu sudah tampak sangat indah seolah bukan taman diatas gedung pada tahun 2004
solusi
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
Berhenti atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow : Enviromental lssues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global dari pada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.
Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!
Seorang vegetarian yang mengendarai SUV ffummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan dagrng yang mengendarai sepeda!
Batasilah emisi karbon dioksida!
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.
Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.
Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel suryasebagaienergi alternatif.
Tanamlah lebih banyak pohon!
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2.
Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun.
Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.
Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang
Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil!.
Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon
Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional kemobil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat1ton emisi per tahun.
Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebe­lum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.
Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan.

commenter
NURHAYANIPBIC Said,
January 7th, 2010 @3:24 pm  

1. Kontribusi Gas Rumah Kaca pada Pemanasan Global
globalwarmingGas rumah kaca disebut sebagai pemicu pemanasan global. Apa itu sesungguhnya gas rumah kaca? Mengapa kaca punya kontribusi dalam hal ini? Lantas apa hubungannya dengan gas CO2? Tidak ada kata terlambat untuk menyadari proses pemanasan global dan bahayanya.
Sesungguhnya kaca merupakan sebuah penemuan yang luar biasa. Sanggup memisahkan suasana nyaman di dalam dari hawa yang kejam di luar, sekaligus membuat orang bisa melihat pemandangan luar rumah. Bayangkan seandainya kaca belum ditemukan, dan penutup jendela masih dari kayu atau lempengan logam. Namun demikian di samping jasanya itu, ada lagi sifat kaca yang berhubungan dengan gelombang lain.
Keluarga Besar
Cahaya tampak, yang memungkinkan kita menikmati tamasya warna, hanyalah salah satu anggota dari keluarga besar gelombang elektromagnetik. Saudara-saudara dalam keluarga besar ini dibedakan atas panjang gelombangnya. Terhitung sulung adalah gelombang radio, yang panjang gelombangnya beberapa meter hingga lebih dari ratusan meter. Cahaya tampak menjadi salah satu adiknya, dengan panjang gelombang kurang dari 0,7 mikrometer (1 mikrometer = 0,001 mm). Saudara dekat cahaya tampak bernama infra merah, yang bersebelahan dengan warna merah dari cahaya tampak.
Setiap anggota keluarga mempunyai sifat dan kemampuannya sendiri. Gelombang radio menyampaikan siaran berita dan musik, pancaran infra merah menyampaikan panas. Gelombang radio berasal dari antena pemancar, infra merah bersumber pada benda panas.Lalu sedikitnya ada dua perbedaan antara pancaran infra merah dan cahaya tampak. Pertama, infra merah bersifat tidak terlihat.Kedua, infra merah tidak mampu menembus kaca.
Dengan demikian hanya terang cahaya matahari yang dapat memasuki ruang depan rumah dengan menerobos kaca jendela. Energi yang dibawa cahaya akan mengenai lantai, kursi, meja, dan perabot lain. Lama kelamaan oleh energi tersebut, benda-benda menjadi panas, dan pada gilirannya mengeluarkan infra merah. Tetapi pancaran infra merah akan dibendung oleh kaca, gagal untuk keluar, menjadikan ruangan semakin panas.
Gejala ini dimanfaatkan di negara dingin ketika udara yang beku tidak membolehkan tumbuhnya sayuran yang sangat dibutuhkan. Dibuatlah bangunan yang seluruh dinding dan atapnya dari kaca. Maka gejala yang menghinggapi ruang depan rumah tadi terulang di sini. Hawa di dalam menjadi cukup hangat bagi tanaman seperti tomat, ketimun, meskipun mungkin salju bertebaran di luar. Bangunan ini dikenal sebagai “rumah kaca”.
Di pihak lain, di daerah panas seperti Jakarta, bangunan yang banyak menggunakan kaca merupakan sarana yang ampuh untuk menyiksa manusia di dalamnya atau memboroskan energi penyejuk udara.

2.a} DARI SEGI LINGKUNGAN
Ahli lingkungan Jepang, Shuichi Endo sedang mencoba mengambil photo Pulau Tuvalu yang dihuni oleh 10 ribu orang di negara kepulauan Pasifik untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman serius dari penduduk di Pulau Tuvalu. Pulau ini terletak hanya beberapa meter di atas permukaan laut dan terancam tenggelam karena permukaan air laut naik secara signifikan karena pemanasan global.

b}DARI SEGI KESEHATAN
Makanan vegan sekarang menjadi tren di Arab Saudi. Tempat-tempat pesiar di Uni Emirat Arab beralih ke vegetarian. Kepala koki Pravin Bagali dari hotel Le Meridien Al Aqah di emirat Fujairah mengatakan, pelanggan yang fruitarian (hanya makan buah) dan vegan telah meningkat hingga 40% sejak tahun lalu. Dan kepala koki Gabriela Kurz dari restoran vegetarian di Talise Spa Madinat Jumeirah mengatakan, “Kami sangat berminat memperkenalkan lebih banyak makanan vegan ke dunia kuliner Dubai.”

3. kendala dalam mengatasi pemanasan global.
perubahan iklim memberikan dampak negatif berupa pemanasan global (global warming) yang cukup besar terhadap masyarakat di Indonesia dan dunia. Perubahan iklim adalah fenomena global yang disebabkan oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil (80%) dan kegiatan alih-guna lahan seperti deforestasi (20%). Kegiatan tersebut menghasilkan gas – gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH2) dan nitrous oksida (N2O) yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer.
Gas-gas tersebut memiliki sifat seperti kaca yang meneruskan radiasi cahaya matahari, tetapi menyerap dan memantulkan radiasi balik yang dipancarkan Bumi bersifat panas sehingga suhu atmosfer Bumi makin meningkat. Gas-gas tersebut dinamakan gas rumah kaca (GRK) dan pengaruh yang ditimbulkan dikenal dengan nama efek rumah yang menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim.

SOLUSINYA
1.Berkomitmen untuk tidak henti-hentinya dalam memberikan penyadaran dan memotivasi setiap masyarakat di tingkat akar rumput melalui khutbah/ceramah/nasehat agama serta acara-acara adat dan tradisi dan forum-forum lain di tingkat akar rumput dengan mengkampanyekan serta memberi contoh kepada umatnya untuk hidup bersih, sederhana, peduli lingkungan, menggunakan energi-energi alternatif, menanam pohon di lingkungannya, melakukan penghemat pemakaian bahan bakar fosil dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat memberikan perlindungan bumi dari pemanasan global sebagai bagian dari ajaran penting agama dan kearifan lokal.
2.Meneguhkan komitmen untuk menjalin relasi dengan tokoh-tokoh agama dari negara lain untuk menuntut negara yang bersangkutan agar secara serius mengatasi dan mengantisipasi perubahan iklim global.
3.Mendesak masyarakat International untuk melakukan koreksi mendasar terhadap tatanan ekonomi global yang kapitalistik sebagai pemicu terjadinya pemanasan global.
4.Menuntut para pelaku ekonomi dunia sebagai pelaku perusakan alam Indonesia dan negara-negara industiri (industrial countries), khususnya Amerika Serikat dan Australia, untuk segera melakukan pemotongan secara besar-besaran (deeper cut) emisi gas rumah kaca, karena secara empiris 85% dari emisi dunia berasal dari negara-negara maju tersebut.

.

commenter
Mamat Septiansyah PBI.B Said,
January 7th, 2010 @3:25 pm  

Mamat Septiansyah
PBI.B
Semester 1

1. Efek Rumah Kaca atau Greenhouse Effect merupakan istilah yang pada awalnya berasal dari pengalaman para petani di daerah beriklim sedang yang menanam sayur-sayuran dan biji-bijian di dalam rumah kaca. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa pada siang hari pada waktu cuaca cerah, meskipun tanpa alat pemanas suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi dari pada suhu di luarnya.
Hal tersebut terjadi karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kembali oleh tanaman/tanah di dalam ruangan rumah kaca sebagai sinar inframerah yang berupa panas. Sinar yang dipantulkan tidak dapat keluar ruangan rumah kaca sehingga udara di dalam rumah kaca suhunya naik dan panas yang dihasilkan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak tercampur dengan udara di luar rumah kaca. Akibatnya, suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi daripada suhu di luarnya dan hal tersebut dikenal sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat pula terjadi di dalam mobil yang diparkir di tempat yang panas dengan jendela tertutup.
Peningkatan efek rumah kaca terutama disebabkan oleh pencemaran udara dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu peningkatan suhu di permukaan bumi yang mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

2.Dampak pemanasan global:
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

3.Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.

commenter
Mamat Septiansyah PBI.B Said,
January 7th, 2010 @3:26 pm  

1. Efek Rumah Kaca atau Greenhouse Effect merupakan istilah yang pada awalnya berasal dari pengalaman para petani di daerah beriklim sedang yang menanam sayur-sayuran dan biji-bijian di dalam rumah kaca. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa pada siang hari pada waktu cuaca cerah, meskipun tanpa alat pemanas suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi dari pada suhu di luarnya.
Hal tersebut terjadi karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kembali oleh tanaman/tanah di dalam ruangan rumah kaca sebagai sinar inframerah yang berupa panas. Sinar yang dipantulkan tidak dapat keluar ruangan rumah kaca sehingga udara di dalam rumah kaca suhunya naik dan panas yang dihasilkan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak tercampur dengan udara di luar rumah kaca. Akibatnya, suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi daripada suhu di luarnya dan hal tersebut dikenal sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat pula terjadi di dalam mobil yang diparkir di tempat yang panas dengan jendela tertutup.
Peningkatan efek rumah kaca terutama disebabkan oleh pencemaran udara dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu peningkatan suhu di permukaan bumi yang mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

2.Dampak pemanasan global:
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

3.Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.

commenter
RAHMADHANI PBI-C Said,
January 7th, 2010 @3:30 pm  

1. Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini. Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.

• Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).

• Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir

• Pemanasan global dapat meningkatkan faktor resiko dan penyakit yang mengancam kesehatan manusia secara global, diantaranya;
? malnutrisi mengakibatkan kematian 3,7 juta jiwa per tahun,
? diare mengakibatkan kematian 1,9 juta jiwa,
? dan malaria mengakibatkan kematian 0,9 juta jiwa.

3. Kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan globalsemua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan \’bantuan\’ pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir.

Solusi yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara.

1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

? Selanjutnya harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.

commenter
Nitalati sabela ekapaksi Said,
January 7th, 2010 @3:35 pm  

Nama : Nita
Ruang : PBI.1C

2.Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain
1.Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Penyebab

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca
Akibat

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

3.Masalah yang paling trend dibicarakan saat ini adalah tentang pemanasan global. Semua berusaha mencari solusi untuk mengurangi dampaknya, bahkan didunia internasional terjadi perdebatan antara negara-negara industri dengan negara-negara pemilik hutan tropis. Perdebatan sengit terjadi dengan saling menyalahkan dimana negara-negara industri yang didominasi negara Amerika dan Eropa menyalahkan negara tropis karena membiarkan terjadi penggundulan hutan, sementara itu negara-negara pemilik hutan tropis balik menghujat bahwa pembuang gas emisi terbesar adalah negara-negara industri begitu pula pemakai produk-produk kayu dari hutan tropis sebagian besar adalah negara maju.
Sehingga saat ini bukanlah sebuah solusi untuk saling menyalahkan tapi kita harus mencarai solusi. Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.
Keterbatasan lahan didekat daerah industri maupun di kota-kota besar menjadi kendala untuk melakukan penghijauan. Daerah yang padat dengan gedung bertingkat dan apartemen menjadi menarik bagi saya untuk mengemukakan ide membuat taman diatap gedung bertingkat untuk mengurangi dampak pemanasan global. Sebanarnya ini bukan suatu hal yang baru karena di kota Chicago Amerika Serikat sudah dibuat suatu taman diatas gedung bertingkat, dan taman yang mulai di bangun pada tahun 2000 itu sudah tampak sangat indah seolah bukan taman diatas gedung pada tahun 2004

solusi
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
Berhenti atau kurangilah makan daging!

Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow : Enviromental lssues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global dari pada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.

Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!

Seorang vegetarian yang mengendarai SUV ffummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan dagrng yang mengendarai sepeda!
Batasilah emisi karbon dioksida!

Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.

Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.

Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel suryasebagaienergi alternatif.
Tanamlah lebih banyak pohon!

Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2.

Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.
Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang

Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil!.
Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon

Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional kemobil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat1ton emisi per tahun.

Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh

1.494 mil sebe­lum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.

Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan.

commenter
ZELLMACAPRICONAPBID Said,
January 7th, 2010 @3:53 pm  

1.EFEK GAS RUMAH KACA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMANASAN GLOBAL
Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah. Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya.
Sebagaimana dilaporkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel yang berisi para ahli dunia, menyatakan iklim bumi telah berubah yang disampaikan secara resmi pada KTT bumi di tahun 1992 di Rio de Janeiro Brasil, hingga diadopsinya Konvensi Perubahan Iklim Bangsa-bangsa (United Nations Framework Convention on Climate Change-UNFCCC), dan Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut melalui Undang-undan Nomer 6 Tahun 1994.
Pertanyaannya adalah kenapa terjadi perubahan iklim global? Karena dampak pemanasan global. Bagaimana terjadinya pemanasan global sebab adanya efek rumah kaca yang berlebihan (lebih dari kondisi normal) di atmosfer bumi, sebagai akibat terganggunya komposisi gas-gas rumah kaca (GRK) utama seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer.
Darimanakah gas-gas tersebut dapat dihasilkan? GRK dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Namun sebagian besar yang menyebabkan terjadi perubahan komposisi GRK di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan keangkasa sebagai “hasil sampingan” dari aktifitas manusia untuk membangun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini. Dimulai sejak manusia menemukan teknologi industri pada abad 18, banyak menggunakan bahan bakar primer seperti minyak bumi, gas maupun batubara untuk menghasilkan energi yang diperlukan. Energi dapat diperoleh, kalau minyak itu dibakar lebih dahulu, dari proses pembakaran tersebut keluarlah gas-gas rumah kaca.
Aktifitas-aktifitas yang menghasilkan GRK diantarnya dari kegiatan perindustrian, penyediaan energi listrik, transportasi dan hal lain yang bersifat membakar suatu bahan. Sedangkan dari peristiwa secara alam juga menghasilkan/ mengeluarkan GRK seperti dari letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, peternakan hingga kita bernafaspun mengeluarkan GRK. Selain itu aktifitas manusia dalam alih guna lahan juga mengemisikan GRK.
Bagaimana GRK berperan dalam efek rumah kaca dan merubah iklim bumi? Mekanismenya kurang lebih dapat dijelaskan sebagai berikut: “atmosfer,” adalah lapisan dari berbagai macam gas yang menyelimuti bumi, dan merupakan mesin dari sistem iklim secara fisik. Ketika pancaran/radiasi dari matahari yang berupa sinar tampak atau gelombang pendek memasuki atmosfer, beberapa bagian dari sinar tersebut direfleksikan atau dipantulkan kembali oleh awan-awan dan debu-debu yang terdapat di angkasa, sebagian lainnya diteruskan ke arah permukaan daratan. Dari radiasi yang langsung menuju ke permukaan daratan sebagian diserap oleh bumi, tetapi bagian lainnya “dipantulkan” kembali ke angkasa oleh es, salju, air, dan permukaan-permukaan reflektif bumi lainnya. Proses pancaran sinar matahari dari angkasa menembus atmosfer sampai menuju permukaan bumi hingga dapat kita rasakan suhu bumi menjadi hangat disebut efek rumah kaca (ERK) Tanpa ada efek rumah kaca di sistem ikim bumi, maka bumi menjadi tidak layak dihuni karena suhu bumi terlalu rendah (minus).Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumak kaca tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat kita mengerti bagaimana mekanisme terjadinya efek rumah kaca di bumi. Lalu bagaimana keterkaitan antara efek rumah kaca, pemanasan global dan perubahan iklim? Secara sederhana dijelaskan sebagai berikut sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sinar tampak adalah gelombang pendek, setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya (komposisinya berlebihan). Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.

2.DAMPAKNYA
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya.
Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan.
Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.
Industrialisasi merupakan conditio sine quanon keberhasilan pembangunan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi industrialisasi juga mengandung resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri disuatu kawasan mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan.
LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.
Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.
Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.
Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.
Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.
Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.
Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.
Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.
Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.
Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.
Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida .
Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan.

3. A] KENDALA-KENDALA
Laporan ilmiah dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) awal tahun 2007 menunjukkan bahwa pemanasan global telah terjadi sejak dimulainya kegiatan manusia tahun 1750 dan meningkat pada masa revolusi industri. Apabila emisi GRK tetap berlanjut seperti saat ini, IPCC memprediksikan peningkatan suhu rata-rata Bumi 3 derajat celcius dalam kurun waktu 100 tahun yang akan datang. Pemanasan global memberikan dampak negatif terhadap berbagai sektor kehidupan manusia yaitu; menurunnya produksi pangan karena curah hujan yang menurun, peningkatan air laut, perubahan pola musim, terganggunya ketersediaan air, penyebaran hama dan penyakit, dan rusaknya terumbu karang.
Pemanasan global yang terjadi saat ini pada dasarnya diakibatkan maraknya perusakan alam, emisi dan polusi dari pencemaran industri yang terjadi seratus hingga dua ratus tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan ulah negara maju yang melakukan pencemaran lingkungan, menjamurnya rumah kaca dan polusi yang dihasilkan dari industri. Ditambah lagi negara berkembang di kawasan tropis yang memiliki jutaan hektar hutan sebagai penangkal terjadinya pemanasan global tak mampu menjaga ekosistem. Penebangan dan pembalakan liar dengan dalih ekonomi terus terjadi di negara-negara pemilik hutan lebat seperti Indonesia, India dan China.
Sebagai Negara kepulauan, Indonesia sangat rentan akan dampak perubahan iklim. Naiknya permukaan laut, tenggelamnya pulau-pulau kecil, kemarau yang berkepanjangan, turunnya produksi pangan, terganggunya kesediaan air dan punahnya keanekaragaman hayati merupakan dampak perubahan iklim. Apabila tidak ada upaya penanganan, maka dampak berskala tsunami dapat terjadi.
Menghadapi perubahan iklim tersebut, diperlukan langkah – langkah strategis agar dampak yang ditimbulkan bisa dikurangi atau dihindari, diantaranya dengan membuat kesepahaman mengenai langkah bersama dalam menghadapi climate change ini.

B].SOLUSINYA
1.Meminta pertanggungjawaban negara maju untuk memberikan kompensasi bagi negara-negara berkembang sebagai bentuk hibah untuk memperbaiki ekologi yang sekian ratus tahun telah mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan konsumsi negara maju sehingga menyebabkan negara berkembang mengalami kerusakan ekologi.
2.Meminta kepada pemerintah untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mengoreksi secara mendasar paradigma kebijakan pembangunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan. Meninjau ulang peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Ketegasan sikap pemerintah dalam penegakan hukum khususnya dalam menindak secara tegas serta menghukum seberat-beratnya para pelaku illegal logging dan para perusak lingkungan lainnya serta aparat yang terindikasi melakukan konspirasi bagi terjadinya illegal logging dan perusakan lingkungan lainnya.
3.Mendorong kepada Pemerintah dan institusi pendidikan untuk memasukkan materi lingkungan hidup dan kearifan lokal kedalam kurikulum pendidikan pada setiap satuan pendidikan formal dan non-formal.
Transformasi Local Wisdom
Secara empiris, mengatasi pemanasan global nampaknya begitu sulit. Selalu saja harus dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari regulasi, penegakan hukum sampai kepada perilaku masyarakat yang kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup masih sedemikian rendah.
Adalah komunitas adat Baduy, satu diantara sekian banyak masyarakat adat di bumi Nusantara, yang tanpa pamrih – apalagi ingin mendapatkan kalpataru, nobel atau hayang kaalem - senantiasa setia menjaga amanat karuhun, melalui filosofi ’gunung ulah dilebur, lebak ulah diruksak.’ Pikukuh adat inilah yang menjadi benteng utama masyarakat Baduy dalam berusaha menjaga keseimbangan dan harmoni antara kehidupan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya.
Dalam tradisi lisannya diriwayatkan, ”pulo jawa ieu aya riwayatna, nyanghulu ka Jungkulan, nunjang ka Balangbangan. Di Jungkulan aya Sangiang Sirah, di Balangbangan aya Sangiang Dampal. Tah ti Sangiang Sirah ka Sangiang Dampal eta aya udelna, ngarana Gunung Kendeng. Eta sakabeh gunung (sumber cai) nu aya, kudu dilestarikeun. Sabab san kahirupan manusa jeung mahluk hirup sajabana kahareupnakeun”.( Pulau Jawa ini ada aturannya, yaitu: Kepala berada di Ujung Kulon, kaki berada di Blambangan. Di Ujung Kulon bernama Sangiang Sirah, sedangkan di Blambangan bernama Sangiang Dampal. Dari Sangiang Sirah ke Sangiang Dampal terdapat pusatnya, bernama Gunung Kendeng. Semua gunung yang ada diantara Sangiang Sirah dan Sangiang Dampal harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Sebab kesemuanya itu untuk kehidupan manusia serta seluruh makhluk hidup lainnya dimasa yang akan datang).
Strategi terpenting yang dipakai komunitas adat Baduy dalam menghadapi persoalan yang lebih disebabkan oleh ulah manusia ini diantaranya adalah dengan menegakkan hukum adat. Tak satupun pelanggaran terjadi yang luput dari sanksi adat, sekalipun pelakunya adalah pucuk pimpinan di komunitas adat. Beda dengan hukum positif di negara kita yang nyata tersurat, namun penuh formalistik, simbolik dan semu. Kearifan lokal seperti ini seyogianya dapat kita teladani dan transformasikan dalam kehidupan yang lebih kompleks. Jangan sampai alam enggan bersahabat lagi dengan manusia. Wallahu’alam.
Penulis adalah dosen FISIP UNMA Banten; peneliti pada Lembaga Survey Indonesia (LSI); Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp); pegiat di Community Development Division – Banten Heritage

commenter
Iswanti (PBI 1B) Said,
January 7th, 2010 @4:00 pm  

1. Gas Rumah Kaca adalah Atmosfer bumi terdiri dari bermacam - macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda dan Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “Gas Rumah Kaca”.
Karena terciptanya gas-gas Rumah Kaca yang kebanyakan gas dari rumah kaca dihasilkan oleh peternakan,pembakaran bahan bakar fosil,kendaraan bermotor,pabrik-pabrik modern serta pembangkit tenaga listrik

2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan adalah Kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air,kenaikan permukaan air laut akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan asinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.dan Kejadian alam besar adalah Seperti angina Topan , bencana Alam dan Kebanyakan Penduduk yg Tinggal Di dataran randah Karena letak Geografis Dan Kekurangan sumber alam untuk penyesuaian dengan perubahan dan melawan dampaknya.

dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi dan kesehatan adalah Penyakit akan semakin meningkat akibat pemanasan global,dimana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras,mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat. Peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamuk sebagai penyebab penyakit malaria, Demam Berdarah chikungunya, encephalitis ( peradangan pada selaput otak ).penemuan baru Menunjukkan Bahwa Sebagian Besar Dari Rakyat Pedesaan Dinegara Berkembang Sudah Mengalami & Menderita Gizi Buruk

3. Kendala kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global diantaranya yaitu kurangnya langkah langkah Negara Negara maju ,dan Harusnya lebih mengutamakan kewajiban dari hak Negara tsb, agar bias menjadi Negara yg terlepas dari GLOBAL WARMING,yaitu pemanasan Global agar dampaknya tidak mengakibatkan keadaan yg buruk bagi individu & negara

Yang harus dilakukan individu-individu antara lain :

Rubah Gaya Hidup

a. Minimalkan Penggunaan Tisu.
b. Mulailah membuat kompos alami
c. Hemat dalam penggunaan air
d. Mengurangi pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang
e. Menggunakan listrik dengan lampu hemat energy

Yang harus dilakukan semua Negara antara lain :

a. Mengemban System dan idiologi yg diemban oleh masing-masing negara
b. Negara-negara maju Tidak Hanya Menggeruk SDA yg ada di negara mereka, namun dengan mudahnya Menggeruk Kekayaan SDA dinegara Berkembang Dengan Modal mereka yg besar ditambah Rendahnya Kepekaan pemimpin dinegara Berkembang Bahwa SDA yg ada Harusnya Untuk Rakyat.

commenter
Ramakurniawan.PBI.C Said,
January 7th, 2010 @4:02 pm  

NAMA:
Rama kurniawan
Jurusan:
Bahasa.inggris
ruang:
1C

1. Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup.
sering dikaitkan dengan pemanasan global karena suatu kaca memiliki daya pantulan yang sangat kuat sehingga panas atau sinar matahari yang datang dapat di pantulkan kembali ke atmofer sehingga mengakibatkan terjadinya penjebolan lapisan ozon hal inilah yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global.

2. dari sisi lingkungan:
-temperatur udara di permukaan bumi naik
-iklim tidak stabil
dari sisi kesehatan:
-menyebabkan gagal panen
-polusi udara
-pergeseran ekosistem

3. kendala-kendala global dalam mengatasi efek
pemanasan global:
1.Kurangnya kesadaran masyarakat terhada gejala efek gas rumah kaca tanpa memikirkan akibatnya
2.tidak adanya alat atau tekhnik yang dapat menghambat proses penipisan lapisan ozon.
solusi:
menggunakan bahan bakar alternatif,menjaga ekosistem,mengadakan penghijauan.

commenter
Iswanti (PBI 1B) Said,
January 7th, 2010 @4:09 pm  

1. Gas Rumah Kaca adalah Atmosfer bumi terdiri dari bermacam - macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda dan Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “Gas Rumah Kaca”.
Karena terciptanya gas-gas Rumah Kaca yang kebanyakan gas dari rumah kaca dihasilkan oleh peternakan,pembakaran bahan bakar fosil,kendaraan bermotor,pabrik-pabrik modern serta pembangkit tenaga listrik

2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan adalah Kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air,kenaikan permukaan air laut akan memicu banjir yang lebih luas dan juga akan asinkan air tawar dan akan menggerus kawasan pesisir.dan Kejadian alam besar adalah Seperti angina Topan , bencana Alam dan Kebanyakan Penduduk yg Tinggal Di dataran randah Karena letak Geografis Dan Kekurangan sumber alam untuk penyesuaian dengan perubahan dan melawan dampaknya.

dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi dan kesehatan adalah Penyakit akan semakin meningkat akibat pemanasan global,dimana peningkatan suhu bumi membuat jantung bekerja lebih keras,mendinginkan badan dan juga kasus asma serta kanker kulit juga meningkat. Peningkatan suhu bumi akan membuat vector nyamuk sebagai penyebab penyakit malaria, Demam Berdarah chikungunya, encephalitis ( peradangan pada selaput otak ).penemuan baru Menunjukkan Bahwa Sebagian Besar Dari Rakyat Pedesaan Dinegara Berkembang Sudah Mengalami & Menderita Gizi Buruk

3. Kendala kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global diantaranya yaitu kurangnya langkah langkah Negara Negara maju ,dan Harusnya lebih mengutamakan kewajiban dari hak Negara tsb, agar bias menjadi Negara yg terlepas dari GLOBAL WARMING,yaitu pemanasan Global agar dampaknya tidak mengakibatkan keadaan yg buruk bagi individu & negara

Yang harus dilakukan individu-individu antara lain :

Rubah Gaya Hidup

a. Minimalkan Penggunaan Tisu.
b. Mulailah membuat kompos alami
c. Hemat dalam penggunaan air
d. Mengurangi pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang
e. Menggunakan listrik dengan lampu hemat energy

Yang harus dilakukan semua Negara antara lain :

a. Mengemban System dan idiologi yg diemban oleh masing-masing negara
b. Negara-negara maju Tidak Hanya Menggeruk SDA yg ada di negara mereka, namun dengan mudahnya Menggeruk Kekayaan SDA dinegara Berkembang Dengan Modal mereka yg besar ditambah Rendahnya Kepekaan pemimpin dinegara Berkembang Bahwa SDA yg ada Harusnya Untuk Rakyat

commenter
nur elpi pbi c Said,
January 7th, 2010 @4:09 pm  

1. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. serta bumi ini banyak menggunakan bahan dari gas maka lapisan bumi semakin menipis

2. lingkungan: tercemarnya udara dan bau yangf tak sedap. udara panas.
kesehatan:muka menjadi mereah-merah karena panas yang meningkat, timbulnya berbagai penyakit

3. kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat - alat dalam rumah tangga. mereka hanya ingin praktis saja.
solusi: mengadakan penghijauan dan memberi pengertian tentang bagaimana bahayanya produksi alat rumah tangga

commenter
Nisaulhairiah.PBI.C Said,
January 7th, 2010 @4:15 pm  

Nama:
Nisaulhairiah
Jurusan:
Bahasa.inggris
Ruang:
1C
1. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).sering dikaitkan dengan pemanasan global karena efek gas rumah sangat rentang dalam proses pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya penipisan atmosfer kita.

2. lingkungan
a.temperatur udara di permukaan bumi naik
b.iklim tidak stabil
kesehatan
a.Kekeringan mengakibatkan penurunan status gizi masyarakat karena panen yang terganggu
B.Banjir menyebabkan meluasnya penyakit diare.

3. a.banyaknya pengguna rumah kaca yang mengakibatkan meningkatnya pemanasan global terutama di daerah perkotaan
b.saat jumlah gas-gas rumah kaca di stratosfer meningkat yang mengakibatkan proses penjebolan ozon.
solusi
memulai pereboisasi hutan,mengurangi polusi udara yang berasal dari asap pabrik(pektori).

commenter
Nurwahidhappynacth.PBI.C Said,
January 7th, 2010 @4:23 pm  

Nama:
Nurwahidhappynacth
Jurusan:
Bahasa.inggris
Ruang:
1C

1.Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.sering dikaitkan dengan pemanasan global karena semakin banyak yang di hasilkan gas metana oksida,karbondioksida,monooksida,nitrogen oksida,membuat selimut atmosfer semakin tebal dan membuat global warming dan menjadikan lapisan ozon menipis.

2.. lingkungan:
-temperatur udara di permukaan bumi naik
-iklim tidak stabil
kesehatan:
-polusi udara
-pergeseran ekosistem
-Banjir menyebabkan meluasnya penyakit diare.

3. a.saat jumlah karbon dioksida tak semua di serap dan di ubah menjadi oksigen oleh tumbuhan
b.saat jumlah gas-gas rumah kaca meningkat drastis mencemari atmosfer dan menjebak panas sehingga bumi makin lebih panas.
solusi:
jangan sampah sembarangan,memakai bahan-bahan yang bisa di daur ulang.

commenter
Neniratnarahayu.PBI.C Said,
January 7th, 2010 @4:28 pm  

Nama:
Neniratnarahayu
Jurusan:
Bahasa.inggris
Ruang:
1C

1. Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat. sering dikaitkan dengan pemanasan global karena salah satu fenomena yang dianggap sebagai penyebab terbesar dari Global Warming. Sebenarnya sich secara alami proses Efek Rumah Kaca sangat diperlukan untuk kehidupan di Bumi. Panel gas rumah kaca di atmosfer menangkap panas matahari agar tidak seluruhnya terlepas angkasa. Itulah sebabnya kenapa Bumi terasa hangat, tidak dingin dan beku. Masalah terjadi ketika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat secara berlebihan. Akhirnya, gas rumah kaca malah menghalangi panas matahari yang seharusnya dikeluarkan.

2. lingkungan
a.temperatur udara di permukaan bumi naik
b.iklim tidak stabil
kesehatan
1. Kerusakan lingkungan
2. Penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global.

3.intensitas matahari dan ultrafiolet meningkat sehingga menimbulkan efek global worming.
solusi:
kurangi pemakaian rumah kaca,menggunakan bahan tekno ramah lingkungan.

commenter
Leni Murdiana Said,
January 7th, 2010 @4:55 pm  

Nama : Leni Murdiana, PBI 1 B
Email : lenimurdiana@gmail.com
Jawab :
1. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat, karena karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang menyebabkan bumi menjadi panas.
2. Lingkungan : Rusaknya lingkungan/hutan, bumi menjadi panas, iklim dibumi sulit untuk diperkirakan
Kesehatan : Dampak negatif pada manusaia misalnya dapat menimbulkan kanker kulit, katarak mata serta mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi.
3. Masyarakat belum banyak tahu tentang pemanasan global
Solusi :
Cegah pembalakan hutan, dengan kepastian hukum, lakukan reboisasi. Menanam kembali hutan yang gundul, gunakan kendaraan alternative, Buka wawasan, suarakan kepedulianmu. Bergabunglah dengan organisasi peduli lingkungan, suarakan kepedulianmu terhadap lingkungan lewat karya nyata.

commenter
Noor Hamsiah PBI-C Said,
January 7th, 2010 @5:05 pm  

1. Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut. Sebagai Illustrasi sederhana tentang terjadinya pemanasan Global

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.
• Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
• Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
• Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
3. Kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global
• Negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
• Soal Dana. PBB memperkirakan, dana adaptasi mencapai 100 miliar dollar AS per tahun, yang diperlukan guna menanggulangi bencana alam, seperti banjir dan kekeringan. Ditambah biaya mitigasi/pengurangan emisi global sebesar 200 miliar dollar AS, total biaya yang dibutuhkan setiap tahun adalah 300 miliar dollar AS.
Yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara dalam mengatasi efek pemanasan global antara lain :
• Klo menurut saya, dr usia dini anak2 harusnya sudah ditanamkan rasa cinta terhadap pohon dan lingkungan sekitarnya. Selama ini SDM yang minim yang membuat manusia tidak berfikir berulang-ulang saat merusak lingkungan sekitarnya, khususnya mengenai pohon. Kebanyakan dari mereka berpikir sebagai SDA yang dapat diperbaharui klo ditebang nanti juga tumbuh lagi, padahal kenyataannnya tidak segampang itu. Sebelum terlambat lebih jauh lagi, dari sekarang marilah kita semua mencintai lingkungan sekitar kita seperti mencintai diri kita sendiri. Selain itu, kita dapat mendaur ulang kaleng, botol, kantong plastik, dan koran. Ketika kita melakukan daur ulang, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan membantu penyelamatan sumber daya alam, seperti pohon, minyak bumi, dan bahan metal seperti alumunium.
• Untuk mengurangi efek pemanasan global, secepat mungkin kita harus memperbaiki dan menjaga paru-paru bumi, ada 3 Negara yang menjadi paru-paru bumi yaitu, Indonesia, Brazil dan Afrika selatan, namun Indonesia lah yang paling berpengaruh diantara 2 negara lainnya. Selanjutnya harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.
Jika paru-paru bumi sudah bekerja sebagaimana mestinya, maka secara berangsur panas bumi dapat berkurang karena adanya daur sirkulasi, baik air maupun udara. Pemanasan global memang tidak teratasi, namun sedapat mungkin kita mengupayakan agar pemanasan itu dapat berkurang dan tidak semakin parah. Ini semua untuk kelangsungan hidup kita bersama.

commenter
muliati Said,
January 7th, 2010 @5:35 pm  

Nama:Muliati
Jurusan:PBIC
1.Efe gas rumah kaca adalah merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfir.Karena dampak yang dihasilkannya sangat besar bagi kehidupan kita.
2.Dari sisi lingkungan adalah:perubahan cuaca dan lautan,pergeseran ekosistem dan degradasi.Sedangkan dari sisi kesehatan adalah :Dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh parasit karena sering mengalami kekeringan,meningkatnya penyakit menular,terjadinya konflik psikologi pada suhu panas dan manusia yang rentan penyakit ISPA.
3.Kendalanya adalah kuarangnya kesadaran yang dimiliki oleh suatu negara atau individu dalam melestarikan kekayaan alam yang dimilikinya.Sedangkan solusinya adalah dengan melakukan penyelamatan hutan untuk menghambat pelepasan polusi hasil industri yang menyebabkan pemanasan global.

commenter
TINUSF ANTORO Said,
January 7th, 2010 @5:46 pm  

NAMA:TINUS FANTORO
KELAS:PBI 1D
SEMESTER: 1
JAWABAN GLOBAL WARNING
1. Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.
2. Dampaknya adalah:
• Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
• Peningkatan permukaan laut

Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
• Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
3.adanya kepentingan individu antar masyarakat,umumnya Negara-negara besar yang memo]produksi minyak bumi
Solusinya adalah memberikan pemahaman kepada Negara-negara besar akan dampak dan bahayanya akan dampak rumah kaca terhadap bumi kita dari pada keuntungan yang di porolehnya
Jawab.HIV/AIDS
1. gejala orang terkena HIV / AIDS
a) Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b) Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c) Diare kronis lebih dari 1 bulan;
d) Rasa lelah berkepanjangan;
e) Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
f) Gatal-gatal;
g) Herpes kulit; serta
h) Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
2. kendalanya adalah:
a) alat atau infrastuktur yang kurang memadai,hal ini mengakibatkan kurang cepat dan lengkapnya akan pengumpulan data-data yang di butuhkan dalam penanggulangan virus hiv/aids
b) masalah psikolog,dimana sang penderita hiv/aids malu untuk terbuka pada orang lain,sehingga penderita hiv/aids merasa terbebani dan akhirnya dapat putus asa dengan mengakhiri hidupnya
c) adanya stigmanisasi dalam lingkungan masyarakat, melalui penggunaan kondom, maka hal ini dianggap berhubungan dengan upaya pemerintah untuk melindungi setiap orang yang berperilaku seksual bebas, bahkan sejumlah kalangan sering mengasosiasikan ini sebagai sosialisasi perilaku seks bebas.
3. Menurut saya istilah kondomisasi bagi masyarakat sama halnya menyuruh masyarakat atau mempopulerkan kepada masyaraka bahwa melakukan hubungan dengan berganti ganti pasangan itu di perbolehkan,karna umumnya para pengguna kondom adalah orang yang suka melakukan sex bebas,dan jarang sekali hubungan suami istri di dalam sebuah kehidupan rumah tangga menggunakan kondom,jadi saya tidak setuju dengan kondomisasi,

kenapa masyarakat digiring kepada kondomisasi .karna para produsen kondom,atau yang melakukan kondomisasi bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan saja,melainkan untuk merusak generasi muda Indonesia dengan memberikan solusi yang tidak benar atau tidak terbukti tapi dengan alasan yang logis bahwa menggunakan kondom dapat mencegah penularan HIV / AIDS,sehingga para generasi muda kita mengagap bahwa sex bebas tidak akan mengakibatkan timbulnya virus HIV/AIDS selama mereka menggunakan kondom. padahal kalau kita memang orang yang baik-baik atau bukan pelaku sex bebas kita tidak perlu takut akan virus ini
4. solusi yang saya tawarkan sama dengan solusi dari ajaran agama islam yaitu
a. Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
b. :Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis
Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut

c. mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam
Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

commenter
SULISTIANA LESTARI Said,
January 7th, 2010 @5:47 pm  

NAMA:SULISTIANA LESTARI
KELAS:PBI 1D
SEMESTER: 1
JAWABAN GLOBAL WARNING
1. Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.
2. Dampaknya adalah:
• Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
• Peningkatan permukaan laut

Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
• Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
3.adanya kepentingan individu antar masyarakat,umumnya Negara-negara besar yang memo]produksi minyak bumi
Solusinya adalah memberikan pemahaman kepada Negara-negara besar akan dampak dan bahayanya akan dampak rumah kaca terhadap bumi kita dari pada keuntungan yang di porolehnya
Jawab.HIV/AIDS
1. gejala orang terkena HIV / AIDS
a) Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan;
b) Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari;
c) Diare kronis lebih dari 1 bulan;
d) Rasa lelah berkepanjangan;
e) Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha;
f) Gatal-gatal;
g) Herpes kulit; serta
h) Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya.
2. kendalanya adalah:
a) alat atau infrastuktur yang kurang memadai,hal ini mengakibatkan kurang cepat dan lengkapnya akan pengumpulan data-data yang di butuhkan dalam penanggulangan virus hiv/aids
b) masalah psikolog,dimana sang penderita hiv/aids malu untuk terbuka pada orang lain,sehingga penderita hiv/aids merasa terbebani dan akhirnya dapat putus asa dengan mengakhiri hidupnya
c) adanya stigmanisasi dalam lingkungan masyarakat, melalui penggunaan kondom, maka hal ini dianggap berhubungan dengan upaya pemerintah untuk melindungi setiap orang yang berperilaku seksual bebas, bahkan sejumlah kalangan sering mengasosiasikan ini sebagai sosialisasi perilaku seks bebas.
3. Menurut saya istilah kondomisasi bagi masyarakat sama halnya menyuruh masyarakat atau mempopulerkan kepada masyaraka bahwa melakukan hubungan dengan berganti ganti pasangan itu di perbolehkan,karna umumnya para pengguna kondom adalah orang yang suka melakukan sex bebas,dan jarang sekali hubungan suami istri di dalam sebuah kehidupan rumah tangga menggunakan kondom,jadi saya tidak setuju dengan kondomisasi,

kenapa masyarakat digiring kepada kondomisasi .karna para produsen kondom,atau yang melakukan kondomisasi bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan saja,melainkan untuk merusak generasi muda Indonesia dengan memberikan solusi yang tidak benar atau tidak terbukti tapi dengan alasan yang logis bahwa menggunakan kondom dapat mencegah penularan HIV / AIDS,sehingga para generasi muda kita mengagap bahwa sex bebas tidak akan mengakibatkan timbulnya virus HIV/AIDS selama mereka menggunakan kondom. padahal kalau kita memang orang yang baik-baik atau bukan pelaku sex bebas kita tidak perlu takut akan virus ini
4. solusi yang saya tawarkan sama dengan solusi dari ajaran agama islam yaitu
a. Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba).
Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.
b. :Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis
Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut

c. mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam
Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

commenter
IRAWATI (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @6:06 pm  

1. Efek rumah kaca adalah gas yang berfungsi menahan panas matahari akan tetapi memiliki fungsi yang berbeda seperti menahan panasnya matahari bagi tumbuhan akan dapat tumbuh subur dan tidak adanya gas rumah kaca ini akan membuat bumi yang dihuni ini menjadi dingin juga.
Namun gas rumah kaca ini memiliki efek samping yang sangat berbahaya yang berkaitan dengan pemanasan global , karena cahaya matahari yang datang itu langsung dipantulkan oleh rumah kaca itu sehingga efeknya beredaran dan mengakibatkan panasnya bumi dan karena suhu nya yang terlalu panas gurun es akan meleleh.

2 . Dampak yang merugikan akibat pemanasan global
Dari sisi lingkungan
? Perubahan rasa dari air tawar menjadi air asin
? Kekeringan pada pohon , tumbuhan mengakibatkan pergesekan lalu kebakaran , hutan yang gundul akibat kebakaran itu mengakibatkan banjir karena kenaikan air laut atau hujan yang tidak ada penyerap airnya lagi melainkan tanah tandus dan kering yang menjadi sisa dan dengan tanah atau lapangan yang tandus dan lahan dan hasil tanaman.
Dari sisi kesehatan
Pemanasa yang global membuat kekebalan daya tahan tubuh berkurang membuat suhu badan terasa dingin , detak jantung yang terasa lebih cepat. Dan dari pemanasan global banyak tempat-tempat kecil yang menjadi sumber penyakit malaria dan demam berdarah serta panasnya bumi dapat mengakibat kanker kulit dan polusi- polusi dari pabrik juga akan membuat penyakit asma kambuh.

3. Kendala –kendala yang ada dalam mengatasi efek pemanasan global antara lain:
o Masih banyaknya pabrik-pabrik yang beroprasi dimana-mana tanpa tanggung jawab terhadap polusi dan limbah nya.
o Kurang nya pengertian terhadap pembangunan rumah kaca , sehingga efek rumah kaca itu memiliki efek yang berlebihan dan bersifat negative.
o masih banyaknya penggunaan kendaraan roda 4 atau roda 2 yang mengeluarkan asap berlebihan.

Solusi yang harus dilakukan baik bagi individu ataupun semua Negara

Bagi individu : sebaiknya mulai dari pribadi masing –masing yang seharusnya mengurangi sifat buruk dari hal kecil yaitu hemat dalam penggunaan air , tidak sering memfotokopi karena ini akan menimbulkan dampak besar bagi hutan dan pengurangan dalam penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang.

Bagi semua Negara : Lebih memperhatikan Penggunaan SDA yang tidak berlebihan karena terlalu banyaknya kepemerintahahn tidak terlalu perduli terhadap kerugian tetapi hanya memikirkan kesenangan sekarang.

commenter
IRAWATI (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @6:06 pm  

1. Efek rumah kaca adalah gas yang berfungsi menahan panas matahari akan tetapi memiliki fungsi yang berbeda seperti menahan panasnya matahari bagi tumbuhan akan dapat tumbuh subur dan tidak adanya gas rumah kaca ini akan membuat bumi yang dihuni ini menjadi dingin juga.
Namun gas rumah kaca ini memiliki efek samping yang sangat berbahaya yang berkaitan dengan pemanasan global , karena cahaya matahari yang datang itu langsung dipantulkan oleh rumah kaca itu sehingga efeknya beredaran dan mengakibatkan panasnya bumi dan karena suhu nya yang terlalu panas gurun es akan meleleh.

2 . Dampak yang merugikan akibat pemanasan global
Dari sisi lingkungan
? Perubahan rasa dari air tawar menjadi air asin
? Kekeringan pada pohon , tumbuhan mengakibatkan pergesekan lalu kebakaran , hutan yang gundul akibat kebakaran itu mengakibatkan banjir karena kenaikan air laut atau hujan yang tidak ada penyerap airnya lagi melainkan tanah tandus dan kering yang menjadi sisa dan dengan tanah atau lapangan yang tandus dan lahan dan hasil tanaman.
Dari sisi kesehatan
Pemanasa yang global membuat kekebalan daya tahan tubuh berkurang membuat suhu badan terasa dingin , detak jantung yang terasa lebih cepat. Dan dari pemanasan global banyak tempat-tempat kecil yang menjadi sumber penyakit malaria dan demam berdarah serta panasnya bumi dapat mengakibat kanker kulit dan polusi- polusi dari pabrik juga akan membuat penyakit asma kambuh.

3. Kendala –kendala yang ada dalam mengatasi efek pemanasan global antara lain:
o Masih banyaknya pabrik-pabrik yang beroprasi dimana-mana tanpa tanggung jawab terhadap polusi dan limbah nya.
o Kurang nya pengertian terhadap pembangunan rumah kaca , sehingga efek rumah kaca itu memiliki efek yang berlebihan dan bersifat negative.
o masih banyaknya penggunaan kendaraan roda 4 atau roda 2 yang mengeluarkan asap berlebihan.

Solusi yang harus dilakukan baik bagi individu ataupun semua Negara

Bagi individu : sebaiknya mulai dari pribadi masing –masing yang seharusnya mengurangi sifat buruk dari hal kecil yaitu hemat dalam penggunaan air , tidak sering memfotokopi karena ini akan menimbulkan dampak besar bagi hutan dan pengurangan dalam penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang.

Bagi semua Negara : Lebih memperhatikan Penggunaan SDA yang tidak berlebihan karena terlalu banyaknya kepemerintahahn tidak terlalu perduli terhadap kerugian tetapi hanya memikirkan kesenangan sekarang.

commenter
Rabiatul Adawiyah Said,
January 7th, 2010 @6:15 pm  

Nama : Rabiatul Adawiyah
Jurusan : PBI C

1) Efek Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Efek gas rumah kaca sering dikaitkan dengan pemanasan global karena pantulan yg dhasilkan oleh rmh kaca mengarah langsung ke lapisan ozon, yang jika dibiarkan dan terus menerus terjadi, maka akan mengakibatkan kebocoran lapisan ozon yg berakibat pada pemanasan global.
2) Dampak bagi lingkungan :
- Peningkatan permukaan laut yang disebabkan oleh mencairnya gunung es akan menimbulkan banjir disekitar pantai
- Rusaknya habitat seperti barisan batu karang
- Perubahan temperetur dan curah hujan
- meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,
- terpengaruhnya hasil pertanian,
- hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Dampak bagi Kesehatan :
- Perubahan temperatur dan curah hujan yang di timbulkan memberikan kesempatan berbagai macam virus dan bakteri penyakit tumbuh lebih luas.
- Kekeringan mengakibatkan penurunan status gizi masyarakat karena panen terganggu.
- Meluasnya penyakit diare yang di sebabkan oleh banjir
3) Kendala mengatasi efek pemanasan global:
- Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Solusinya :
- Mendorong kepada Pemerintah dan institusi pendidikan untuk memasukkan materi lingkungan hidup dan kearifan lokal kedalam kurikulum pendidikan pada setiap satuan pendidikan formal dan non-formal.
- Meminta kepada pemerintah untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mengoreksi secara mendasar paradigma kebijakan pembangunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan.

commenter
Masdiana (PBI-1B) Said,
January 7th, 2010 @6:50 pm  

Nama : Masdiana
Kelas : PBI-1B
Semester : I

Jawab :

1) Efek Gas Rumah Kaca adalah Cahaya yang turun ke Bumi Terpantul Kembali sehingga menyebabkan suhu di bumi menjadi panas dan merusak lapisan Ozon. Misalnya Sebagai Contoh ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di pantulkan kembali.Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.

2) a. Lapisan Ozon Semakin menipis sehingga Suhu di bumi semakin Panas Dan Hal Tersebut dapat mempermudah seseorang terkenah iritasi maupun kanker kulit karena berkurangnya pelindung yang menghalang sinar matahari langsung menyengat kulit.
b. Terjadinya perubahan Iklim Sehingga Mahkluk Hidup yang tidak dapat Beradaptasi akan Punah dan pada Akhirnya megganggu rantai Makanan.
c. Terjadinya Mutasi Virus sehingga Banyak Virus yang Bermunculan dan semakin Ganas. Sehingga banyak penyakit Baru dan Menambah tingkat Kematian.

3) a. Kurangnya kesadaran masyarakat sehingga masih banyak yang membuang sampah sembarang. dan sebaiknya RT mengajak warganya Kerja bakti atau Gotong Rpoyong Minimal 1 Minggu sekali.
b. Banyaknya pabrik pabrik Yang Di dirikan sehingga Gasnya dapat Merusak lapisan Ozon dan Sebaiknya Pemerintah Memberikan Kewajiban kepada pihak pabrik tersebut untuk melakukan Program Penghijauan atau melakuakan program program yang dapat mengurangi terjadinya pemanasan Global sebagai Contoh dengan cara Menerapkan Jalan Kaki Atau sepeda Kepada Karyawan saat berangkat kerja.

commenter
SULISTIANA LESTARI Said,
January 7th, 2010 @7:49 pm  

Pak boleh tau gak siapa aja yang jawabannya sudah masuk ?

commenter
ida mustika pbi b Said,
January 7th, 2010 @8:03 pm  

1.Efek rumah Kaca itu terlalu banyaknya bangunan - bangunan tinggi di Indonesia dan mempengaruhi ozon di bumi.Karena sama - sama mempengaruhi lapisan ozon sehingga menyebabkan bumi menjadi panas.
2.Dari sisi lingkungan bisa berakibat semakin panasnya bumi akibat lapisan ozon yang menipis sehingga panas bumi langsung menuju kebumi.Dari sisi kesehatan yaitu banyaknya bermunculan penyakit - penyakit kulit akibat menipisnya lapisan ozon sehingga panas matahari langsung mengenai kulit.
3.Kendala pertama adalah pengguna sepeda motor akan merasa difasilitasi jalan baru meskipun tertera rambu-rambu yang menjelaskan bahwa jalur hijau merupakan jalur khusus untuk siswa pengguna sepeda. Untuk mengatasi pengguna sepeda motor ini, pemerintah dapat membuat penghalang berupa jalan sempit mengerucut yang hanya cukup untuk dilewati satu sepeda pada awal dan akhir jalur hijau. Penghalang kerucut ini akan mempersulit pengguna sepeda motor apabila berniat memasuki jalur hijau.

Kemungkinan lain si pengguna sepeda motor taraf pelanggar akut akan menaiki trotoar dan menerobos jalur hijau, maka pemerintah harus membuat pagar setinggi setengah meter yang memisahkan jalan umum dan trotoar. Niscaya pengguna sepeda motor taraf pelanggar apapun akan jera apabila akses mereka ke jalur hijau diputuskan.

Kendala kedua datang dari para penjual kaki lima. Motto pedagang kaki lima adalah menggelar dagangan sedekat-dekatnya dengan jalan. Pembangunan jalur hijau akan dijadikan lapak baru bagi pengembangan usaha mereka. Jalur hijau yang teduh dan bersih menjadi target pasar yang menggiurkan para pedagang kaki lima. Untuk mengatasi pedagang kaki lima tidak perlu menurunkan pasukan satpol pamong praja, karena kekerasan bukanlah solusi.Solusinya yaitu dimulai dari hal kecil yaitu setiap orang menanam 1 pohon kemudian bisa dilakukan penyuluhan tentang betapa bahayanya global warming.

commenter
RUSMELLYNA PBI 1D Said,
January 7th, 2010 @9:20 pm  

1.efek rumah kaca adalah merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.karena efek rumah kaca ini adalah salah satu penyebab dari global warming itu sendiri.
2.efeknya bagi lingkungan adl menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.dan efeknya untuk kesehatan adl akan terjadi kanker kulit dan penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
3. Kendalanya adl tentang perbedaan pendapat antara para ilmuan tentang cara mengatasi efek pemanasan ini dan kurangnya pendanaan.dan solusinya adl sebaiknya mulai sekarang tiap orang menanam satu pohon…

commenter
Rusli Lumaby, Kelas PBI 1 D Said,
January 7th, 2010 @9:34 pm  

Nama : Rusli Lumaby
Kelas : PBI 1 D
Semester : 1
Jurusan : PBI
Email : Roezlylumaby@yahoo.co.id

Jawab.

1. Karbon dioksida memiliki sifat memperbolehkan cahaya sinar tampak untuk lewat melaluinya tetapi menyerap sinar infra merah. Agar bumi dapat mempertahankan temperatur rata-rata, bumi harus melepaskan energi setara dengan energi yang diterima. Energi diperoleh dari matahari yang sebagian besar dalam bentuk cahaya sinar tampak. Oleh karena CO2 di atmosfer memperbolehkan sinar tampak untuk lewat, energi lewat sampai ke permukaan bumi. Tetapi energi yang kemudian dilepaskan (dipancarkan) oleh permukaan bumi sebagian besar berada dalam bentuk infra merah, bukan cahaya sinar tampak, yang oleh karenanya disearap oleh atmosfer CO2. Sekali molekul CO2 menyerap energi dari sinar infra merah, energi ini tidak disimpan melainkan dilepaskan kembali ke segala arah, memancarkan balik ke permukaan bumi. Sebagai konsekuensinya, atmosfer CO2 tidak menghambat energi matahari untuk mencapai bumi, tetapi menghambat sebagian energi untuk kembali ke ruang angkasa. Fenomena ini disebut dengan efek rumah kaca.
Karena gas-gas, misalnya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O). dinamakan gas rumah kaca (GRK) dan pengaruh yang ditimbulkan dikenal dengan nama efek rumah kaca yang selanjutnya menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim serta rentetan dampak lainnya di planet bumi.
2. Dampak yg merugikan dr pemnsan global dari sisi lingkungan
Telah terjadi musim kering berkepanjangan, badai tropis yang berujung pada terbakarnya hutan jutaan hektar serta presipitasi hujan yang tinggi mengakibatkan bencana banjir dan kegagalan panen.
Bencana terakhir yang terjadi di negara kita adalah gelombang pasang yang memporak-porandakan pemukiman warga di sepanjang pantai selatan pulau Jawa-Bali dan Sumatera. Bencana tersebut walaupun tidak menelan korban jiwa namun tidak sedikit kerugian yang harus diterima oleh masyarakat pesisir. Dikhawatirkan 30 tahun ke depan, pulau-pulau kecil di Indonesia akan menghilang karena naiknya permukaan air laut. Inilah sebagia kecil dampak yang akan ditimbulkan dari pemanasan global. Pada awalnya, masalah lingkungan kurang mendapat perhatian serius bagi masyarakat dunia pada umumnya karena dampak yang ditimbulkan belum terasa. Tetapi seiring dengan perubahan waktu dan semakin banyaknya fenomena alam yang terjadi dan belum dapat dijelaskan secara ilmiah, orang-orang mulai memperhatikan masalah lingkungan.
Pertama-tama kita harus menyelamatkan planet ini dahulu, itu yang pertama. Karena jika semua kutub mencair maka lautan akan menjadi panas, lalu gas akan dilepaskan dari lautan dan kita semua akan teracuni oleh gas dari lautan. Gasnya sangat banyak, cukup untuk membunuh kita semua
Dampak yg merugikan dr pemnsan global dari sisi kesehatan
Pemanasan global ternyata juga mulai memicu munculnya beberapa serangan penyakit yang sebelumnya belum pernah ada pada daerah tertentu. Pada 1997 di Papua, penyakit malaria terdeteksi untuk pertama kalinya pada pemukiman di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut.
Penelitian terakhir oleh Greenpeace menyimpulkan bahwa naiknya permukaan air laut, berkurangnya pasokan air, dan berubahnya musim hujan karena perubahan iklim dapat menyebabkan 125 juta penduduk Asia Tenggara kehilangan rumah dalam waktu dekat. Sebagai tambahan, Program Pembangunan PBB mencatat bahwa perubahan iklim akan sangat berpengaruh kepada negara-negara berkembang dan menyebabkan migrasi penduduk secara besar-besaran maupun meningkatnya wabah penyakit.
Warga Timor Leste menderita efek dari perubahan iklim. Dengan meningkatnya ketinggian air laut dan cuaca yang buruk, hal ini telah memberikan efek kepada penduduk di Timor Leste dalam berbagai segi. Di seluruh Timor dan bagian lain dari Indonesia, hasil panen para petani berkurang sebanyak setengah dari hasil panen biasanya karena kondisi iklim yang tidak stabil. Sebagai akibatnya, ribuan anak-anak memperoleh gizi yang sangat buruk. Bpk. Adao Soares Barbosa,
3. Kendala – kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global
perbedaan posisi antarnegara maju dan negara berkembang. Meski tak selalu seia sekata, negara maju umumnya ingin menerapkan prinsip universal, yaitu pemberlakuan komitmen pengurangan emisi yang mengikat, baik negara maju maupun negara berkembang. Padahal, tanpa bantuan dana dan teknologi dari negara maju, negara berkembang pasti tidak sanggup membiayai sendiri upaya adaptasi, mitigasi, dan pengembangan clean technology.
Dalam Deep Economy: The Wealth of Communities and the Durable Future (2008), Bill McKibben menyatakan, obsesi terhadap pertumbuhan ekonomi menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang diprediksi melahirkan dampak lebih buruk dari kombinasi kerusakan akibat Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan depresi ekonomi 1930-an. McKibben menggagas perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.
solusi, apa yang seharusnya di lakukan semua Negara
Selama ini, sebagian negara maju menjadikan sikap tidak kooperatif China dan India yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat sebagai alasan untuk tidak mengeluarkan komitmen yang mengikat, menyangkut pengurangan emisi gas karbon. Menghadapi tekanan itu, China dan India terus menyuarakan agar negara industri maju bersedia mengurangi produksi gas karbon hingga 40 persen dari level tahun 1990 sebelum 2020
solusi, apa yang seharusnya di lakukan oleh individu – individu
1001 Cara untuk Mengatasi Pemanasan Global Dapat Dimulai dari Rumah, diantaranya :
? Hemat Pemakaian Listrik
? Hemat Pemakaian Air
? Manfaatkan Sumber Energi dari Alam
? REUSE (Gunakan Kembali)
? REDUCE ( Berhemat )
? RECYCLE ( Daur Ulang )
? Hijaukan Lingkungan ( Go Green )
? Informasikan Bahaya Pemanasan Global
? Efisiensi Penggunaan Kendaraan Bermotor
? Jangan makan daging, naiklah sepeda, dan jadilah konsumen yang hemat — begitulah cara membantu mengerem pemanasan global. Karena Sektor peternakan, sebenarnya menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada sektor transportasi .
? pola makan vegetarian yang menghasilkan gas rumah kaca jauh lebih sedikit dibandingkan pola makan daging.

commenter
lestari Said,
January 7th, 2010 @10:20 pm  

Lestari
Smt 1(satu)
Jurusan PIB Ib
1. Arti efek gas rumah kaca
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Pemanasan Global
admin on October 2, 2007
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.
Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.
Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.
Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.
• Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
• Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
• Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
• Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
• Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.
Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang, maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.
Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku.
Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut :
• globalisasi ekonomi dan implikasinya,
• otonomi daerah dan implikasinya,
• penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya,
• pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan,
• pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi,
• daur ulang hidrologi,
• penanganan land subsidence,
• pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta
• pemanasan global dan berbagai dampaknya.
Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua
Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).
Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran).
Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti :
• sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km).
• beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar.
• Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.
• Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang.
Untuk kawasan lindung pada RTRWN, maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan kawasan rawan bencana alam, suaka alam-margasatwa, pelestarian alam, dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi.
Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :
• Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
• Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
• Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.
Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya.
Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis - perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir.
Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.
Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut :
• Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung.
• Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya.
• Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).
• Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah - khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.
• Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut :
• Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir.
• Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan.
• Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
• Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda - untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsur stakeholders.
global warming | efek rumah kaca
Global warming 2Apakah Efek Rumah Kaca merupakan proses alami?Ya!
Efek Rumah Kaca terjadi alami karena memungkinkan kelangsungan hidup
semua makhluk di bumi. Tanpa adanya Gas Rumah Kaca, seperti
karbondioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu
permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Sejak awal jaman
industrialisasi, awal akhir abad ke-17, konsentrasi Gas Rumah Kaca
meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi
meningkat 0.5 – 0.6 derajat Celcius akibat emisi Gas Rumah Kaca yang
dihasilkan dari aktivitas manusia.Apa buktinya bahwa Efek Rumah Kaca itu benar-benar terjadi ?Melalui beberapa bukti berikut:-
Pertama, berdasarkan ilmu fisika, beberapa gas mempunyai kemampuan
untuk menahan panas. Tak ada yang patut diragukan dari pernyataan ini.-
Kedua, pengukuran yang dilakukan sejak tahun 1950-an menunjukkan
tingkat konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat secara tetap, dan
peningkatan ini berhubungan dengan emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan
industri dan berbagai aktivitas manusia lainnya.- Ketiga, penelitian menunjukkan udara yang terperangkap di dalam gunung estelah berusia 250 ribu tahun . Artinya:•
Konsentrasi Gas Rumah Kaca di udara berbeda-beda di masa lalu dan masa
kini. Perbedaan ini menunjukkan adanya perubahan temperatur• Konsentrasi Gas Rumah Kaca terbukti meningkat sejak masa praindustri.Apa sajakah yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca?
Yang
termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca adalah karbondioksida (CO2),
metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC),
perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6). Jenis GRK
yang memberikan sumbangan paling besar bagi emisi gas rumah kaca adalah
karbondioksida, metana, dan dinitro oksida. Sebagian besar dihasilkan
dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) di sektor
energi dan transport, penggundulan hutan , dan pertanian . Sementara,
untuk gas rumah kaca lainnya (HFC, PFC, SF6 ) hanya menyumbang kurang
dari 1% .Darimanakah emisi karbondioksida dihasilkan ?Sumber-sumber emisi karbondioksida secara Global dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara):- 36% dari industri energi (pembanit listrik/kilang minyak, dll)- 27% dari sektor transportasi- 21% dari sektor industri- 15% dari sektor rumah tangga & jasa- 1% dari sektor lain -lain. Apakah penghasil utama emisi karbondioksida?Sumber
utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada 2 macam.
Pertama, pembangkit listrik bertenaga batubara. Pembangkit listrik ini
membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan. Semisal,
energi yang digunakan 100 unit, sementara energi yang dihasilkan 35
unit. Maka, energi yang terbuang adalah 65 unit! Setiap 1000 megawatt
yang dihasilkan dari pembangkitlistrik bertenaga batubara akan mengemisikan 5,6 juta ton karbondioksida per tahun!Kedua,
pembakaran kendaraan bermotor. Kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar
sebanyak 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km, maka
setiap tahunnya akan mengemisikan 3 tonkarbondioksida ke udara!
Bayangkan jika jumlah kendaraan bermotor di Jakarta lebih dari 4 juta
kendaraan! Berapa ton karbondioksida yang masuk ke atmosfer per tahun?

2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan

Pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:

Pada gambar di atas, kita dapat melihat bagaimana pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

3.kendalanya adalah
Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih dengan kata lain benyaknya perusahaan besar yang menggunakan gas,batu bara untuk mengaktifkan produksi mereka,serta penigkatan kebutuhan manusia akan listrik kerena banyak alat elektronik yang menggunakan listrik,misalnya AC,Kompor listrik,sebaiknya menggunakan dengan kebutuhan seperlunya,klau perlu menggunakan kompor untuk memasak air,karena memerlukan waktu yang lama untuk pendidihan air dan membunuh kuman dalam air.
Setelah rentetan fakta-fakta menyeramkan yang telah dibahas sebelumnya, kini kita sampai pada pertanyaan yang ter¬penting: Adakah solusi dari semua permasalahan ini? KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA: ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN GLOBAL WARMING, dan saat ini KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA. Yang kita butuhkan hanyalah KEMAUAN YANG KUAT UNTUK BERUBAH!
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala ak¬tifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
1. Berhenti atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow : Enviromen¬tal lssues and Options (dirilis Novem¬ber 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh in¬dustri peternakan, yang mana lebih besar dari¬pada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emi¬si CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.
Sebuah laporan dari Earth Insti¬tute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet ber¬basis daging. Penelitian yang dilaku¬kan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efek¬tif untuk mencegah pemanasan global dari pada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.
Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!
Seorang vegetarian yang mengendarai SUV ffummer ma¬sih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pe¬makan dagrng yang mengendarai sepeda!
2. Batasilah emisi karbon dioksida!
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.
Bila terpaksa harus mengguna¬kan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini ter¬masuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan ba¬kar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.
Matikanlah peralatan listrik ke¬tika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel suryasebagaienergi alternatif.
3. Tanamlah lebih banyak pohon!
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke at¬mosfer sebagai CO2.
Peneliti dari Louisiana Tech Uni¬versity menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimba¬ngi emisi yang dihasilkan dari meng¬endarai sebuah mobil selama setahun.
Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilaku¬kan di dua kota kecil di Chicago mem¬berikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.
4. Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang
Kalkulasi yang dilakukan di Ca¬lifornia menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian Califor¬nia, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta po¬hon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mo¬bil!.
5. Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon
Penelitian yang dilakukan Uni¬versitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional kemo¬bil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat1ton emisi per tahun.
Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Pene¬litian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 me¬nemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebe¬lum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbe¬daan 1.438 mil tersebut.
Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transpor¬tasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan.
6. Menanam tanaman diatas rumah,atau membuat taman diatas rumah,yang dilakukan oleh Negara cina.

commenter
maeshtrorhie Said,
January 7th, 2010 @10:53 pm  

NAMA : M.H.S BUKHORI HASYIM
KELAS : PBI 1c
soal.

1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global ?
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.? jelaskan!
dari sisi lingkungan:
yang paling serius adalah panas akibat dari terperangkapnya cahaya matahari yang harusnya di kembalikan.Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit,
dari sisi kesehatan:
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
KTT PBB untuk Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember, memiliki makna strategis dalam kerja sama internasional mengatasi persoalan pemanasan global.

Agenda utama KTT ini adalah mewujudkan kesepakatan baru tentang langkah-langkah nyata dalam penurunan emisi gas rumah kaca global pascaberakhirnya Protokol Kyoto tahun 2012.

Dalam hal ini, Sekretaris Eksekutif Badan PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) Yvo de Boer menekankan pentingnya semua negara menunjukkan spirit kerja sama dan kompromi guna mencapai kesepakatan bersama. Ia menekankan pentingnya kesepakatan ”hitam di atas putih” terkait komitmen negara-negara maju ataupun berkembang untuk pengurangan emisi gas rumah kaca sebelum 2020.
Dalam Deep Economy: The Wealth of Communities and the Durable Future (2008), Bill McKibben menyatakan, obsesi terhadap pertumbuhan ekonomi menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang diprediksi melahirkan dampak lebih buruk dari kombinasi kerusakan akibat Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan depresi ekonomi 1930-an. McKibben menggagas perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.
Berbeda dengan McKibben yang menawarkan solusi berupa pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, Sachs menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengatasi pemanasan global, dengan menekankan pentingnya negara maju membantu negara berkembang karena dua alasan. Pertama, dampak negatif meningkatnya pemanasan global di negara berkembang akan langsung dirasakan negara maju. Kedua, negara maju bertanggung jawab atas peningkatan pesat emisi karbon sejak awal industrialisasi.
Dampak politik ”taktis” yang diantisipasi sebagian pemerintah negara maju jika mengikatkan diri pada komitmen internasional untuk mengurangi emisi gas karbon juga dapat menjadi faktor pelik. Di AS, penolakan George W Bush untuk meratifikasi Protokol Kyoto lebih didasarkan kekhawatiran akan dampak keharusan menurunkan emisi gas karbon berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat menyurutkan dukungan kalangan industrialis dan pekerja.
dalam hal ini hal yang sangat di perlukan adalah KESADARAN setiap INDIVIDU dan SEMUA NEGARA untuk melakukan hal terkecil dari bentuk penaggulangan efek pemanasan global yaitu dengan menanam kembali hutan yang gundul sdan mengurangi segala bentuk emisi dari hal yang terkecil seperti tidak merokok dan sampai mengurangi emisi gas buang industri

commenter
Mirnawati, PBI 1C Said,
January 7th, 2010 @11:23 pm  

1. Efek gas rumah kaca merupakan efek yang ditimbulkan oleh gas-gas yang ada di atmosfer.
Karena pemanasan global terjadi akibat peningkatan suhu global yang disebabkan oleh efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

2. a. Dampak negatif pemanasan global terhadap lingkungan:
• kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh mencairnya gunung es di kutub utara
• perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menimbulkan berbagi macam bencana alam
• pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
• degradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol

b. Dampak negatif pemanasan global terhadap kesehatan :
• penyakit yang berhubungan dengan panas yang bias menyebabkan kematian, contohnya penyakit kronis
• gagal panen sebagai penyebab kelaparan dan malnutrisi
• trauma dan kematian akibat banjir, badai, dan kebakaran
• masalah kesehatan akibat perpindahan populasi, termasuk penyakit diare, malnutrosi, defisiensi mikro nutrient dan trauma psikologis
• timbulnya penyakit kolera,hepatitis A, leptospirosis, cryptosporidiosis, dinoflagellate “red tides”, dan keracunan ikan dan kerang akibat bakteri vibrio dan salmonella yang disebabkan oleh pencemaran terhadap air
• timbulanya penyakit malaria, demam berdarah, demam kuning, scabies, demam chikungunya, penyakit lyme, dll yang disebabkan oleh vektor
• timbulnya penyakit asma, penyakit jantung, paru kronis, dll yang disebabkan oleh polusi udara.

3. kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global :
• kurangnya kesadaran diri untuk melakukan cara-cara pencegahan terhadap semakin parahnya global warming
• kurang perhatian dari pemerintah untuk mengupayakan langkah-langkah pencegahan terhadap parahnya global warming
• sulitnya menghentikan penggunaan kendaraan bermotor dalam kehidupan sehari-hari,sedangkan kendaraan bermotor merupakan salah satu penyebab terjadinya global warming
• seringnya terjadi pembakaran sampah
adapun solusinya sebagai berikut :
• Berhenti atau kurangilah makan daging Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industry
• Batasilah emisi karbon dioksida, bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.
• Matikanlah peralatan listrik ketika tidak menggunakan, gunakn lampu hemat energi, gunakan panel surya sebagai energi alternatif.
• Tanamilah lebih banyak pohon, tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali co2 ke udara. Selain itu, menurut penelitian dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menagkap karbon cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun.
• Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang(Reuse)
• Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
• Menggunakan sumber energi alternatif, contohnya:
- Biogas
- Bioetanol
- Aplikasi sel surya
- Sumber energi alternatif dari kotoran sapi

commenter
@mery Said,
January 7th, 2010 @11:29 pm  

Nama : Mery Chia Elvera
KLS : PBI B

1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global !
Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Dikaitkan karena Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2.
2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.? jelaskan!
Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari segi lingkungan yaitu kerusakan hutan dan akhirnya mengakibatkan banjir, sehingga akan berdampak juga dari sisi kesehatan dapat menyebabkan demam berdarah dan malaria.
3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
Kendalanya yaitu masih banyaknya aktivitas manusia seperti pembuatan green house, penebangan pohon sehingga menyebabkan banjir dan solusinya dikuranginya polusi dari asap kendaraan dan pabrik, dan pengurangan pembuatan rumah kaca dan sebagainya.

commenter
NOVA ARIANTI PBI 1 C Said,
January 7th, 2010 @11:50 pm  

I. efek rumah kaca disebabkan naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (co2) dan gas lain-lainnya di atmosfer.
II. kenaikan konsentrasi gas co2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan organik lainnyayang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhandan laut untuk mengabsorsinya.dampak merugikan dari sisi lingkungan yaitu perubahan iklim bumi, banjir dan kekeringan akibat hutan gundul, musim tidak dapat diramalkan panen gagal. dampak merugikan dari sisi kesehatan yaitu perubahan iklim bumi, tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi penuh, rantai makanan terganggu, hewan yang mengkomsumsi tumbuhan tersebut punah, dan manusia sebagai konsumen tertinggi akan punah.
III. Dalam rembug yang dibuka oleh Duta Besar Djismun Kasri mewakili Menlu Hasan Wirayudha tersebut terungkap bahwa betapa perubahan iklim memberikan dampak negatif berupa pemanasan global (global warming) yang cukup besar terhadap masyarakat di Indonesia dan dunia. Perubahan iklim adalah fenomena global yang disebabkan oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil (80%) dan kegiatan alih-guna lahan seperti deforestasi (20%). Kegiatan tersebut menghasilkan gas – gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH2) dan nitrous oksida (N2O) yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer namun mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia sehingga menjadi kendala yang selama ini bertolak belakang dengan apa yang diantisipasi oleh pemberantasan global warming. Solusi utamanya yaitu dengan cara melakukan penanaman seribu pohon yang telah diadakan di Indonesia.

commenter
Yulianti 1D Said,
January 8th, 2010 @1:13 pm  

1. Rumah kaca dianalogikan atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
sedangkan hubungan efek rumah kaca dengan global warming adalah :
meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

2. Dampak Global warming:
Bagi Kesehatan:
1. Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menjadi tantangan kita pada abad ini. Dengan perubahan iklim tersebut memaksa kita untuk merubah pola hidup dan berubahnya peradaban manusia yang lebih baik, memperhatikan lingkungan dan hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan hukum alam. Namun akibat perubahan dunia dan aktifitas manusia modern, maka konsekuensi dari aktifitas ini adalah fenomena pemanasan global akibat efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini disinyalir adalah akibat dari adanya emisi gas dari hasil kegiatan manusia.
Sejatinya, emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi, pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses alami. Gas yang diemisikan secara alami ini, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah. Selama jumlah emisi gas hasil bakaran itu masih dalam batas-batas kesanggupan alam mendaur-ulangkan kembali, emisi gas tidak akan mengganggu secara nyata kehidupan di bumi. Namun, apabila peningkatan gas akibat kegiatan manusia telah melampau kepasitas daur ulang alami, tentu saja menyebabkan penumpukan gas, tidak hanya pada lingkungan mikro, tetapi juga telah menyebabkan goyahnya keseimbangan lingkungan makro, di antaranya dalam bentuk pemanasan global yang secara tidak langsung berakibat pada kesehatan masyarakat.
Pemanasan global tak hanya berdampak serius pada lingkungan manusia di bumi namun juga terhadap kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan tahunan di Genewa mengatakan bahwa berbagai penyakit infeksi yang timbul diidentifikasi terkait dengan perubahan lingkungan hidup yang drastis. Kerusakan hutan, perluasan kota, pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Dampak lain yang terasa adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim..
WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumber-sumber air bersih sehingga menurunkan kualitas air. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.. Mencairnya puncak es Himalaya, luasnya daerah gurun pasir dan wilayah pesisir pantai yang tercemar merupakan sarana penularan penyakit, hal ini juga menyebabkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya penyakit Malaria yang wilayah penyebarannya makin meluas, mengingat nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas, maka dengan bertambahnya nyamuk, maka kontak dengan manusia juga bertambah.
Dampak pemanasan global secara langsung (mis. pada suhu panas membuat manusia rentan sakit) dan dampak tidak langsung (mis. meningkatnya penyakit menular, antara lain : malaria, DBD,penyakit yang ditularkan melalui udara, melalui air) serta dampak jangka panjang, mis. perubahan tinggi air yang dapat mengakibatkan persediaan air bersih menurun, daerah yang kaya jadi miskin, yang dapat menimbulkan terjadinya konflik, dan kemudian menimbulkan masalah psikologi, mis. stress. Ada 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya ebola, flu burung, penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia, adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.
Sesungguhnya hal tersebut dapat dicegah, salah satu langkah pencegahan melalui Sistem Bio Informatika, yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah, maka diharapkan wabah penyakit dapat dicegah. Desa siaga mampu menjawab permasalahan ini. Selanjutnya mengendalikan perubahan yang terjadi akibat pemanasan global dengan mengendalikan sumbernya pada transportasi, pertanian, perilaku gaya hidup boros pada penggunaan energi, pembalakan hutan, dan semakin mengurangi pengrusakan ekosistem sehingga efek rumah kaca menurun, serta kita dapat mencegah dengan memelihara lingkungan hidup, yang dimulai dari diri kita sendiri. kebutuhan akan peraturan penyelamatan lingkungan semakin mendesak, karena dampak dari pemanasan global sangat luas, tidak terbatas pada masalah lingkungan dan dampak ekonomi saja, namun menyangkut kesehatan manusia. Sehingga diperlukan upaya advokasi kepada ahli kesehatan untuk lebih aktif terlibat dalam pembuatan peraturan tentang penggunaan energi dan konservasi lingkungan. Serta para pemimpin politik diharapkan mempunayai kemauan untuk menyiapkan tindakan yang cepat dalam menghadapi berbagai wabah penyakit.
Bagi lingkungan dampaknya:
1. Efek rumah kaca yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan ekologi yang sulit ditebak, seperti perubahan suhu dan pola hutan yang mengurangi produktivitas pertanian.
2. Kerugian Indonesia di bidang pertanian karena perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak efek rumah kaca diperkirakan sangat besar. ANGLAS (Asian Least Gost Greenhouse Gas Abatement Strategy) memaparkan bahwa efek rumah kaca mengakibatkan antara lain: naiknya permukaan air laut, krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, dan menurunnya produksi pertanian.

3. Kendalanya dari pengembangan Energi terbarukan di Indonesia:
Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
1. relatif mudah didapat,
2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
3. tidak mengenal problem limbah,
4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar.
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
saran saya:
1. Penggunaan emisi gas karbon dioksida, mobil-mobil yang boros bahan bakar sebaiknya lebih diefisienkan.
2. Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramah lingkungan.
3. Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.
4. Penganekaragaman bahan bakar minyak, gas, tenaga listrik, bahkan tenaga tata surya.
5. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya melakukan pemeliharaan kendaraan emisi gas karbon dioksida atau dengan kata lain melaksanakan program Langit Biru untuk mengurangi kadar polusi udara yang sudah di ambang batas – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

commenter
Riska Hariati PBI-C Said,
January 8th, 2010 @3:36 pm  

1.Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. l.didalam nya terdapat gas seperti karbondioksida,metana dan uap air.apabila kandungan gas-gas ini erlebihan diatmosfer akan mengakibatkan peningktan suhu bumi.

2.dampaknya bagi lingkunagan:
a.Banjir air laut pasang merupakan akibat dari pemanasan global. Penyebab lainnya adalah penurunan permukaan daratan karena penyedotan air tanah.
b.14 NEGARA PULAU TERANCAM HILANGTanpa upaya mereduksi emisi gas-gas rumah kaca – terutama karbon dioksida – ke atmosfer, dalam jangka panjang bukan hanya pola iklim dan siklus hidup berubah. Hilangnya ribuan pulau, termasuk 14 negara pulau di muka bumi ini, akan mengubah peta dunia.
c.BUMI AKAN PANAS SEKALpemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru.
d.menurununnya kualitas pangan
Dampak bagi kesehatan
2.munculnya berbagai jenis penyakit,penyakit yang berhubungan dengan panas dan kematian ,terutama pada orangtua,anak-anak,dan penyakit kronis.gagal panen sebagai akibat kelaparan dan malnutrisi,trauma dan kematian akibat badai,kebakaran dan banjir,masalah kesehatan akibat brpindahnya populasi,termasuk penyakit diare,defisiensi mikro nutrient,dan trauma psikologis.
1.hambatan global dalam penaggulangan global warming adalah kurangnya kesadaran Pencemaran uadara dapat disebabkan oleh partikel debu dari sumber penncemar, seperti asap pabrik,asap kendaraan bermotor,serta kegiatan manusia dan alam yang menyebabkan meningkat konsentrasi karbondioksida,CFC,metan nitrogen, diatmosfer mengakibatkan meningkatnya suhu bumi.diperkirakan suhu bumi meningkat rata-rata 3 -4 derajat celcius (suatu peningkatan yang hanya 1,3 derajat celcius,tetapi akan memanaskan dunia dibandingkan 100.000 tahun lalu) sayang masalah ini seolah-olah hanya jadi masalah pemerintah saja,padahal kesadaran seluruh masyarakat dunia sangat dibutuhkan untuk menangani hal ini.
Solusi yang dapat saya tawarkan adalah
1.membuat jalur hijau dan taman kota didaerah perkotaan atau industri.bertujuan agar CO2 yang dihasilkan oleh pabrik,kendaraan bermotor serta pernapasan makhluk hidup dapat diserap oleh tumbuhan melalui proses foto sintesis.pencanngan program seribu pohon harus berjalan efektif.kerja sama masyarakat dan emerintah diperlukan
2. menggunakan saringan udara pada setiap cerobong asap dari kegiatan pabrik atau menggunakan inesiator untuk membakar sampah .
3. mengurangi emisi gas penghasil efek greenhouse (GHG) melalui penggantian sumber energi fosil ke sumber energi ramah lingkungan.
4. skala dunia diperlukan kesadaran Negara-negra yang memiliki hutan tropis untuk melestarikan hutan.diikuti oleh Negara-negara industri membantu pelestarian hutan-hutan dinegara berkembang.tanpa harus melihat untung –ruginya dalam kerja sama ini.karena yang dipentingkan adalah keselamatan seluruh dunia.

commenter
Supriyadi (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @4:31 pm  

Global Warming
1. Yang dimaksud dengan Efek Gas Rumah Kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.
a. Dampak yang merugikan dari segi Lingkungan
Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
b. Dampak yang merugikan dari segi kesehatan
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

commenter
Wahyuni (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @4:31 pm  

1. Yang dimaksud dengan Efek Gas Rumah Kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.
a. Dampak yang merugikan dari segi Lingkungan
Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
b. Dampak yang merugikan dari segi kesehatan
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

commenter
Tutut Sundari (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @4:36 pm  

Global Warming
1. Yang dimaksud dengan Efek Gas Rumah Kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.
a. Dampak yang merugikan dari segi Lingkungan
Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
b. Dampak yang merugikan dari segi kesehatan
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

commenter
Yenni Heriani (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @4:39 pm  

Global Warming
2. Dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.
a. Dampak yang merugikan dari segi Lingkungan
Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
b. Dampak yang merugikan dari segi kesehatan
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

1. Yang dimaksud dengan Efek Gas Rumah Kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

commenter
Yenni Heriani (PBI 1D) Semester 1 Said,
January 8th, 2010 @4:40 pm  

1. Yang dimaksud dengan Efek Gas Rumah Kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

commenter
YUNDA ELVANA PBI 1 D Said,
January 8th, 2010 @9:09 pm  

1.Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global, belakangan ini tampaknya menjadi salah satu isu hangat yang menjadi perhatian dunia.
Karena penyebab terjadinya global warming efek rumah kaca ini sendiri.
2.Dapat meningkat kn suhu bumi sehingga bumi menjadi panas.bagi kesehatan dpat menimbulkan berbagai macam penyakit.
3.Kurang nya perhatian masyarakat terhdap lingkungan.solusi nya agar masyarakat dan pemerintah melakaukan lebih banyak penghijauan terhadap bumi.

commenter
Rizka Novianti PBI C Said,
January 9th, 2010 @1:41 pm  

1. Efek rumah kaca berarti efek yang ditimbulkan oleh rumah kaca. sering di kaitkan dengan pemanasan global karena Dalam hal ini bumi kita analogikan sebagai rumah kaca dan kacanya adalah gas rumah kaca.

2. Pertama Pemanasan global kemudian terjadi Perubahan iklim bumi lalu Tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi punah kemudian Rantai makanan terganggu dan Hewan yang mengkonsumsi tumbuhan tersebut punah akhirnya Manusia sebagai konsumen tertinggi pun akhirnya akan punah.

3. Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.
Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

commenter
Nuur Azizah PBI C Said,
January 9th, 2010 @1:44 pm  

1. - Efek gas rumah kaca adalah gas-gas yang dapat memerangkap panas atau gas yang
dapat menyerap panas.
- Sering di kaitkan dengan pemanasan global karena dalam hal ini bumi kita di analogikan sebagai rumah kaca dan kacanya adalah gas rumah kaca.

2. Dampak merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan adalah karena pemanasan global maka akan terjadi mutasi virus kemudian virus semakin bervariasi dan semakin ganas (virus semakin agresif dalam suhu tinggi, nyamuk semakin berkembang biak pada suhu tinggi) lalu akan banyak muncul penyakit – penyakit baru yang menaakibatkan meningkatnya kematian.
3. kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global adalah kurangnya perhatian tiap individu terhadap lingkungan.
Solusi yg harus di lakukan oleh individu atau semua negara adalah Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat pemanasan global. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

commenter
Rizka Novianti PBI C Said,
January 9th, 2010 @1:53 pm  

lanjutan no.3
solusinya yang utama yaitu lebih memperhatikan lingkungan alam sekitar,mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain,dan mengurangi polusi

commenter
nurtia arumsari PBI1C Said,
January 9th, 2010 @3:02 pm  

1.Gas-gas rumah kaca (Green House Gases) adalah beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi.Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. sedang efek rumah kaca itu sendiri adalah merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit(terutama planet atau satelit tentu saja yang menjadi fokus masalah di sini adalah bumi)yang di sebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek gas rumah kaca sering dikaitkan dengan pemanasan global karena efek gas rumah kaca sedikit banyak mempunyai peranan dalam peningkatan suhu di permukaan bumi ini.efek gas rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida(CO2). Selain gas CO2 yang dapatmenimbulkan efek gas rumah kaca adalah sulfur dioksida, nitrogen monoksida(NO) dan nitrogen dioksida(NO2) serta beberapa senyawa organik seperti metana dan khloro fluoro karbon(CFC). dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang di pantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Oleh sebab itu mengapa Global Warming sering dikaitkan dengan efek gas rumah kaca.
2. Dampak Pemanasan Global di bidang lingkungan akan mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer.Pemanasan Global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapat pengaruh yang sangat besar. Selain itu temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrition.
Sedang dampaknya di bidang Kesehatan adalah, mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian,terutama pada orangtua dan anak-anak dan penyakit kronis. Perubahan cuaca yang ekstrim dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien,trauma psikologis, penyakit kulit,dll.
3. Kendala-kendala global dalam mangatasi efek pemanasan global adalah,

commenter
syamsuddin Said,
January 9th, 2010 @3:06 pm  

Nama ; syamsuddin
Ruang ; PBI 1d

1. Yang di maksud EFEK RUMAH KACA itu adalah energi yang kemudian dilepaskan (dipancarkan) oleh permukaan bumi sebagian besar berada dalam bentuk infra merah, bukan cahaya sinar tampak, yang oleh karenanya disearap oleh atmosfer CO2. Sekali molekul CO2 menyerap energi dari sinar infra merah, energi ini tidak disimpan melainkan dilepaskan kembali ke segala arah, memancarkan balik ke permukaan bumi. Sebagai konsekuensinya, atmosfer CO2 tidak menghambat energi matahari untuk mencapai bumi, tetapi menghambat sebagian energi untuk kembali ke ruang angkasa.

pemanasan global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderung possibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang memacu peningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Dan ini jugalah yang mengakibatkan EFEK GAS RUMAH KACA sering dikaitkan dengan pemanasan global..

2. dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan ; pemanasan global juga menimbulkan naiknya muka air laut. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub,
dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi kesehatan; Di bumi yang semakin memanas, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.

3. kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global yaitu dengan cara mengurangi yang di maksud EFEK GAS RUMAH KACA.
Solusinya,semua negara-negara maju ataupun berkembang untuk pengurangan emisi gas rumah kaca .

commenter
nurtia arumsari PBI1C Said,
January 9th, 2010 @3:48 pm  

1.Gas-gas rumah kaca (Green House Gases) adalah beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi.Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. sedang efek rumah kaca itu sendiri adalah merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit(terutama planet atau satelit tentu saja yang menjadi fokus masalah di sini adalah bumi)yang di sebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek gas rumah kaca sering dikaitkan dengan pemanasan global karena efek gas rumah kaca sedikit banyak mempunyai peranan dalam peningkatan suhu di permukaan bumi ini.efek gas rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida(CO2). Selain gas CO2 yang dapatmenimbulkan efek gas rumah kaca adalah sulfur dioksida, nitrogen monoksida(NO) dan nitrogen dioksida(NO2) serta beberapa senyawa organik seperti metana dan khloro fluoro karbon(CFC). dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang di pantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Oleh sebab itu mengapa Global Warming sering dikaitkan dengan efek gas rumah kaca.
2. Dampak Pemanasan Global di bidang lingkungan akan mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer.Pemanasan Global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapat pengaruh yang sangat besar. Selain itu temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrition.
Sedang dampaknya di bidang Kesehatan adalah, mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian,terutama pada orangtua dan anak-anak dan penyakit kronis. Perubahan cuaca yang ekstrim dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien,trauma psikologis, penyakit kulit,dll.
3. Kendala-kendala global dalam mangatasi efek pemanasan global adalah,
a.semakin maraknya pembalakan liar di negara-negara pemilik hutan tropis.
b. keterbatasan lahan di dekat daerah industri maupun kota-kota besar menjadi kendala melakukan penghijauan.
c. penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam industri maupun rumah tangga.
d. Banyaknya kendala dalam penggantian sumber energi BBM ke sumber energi alternatif.
e. masih banyak penggunaan CFC dalam kegiatan industri terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat.
Yang harus dilakukan tiap-tiap individu adalah, mengurangi penggunaan listrik jika kurang atau tidak digunakan, menggunakan alat transportasi altenatif untuk mengurangi emisi karbon,berhenti atau kurangi makan daging,menggunakan energi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga seperti penggunaan panel surya dan pentingnya turut serta melaksanakan “one man one tree”atau ikut serta menghijaukan bumi kembali.
Yang harus dilakukan untuk semua negara, adalah menggalakkan reboisasi secara besar-besaran dan mencari dan menggunakan energi alternatif untuk kebutuhan industri di negara-negara mereka.

Menurut saya hal yang paling sulit dalam mengurangi pemanasan Global akibat efek gas rumah kaca adalah menimbulkan kesadaran setiap orang bagaimana bahaya atau dampak jika pemanasan global terus berlangsung. Bagaimana cara menimbulkan kesadaran akan pentingnya One Man One Tree? Sedikit sumbangsih yang dapat diwujudkan melalui langkah kecil setiap individu dapat memberikan pengaruh yangcukup besar jika semua orang mau melaksanakannya. Meski hutan-hutan telah direboisasi namun hal ini baru memberikan pengaruh yang jelas bagi efek rumah kaca saat ini selama sepuluh atau bahkan dua puluh tahun kedepan.
Terima Kasih

commenter
Silvana PBI D Said,
January 9th, 2010 @4:54 pm  

1.efek gas rumah kaca adlah gas gas yg ada di atmosfer yg sebenarnya muncul secara alami di lingkungan tetapi dapat jg timbul karena aktifitas manusia yg mengandung uap air,karbondioksida & metana.
*dan hal ini di kaitkan karena anas yg terperangkap di atmosferbumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca sep ;uap air,karbondioksida dan metana,yg mnjdi perangkap gelombangradiasi ini.gas2 ini menyerap & memantulkan kembali radiasi gelombang yg di pancarkan bumi dan tersimpan di permukaan bumi.kemudian ini terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan pemanasan global atau meningkatnya suhu rata2 atmosfer,laut & daratan bumi.

2.* iklim mulai tidak stabil
Di kutup utara dapat terjadi bencna alam (banjir,badai & kebakaran )kematian dan parpindhan penduduk ke berbgai tempat yg serng memunculkan penyakit sep;diare,malnutrisi,penyakit kulit dll.
*Pergeseran ekosistem
penyebaran penyakit melalui air seperti meningkatnya penyakit demam berdarah.
*Dampak sosial
parubahan cuaca & lautan dapat menyebabkan munculnya penyakit2 dan kematian.Temperatur yg panas jg dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan & malnutrisi

3.Kegiatan manusia yg telah meningkatkan jumlah karbondioksida yg di lepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil,limbah padat,dan kayu untuk menghangatkan bangunan,menggerakkan kendaraan & menghasilkan listrik.selain itu jg jumlah pepohonan yg tujuannya mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat penebangan pohon untk di ambil kayunya maupun untk perluasan lahan.
^ Solusinya ,sebaiknya setiap individu atau setiap negara harus bisa introspeksi diri mengenai aktifitas2 merugikan yang di lakukannya untuk kepentingan pribadinya semata.karena bagaimanapun jg bumi perlu di lindungi & di jaga kelestariannya untuk anak cucu kita kelak.

commenter
SURYADI PUTRA PBI 1D Said,
January 9th, 2010 @8:40 pm  

1. Efek gas rumah kaca adalah naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Hubungannya Secara sederhana yaitu ,sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sinar tampak adalah gelombang pendek, setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan.

2. - Dampaknya dari segi lingkungan yaitu ,meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
- Dampaknya bagi kesehatan yaitu menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker kulit, katarak, penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetik., memperburuk penyakit-penyakit umum Asma dan alergi Meningkatkan kasus-kasus kardiovaskular, kematian yang disebabkan penyakit jantung dan stroke serta gangguan jantung dan pembuluh darah.

3. - ketiadaan mekanisme yang efisien dalam pembiayaan dan transfer (dana kompensasi)”
- perbedaan pendapat para ilmuwan tentang efek dari global warming .
Solusinya yaitu ,menghemat bahan bakar ,STOP penebangan liar dan melakukan penghijauan dengan menanam satu pohon untuk satu orang.

commenter
nama Yeni Susanti kelas PBI 1D Said,
January 9th, 2010 @9:06 pm  

1. adalah gas-gas yang ada di atmotsfer yang menyebabkan efek rumah kaca . gas-gas tsb sebenarnya muncul secara alami di lingkunangan tetapi dpat juga timbul akibat aktifitas manusia.
karena efek rmah kaca sngat berpengaruh mningkatkan tingginya globalisai bumi.
2.dari sisi lingkungan adalah kebakaran hutan dan lahan seringkali tidak terkendali dan bila ini terjadi maka api kan melahap apa saja di hadapnnya mengikuti arah angin.
dari sisi kesehatan adalah akan menimbulkan gejala-gejala pergangguan pernapasan karna di sebabkan oleh polusi dll.
3. seperti laju kerusakan hutan yang sangat cepat,gejala tsb menimbulkan efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama global warming.
solusinya adalah paham manusia akan menanam pohon dan mengurangi tingkat pemakain listrik .

commenter
sardini PBI ID Said,
January 9th, 2010 @11:05 pm  

1. -Efek rumah kaca,yaitu merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
- karena, Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah. Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya.

2. dampak pemanasan global, dari gelombang panas yang mengancam kehidupan, kekurangan makanan dan air, sampai insiden akibat cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir.

3. kurangnya Tanggungjawab untuk mitigasi efek perubahan iklim dan pencegahan terhadap perusakan kondisi iklim harus dipikul oleh setiap individu, kelompok, bangsa dan warga dunia secara keseluruhan. Asumsi ini berdasarkan bukti bahwa penyebab perubahan iklim terutama akibat aktivitas manusia, secara hirarki mulai dari cara memasak yang paling sederhana dengan kayu sampai ke berbagai jenis industri.
-individu:Banyak di kalangan aktivis Islam saat ini masih beranggapan bahwa sebuah masyarakat sama dengan sekumpulan individu. Berangkat dari kesalahpahaman ini, kemudian berdampak pada solusi yang hendak ditawarkan oleh seorang aktivis Islam ketika dihadapkan oleh sebuah masalah yang bersifat kemasyarakatan, baik itu masyarakat lokal maupun global. Pemahaman yang salah tadi mengakibatkan solusi yang ditawarkan hanya berhenti pada level individu saja tanpa menjamah pada level sistem. Pada akhirnya isi dakwah yang disampaikan pun hanya fokus masalah-masalah individu seperti akhlak, ibadah mahdoh, manajemen qolbu, dan sejenisnya.
-negara:

commenter
siti khadijah PBI 1d Said,
January 9th, 2010 @11:19 pm  

GLOBAL WARMING:
1.Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).

Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.
Efek gas rumah kaca (green-house effect) di permukaan bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia merupakan issue dunia yang menyebabkan pemanasan global karena dampaknya yang negatif, antara lain pengurangan luas lahan untuk pertanian, peningkatan
tinggi muka air laut karena pencairan es di kutub.
2.Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dll.
3.kendala2 diantaranya adalah kurangnya kerjasama antar semua pihak dan masalah pendanaan yg tentunya akan memakan biaya yg sangat besar.solusinya perlunya penataan kembali ekonomi melalui basis-basis komunitas yang mengutamakan swadaya ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam budaya lokal yang bersifat kolektif.

Dalam Common Wealth: Economic for a Crowded Planet (2008), Jeffrey Sachs menekankan, realitas dan potensi pemanasan global telah menjadi kesepakatan ilmiah yang memerlukan solusi global berupa mitigasi, adaptasi, penelitian dan pengembangan untuk teknologi bersih.McKibben yang menawarkan solusi berupa pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, Sachs menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengatasi pemanasan global, dengan menekankan pentingnya negara maju membantu negara berkembang karena dua alasan. Pertama, dampak negatif meningkatnya pemanasan global di negara berkembang akan langsung dirasakan negara maju. Kedua, negara maju bertanggung jawab atas peningkatan pesat emisi karbon sejak awal industrialisasi.

commenter
SARINAH PBI 1D Said,
January 10th, 2010 @4:58 am  

1.Efek gas rmh kaca adalah sebuah gejala alam dimana radiasi panas matahari yg masuk ke atmosfir,dpantulkan oleh permukaan bumi & dipantulkan kembali oleh atmosfir,kembali kepermukaan bumi sehingga per mukaan bumi menjadi hangat.2.Dari sisi lingkungan terjadix kelebihan gas CO2 diangkasa,menyebabkan radiasi panas yang masuk tetap terperangkap dibumi sehingga suhu bumi semakin naik,dari kesehatan dari meningkatnya suhu di bumi dpt membuat kulit jd terbakar s

commenter
SARINAH PBI 1D Said,
January 10th, 2010 @8:35 pm  

1.Efek Rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataanya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
2. Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global. Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack (kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba. Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang hama dan penyakit yang lebih hebat.
Kehidupan hewan dan tumbuhan
Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan mati.Kesehatan manusia
Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
3.

commenter
syuaibah Said,
January 10th, 2010 @10:03 pm  

1. Rumah kaca dianalogikan atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah KAca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari efek rumah kaca.
sedangkan hubungan efek rumah kaca dengan global warming adalah :
meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

2. Dampak Global warming:
Bagi Kesehatan:
1. Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menjadi tantangan kita pada abad ini. Dengan perubahan iklim tersebut memaksa kita untuk merubah pola hidup dan berubahnya peradaban manusia yang lebih baik, memperhatikan lingkungan dan hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan hukum alam. Namun akibat perubahan dunia dan aktifitas manusia modern, maka konsekuensi dari aktifitas ini adalah fenomena pemanasan global akibat efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini disinyalir adalah akibat dari adanya emisi gas dari hasil kegiatan manusia.
Sejatinya, emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi, pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses alami. Gas yang diemisikan secara alami ini, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah. Selama jumlah emisi gas hasil bakaran itu masih dalam batas-batas kesanggupan alam mendaur-ulangkan kembali, emisi gas tidak akan mengganggu secara nyata kehidupan di bumi. Namun, apabila peningkatan gas akibat kegiatan manusia telah melampau kepasitas daur ulang alami, tentu saja menyebabkan penumpukan gas, tidak hanya pada lingkungan mikro, tetapi juga telah menyebabkan goyahnya keseimbangan lingkungan makro, di antaranya dalam bentuk pemanasan global yang secara tidak langsung berakibat pada kesehatan masyarakat.
Pemanasan global tak hanya berdampak serius pada lingkungan manusia di bumi namun juga terhadap kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan tahunan di Genewa mengatakan bahwa berbagai penyakit infeksi yang timbul diidentifikasi terkait dengan perubahan lingkungan hidup yang drastis. Kerusakan hutan, perluasan kota, pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Dampak lain yang terasa adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim..
WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumber-sumber air bersih sehingga menurunkan kualitas air. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.. Mencairnya puncak es Himalaya, luasnya daerah gurun pasir dan wilayah pesisir pantai yang tercemar merupakan sarana penularan penyakit, hal ini juga menyebabkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya penyakit Malaria yang wilayah penyebarannya makin meluas, mengingat nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas, maka dengan bertambahnya nyamuk, maka kontak dengan manusia juga bertambah.
Dampak pemanasan global secara langsung (mis. pada suhu panas membuat manusia rentan sakit) dan dampak tidak langsung (mis. meningkatnya penyakit menular, antara lain : malaria, DBD,penyakit yang ditularkan melalui udara, melalui air) serta dampak jangka panjang, mis. perubahan tinggi air yang dapat mengakibatkan persediaan air bersih menurun, daerah yang kaya jadi miskin, yang dapat menimbulkan terjadinya konflik, dan kemudian menimbulkan masalah psikologi, mis. stress. Ada 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya ebola, flu burung, penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia, adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.
Sesungguhnya hal tersebut dapat dicegah, salah satu langkah pencegahan melalui Sistem Bio Informatika, yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah, maka diharapkan wabah penyakit dapat dicegah. Desa siaga mampu menjawab permasalahan ini. Selanjutnya mengendalikan perubahan yang terjadi akibat pemanasan global dengan mengendalikan sumbernya pada transportasi, pertanian, perilaku gaya hidup boros pada penggunaan energi, pembalakan hutan, dan semakin mengurangi pengrusakan ekosistem sehingga efek rumah kaca menurun, serta kita dapat mencegah dengan memelihara lingkungan hidup, yang dimulai dari diri kita sendiri. kebutuhan akan peraturan penyelamatan lingkungan semakin mendesak, karena dampak dari pemanasan global sangat luas, tidak terbatas pada masalah lingkungan dan dampak ekonomi saja, namun menyangkut kesehatan manusia. Sehingga diperlukan upaya advokasi kepada ahli kesehatan untuk lebih aktif terlibat dalam pembuatan peraturan tentang penggunaan energi dan konservasi lingkungan. Serta para pemimpin politik diharapkan mempunayai kemauan untuk menyiapkan tindakan yang cepat dalam menghadapi berbagai wabah penyakit.
Bagi lingkungan dampaknya:
1. Efek rumah kaca yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan ekologi yang sulit ditebak, seperti perubahan suhu dan pola hutan yang mengurangi produktivitas pertanian.
2. Kerugian Indonesia di bidang pertanian karena perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak efek rumah kaca diperkirakan sangat besar. ANGLAS (Asian Least Gost Greenhouse Gas Abatement Strategy) memaparkan bahwa efek rumah kaca mengakibatkan antara lain: naiknya permukaan air laut, krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, dan menurunnya produksi pertanian.

3. Kendalanya dari pengembangan Energi terbarukan di Indonesia:
Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
1. relatif mudah didapat,
2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
3. tidak mengenal problem limbah,
4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar.
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
saran saya:
1. Penggunaan emisi gas karbon dioksida, mobil-mobil yang boros bahan bakar sebaiknya lebih diefisienkan.
2. Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramah lingkungan.
3. Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.
4. Penganekaragaman bahan bakar minyak, gas, tenaga listrik, bahkan tenaga tata surya.
5. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya melakukan pemeliharaan kendaraan emisi gas karbon dioksida atau dengan kata lain melaksanakan program Langit Biru untuk mengurangi kadar polusi udara yang sudah di ambang batas – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

commenter
Sieti hardianti PBI D1 Said,
January 17th, 2010 @12:57 pm  

SOAL NO 1: Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca

Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

SOAL NO 2: DAMPAK MERUGIKAN PEMANASAN GLOBAL DARI SEGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.

Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.

Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.

Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.

Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.

Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.

Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.

Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.

Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.

Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.

Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.

Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.

Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.

Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.

Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.

Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.

Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun.

Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.

Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.

Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida .

Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan.

SOAL NO 3: Pemikiran tentang pemanasan global telah ada sejak dulu, tetapi tindakan nyata untuk mengantisipasinya baru dilakukan dalam dekade tcrakhir. Itu pun, sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan. Banyak hambatan menjadi penghalang dalam mengatasi pemanasan global. Bahkan yang menjadi masalah, negara-negara maju yang seharusnya menjadi pelopor dalam mengatasi pemanasan global malah menjadi sumber utama pemanasan itu. Hal ini berkaitan erat dengan proses industri yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Jika ditinjau dari pemanasan global, sistem di bumi dapat dikelompokkan menjadi dua daerah, yaitu daerah produksi panas dan daerah penetral panas. Daerah utama pemroduksi panas adalah negara-negara besar dan matang. Jadi cukup sulit untuk mendesak mereka menghentikan aktivitas, terutama industri, yang menjadi penghasil panas bumi berlebih. Daerah produksi panas ini pemasok karbondioksida tertinggi. Sebab aktivitas industri berupa pembakaran bahan bakar fosil. yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi menghasilkan jumlah karbondioksida di atmosfer dalam jumlah banyak. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbondioksida ke atmosfer tiap tahun. Sementara dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40% adalah minyak bumi, 27% batu bara, dan 22% gas bumi, sedangkan listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11% sisanya. Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar satu ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbondioksida. Untuk mendapatkan energi yang sama dari minyak, jumlah karbondioksida yang dilepas akan mencapai dua ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Karena itu, dibutuhkan konsentrasi untuk menekan ancaman global secara menyeluruh. Salah satunya pemberdayaan daerah yang menjadi penetral panas. Di khatulistiwa atau daerah yang masih banyak memiliki hutan hujan tropis, paling tidak bisa menekan efek dari pemanasan global. Ada tiga daerah utama di bumi yang dapat dikatakan sebagai paru-paru dunia karena potensinya untuk mengatur sirkulasi air dan udara, pengatur suhu bumi, penentu iklim, dan me-refresh bumi secara periodik. Ketiga daerah utama paru-paru bumi itu adalah Indonesia, Brazil, dan Afiika Tengah. Indonesia lebih berperan sebagai paru-paru dunia dibandingkan dengan dua negara lainnya. Sebab memiliki kondisi laut yang luas dan dangkal serta sinar matahari berlimpah, sehingga konvensi air lebih aktif. Solusi penanganan pemanasan global tak hanya pada pengkondisian daerah penetral panas agar tetap terjaga, Ada upaya-upaya lain yang harus ditekan penerapannya. Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPPC) menghitung beberapa penghematan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat emisi yang ada saat ini. Emisi karbondioksida misalnya, harus turun 60%, yang berarti bahwa penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, industri, dan listrik pada tingkat global harus dikurangi sampai tingkat setengah. Sebuah skenario, berdasarkan penelitian Dr Mick Kelly, Universitas East Anglia di Inggris, dirancang untuk menetapkan konsentrasi gas rumah kaca tahun 2030 pada kadar sedikit lebih tinggi dari pada kadar saat ini. Hal ini memerlukan perubahan mendasar. Beberapa ciri kuncinya adalah penghapusan produksi chlorofluorocarbon sejak 1995 dan mungkin juga bahan-bahan penggantinya yang mempunyai efek rumah kaca. Menghentikan penggundulan hutan pada 2000, diikuti dengan penanaman kembali hutan-hutan secara intensif. Pengurangan emisi karbondioksida dari bahan bakar fosil sampai 30% dari kadar saat ini pada 2020. Pengurangan dalam peningkatan konsentrasi tahunan metana dan dinitrogen oksida sampai 25% dari nilai saat ini. Selain itu kita harus menciptaan suatu sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakamya hutan secara natural. Perjanjian Mengikat Di samping upaya-upaya di atas, harus ada hukum yang jelas, tegas, dan digunakan dalam menjerat oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap paru-paru bumi, seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Pemerintah Indonesia membentuk Komisi Nasional untuk Evaluasi dan Monitoring Dampak Perubahan Iklim pada Lingkungan pada 1990. Komisi tersebut pernah merangkum satu “Strategi Antisipasi Dampak Perubahan iklim”. Berbagai kebijakan sudah menampakkan hasilnya. Namun langkah tersebut belum cukup, diperlukan tindakan menyeluruh misalnya dalam bidang konservasi energi, penggunaan sumber energi terbarui, penghutanan kembali dan penerapan teknologi ilmiah Lingkungan guna mengatasi serta mengurangi ancaman pemanasan global. Dengan kata lain, kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil atau KTT Bumi. Sebanyak 155 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menerjemahkan dalam suatu perjanjian yang mengikat. Hasil penting konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim. Dengan tujuan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim. Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ke tingkat emisi tahun 1990. Lalu pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat lima persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. “SAVE OUR EARTH”

commenter
yusuf Said,
January 24th, 2010 @2:21 am  

Sarinah, masih belum lgkp ya jawabnnya. sy pikir spt nya terpotong. OK sy tunggu

Related Post

Please Leave Your Comments Below

Please Note: All comments will be moderated