Berbagai persoalan lingkungan yang menyeruak di permukaan bumi seperti badai secara tiba-tiba, rusaknya terumbu karang, musim yang tak jelas kapan datangnya, dll sangat erat dengan efek global warming. Memang, ancaman global warming masih ada yang menggapa sebatas isu atau khayalan ilmiah. Namun sejumlah fakta seperti mencairnya es dikutub dari waktu ke waktu, memanasnya suhu permukaan bumi, jebolnya Ozon di sebagian titik tak bisa dianggap bukti yang remeh.
Karena hal ini terjadi dan berdampak secara global, maka tak cukup upaya individual untuk mengatasinya, diperlukan keputusan, komitment dan langkah bersama bagi seluruh manusia di planet ini. Justru inilah yang masih dinantikan oleh masyarakat internasional. Jika tidak, kita sendiri yang akan “menikmatinya”. Setuju ?
Soal.
1. Jelaskan apa yang dimaksud EFEK GAS RUMAH KACA ? Mengapa sering dikaitkan dengan pemanasan global ?
2. Apa saja dampak yang merugikan dari pemanasan global dari sisi lingkungan dan kesehatan.? jelaskan!
3. Jelaskan kendala-kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global? berilah solusi, apa yang seharusnya dilakukan individu-individu ataupun semua negara!
Sekedar mengingatkan, mohon tulis di username nama dan identitas yang lengkap dengan kelasnya begitu juga saat mengawali memberikan jawaban. Soal ini untuk PBI semua kecuali PBI-1A.
Selamat bekerja
Salam 2010
Yusuf































Nama : Rosalina
Jurusan : PBI
Kelas : B
Semester : 1 (satu)
1. Pengertian efek gas rumah kaca ialah menggumpalnya gas-gas rumah kaca (CO2, CO, gas Metan, CFC, dll) yang mengakibatkan panas sinar matahari yang masuk kedalam bumi tidak dapat seluruhnya dipantuklan kembali ke luar angkasa karena terhalang oleh gas-gas rumah kaca yang menggumpal di atmosfer bumi. Hal tersebut yang menyebabkan efek rumah kaca dapat mengakibatkan meningkatnya suhu bumi, yang biasa dikenal dengan sebutan “Pemanasan Global” atau “Global Warming”.
2. pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
- Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
- Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
- Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
3. Kendala global dalam mengatasi efek pemanasan global ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan SDA secara tidak berlebihan dalam kehidupan sehingga menyebabkan terjadinya berbagai hal yang memicu terjadinya pemanasan global.
Sedangkan solusi yang seharusnya dilakukan individu atau semua negara antara lain:
- Mengurangi prouksi sampah organik. karena jika sampah organik terlalu berlebih maka sampah-sampah organik tersebut dapat menghasilkan gas metan yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Pengurangan sampah organik dapat juga dilakukan dengan cara mendaur ulangnya menjadi kompos.
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor yang kita punyai.
- Mengurangi pemakaian pendingin ruangan (AC). Hal ini dilakukan karena pada pendingin ruangan dapat menghasilkan Freon yang dapat merusak atosfer bumi.
- Mengadakan Penghijauan, Hal ini dilakukan agar dapat menurangi kandungan CO2 yang terdapat diatmosfer bumi.
- Manghemat energi.